Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Eva yang menyedihkan


__ADS_3

Dua sipir mengapit seorang wanita berbaju garis hitam putih, duduk di atas kursi roda dengan kepala menunduk. Ada kegelapan di sorot matanya, menatap Matheo dan seorang polisi yang tengah mengintrograsinya. Pandangannya mengunci tapi sejenak kemudian ada kekosongan.


Dia menggerakkan bibirnya, perlahan lahan mengeluarkan suara rintihan, mendesis seakan kesakitan. Sudah lebih dari empat jam, wanita itu masih saja membisu.


Matheo mengangkat botol air kemasan dan meminum isinya, wanita itu melihat dan seakan memohon agar Matheo membagi air mineral itu. Matheo menahan untuk memberi.


"Udara sangat panas, aku mau memberikanmu air mineral di tanganku. Tapi ceritakan kebenarannya. Kamu menghilangkan dua nyawa sekaligus." Ucap Matheo mencoba barter.


"Tidak! Kendrick tidak akan mati. Dokter iblis itu yang harus mati." Ucap wanita itu.


"Tapi tidak bisa di pungkiri, saat ini yang lebih beruntung adalah dokter yang kamu benci bukan Kendrick." Matheo memprofokasi. Sudah lelah hari ini Kendrick menghadapi masalah yang di timbulkan wanita ini. Tidak mau kerja sama untuk membongkar kasusnya. Dari mana pistol yang di gunakan untuk menembak Kendrick di dapat.


Karena tekanan yang di lakukan, akhirnya wanita itu sedikit menyerah.


Polisi memerintahkan anak buahnya mengambilkan makanan dan air mineral kemasan. Tak beberapa lama kemudian, ajudan meletakkan makanan itu di meja. Inspektur kepala menyerahkannya kepada Matheo.


Wanita itu seolah menemukan bongkahan emas dan kemudian menarik makanan dan minuman, dia mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Dokter iblis itu sudah mendoktrinku."


"Maksudnya? Ceritakan dengan jelas." Tanya polisi.


Wanita itu yang tak lain adalah Eva, mulai bercerita.


Noela memprofokasi Eva untuk mencelakai Leyton. Sengaja membuat jebakan agar Leyton tidak segera mendapatkan pengobatan. Eva juga mengakui kalau yang mendorong dirinya untuk melompat dari lantai balkon adalah Noela, Eva mengatakan kalau tindakannya akan menarik perhatian Kendrick. Juga kebencian Eva terhadap Nina, profokasi itu dilakukan Noela agar Eva menyakiti Nina.


Eva menarik nafas panjang, vonis dokter mengatakan dia akan mati suri. Ternyata nasib berkehendak lain. Noela memerintahkan perawat untuk memberi suntikan racun pada Eva, sayangnya perawat itu berkhianat padahal sudah di bayar mahal.

__ADS_1


Eva juga memberikan keterangan kalau kecelakaan yang terjadi pada Noela bukanlah ulah Nina dan Elizabeth tetapi ulah Noela sendiri. Noela merekayasa kejadian yang menimpanya.


Matheo mengumpat kasar, jika saja ada Julia di sampingnya, wanita itu sudah menendang dan menjambak rambut Matheo. Berapa kali Julia mengatakan tidak mempercayai Noela si dokter iblis. Tapi Matheo tak menggubrisnya.


"Noela bukanlah sebaik yang terlihat, dia lebih iblis di bandingkan aku, dia meminjam tanganku untuk melakukan kejahatan. Termasuk mempengaruhi Maria." Ungkap Eva, dia mulai lancar bercerita. Matanya menerawang jauh.


Marheo semakin mengutuk dirinya, selama ini dia dan Kendrick menggunakan instingnya sebagai laki laki tapi ternyata salah, nalurinya masih kalah dengan wanita.


Julia mati matian membela Elizabeth dan Nina bukan karena kedekatannya tapi karena dia yakin kalau Elizabeth tidak bersalah. Matheo menyilangkan kakinya, menyingkirkan ketegangan. Satu jarinya mengetuk meja tapi tanpa bersuara.


'Tuk tuk.'


"Apa kamu tau kalau Elizabeth dan ketiga anaknya sudah tidak ada?" Ucap Matheo sedikit membentak.


"Maksud kamu?" Tanya Eva tak percaya.


"Mereka mati terbakar." Matheo memperhatikan ekspresi Eva, melihat penyesalan di matanya. Wajahnya menunduk.


"Polisi sudah menyatakan itu!" Yakin Matheo, polisi menyalakan rokok di bibirnya kemudian menghisapnya dalam dalam dan menghembuskannya ke wajah Eva.


"Kalian tidak tau bagaimana adikku! Dia lebih pintar dari kalian semua, naluri menyelamatkan diri dan anaknya! Adikku tidak akan mati cepat." Uvap Eva tanpa dosa.


"Adikmu? Setelah sekian lama baru aku mendengar kata kata itu dari mulutmu." Matheo mencibir.


"Lalu bagaimana dengan Leyton? Kenapa bisa menjadi anakmu?" Matheo menyelidik.


Eva mulai menceritakan, mengatakan kalau saat itu Elizabeth depresi dan dia membantu meringankan beban adiknya.

__ADS_1


"Ceritanmu di bagian terakhir sangat lucu, bagaimana bisa kamu mengatakan membantu meringankan kalau ternyata Leyton kamu pergunakan sebagai alat mendekati Kendrick? Kamu mimpi siang bolong." Eva menundukkan kepala mendengar tudingan Matheo. Ajudan polisi menarik piring dan botol air kemasan yang sudah kosong.


"Bahkan kamu sudah menanam bibit kebencian terhadap Leyton kepada Nina dan Elizabeth. Lalu apa yang kamu dapatkan sekarang? Bahkan laki laki yang kamu perebutkan juga tidak ada."


Eva terluka, dia sangat mencintai Kendrick, tidak mungkin baginya menembak Kendrick sampai mati. Eva menangis dan meraung. Tapi percuma keadaan tidak mungkin bisa kembali.


Hari sudah memasuki malam, kondisi Eva tak lagi memunkinlan untuk duduk di atas kursi roda. Dua sipir yang menjaganya akhirnya mengembalikan Eva ke dalam bilik kamar jeruji besi.


Eva mendorong kursinya ke sudut ruangan, Eva yang dulu arogan tidak ada, yang ada Eva yang terpuruk, kesedihannya.


Eva mengenang peristiwa yang di alaminya, menundukkan kepala dengan menitikkan air mata.


Kebenciannya terhadap Elizabeth sudah di tanamkan Luci sejak dia masih kecil. Semua itu menyenangkan bagi dirinya. Tetapi ternyata dendam itu berawal dari perselingkuhan Luci dan Carlos. Elizabeth adalah korban. Penderitaan yang di alaminya tanpa tau penyebab utamanya. Mengingat itu Eva merasa menyesal. Keinginan untuk memohon maaf pada Elizabeth begitu besar.


Beruntung bagi Eva, perawat bayaran ternyata menghianati Noela. Tidak memberikan suntikan racun malah menggantinya dengan suntikan nutrisi. Eva tersadar setelah beberapa bulan koma, bahkan dokter menyatakan Eva akan menjadi pasien mati suri.


Saat dia koma Eva mendengar Elizabeth membisikkan kalimat yang membuat dirinya tersadar, dia harus meminta maaf. Walaupun kata kata terakhir Elizabeth membuat dirinya kecewa.


'Tidak akan memaafkanmu sampai kamu mati.' Ucapan Elizabeth masih terngiang di kepalanya. Eva merasa dirinya tidak pantas untuk di maafkan.


Eva tersadar, ada Jade di sampingnya. Kekasih yang mendorongnya untuk mendekati Kendrick. Jika saja saat itu Jade tidak mendekati Kendrick dan lebih memilih hidup bersama. Tentu semua tidak akan berakhir buruk.


Tuhan maha membolak balikkan hati manusia. Awalnya dia tidak mencintai Kendrick, tetapi semua terlambat. Dia tidak dapat membendung perasaanya.


"Jangan menangis! Berisik!" Ucap salah satu napi senior bertubuh gempal. Eva tidak perduli, dia tetap menangis. Jika saja dia di pukul beramai ramai oleh tahanan lain, itu lebih baik, agar dia mati cepat.


Akibatnya fatal salah satu napi bertubuh gempal mendorong dari kursi roda dan tubuhnya terpental. Kemudian napi menendang dada dan perut Eva dengan kakinya yang besar dan hitam tanpa ampun.

__ADS_1


"Diam!" Bentak seorang sipir yang lewat. Seketika para tahanan kembali duduk terpisah dari Eva.


Dengan susah payah Eva merangkak menuju kursi rodanya tanpa bantuan, Eva yang dulu bergelimang uang tidak ada lagi. Sekarang hanyalah Eva yang menyedihkan.


__ADS_2