
Matheo datang ke D'Oreon dengan terburu buru. Setelah Marco menghubunginya mengatakan bahwa seorang wanita melamar kerja untuk menjadi pelayan di club malam milik Kendrick. Dan pelamar itu wajahnya mirip sekali dengan wanita yang selama ini di cari oleh bos besarnya.
Bagi Matheo entah kebenaran kabar ini, jika memang benar tentu saja akan mengacaukan hidup Kendrick kembali, bukankah selama ini sudah mulai tenang?
Matheo memarkirkan kendaraannya di area VIP Parking, langkahnya setengah berlari demi untuk menemui wanita itu.
"Di mana wanita itu?" Tanya Matheo di tujukan Marco.
"Dia berkerja sebagai petugas kebersihan, sudah seminggu dia di sini. Hanya saja aku tidak yakin, karena saat bertemu dengannya aku melihatnya hanya sekilas. Mungkin kamu lebih mengenalnya." Ucap Marco ke pada Matheo
Seminggu yang lalu Elizabeth mendatangi D'Oreon, awalnya dia cukup ragu, hanya saja demi putrinya apapun akan di lakukannya, merasa dirinya wanita tanpa pengalaman apapun, apalagi menjejakkan kakinya di klub malam sama sekali dia tidak pernah melakukannya. Elizabeth melamar sebagai cleaning service, hal itu di nilainya lebih aman dari pada harus mengantarkan minuman keras apalagi menemani tamu untuk minum hingga mabuk.
Saat pertama kali melamar pekerjaan Elizabeth langsung di pertemukan oleh Marco.
Awalnya Marco sama sekali tidak mengenalinya demikian juga dengan dirinya. Tetapi Elizabeth sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Marco mulai mencurigainya. Bahkan menghubungi salah satu lelaki teman dekat Kendrick.
Matheo melihat seorang wanita dengan wajah yang sama persis dengan Elizabeth, yang membedakan hanyalah rambut hitam dan lurus. Setahu Matheo rambut Elizabeth memiliki jenis rambut yang bergelombang dan warna kulitnya sawo matang. Tetapi sekarang berbeda warna kulitnya berubah putih dan bersih, sama sekali berbeda dengan Elizabeth yang pernah di temuinya kumal dan tidak terawat.
"Siapa namanya?"
"Eliz, lahir dan besar di Chia."
"Yang aku tau nama wanita itu Elizabeth dan besar di Bogota."
Keduanya terdiam, melihat Elizabeth dari balik kaca besar jenis one way, hanya dapat melihat dari sisi bagian dalam.
"Bagaimana? Apa yang akan aku lakukan? Memecatnya?"
__ADS_1
"Jangan sembrono, jika ternyata dia benar wanita yang di cari Kendrick dan kamu mengusirnya. Jantungmu bisa tertembus peluru panas."
Matheo berpikir keras, jika saja mengusir wanita itu penyakit Kendrick tidak akan menjadi sembuh percuma saja di lakukan, bukankah lebih baik membantu Kendrick menuntaskan dendamnya dengan cara memepertemukan mereka. Penyakit depresi karena di tinggal mati mamanya di tambah dirinya merasa di khianati oleh wanita penolongnya membuat Kendrick terpuruk. Untung saja saat ini sudah mulai bangkit karena kedatangan wanita beserta anak dari Kendrick.
Matheo berpikir keras, entah apa yang di lakukannya. Tetapi tentu saja dia harus menemui wanita bermasalah itu.
"Panggilkan dia, aku tunggu di ruangan Vip emmm tapi tunggu sampai tengah malam, aku akan memberikan kejutan pada Kendrick." Ucap Matheo ke pada Marco, matanya menatap kesal saat melihat Elizabeth dari kejauhan.
"Tapi apa kau yakin itu dia?"
"Orang lain mungkin bisa di bohongi, termasuk Kendrick tapi aku tidak."
Marco menganggukkan kepalanya, dia cukup mengerti kemarahan matheo, karena dia tau persahabatan Kendrick dan Matheo tidak hanya berjalan satu atau dua hari, tetapi memakan waktu bertahun tahun.
Sebenarnya dari awal Elizabeth sudah melihat kehadiran laki laki sahabat dari Kendrick, lelaki yang dari awal tidak mempercayai kedekatannya dengan Kendrick waktu itu.
Huhhh kenapa laki laki itu di sini? Aku belum siap jika bertemu salah satu dari mereka, bagaimana bisa secepat ini?
Dengus Elizabeth meratapi kekesalan hatinya, tetapi walaupun berapa kali dia menghindari sebenarnya percuma saja karena bagaimanapun juga tujuan utamanya adalah mendekati Kendrick. Sosok seorang Kendrick sekarang seperti apa Elizabeth tentunya tidak tau, bahkan dia mengira Kendrick sekarang adalah sama seperti Kendrick yang dulu atau bahkan lebih parah.
Tetapi saat melihat penampilan teman dekat Kendrick yaitu Matheo dengan penampilan berubah, sama sekali tidak terpikirkan di benaknya kalau sebenarnya Matheo adalah kepercayaan dari Kendrick.
Atau bahkan sebaliknya, Matheo salah satu pekerja yang ada di club D'Oreon ini.
Hari semakin malam, geliat kesibukan di D'Oreon begitu menggiurkan, gelak tawa manja dan aroma kemaksiatan menyebar ke mana mana. Para lelaki hidung belang ataupun lelaki yang sekedar mencari hiburan malam hanya untuk menghilangkan kejenuhan terlihat banyak menghambur hamburkan uang.
Para pelayan pendamping bos besar berlomba memamerkan wajah cantiknya dan kemolekan tubuhnya.
__ADS_1
Keributan terjadi di salah satu ruangan VIP, seorang tamu penting dari pemerintahan merasa terhina karena permintaannya yang di tolak, permintaan yang tidak begitu sulit tetapi cukup merepotkan.
Pelanggan penting itu meminta salah satu pelayan petugas kebersihan untuk mememani minum bir, tentu saja hal itu di tolak mentah mentah oleh wanita senior, karena jika di terima begitu saja tentu akan berdampak pada pekerja lain membuat iri dan kecemburuan.
Awalnya seorang tamu penting melihat salah satu pelayan wanita yang tengah membersihkan salah satu meja yang di tempati oleh petugas clening service yaitu Elizabeth, Elizabeth tidaklah secantik pelayan senior, hanya saja rasa penasaran saat bos besar itu saat melihat salah satu pelayan wanita dengan santai dan terlihat tidak perduli dengan banyaknya laki laki yang menatapnya, tentu membuat laki laki itu semakin penasaran.
Di ruangan lain di waktu yang sama, Elizabeth berjalan dengan kaki gemetar, memasuki ruang VIP di ikuti oleh Marco di belakangnya. Elizabeth sudah menghapal nomor setiap ruangan, tentunya Marco tidak perlu repot lagi menunjukkannya.
Memasuki ruangan dengan dekorasi yang sangat mewah, berbeda dengan ruangan lainnya, kesan glamour dan elegan. Warna merah mendominasi seluruh perabotan. Dinding berlapis wallpapper gambar cakra warna hitam dan emas. Memberikan aksen garang dan mewah. Terdapat meja besar dan kursi hitam berlapis kulit. Di atas meja terdapat foto berbingkai besi warna emas, hanya saja foto itu di letakkan dengan sisi terbalik, Elizabeth cuma bisa melihat bagian sisi belakang.
Seorang laki laki duduk di atas Sofa warna hitam, matanya menatap Elizabeth dengan ekspresi menghina. Matheo sahabat dari Kendrick sudah menemuinya secara kusus, bukankah ini terlalu cepat, padahal Elizabeth belum mempeesiapkan alasannya atas kemunculannya.
Sebuah ide terlintas di benaknya, dengan berpura pura amnesia. Bukankah ini lebih aman, apalagi dia juga sangat yakin kalau sebenarnya panggilan Matheo padanya karena sudah mengenali dia adalah Elizabeth?
"Lucu sekali melihat kemunculanmu setelah mengacaukan kehidupan Kendrick. Saking lucunya hingga membuat aku muak."
"Maksud anda apa? Saya sama sekali tidak mengenal anda."
"Elizabeth, kamu sangat pintar bermain main."
"Maaf saya Eliz bukan eeeh Elizabeth."
"Kamu kira aku bodoh, tunggu sebentar lagi ada kejutan untukmu. Semoga dia tidak mencekikmu."
Elizabeth menelan ludahnya kasar, kejutan apa yang akan di berikan oleh Matheo.
Novel ini murni karangan autor. Berharap bisa menyenangkan hati para pecinta novelku. Jangan lupa Like komen and Vote. Trimakasih semua gracias.
__ADS_1