
Kerusuhan di wilayah selatan terutama di Caldas benar benar mematahkan satu sayap Jade Eman. Di tambah terbakarnya gudang peti kemas yang merupakan harta karun miliknya, walaupun barang yang di miliki hasil curian yang di klaim miliknya. Selain bukti remote pengendali jarak jauh yang di temukan, ada lagi bangkai drone yang hangus terbakar, dan jumlahnya tidak sedikit.
Tetapi di dalam gudang di temukan tiga mayat yang di duga adalah mayat Santa, Carlos Eman dan Luci. Tubuh mereka meringkuk di dalam kamar mandi kecil dengan kondisi hangus dan memprihatinkan. Jade melihat kondisi mayat, dia menutup hidungnya dengan sapu tangan warna putih.
"Bersihkan!" Perintah Jade kepada anak buahnya. Yang di maksud bersihkan adalah membuang ke tiga mayat itu, untuk menghilangkan bukti jika identifikasi polisi jika di lakukan. Harapannya polisi akan menganggap kebakaran biasa, tentunya polisi tidak sebodoh itu.
Kematian Carlos secara otomatis akan merubah hak waris, kekayaan Carlos jatuh ke tangannya. Ada kepuasan tersendiri di hati Jade. Selain kematian Carlos juga kematian Elizabeth, apa lagi yang kurang. Kekayaan Carlos tersebar di negara Kolombia. Yang paling banyak menghasilkan uang adalah Carlos Store. Carlos Store memiliki anak cabang yang sangat besar, dan hal itu memudahkan Jade dalam melakukan pencucian uang hasil kejahatan. Tetapi masalah yang paling utama ternyata kebakaran itu sengaja di lakukan, beberapa drone di terbangkan secara diam diam di malam hari, tiap drone di gantungkan sekatong bubuk mesiu dan bensin. Drone akan di jatuhkan tepat di atas peti kemas juga di sembarang tempat. Api yang di dapat tentu saja mudah, semua penjaga gudang terbiasa merokok dan mereka akan membuang puntung rokok di sembarang tempat.
'Bruarrr, wushhhh.'
Percikan api kecil akhirnya menyebar ke semua peti kemas.
"Brengsek! Siapa yang berani bermain main denganku!" Bentak Jade ke pada anak buahnya dan Moro.
"Cari sampai dapat! Kamu selidiki pembelian drone terbanyak di mana? Dan aku membutuhkannya sekarang!" Perintah Jade kepada Moro. Moro membuka laptopnya dan mulai berselancar. Di tiap gerai Carlos Strore di seluruh cabang tidak di temukan, bahkan di semua toko di Kolombia. Drone yang di gunakan saat ini bukanlah barang sembarangan. Drone yang di miliki oleh kemiliteran. Jika seseorang memiliki maka termasuk pelanggaran hukum.
"Bos, drone ini milik pemerintahan. Dan tidak mungkin di perjual belikan oleh pihak sipil." Ucap Moro, pandangannya tak berpindah dari layar laptop.
"Kalau begitu selidiki, kamu tau aksesnya kan?" Tidak ada yang tak mungkin bagi Moro, peretasan adalah langkah yang mudah, dia mulai dengan tehniknya. Tapi kali ini Moro menemui kesulitan. Seseorang selalu menggagalkan langkahnya.
"Bos kode akses di rubah." Ucap Moro. Dahinya mulai berkeringat. Bahkan jari jarinya beberapa kali terpeleset karena gugup.
Jade benar benar murka, bagaimana tidak kontainer ternyata berisi barang elektronik mahal yang siap di kirimkan, dan yang paling besar nilai kerugiannya adalah selundupan senjata api juga bubuk setan.
Jade membanting gelas kosong yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Aku beri kamu kesempatan. Temukan segera. Besok pagi aku harus menerima hasil!"
Di tempat yang berbeda dan di waktu yang sama. Kendrick duduk di kursi kebesarannya. Dia menatap layar laptop tanpa berkedip. Ke dua jari tangannya menjepit dagu lancipnya. Tersirat kemenangan di wajah lelaki perkasa itu. Marco berdiri di belakang dan Matheo duduk di sampingnya. Beberapa orang asing tengah berada di ruangan yang sama.
Ternyata Kendrick tengah menyaksikan rekaman kejadian kebakaran di kota Caldas, lebih tepatnya kerusuhan.
"Kamu sudah pastikan tidak ada korban jiwa?" Tanya Kendrick kepada salah satu orang asing.
"Tidak ada bos. Hanya korban materi, tapi jumlah kerugian tidak sedikit."
"Aku sudah mengatakan akan membangun kembali kota Caldas. Tidak perlu kuwatir, Lalu mengenai kerugian aku siap menggantikanya. Apa sudah ada data lengkap?"
"Sudah bos. Semua sudah terinci, bahkan data semua kerugian penduduk juga lengkap, sudah tersimpan dalam file." Kemudian Marco maju dan mencondongkan sedikit badannya. Menggeser sedikit layar laptop, gambar rekaman kerusuhan berubah menjadi deretan angka dan data lengkap.
"Tapi bos jumlahnya tidak sedikit."
"Bukan bukan begitu, mana berani saya meragukan bos Kendrick. Hanya saja kerusuhan ini melebar hingga radius puluhan kilo meter. Dan itu di luar rencana. Saya hanya memastikan...."
"Jangan kuwatir meski kerugian melebar di luar Caldas aku tetap membangun kota itu. Itu termasuk dalam rencanaku." Jawab Kendrick datar. Menahan Marco agar lebih bersabar, Marco memundurkan kakinya sedikit kebalakang.
Matheo mengambil alih, menghitung seluruh kerugian. Dengan tablet kecil miliknya dia mulai mentransfer ke berbagai pihak.
"Besok jangan lupa kamu ke Caldas, tarik simpati warga di sana." Ucapan di tujukan pada Kendrick.
Kerusuhan di Caldas memang Kendrick dalangnya, rencana ini di lakukan sebelum kematian Elizabeth, kota Caldas adalah daerah kekuasaan Jade, daerah yang tidak begitu bagus, gersang dan banyak tumbuh kejahatan. Kendrick membumi hanguskan, meratakan dengan kerusuhan. Masyarakat awalnya menjadi korban tetapi Kendrick akan membangun peradaban. Kendrick menarik simpati penduduk sekitar, dan juga bekerja sama dengan pejabat pemerintahan.
__ADS_1
"Besok percepat pembangunan. Dalam lima bulan harus mulai rapi."
"Kendrick lima bulan? Jangan asal, beri aku satu tahun."
"Matheo bukannya aku terlalu memanjakanmu?" Matheo menelan ludah kasar, satu tangan Kendrick berpindah ke bawah meja. Tentu Matheo tau jika di bawah meja Kendrick terselip senjata api yang di pergunakan untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu. Berteman sejak lama tapi masih juga Matheo takut pada Kendrick.
"Satu lagi bos, kepala daerah di sana mengucapkan terima kasih, dan beliau menitip salam."
Kendrick menganggukkan kepalanya, mengibaskan tangan mengusir tamu asing secara halus.
Mengenai kebakaran di gudang penyimpanan adalah perbuatan Kendrick, sebelumnya Kendrick membeli peralatan pengintai dari pemerintahan, namun karena sistim baru, harus melalui pihak kemiliteran tentu saja semakin mempermudah Kendrick. Kendrick adalah penyumbang besar untuk pembelian persenjaataan dan kesejahteraan anggota militer. Urusan pembelian drone di permudah.
Hanya tinggal Matheo dan Marco di dalam kantor.
"Bagaimana pernikahanmu dengan Julia."
"Sejauh ini baik, tapi kehilangan Eli bukanlah hal yang mudah. Mereka bersahabat jauh sebelum kita mengenal mereka."
"Begitu juga Leyton dan Nina. Awalnya aku menguwatirkan Nina karena kehilangan ibunya. Tapi ternyata dampaknya lebih mengena pada Leyton. Dia lebih tertutup dan pendiam. Pengaruh Eli terhadap Leyton ternyata sungguh besar."
"Kamu bisa mempercayakan kepada Eva, dia juga istrimu."
Kendrick tidak menjawab, hasil akhir tentu semua tau, Eva tidak bisa di harapkan, walaupun dia sering mencari perhatian Kendrick. Tetapi hatinya belum terbuka juga.
"Cobalah mulai membuka diri, kamu perlu wanita di sampingmu. Siapa tau dengan begitu dia juga berubah."
__ADS_1
Kendrick tetap diam, memikirkan saran temannya, sementara Marco hanya menarik nafas berat, temannya ini memberi saran bosnya yang tidak benar. Kebusukan nyonya Eva benar benar fatal.
"Kondisi Noela apa ada perkembangan?"