Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Bayi kecil David


__ADS_3

Bayi laki laki lahir dengan selamat, beruntung dokter bertindak cepat. Mengoperasi perut Elazabeth dengan begitu bayi dan ibunya melewati masa menegangkan. Ada kebahagiaan pada wajah Kendrick, selain sebutan lelaki perkasa sang penguasa apalagi yang pantas di sandangnya.


Empat putra putri yang di lahirkan dari dua orang wanita yang berbeda, dua duanya memiliki tempat tersendiri di hati Kendrick.


Elizabeth memiliki tempat di hati Kendrick dan dia paling dominan dari pada Noela.


Elizabeth dan bayinya sudah di bawa pulang kembali ke kastil barat.


Kendrick sudah menamai anaknya atas ijin Elizabeth, bayi kecil itu di beri nama David.


Karena merasa menjadi lelaki yang paling sempurna, Kendrick berencana mengadakan pesta demi untuk merayakan kelahiran putranya yang ke empat, sekaligus mengumumkan kepada dunia bahwa kekuasaan di Kolombia bagian selatan sudah jatuh ke tangannya. Dengan begitu segala bisnis yang ada di selatan di bawah kekuasaannya.


Semua pekerja kastil bersuka cita, dengan adanya pesta di kastil Kendrick, pasti tuannya tidak segan membagi hadiah bagi seluruh pekerja, dan itu sudah di lakukan sejak dulu.


Berbanding terbalik dengan suasana hati Eva. Kali ini Eva tampak sedih, berulang kali menghembuskan nafas berat kemudian membuangnya. Eva sama sekali tidak menangis, tangisan hanya akan menguras tenaganya, dia harus berhemat karena Kendrick sudah mengetahui kebohongannya.


Awalnya setelah Kendrick mendatangi kamar rawat Leyton, dia melihat dengan matanya Eva tengah tertidur di samping Leyton, Eva tampak kelelahan, bahkan tidak sempat mengganti pakaiannya. Tapi Kendrick tidak bisa tertipu lagi.


Manik mata lelaki tampan itu berubah gelap, ada kepahitan saat melihat Eva, delapan tahun menyandang sebagai nyonya besar Kendrick, sudah cukup untuk dirinya memberi kemewan pada Eva, jika harus di hitung begitu banyak kerugian yang di dapat oleh Kendrick, Kendrik berjalan memutar brankar yang di tempati Leyton, kakinya yang panjang menimbulkan suara yang berat namun tannpa ada suara gesekan sedikitpun.


"Bangun, hentikan sandiwaramu!" Ucap Kendrick pelan tapi menusuk.


Eva pura pura kaget, memasang wajah lelah kemudian mendongakkan kepalanya lalu memandang wajah Kendrick. Pupil mata warna langit itu turun dan memutih, tangannya gemetar, lidahnya seakan kelu dan menelan ludah kasar, ketakutan karena dia tau kalau Kendrick sudah menyadari kebohongannya, dengan cepat Eva mengganti kegugupannya, dan berubah wajar.


"Kendrick, ada apa? Jangan berisik Leyton baru saja tertidur. Ada yang lebih penting dari Leyton?"

__ADS_1


Di belakang Kendrick sosok Marco berdiri bersama seorang perawat yang di sewanya, Marco memberikan kode pada perawat agar menggantikan posisi Eva.


Marco merasa kalau majikannya terlalu lama bertindak, dia mendengus kasar.


'Bos, jelas jelas kamu sudah di bohongi istrimu. Kenapa masih bisa santai. Jika tidak tega serahkan saja padaku, menembak kepalanya mungkin akan lebih cepat. Dasar bos Kendrick ini'. Kemudian Maco menurunkan pandangannya, berdiri di belakang perawat sambil menyilangkan ke dua tangan di belakang punggung, beberapa kali mendengus kesal dan menggelengkan kepalanya.


"Nona, silahkan ikuti tuan Kendrick, tuan muda Leyton akan aman bersama perawat." Ucap Marco, Marco tau kondisi Leyton pasca operasi, tentu evek obat bius belum hilang dengan begitu kesadarannya belum kembali. Tubuh Leyton sangat kecil, dia tertidur dan meringkuk, kulit tangannya yang menghitam terlihat keluar dari balik selimut biru.


Eva mengikuti Kendrick dari belakang, dia melihat punggung suaminya, punggung yang lebar dan tegas. Ada garis kejantanan di riap ruas tulangnya, mirip seorang serdadu perang.


Eva menundukkan kepalanya, kesadaran akan kekaguman dirinya pada Kendrick tidak berani lagi terekpos, ada jejak penyesalan namun lagi lagi Eva berusaha membela diri. Mencari alasan yang tepat agar dia bisa termaafkan oleh Kendrick


Kendrick menghentikan langkahnya begitupun juga Eva. Ada dua pasang kursi besi di depan kamar Leyton, sengaja di sediakan pihak rumah sakit jika seseorang kerabat tengah menjaga pasien. Kendruck memilih kursi berhadapan, beberapa kali Eva berdehem dan memanjangkan lehernya, sesekali dia menelan ludah, menunggu kalimat apa yang ke luar dari lelaki di depannya.


Kendrick mengeluarkan secarik keratas terbungkus amplop putih. Ada barisan tulisan di kiri pojok atas.


Eva membuka amplop putih itu dan mulai membaca deretan abjad yang tertata rapi.


'Brak!'


"Kamu tidak dapat mengelak! Leyton adalah putriku dan Elizabeth!" Bentak Kendrick tangannya menggebrak meja kecil, untung pintu kamar Leyton tertutup rapat sehingga tidak mengganggu putra kesayangannya.


"Kendrick aku bisa jelaskan!"


"Dengan cara apa? Kamu mengubah status Leyton sebagai anakmu! Apalagi kamu tidak memperlakukan Leyton dengan baik, mestinya kamu manfaatkan itu, tapi kamu malah menyiksanya!"

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak pernah menyiksanya. Itu sebenarnya aku mendidiknya. Jangan sampai Leyton menjadi anak cengeng."


"Kamu kira aku bodoh! Sekarang aku hanya memiliki dua pilihan kepadamu yang pertama kita bercerai dan membebaskanmu tanpa uang sepeserpun! Ke dua kamu tetap menyandang nyonya Kendrick......Tapi"


Ucapan Kendrick terjeda, membuat Eva penasaran dan takut, tapi tawaran Kendrick membuat Eva ke girangan.


"Trimakasih Kendrick ke depannya aku tidak akan membohongi kamu lagi." Ucap Eva dengan harap harap cemas. Tapi tentu pilihan ini adalah yang di tunggu Eva, mungkin saja Kendrick benar jatuh cinta padanya. Pikiran Eva terlalu tinggi.


"Aku belum selesai, jangan dulu bangga. Dengarkan dulu apa yang akan aku katakan."


Eva mengunggu ucapan Kendrick berikutnya dalam keadaan cemas. Untuk apa Kendrick. Perempuan itu semakin cemas. Air matanya menetes di pipi, memasang wajah sedih penuh kepalsuannya tapi sayang dia seorang rubah betina!


"Aku tidak menceraikanmu dan dengan syarat kamu tinggal di pulau Karibia."


Seketika Eva beranjak dari kursinya.


"Kendrick!" Pekik Eva, dia putus asa bersimpuh di kaki Kendrick. Pulau Karibia hanya di tumbuhi pohon besar dan semak, jangan lupakan tumpukan hewan melata dan binatang buas.


"Kendrick aku mohon, selanjutnya biarkan aku pergi, aku berjanji tidak akan mengganggu adikku Elizabeth lagi.


Eva sengaja menekan kalimat 'Adikku' Pada Kendrick, hanya semata mata membentengi dirinya sendiri dengan memakai nama Elizabeth. Kata adikku bukankah lebih enak di dengar jika di lakukan sebelum Eva merebut Kendrick dari tangan Elizabeth? Kalau baru sekarang di ucapkan bukankah itu konyol dan meng ada ada


"Baik kalau begitu kamu memilih pilihan pertama, aku memberi keringanan hukuman kepadamu semata mata karena kamu masih ada hubungan persaudaraan dengan Elizabeth, jika tidak aku sudah menembak kepalamu."


Eva memangis, memohon agar tidak di usir dari kastil timur karena tempat satu satunya hanyalah di sini.

__ADS_1


Jika di asingkan di pulau Karibia tentunya pernikahan masih berlangsung aman, bukan? Tapi untuk apa menyandang status nyonya Kendrick tapi terbuang.


__ADS_2