Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Bos Mesum Roberto


__ADS_3

Matheo dan Marco bergidik ngeri, ke duanya mendengar suara rintahan wanita yang ada di belakangnya. Matheo ingin sekali mengeluarkan kata 'Cukup' tetapi melihat kemarahan Kendrick dan bagai mana depresi saat sahabatnya terkena musibah itu tentu saja Matheo memutuskan tidak ingin ikut campur. Hanya saja Kendrick menyiksa Elizabeth tepat di belakangnya. Suasana makin terasa dingin, bukan karena udara tetapi kebekuan hati Kendrick seakan menampar wajah wanita yang dulunya kumal.


"Tuan tolong hentikan! Aku bukan wanitamu dan aku bukan Elizabeth." Elizabeth masih tetap dalam pendiriannya. Jika di akui ketakutan pada dirinya melebihi bongkahan patung raksasa, tetapi tekat dan nyalinya terlalu besar demi menyelamatkan nyawa Nina.


"Kenapa pengakuanmu berubah ubah, tadi seolah olah kamu amnesia dan sekarang mengatakan kamu bukan Elizabeth. Apa memang mulut dan otakmu sekotor itu." Kalimat Kendrick mengandung kebencian teramat sangat. Seperti di siram air panas jantung Elizabeth mengkerut ketakutan.


Mata Kendrick terlihat semburat warna merah, yang awalnya berupa serabut kecil dan kian lama kian membesar menutupi seluruh bagian putih matanya. Mirip mata srigala yang kelaparan.


"Bukan begitu...Maksudku..."


Suara Elizabeth terbata bata. Udara di ruangan yang dingin tidak cukup membuat hati Elizabeth tenang. Kakinya gemetar ketakutan. Bagaiman jika tiba tiba Kendrick nekat membunuhnya. Bukankah Elizabeth mengenal sebagai seorang lelaki berandal? Kendrick menggulung kemeja di bagian lengannya, sebuah gambar cantik menyerupai lukisan abstrak di permukaan kulitnya. Elizabeth masih mengingat saat dulu Kendrick pernah mengatakan padanya bahwa tidak menyukai tato, bagaimana berubah sampai sejauh ini?


Elizabeth menggeleng gelengkan kepalanya, dia tidak boleh memikirkan masalah lain. Dia harus konsentrasi meyakinkan Kendrick kalau dia sebenarnya Eliz. Berapa kali dirinya menelan ludah kasar, hanya untuk menutupi kegugupannya, tetapi sama sekali tidak berhasil. Tangannya mengepal keras, bukan kemarahan tapi ketakutan.Kulit memucat seolah tak berdarah.


Kendrick merasa lega jika saja wanita ini tidak muncul di club malam miliknya bagaimana dia bisa hidup tenang dan membalaskan dendamnya? Benar benar keberuntungan. Padahal Kendrick sama sekali tidak menyadari kalau sebenarnya kedatangan wanita itu bertujuan mencelakainya.


"Tuan tolong lepaskan aku. Tujuanku datang ke club D'Oreon hanyalah untuk bekerja."


Elizabeth memohon dengan patuh, kemarahan Kendrick padanya di rasakan berlebihan dan membuat dirinya ketakutan. Bagaiman mungkin hanya karena hubungan tidak baik baik saja melampiaskan kemarahan pada dirinya. Hanya karena di tinggal menikah dengan lelaki tua! Apakah Kendrick tidak tau kalau dirinya pada saat itu meninggalkan pengantin pria sendirian? Hubungan ke duanya hanyalah kebutaan dan balas dendam.


Bahkan kematian Sara juga di kait kaitkan dengan Elizabeth, Kendrick keterlaluan. Apa baiknya Sara, ibu yang menelantarkan dirinya. Hanya saja kekecewaan Kendrick di lampiaskan kepada Elizabeth, sungguh malang.

__ADS_1


Matheo sudah tidak tahan lagi, dia lelaki terhormat, sikap dan pendirian sangat berbeda dengan Kendrick. Wanita tidak harus patuh jika di tindas.


"Kendrick cukup! Selesaikan masalahmu dengan wanitamu, biarkan kami pergi."


Matheo membuka pintu kemudian di susul Marco di belakangnya. Sementara itu Elizabeth ketakutannya kian bertambah, siksaan laki laki yang ada di depannya semakin menjadi.


Kendrick tidak memperdulikan ucapan Matheo bahkan kepergian mereka juga di harapkan, kini tinggal dirinya dan Elizabeth di ruangan mewah tetapi mencekam. Kendrick beberapa kali meringis kesakitan, luka yang terlihat tetapi sakitnya begitu nyata. Seandainya wanita meninggalkan dirinya dan menikahi laki laki lain mungkin saja dia iklas tetapi yang membuatnya kesal kenapa harus Carlos Eman? Bajingan yang memporak porandakan nasib mamanya. Kendrick menggigit giginya kesal, tangan satunya masih dalam posisi meremas dagu Elizabeth, mata Elizabeth membalas tatapan mata Kendrick, menyakitkan!


"Kenapa kamu tidak mati saja bersama mamaku, kematian mamaku adalah akibat ulahmu."


Sambil mengatakan itu Kendrick semakin menekan tubuh Elizabeth hingga mendarat di tembok.


"Tuan jangan seperti ini. Aku bekerja di club ini hanya memiliki satu tujuan, bekerja keras dengan sungguh sungguh, saya masih punya keluarga yang harus di hidupi tuan." Kata kata yang di bumbuhi isak tangis, Elizabeth mencoba menarik simpati Kendrick. Sialnya sama sekali tidak berhasil.


Kendrick melepaskan cekikan tangannya pada leher Elizabeth, mengangkat gagang telepon dan menghubungi seseorang. Dia tidak menyukai hal ini tetapi dia harus melakukannya demi menghukum siapapun yang sudah membuatnya marah.


'Tok tok tok'


Marco memasuki ruangan bersama dua orang wanita, dengan pakaian minim dan ****. Terlihat dari kostum ke dua wanita itu berprofesi sebagai penari dan pelayan kamar yang bertugas menemani pelanggan club untuk bersenang senang dan minum anggur. Elizabeth menarik tubuhnya sedikit ke sudut. Dia meraba apa yang di pikirkan Kendrick.


"Tuan. Jangan begini, suatu saat tuan akan menyesal." Ucapan Elizabeth dengan sedikit membentak, berharap Kendrick mengurungkan niatnya. Walaupun tidak di bicarakan tetap saja Elizabeth mengerti temperamen Kendrick selalu berapi api sejak dulu. Apa yang ada di hatinya, Kendrick sama sekali tidak mengerti, kalaupun dirinya berterus terang bagaimana jika semuanya terbongkar termasuk rahasia anaknya. Melihat temperamen Kendrick seperti ini tidak di ragukan lagi Kendrick akan membunuh Nina.

__ADS_1


"Menyesal? Jangan mimpi!" Api kemarahan Kendrick sudah seperti gunung api mendidih dan meledak ledak.


"Bawa wanita ini sekarang, jangan biarkan dia keluar dari kamar itu sebelum mereka puas. Jadikan dia pemuas napsu Roberto. Setelah itu berikan kepada semua pengawal sebagai hadiah untuk mereka. Jika dia berani melarikan diri, kalian sebagai gantinya." Ucapan Kendrick di tujukan kepada ke dua wanita berbaju serba minim.


Kendrick berbalik badan, tangannya sedikit pegal karena berapa kali dia menahan gerakan agar tak membunuh wanita di depannya. Kendrick tidak mau memberikan kemudahan mati lebih cepat pada Elizabeth. Roberto adalah salah satu pegawai pemerintahan tingkat tinggi yang sering kali membuang uangnya di club malam ini. Walaupun Kendrick maupun Marco membenci Roberto, tetapi karena Roberto adalah pelanggan yang baik dan royal makanya mereka tetap memperbolehkan bersenang senang di D'Oreon asalkan tidak melebihi batas. Jika sedikit saja berulah Kendrick tidak segan segan membunuhnya.


"Tidak mau, tuan tolong maafkan saya. Elizabeth menjatuhkan dirinya ke lantai. Lantai marmer hitam terasa dingin dan beku. Ke dua tangannya merangkul ke dua kaki Kendrick dengan erat. Dia tidak pernah menyangka reaksi kemarahan Kendrick seperti ini, bahkan sanggup meledakkan gunung Himalaya. Elizabeth merasa dirinya wanita bersih, jika sampai melayani laki laki minum anggur dan menempelkan badannya ke lelaki yang sama sekali tidak di kenalnya, apalagi memakai pakaian minim bahan, apa kata putrinya nanti.


Salah satu pelayan mendekati Elizabeth dan satunya memaksanya berdiri. Menarik ke dua lengan Elizabeth untuk berdiri. Merobek pakaian Elizabeth dan membuangnya di sembarang tempat. Memakaian pakaian minim bahan dengan kasar. Air mata mengalir deras di pipi Elizabeth, matanya gelap tertutup dengan kabut kesedihan.


Melihat Elizabeth memakai seragam purel dan menunjukkan seluruh kulit tubuhnya apalagi di lakukan di depan mata Kendrick bahkan tepat di ujung hidungnya, tubuh Kendrick mulai menghangat menjalar hingga ke bagian bawah perut, reaksinya begitu cepat, padahal dia hanya melihatnya belum menyentuhnya.


Kendrick tidak pernah seperti ini, bahkan sejak peristiwa itu dirinya susah untuk bereaksi, bagian tubuh yang berbentuk tugu seolah tau siapa tuan putrinya.


Seketika Kendrick membuang jauh jauh pikiran itu. Dia tidak mau hanyut oleh lekuk tubuh wanita iblis itu.


"Cepat singkirkan wanita ini. Ingat ucapanku jika dia kabur nyawa kalian sebagai gantinya."


"Baik bos."


Ke dua wanita itu menyeret Elizabeth ke luar. Berapa kali Elizabeth berusaha membenarkan bentuk kostumnya dan menutupi sebagian dadanya yang menyembul dengan ke dua telapak tangannya.

__ADS_1


Elizabeth masih saja berteriak hingga suaranya benar benar menghilang. Ludahnya seakan tertarik ke dalam tenggorokan. Ketakutan dan harga diri menjadi satu.


Para pembaca novelku yang baik, saat menulis bab ini kenapa aku terbawa emosi juga ya. Bahkan kesedihan. 😭😭Apa karakter Kendrick terlalu sadis ya? Jangan lupa Like Komen and Vote. Biar akau lebih semangat. Kalian memang terbaik.


__ADS_2