
Jade sudah di temukan keberadaannya. Dia tinggal di rumah pinggiran kota yang terlihat asri, bangunan yang sedikit mencolok di bandingkan dengan bangunan yang lain. Bangunan yang pantas di sebut fila peristirahatan. Penduduk di sekitar menyebut bangunan orang kaya karena ternyata rumah itu adalah rumah Carlos Eman yang sudah lama di tinggalkan tapi masih tetap terawat dengan baik. Fila yang di dedikasikan untuk wanita kesayangannya yaitu Luci. Carlos dan Luci belum sempat menikmati masa bahagianya, tapi ke duanya meninggal dengan tragis.
Kendrick dan pengikutnya memasuki fila. Jade menyambutnya, dia sama sekali tidak terkejut, seolah olah moment ini adalah saat yang di tunggu.
"Kamu sembunyikan di mana Leyton?" Tanya Kendrick dengan wajah memerah.
"Bukankah aku sudah bilang jangan main keroyokan, ternyata kamu tidak menepati janji." Ucap Jade datar lebih tepatnya mencibir. Kendrick memasuki fila Carlos hanya bersama Elizabeth, tapi meletakkan pengawal dan kepolisian di luar untuk mengepung bangunan ini.
"Aku hanya bersama Eli, orang yang seharusnya ada di sini." Sanggah Kendrick, Kendrick sudah melarang agar Elizabeth tidak ikut masuk tapi Elizabeth memaksa karena kekuatirannya pada Leyton.
"Ok tidak masalah, kamu berdua duduk kita minum bersama." Ucap Jade santai. Dia memanjangkan kakinya di sofa kemudian mengangkat satu kakinya dan di letakkan pada kaki yang kiri.
"Jade, jangan bercanda. Kondisi Leyton tidak begitu baik." Bentak Kendrick setengah memaksa.
"Urusanku kah?" Ucap Jade santai.
"Kalian harus mendengar ceritaku dulu, baru kalian bisa bertemu Leyton. Suruh orang orangmu berhenti memasuki filaku, mengotori saja." Bentak Jade, dia mengetahui kalau Kendrick membawa bala bantuan. Suhu ruangan memanas tanpa sebab, ke tiga manusia itu tampak tegan.
"Jade kamu kira aku tidak tau kalau fila yang kamu sebut milikmu adalah fila milik Carlos yang artinya jatuh pada putri kandungnya yaitu Elizabeth." Ucap Kendrick.
"Itu maksudku!" Jawab Jade santai.
"Milik Elizabeth berarti adalah milikku." Ucapan Jade terdengar tidak masuk akal.
Mendengar jawaban Jade, perasaan Kendrick semakin tidak enak. Ada makna yang tidak baik dari ucapan itu. Tatapan mata Kendrick mengunci keberadaan Jade, dia tidak menyukai tabiat Jade yang seolah mengejek.
__ADS_1
"Maksud kamu apa!" Bentak Kendrick.
"Rumah ini adalah milik Elizabeth, jadi sebaiknya dia tinggal di sini bersamaku." Ucapan Jade tanpa beban, dia memainkan emosi Kendrick. Menyalakan rokok Cuba dan meniupkan asapnya ke wajah Kendrick, jarak yang cukup jauh tidak membuat asap itu mengenai wajah Kendrick.
"Apa maksud kamu!" Kendrick merasa ucapan Jade semakin ngelantur. Bagaimana bisa Carlos mengadopsi anak seperti itu, tapi mengingat kelakuan Carlos juga sama, Kendrick mencibir.
"Biarkan Elizabeth menggantikan Eva." Tambah Jade, menghisap rokok semakin dalam dan menikmatinya.
"Jade, kamu gila ya, cepat katakan di mana Leyton." Ucap Elizabeth. Dia jijik mendengar ucapan Jade.
"Aku mau Elizabeth bertukar posisi dengan Leyton. Biarkan Elizabeth menemaniku di sini. Beres bukan? Apa kamu tau, Eva adalah orangku."
"Aku sudah tau tentang Eva, kamu yang merencanakan semua ini, juga penculikan bayi Leyton. Lalu siapa yang salah. Kamu menempatkan orang yang kamu cintai untuk berada di sisiku, walaupun akhirnya menjadi pukulan telak buatmu. Lagi pula kamu mengira aku pernah menyentuh Eva? Sekalipun tak pernah!" Ucapan Kendrick semuanya benar, wajah Jade berubah menghitam menahan marah, benar dia salah tapi tetap tidak mau mengakuinya.
Mendengar kalimat 'Aku tidak pernah menyentuh Eva.' Dari mulut Kendrick, Elizabeth merasa tenang, entah perasaan apa. Paling tidak dia tidak berbagi suami dengan kakaknya.
"Apa yang harus aku lakukan." Tanya Elizabeth memastikan kepada Jade, dia tau Jade bukanlah manusia yang dapat di percaya.
"Kamu ikut denganku tapi terlebih dahulu Kendrick perlu melakukan ini." Ucap Jade, dua orang laki laki dengan memakai pakaian serba hitam keluar dari balik pintu. Laki laki itu membawa beberapa berkas yang sudah di persiapkan oleh Jade. Dari perawakan salah satu laki laki adalah seorang pengacara.
Laki laki itu membuka dua berkas, salah satu berkas adalah pengalihan kepemilikan Kend Grup. Berkas yang ke dua adalah surat perceraian.
Kendrick menolak berkas yang ke dua, untuk berkas yang pertama, tanpa ragu Kendrick langsung menyetujui.
Jade tau kalau kelemahan Kendrick bukanlah di Kend Grup tapi kelemahan Kendrick sesungguhnya adalah pada Elizabeth. Kendrick akan terpuruk jika tidak ada Elizabeth di sisinya.
__ADS_1
"Tidak! Aku menolak menandatangani berkas yang ke dua. Untuk berkas yang pertama aku tidak masalah."
"Kamu manusia culas, sudah bagus aku hanya meminta kedudukanmu dan istrimu, bukan jabatanmu sebagai senator." Ucap Jade sombong. "Kamu bisa mendapatkan uang dari pekerjaanmu sebagai senator." Kemudian Jade tertawa keras.
"Kendrick!" Ucap Elizabeth. Jika Kendrick menyetujui artinya Kendrick akan jatuh miskin.
"Aku melarangmu menandatangani berkas itu!" Bentak Elizabeth, mendengar Elizabeth mengatakan hal itu, hatinya sangat senang. Tapi setelah Elizabeth mengatakan kalau tidak masalah untuk berkas ke dua. Perasaan Kendrick campur aduk, apa sebegitunya Elizabeth ingin berpisah dengannya?
Kendrick menarik pena yang di persiapkan oleh pengacara itu, dengan ragu ragu Kendrick hendak membubuhkan tanda tangan. Pada saat ujung pena hampir saja menyentuh permukaan kertas, sebuah teriakan dan tendangan pintu mengejutkan semuanya.
Polisi menggerebek dan menerobos masuk. Kendrick dan Jade sama sama terkejut. Kendrick tidak suka, bukan seperti ini rencananya, bagaimana jika Jade menyakiti Leyton. Wajah Kendrick memerah.
"Bos! Tuan muda Leyton sudah di temukan, nyonya Julia dan tuan Matheo sudah membawanya ke rumah sakit." Ucap Marco, polisi menodongkan senjata pada Jade dan cecunguknya.
Jade mendengar itu sangat murka. Mereka menemukan Leyton, artinya dia tidak memiliki lagi jaminan. Jade semakin berpikir jahat.
"Aku hanya di perintah, tidak ada urusanku dengan siapa siapa. Aku hanya lelaki bayaran." Jawab pengacara bertubuh tambun, tapi polisi tidak percaya.
Laki laki berbaju hitam juga menodongkan sejata, moncong pistol tepat di dahi Elizabeth. Kendrick dan polisi tidak berani bergerak.
Semua terdiam menunggu aksi pihak lawan, hingga akhirnya Jade menarik lengan Elizabeth dan kemudian Jade menodongkan pistol yang ada di balik punggungnya tepat di leher Elizabeth.
Kendrick ketakutan bagaimana jika Jade nekat?
Laki laki berbaju hitam masih menodongkan pistol juga Jade bergerak mundur, Elizabeth masih di sandera, lengan jade melingkari leher Elizabeth. Mereka hendak menuju garasi untuk mengambil mobil, tapi sesaat sebelum sampai tiba tiba bagian kaki Elizabet menginjak telapak kaki Jade, Jade terkaget. Cekalan pada Elizabeh juga terlepas, kesempatan itu di pergunakan Kendrick untuk merebut kembali Elizabeth. Tapi langkahnya terlambat, jade menodongkan senjata pada Elizabet dan melepaskan tembakan.
__ADS_1
Suara letusan senjata, bau asap mesiu juga amis darah tercium. Semua terdiam di tempat.