
Julia benar benar tak mengerti, sikap semua pelayan di kastil. Bayi Eliana seperti korban penganiayaan. CCTV tidak menunjukkan kekerasan, bahkan tidak ada satupun rekaman menunjukkan kalau Eva menggendong bayi Eliana.
Semua pelayan bungkam! Ada apa dengan mereka? Kendrick tidak bisa di hubungi, apalagi Marco! Marco tidak akan mengengkat telepon tanpa ijin dari Kendrick, apalagi itu telepon dari Julia.
Julia tidak bisa diam saja, dia harus mengawasi pengasuh bayi Eliana yaitu pelayan Xa.
Pelayan Xa tau kalau dia di curigai, ingin rasanya dia membongkar kejadian ini pada Julia tetapi pelayan Maria melarangnya karena bagaimanapun juga keselamatan lebih penting. Bahkan Maria menceritakan tentang pelayan Bertha, wajahnya cacat karena pukulan dan cakaran nyonya Eva. Juga tentang kematian Embre. Rumor yang beredar Embre mati karena sudah membangkang, padahal kejadian tidak seperti itu. Rumor ini sengaja di hembuskan oleh Eva agar para pelayan semakin takut padanya. Padahal kematian Embre ada di tangan Elizabeth.
Bilur bilur pada paha dan bokong bayi Eliana sudah tidak terlihat, tiap hari Julia memerintahkan pelayan Maria untuk mengolesi dengan salep khusus memar.
"Nyonya Julia, bayi Eliana sudah tidak sakit. Kulitnya sudah bersih."
"Ya tapi kamu harus tetap hati hati, jangan sampai ada kejadian lagi."
"Menurutku pelayan Xa tidak mungkin..."
"Aku tau, dia tidak akan berani melakukan itu, hanya saja dengan tutup mulut berarti kalian menutupi kejahatan. Paham!" Bentak Julia, Maria mendengar bentakan Julia langsung menundukkan kepala karena takut, bagaimanapun juga dia berkonspirasi dengan pelayan Xa.
'Andai nyonya Julia tau seperti apa nyonya Eva.' Bathin Maria.
Matahari siang ini tidak begitu terik, lalu lalang manusia sedikit berukurang, entah karena musim gugur ataukah karena mereka benar benar malas untuk keluar. Jepang penduduknya sangat tertib dan lingkungan yang aman.
Rumah sakit Narotama ini memiliki fasilitas yang lengkap, pemiliknya lebih mementingkan kenyamanan pasien. Di situ juga terdapat ruang terapi yang sangat memadai.
Kendrick tiba di kamar Noela, kamar VIP itu kosong, susu hangat masih belum tersentuh. Brankar yang rapi dengan seprei warna putih baru saja di ganti oleh perawat. Setelan kaos Hermes putih dan jelana jins Levis, sepatu kets putih, di tambah kaca mata hitam membuat ketampanannya semakin berkharisma, apalagi tinggi badan yang menjulang, serta ketampanannya. Semua perawat ataupun dokter muda memandang kagum, berandai andai jika dia yang memilikinya. Kendrick sudah terbiasa di tatap seperti itu, dia hanya membalas dengan senyuman.
__ADS_1
Mengira keberadaan Noela ada di ruang terapi, Kendrick hendak menyusulnya. Ternyata sesampainya di ruang terapi Kendrick tidak menemui Noela di sana. Hanya dokter pengganti dokter Artur.
"Dimana istriku?" Tanya Kendrick dengan suara barithonnya. Dokter ahli syaraf membalikkan kepalanya dan memastikan siapa yang memanggilnya.
"Ah, kebetulan sekali anda kemari."
"Kebetulan?"
"Ya, ada hal penting yang perlu saya sampaikan pada anda."
Kendrick tidak menyambut dengan pertanyaaan, dia hanya menunjukkan ekspresi yang dingin, kedua tangannya bersilangan di dada.
Karena tidak ada sambutan dari lawan bicaranya, dokter ahli syaraf melanjutkan perbincangan dengan perasaan ragu dan takut.
'Istri dokter.' Kendrick menerima secarik kertas hasil salinan perawat. Dia tidak mengerti maksud tulisan Noela.
"Menurut kami, kemungkinan pasien Noela sudah terikat dengan istri dokter Artur dan merasa kehilangan."
"Abaikan. Selesaikan saja pengobatannya." Ucap Kendrick datar, dokter syaraf merasa terkejut, tidak tau harus berkata apa. Tetapi sebagai dokter dia punya kuwajiban menyampaikan.
"Ini tentang beban psikologi pasien. Menurutku ini juga berdampak kurang bagus buat kesehatannya." Ucapnya ragu.
Kendrick mulai berpikir, ucapan dokter ahli syaraf benar juga. Tapi dia juga harus berbicara dengan Noela.
Kendrick menyusul keberadaan Noela di ruang Diagnostik, ruang pemeriksaan, pengobatan penyakit untuk pasien dan berhubungan dengan kelainan otak dan sumsum tulang belakang.
__ADS_1
Secara kebetulan Noela sudah di dorong keluar ruangan, brankar yang di pergunakan untuk membawa pasien Noela berhenti tepat di samping Kendrick, ekspresi Noela sangat gembira, terlihat dari senyuman dan isak tangisnya. Kendrick bahkan berpikir, ada apa dengan ekspresi Noela.
Kendrick berjalan di samping brankar yang di dorong oleh perawat perempuan. Setelah sampai di ruangan Noela, Kendrick membantu perawat itu untuk memindahkan Noela ke tempat tidurnya agar lebih nyaman. Kemudian Kendrick memberikan susu yang masih hangat ke pada Noela, dengan bantuan Kendrick, Noela menghabiskan susu hangat itu.
Setelah Noela tenang dan nyaman, Kendrick mengeluarkan kertas yang ada di saku celanya.
"Kamu menulis ini? Noela, kamu merindukan istri dokter Artur?" Tanya Kendrick, tapi tidak ada kedipan mata dari Noela.
"Berarti bukan? Atau kamu membencinya?" Lagi lagi Kendrick menunggu reaksi Noela, masih tidak mengedipkan mata. Kendrick mulai kesal, dia tidak terbiasa merawat orang lumpuh apalagi gagu. Tapi menghadapi istri sendiri yang lumpuh, maka dia harus bersabar, menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya.
Perawat paham apa yang di inginkan Noela, menyodorkan tablet kepada Noela, jari Noela lebih muda bergerak di atas tombol tablet dari pada ponsel karena bentuk huruf yang besar dan memudahkan. Tapi tidak secepat itu, kelumpuhan Noela benar benar menghantam saraf motoriknya. Hanya menulis satu kalimat bisa menghabiskan beberapa menit dan itu sangat melelahkan.
Setelah benerapa lama akhirnya Noela benar bemar bisa berhasil mengetik tiga huruf 'ELI' Dengan huruf kapital. Saat Kendrik masih dalam keadaan bingung, pintu di dobrak dari luar. Kendick membalikkan kepala, Marco memasuki ruang perawatan Noela tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Bos! Chia adalah kota dimana nona Elizabeth mengasingkan diri!" Teriak Marco, Kendrick sangat terkejut, hampir saja menjatuhkan tablet ke lantai, kemudian dia menatap mata Noela, ada kedipan sebanyak dua kali.
"Jadi yang kamu maksud, istri dokter Artur adalah Elizabetht?" Tanya Kendrick memastikan pada Noela. Lagi lagi Noela mengedipkan matanya. Noela merasa lega, akhirnya perjuangan ini membuahkan hasil.
Noela tau kebenaran istri dokter Artur yang selama ini merawatnya. Awalnya Noela sama sekali tidak mengenali wanita serba tertutup itu. Tetapi lama kelamaan, sentuhan dan perhatian saat wanita itu merawat dirinya, akhirnya Noela tau kalau wanita itu adalah Elizabeth, ya Elizabeth wanita yang di cintai suaminya!
Jika saja dia tidak lumpuh, tentu Noela akan bertanya apa yang di lakukan selama ini, dan mengapa membuat kematian palsu dan lagi pasti Noela akan membawa Elizabeth pulang, wanita yang paling di cintai suaminya.
Kendrick masih dalam keadaan tidak mengerti. Pertanyaannya pada Noela juga di jawab sama, seperti kalimat Yang di ucapkan Marco.
Maaf aku membutuhkan Like dan komen, vote kalian, level novelku turun berarti semakin sedikit peluang di lirik untuk menjadikan novel favorit. Maaf jika tidak bisa membalas komen kalian satu persatu. Gracias
__ADS_1