Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kemunculan Jade Eman


__ADS_3

"Stop! Kalian tidak di perbolehkan masuk!" Teriak seorang perawat. Dia mencoba menghalangi laki laki itu. Elizabeth mundur ke belakang, dia sadar bahwa dirinyalah yang jadi incaran laki laki di depannya. Elizabeth menghindar memutari brankar yang di tempati oleh Juan. Tanpa sadar Elizabeth menekan tombol yang ada di sudut meja.


Elizabeth menumpahkan air putih yang ada di dalam gelas. Pecahan gelas itu berserakan dimana mana.


"Masih ingat aku?" Tanya laki laki yang ternyata adalah Jade Eman.


Anak buah Jade memukul tengkuk perawat hingga terjungkal dan tidak sadarkan diri. Mata Elizabeth nyalang, mencoba mencari cara untuk melarikan diri. Namun tidak ada jalan keluar selain jendela kamar, sayangnya ketinggian kamar berada di lantai tiga, jika dia berani melompat tidak hanya kakinya yang patah atau tubuhnya akan menderita cacat tapi mungkin juga Elizabeth akan kehilangan nyawa.


"Jade stop, berhenti membodohiku, aku tidak ada hubungan dengan kamu!"


"Tidak ada hubungan? Kamu tunanganku." Ejek Jade mencoba mengingatkan Elizabeth.


"Tunangan apa! Kamu yang merencanakan semua ini dengan mama. Kamu sudah membuatku jadi seorang pecandu, laki laki brengsek. Kamu saja yang menikah dengan mamaku." Bentak Elizabeth dengan penuh kewaspadaan.


Jade tidak menjawab, dia hanya berdiri dan bersendekap dada, tetapi dua anak buahnya mulai maju mendekati dan mencoba menangkap Elizabeth. Tapi Elizabeth kian mendekati jendela kamar, baginya lebih baik mati dari pada jatuh ke tangan Jade. Elizabeth tidak mau lagi di bodohi mamanya yang bekerja sama dengan Jade. Ingatannya kembali termasuk perlakuan mamanya saat dia di tahan oleh Jade Eman.


"Yakin? Hanya mamamu saja?" Sindir Jade dengan senyum smirknya. Kemudian dia membuka kancing kemeja dan juga jas hitamnya.


"Maksud kamu apa?" Tanya Elizabeth, perasaan curiga dan waspada. Elizabeth menarik kursi sedikit demi sedikit tanpa di sadari oleh ke dua pengawal jade.


"Mamamu tidak melakukannya sendiri, tetapi di bantu oleh papa kamu." Jade berjalan mendekati Juan yang berbaring koma. Memainkan selang berisi cairan putih. Kemudian memainkah wajah Jade hingga mulutnya tertarik ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


"Jangan siksa Jade. Lagi pula papaku sudah mati. Jangan kamu bawa bawa papa!" Bentakan Elizabeth mengundang suara perawat lain. Tapi sayangnya beberapa pengawal menghalangi perawat yang hendak masuk, mereka hanya bisa berkata 'Jangan berisik, ini rumah sakit!'


"Kalau kamu tidak mau Juan mengalami penderitaan maka dari itu kemarilah mendekat. Mamamu merindukanmu." Bujuk Jade, dulu dia tidak menginginkan wanita ini, papa angkatnya yaitu Carlos menyarankan menikahi wanita bekas Kendrick, awalnya dia tidak tertarik. Tetapi karena ternyata wanita di depannya adalah anak kandung Carlos Eman, tentu saja sangat menguntungkan. Bukankah sama saja satu kayuh dua tiga pulau terlampaui? Dengan menikahi Elizabeth maka warisan Carlos akan jatuh padanya dan dia bisa membuat sakit hati Kendrick di tambah lagi Elizabeth bukanlah wanita buruk rupa. Walaupun Jade di kelilingi banyak wanita cantik, tidak rugi juga bukan?


Elizabeth tidak bergeming, dia sama sekali tidak mempercayai ucapan Jade, permususan Jade dan Kendrick tidak terjadi kali ini saja. Terjadi sejak mereka masih kecil. Dan mengapa Elizabeth bertemu di antara ke duanya.


"Tentang papamu, nama keluargamu bukan Chloe. Jika kamu menurut dengan aku, nanti aku bisa mempertemukanmu dengan mamamu, tanyakan aja kebenarannya." Jade Eman mulai membujuk, laki laki itu menggeser posisi duduknya, duduk di bagian kaki Juan, kemudian menaikkan kakinya, padahal dia menggunakan sepatu lengkap, sangat kotor dan tidak higenis.


"Aku tidak percaya omong kosongmu. Sebaiknya kamu pergi saja!" Jawab Elizabeth, kemudian dia menaikkan satu kakinya ke atas kursi.


"Aku pulang dengan tangan kosong? Jangan mimpi! Dan kamu mencoba melarikan diri? Ini lantai berapa? Ingin mati? Lakukan saja!" Tentu saja jika Elizabeth mati, Jade akan senang karena pewaris bisnis sepenuhnya akan di trima olehnya. Jadi mengusap dagu dengan tangan kirinya, menatap Elizabeth dengan perasaan tak karuan. 'Ternyata hasil buah karyaku hebat juga, cantik'.


"Kemarilah, apa kamu tidak ingin melihat Juan selamat?" Jade memainkan alat pernafasan yang ada di hidung Juan, menekannya beberapa kali, dada Juan terlihat naik turun. Wajahnya mulai membiru. Kakinya mengencang, tangannya menggenggam erat. Tapi matanya tetap terpejam.


"Baiklah, aku mengikutimu!"


Akhirnya Elizabeth menyerah. Dia berjalan perlahan lahan, Jade merentangkan ke dua tangannya, matanya terpejam dan senyumnya mengembang. Jade yakin Elizabeth akan datang padanya. Dan akhirnya dia menyaksikan kekalahan Kendrick. Saat ini Kendrick tengah sibuk dengan kekacauan yang terjadi di pelabuhan Barranquilla. Kekacauan akibat serangan dalam diam oleh kelompok mafia selatan.


"Lepaskan dulu tanganmu dari Juan!"


"Ok ok." Jade Eman mengangkat ke dua tangannya, dia memasang kembali alat bantu pernafasan Juan. Tubuh Juan tak mengejang lagi, wajahnya kembali memucat dan tidak membiru lagi.

__ADS_1


"Ayo kemarilah, sambut tanganku." Ucap Jade yakin. Pengawal pengawal itu mundur ke belakang, memberikan ruang untuk sang ketua mafia selatan.


Sayangnya usaha jade sia sia, dia di kelabui oleh Elizabeth. Awalnya Elizabeth menuruti kata kata Jade, maju dua langkah mendekat. Tetapi ternyata dugaannya salah, salah satu kaki Elizabeth di tekankannya pada kursi yang terdapat di samping jendela. Sejurus kemudian dia melompat melalui jendela yang tertutup bingkai kaca, mendorong dengan lengan kanannya.


'Pyar'


Jade dan pengawalnya terkesiap. Tidak menduga nyali Elizabeth begitu besar. Suara benda jatuh dari ketinggian beberapa meter. Semua pengunjung rumah sakit baik pasien ataupun petugas medis berlari keluar ruangan, suara benturan yang begitu keras.


Keadaan yang tenang merubah gaduh, Jade berlari menuju jendela untuk memastikan situasi.


"Sial!" Umpat Jade.


"Kejar! Wanita sialan nekat sekali. Jika kalian dapatkan ikat kakinya!" Teriak Jade pada pengawalnya. Jade dan pengawal berlari keluar kamar, terlebih dahulu menarik selang berisi cairan infus, sehingga terjadi pendarahan pada nadi Juan, darah keluar tanpa henti. Tubuh Jade mengejang dan membiru.


Jade dan pengawal tiba di bawah pelataran parkir, mereka tidak menemukan lagi Elizabeth.


"Sisir lokasi! Cepat!" Teriak Jade. Dia begitu kesal saat melihat Elizabeth melompat dari kamar lantai empat , keberaniannya benar benar merepotkan Jade.


Elizabeth jatuh tepat di atas hamparan tanaman perdu dan semak. Sehingga tubuhnya tidak benar benar menyentuh tanah. Elizabeth selamat, dia berlari dengan kaki terpincang.


Anak buah Jade menyisir rumah sakit besar Bogota, Hingga akhirnya salah satu dari mereka melihat Elizabeth berlari dengan kaki terpincang.

__ADS_1


"Itu dia kejar!" Teriak mereka. Elizabeth ketakutan, dia tidak mau berada dalam kekuasaan Jade. Sekumpulan pengawal itu semakin mendekat, tinggal beberapa meter lagi bisa menangkap Elizabeth. Darah yang mengalir dari dahinya tidak di hiraukan. Hingga akhirnya.


"Aaaaaaa." Teriak Elizabeth


__ADS_2