Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Perusahaan JD


__ADS_3

Rapat penggandaan tender di Kend Grup berjalan lancar, Kendrick memimpin lelang proyek dengan adil. Untuk kali ini Kendrick bekerja sama dengan pengusaha bagian timur. Dia mulai lebih terbuka, kalau dulu dia mengedepankan kekerasan tapi sekarang lebih bijaksana, tapi tetap di segani. Matheo kembali membantunya, dalam pengesahan kerjasama ataupun yang lainnya.


"Bagaimana kerja sama kita yang ada di wilayah Asia?" Tanya Kendrick kepada ke dua asistennya, yang berdiri di depan meja kerjanya.


"Sampai saat ini perkembangannya cukup bagus, hanya saja untuk jasa transportasi on line di sana terkendala perijinan. Untuk yang lainnya sudah berjalan baik, bahkan perkembangannya cukup pesat." Jawab salah satu asisten laki laki itu.


"Bagaimana untuk bagian selatan?" Tanya Kendrick.


"Mereka seakan membangkang. Bahkan banyak pengusaha wilayah timur yang membelot ke kartel selatan." Ucap Salah satu asistennya.


"Kamu cari tau sebabnya, karena ada tekanan atau ada masalah internal di kartel kita." Jawab Kendrick lirih, jari tangan kanannya mengetuk ngetuk meja kerjanya.


Kemudian dia mulai membuka lap top yang ada di depannya. Sebuah gambar tidak teratur nampak pada layar. Grafik kenaikan barang yang beredar di pasaran sedikit menurun. Kendrick nampak berpikir keras.


"Jelaskan padaku dengan grafik produck kecantikan ini." Ucap Kendrick di tujukan pada salah satu asistennya.


"Seperti yang saya katakan sebelumnya bos. Ada produck yang sama beredar di pasaran."


"Dari perusahaan mana?"


"JD dari selatan."


"JD?"


"Ya bos, dan itu cukup terkenal, bahkan di kalangan anak muda."


Kendrick berpikir keras, siapa sebenarnya JD. Dan mengapa bisa mengalahkan producknya. Dia memijat ke dua pelipisnya, rasa penasaran dan kesal memenuhi otaknya. Sementara matanya terus menatap pada layar lap top. Kemudian dia mengetik huruf JD pada sistim pencarian data. Tetapi dia tidak menemukan siapa di balik pemiliknya.


"Apa perlu kita turunkan harga?" Tanya salah satu asisten.


"Jangan! Itu akan terkesan murahan." Jawab Kendrick. Dia berpikir keras.


"Kamu kerahkan semua pekerja untuk membeli semua produck kecantikan itu. Dan kosongkan selama dua bulan, setelah itu luncurkan iklan pemasaran besar besaran baik media cetak ataupun elektronik. Dan naikkan harga bahkan kalau bisa tiga kali lipat."


"Tapi bos! Dengan harga murah saja tidak laku, mengapa kita menjual dengan tiga kali harga asli? Bagaimana kalau tidak laku."


"Aku membayarmu untuk bekerja dan menjalankan perintahku, bukan memprotes kebijakanku, berani beraninya..."


Ke dua asisten itu langsung diam. Mereka menundukkan kepalanya.


Strategi bisnis Kendrick cukup tajam, padahal dia tidak mengantongi ijasah apapun, hal itu tidak terlepas dari campur tangan Matheo, demikian juga Matheo, dia menjadi pengacara sukses berkat di biayai oleh Kendrick. Bahkan saat ini Matheo di promosikan menjadi jaksa wilayah.

__ADS_1


Ke dua asisten itu undur diri, dalam waktu bersamaan Marco dan Vito memasuki ruangan dengan membawa sebuah berkas.


"Bos, sudah ketemu." Ucap Vito sambil menyodorkan map berwarna coklat.


Kendrick membuka map coklat itu, dan menarik isi di dalamnya. Sebuah foto laki laki yang di kenalnya bernama Juan berambut biru. Yang membuatnya terkejut adalah ternyata dia adik dari Duarte.


"Tetapi kenapa kemunculannya baru selarang?" Tanya Kendrick kepada Vito.


"Seharusnya dia muncul beberapa saat setelah kematian Duarte kan?" Imbuh Matheo, sedari awal dia hanya duduk di sofa.


"Selain saat itu bos di penjara, dia juga menyembuhkan luka di wajahnya akibat sobekan imbas terkena senjata tajam. Kabarnya luka itu cukup parah." Ucap Marco.


Benang merah sedikit terkuak, Kendrick mulai mengingat tragedi penusukan dirinya, awal pertemuan dirinya dan Elizabeth. Dia menghubungkannya satu per satu. Kendrick menjentikkan jarinya.


"Aku ingat! Dia yang menusukku di gang sempit samping club malam pinggiran kota. Dan aku yang melukai wajahnya."


"Berarti dari awal Duarte sudah menargetkanmu." Imbuh Matheo.


"Ya, sepertinya begitu, dan itu atas perintah Duarte. Hanya saja saat itu yang menolongku adalah Elizabeth."


"Apa memang dari awal sudah di pasang untuk menjebakmu?" Tanya Matheo lagi.


"Tidak mungkin. Aku tidak percaya itu."


"Tidak mungkin, aku kenal Eli, dari awal dia gadis polos."


"Kamu yang di penjara, mereka berkeliaran di luar bahkan ternyata mereka sepasang kekasih. Bisa saja sebenarnya Juan memang menginginkan kematian Duarte karena cemburu. Hanya saja dia tidak tega karena Duarte adalah kakaknya. Dan yang di korbankan adalah kamu."


Kendrick meremas kertas laporan penyelidikan itu. Dia termakan kata kata Matheo.


"Marco, apa kamu masih menyimpan rekaman tentang kejadian perkosaan itu?"


"Masih aman, saya menyimpan di D'Oreon."


"Ambil sekarang. Sekalian perketat penjagaan Elizabeth."


"Baik bos."


Marco segera meninggalkan ruangan Kendrick. Dia sedikit berlari menuju pelataran parkir. Sementara itu Matheo dan detektif Vito masih berada di ruang kerja Kendrick. Mereka di suguhkan teh hangat oleh asisten Kendrick. Suasana sedikit tegang karena Kendrick tidak mengeluarkan kata kata sedikitpun, matanya menatap berkas yang ada di atas meja, berkas yang sebelumnya sudah di remas, sedikit kusut dan tak rapi.


"Bagaimana kalau ternyata benar, bahwa Elizabeth ikut andil dalam kejadian yang menimpamu?"

__ADS_1


"Diam!" Ucap Kendrick datar. Di dalam hatinya bersumpah, kalau memang Elizabeth terlibat dengan semua kejadian ini, dia tidak akan memaafkan lagi. Kendrick akhirnya menghubung hubungkan semua kejadian, otaknya teracuni dengan pemikirannya sendiri. Tidak bisa lagi berpikir jernih. Bahkan dia tidak dapat mengendalikan kecemburuan, dugaan dugaan yang tak tentu kebenarannya menentukan nasib cintanya dengan Elizabeth.


"Dugaanku dia muncul ke hadapanmu ada misi tersembunyi." Ucap Matheo tiba tiba bersuara.


"Bos, kalau menurut pendapat saya kemunculan nona Elizabeth dan Juan sudah di rencanakan sejak awal. Dan pasti mereka punya tujuan." Ucap detektif Vito.


"Uang!" Ucap Matheo tiba tiba.


"Tutup mulutmu."


"Bukankah uang dan barang itu masih aman bos?"


"Masih, aku tidak tertarik dengan barang itu. Dan uangnya juga masih utuh."


"Pasti mereka berdua mengincar itu." Sela Matheo.


"Tidak ada yang tau tentang transaksi itu. Aku sudah menyelidiki. Kamu bisa menanyakan pada detektif Vito, dan barang itu milik orang asia."


"Kamu terlalu percaya diri. Atau jangan jangan kamu hanya menghibur hatimu saja?" Sindir Matheo.


Saat mereka menunggu kedatangan Marco bahkan mereka cukup lama menunggu, suara ponsel mengagetkan mereka. Ternyata yang menelepon adalah Marco.


"Marco ada apa!"


"Bos, nona Elizabeth tertangkap kamera, bahwa dia pergi ke lantai under groud. Sepertinya tidak kali ini saja."


"Apakah dia berhasil mendapatkan?"


"Tidak bos! Aman."


"Anak buahmu perintahkan tetap awasi. Kamu cepat kembali dan bawa barang yang aku perlukan."


Kendrick langsung menutup sambungan telepon tanpa menunggu jawaban Marco. Harga diri sebagai seorang laki laki merasa di hina, wanita yang di percaya ternyata hanyalah bohong.


"Kenapa kamu diam? Kecewa? Bahkan kamu lupa tujuan awal menerimanya bekerja di D'Oreon. Kematian mamamu? Penghianatannya karena sudah menikah dengan Carlos? Bahkan kamu tidak menanyakan alasan semuanya kan? Kamu terlena oleh perasaanmu, dan lupa dengan tujuanmu."


"Kamu bisa diam? Berapa kali aku bilang jangan ikut campur!"


"Bukan ikut campur, tapi kamu butuh jawaban, seperti saat ini. Kamu hanya menyiksanya tanpa bertanya. Dia tidak akan mengerti, paham?"


Ke tiganya tidak mengeluarkan suara lagi, sibuk dengan pemikiran masing masing. Bahkan Vito merasa kepergian Marco sudah cukup lama. Dia sangat menghawatirkan bos Kendrick.

__ADS_1


Sudah mulai terbongkar ya. Jadi harap sabar. Elizabeth semakin di curigai. Sabar ya.


Jangan lupa Like Vote and Komrn ya. Gracias


__ADS_2