Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Siksaan Pertama


__ADS_3

Lampu tiba tiba menyala, walaupun sedikit terang tapi cahayanya sanggup menerangi wajah ke dua orang yang ada di depannya. Mulut Elizabeth terbuka lebar, terkejut dan syok.


Matanya melihat dengan jelas, walaupun sedikit samar tetapi dia sangat mengenali siluet Kendrick, Kendrick bersama primadona D'Oreon, senior dari Elizabeth.


Primadona itu duduk di atas pangkuan Kendrick. Ke dua bibir mereka bertemu, ke dua tangan primadona D'Oreon di letakkannya di leher Kendrick jari jarinya saling menyilang dan mengunci seolah takut akan terlepas. Tak ada kain yang menempel di tubuh primadona itu, rambut yang tergerai menutupi sebagian punggung putihnya. Kakinya menyilang di antara pinggang Kendrick, yang lebih membuat Elizabeth terkejut, wanita yang tengah menikmati adegan panas tidak menggunakan penutup bagian bawah sama sekali. Tubuhnya meliuk liuk seperti ular.


Seluruh tubuhnya terlihat putih tanpa cacat.


Sementara itu Kendrick masih menggunakan pakaian lengkap walaupun terlihat sangat berantakan dan kacau. Sebagian kancing kemejanya setengah terbuka, dasi yang di pakainya sudah tergeletak di lantai. Tali pinggang terbuka, pengait celanapun sudah terbuka lebar, ada sesuatu sedikit menyembul di sana.


Menyadari kehadiran manusia lain di kamarnya dan itu adalah Elizabeth, Kendrick sama sekali tidak bergeming, dia terus memacu gairahnya. Kendrick hanya melirik sekilas ekspresi Elizabeth sekilas dan setelah itu dia melanjutkan lagi.


Elizabeth hanya berdiri mematung di sana. Dia tidak berani bergerak sama sekali awalnya tadi berniat kabur, tetapi setelah di lihat kalau di dalam ruang VIP itu adalah Kendrick dan bukan bos lain. Dia semakin tidak berani. Apa lagi sebelum Marco meninggalkan dirinya, dia sudah berpesan, tidak boleh beranjak sedikitpun apapun yang di lihatnya.


Mulut Elizabeth seperti terkunci rapat, mata hanya terpaku satu titik. Ingin sebenarnya dia mengalami serangan buta mendadak agar tidak bisa melihat pemandangan di depannya. Elizabeth bergetar tubuhnya berguncang, anehnya mata indahnya tidak mengeluarkan air mata sama sekali. Padahal andai saja wanita lain yang mengalami seperti dirinya, pasti akan menangis bahkan meraung melihat lelaki yang di cintai bergumul dengan wanita lain di depan matanya. Suhu ruangan yang dingin membuat hati Elizabeth semakin membeku. Kepalanya seolah di hantam batu seukuran bola dunia. Dia butuh sesuatu yang bisa menguatkan tubuhnya agar tetap berdiri di tempatnya. Elizabeth menggigit bibir bawah, dia harus tetap memakai topeng sebagai Eliz.


Perut Elizabeth terasa mual dada terasa sesak, dia ingin memuntahkan isi perutnya. Menjijikkan baginya melihat manusia melakukan adegan panas tepat di depannya, apalagi pelaku utamanya adalah lelaki yang sangat di cintainya, cemburu? Itu pasti! Tetapi Kendrick sekarang bukanlah Kendrick yang dulu, seorang bos besar merangkap mafia, kekuasaannya melibihi pemerintahan saat ini. Bahkan Bogota di bawah kendalinya. Seandanya saja Elizabeth memiliki kekuatan menghilang, itu akan di lakukannya sekarang.


Eslizabeth sudah tak tahan lagi menahan rasa mualnya, matanya mencari di sudut mana letak kamar mandi ruangan ini, ketika matanya menangkap sebuah pintu berukuran sedang dan dapat di pastikan itu adalah pintu kamar mandi, Elizabeth bergegas berlari meninggalkan pasangan yang tidak tau diri itu.


Elizabeth memuntahkan seluruh isi perutnya, tubuhnya melemah, ke dua tangannya berpegangan pada dudukan kloset. Dia tidak berani lagi keluar, menunggu ke dua manusia yang melakukan adegan dewasa menuntaskan birahinya.


"Keluar!" Elizabeth tiba tiba kaget mendengarkan suara bariton Kendrick.

__ADS_1


"Kenapa masih tetap diam? Apa kamu masih tetap di situ dan melihatku mencuci senjata kebanggaanku?"


Elizabeth gelagapan, mendengar ucapan Kendrick yang tidak tau diri. Sekilas dia melihat pakaian Kendrick yang masih berantakan. Saat Elizabeth berlari menuju kamar tidur serba merah itu, dia tidak menemukan lagi wanita primadona, bahkan dia mencari hingga kolong tempat tidur. Pintu kamar VIP masih terkunci, Elizabeth tidak bisa membukanya walaupun dari sisi bagian dalam.


"Apa yang kamu lakukan? Mencoba melarikan diri? Elizabeth aku akan menghukummu." Ucap Kendrick dengan mata merahnya.


Kemeja putih yang di kenakannya sudah tidak lagi menempel di badan, mungkin Kendrick lebih mudah melepaskannya karena sebelumnya sebagian kancing kemejanya sudah di lepaskan oleh primadona. Celana hitam yang di pakainya juga masih tetap terbuka, tali pinggangnyapun menjuntai ke bawah. Rasa sakit yang ada di hati Elizabeth begitu besar, bukan perasaan cemburu lagi tapi perasaan jijik.


"Eli! Menjijikkan. Beraninya memasuki kamarku. Berharap aku tertarik padamu lagi? Jangan mimpi. Apa tujuan kamu merubah nama Elizabeth menjadi Eliz."


"Karena memang saya Eliz."


"Hanya karena rambut lurusmu kamu mengatakan kalau kamu bukan Elizabeth!"


Ucap kendrick menyerupai bentakan. Dia sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Elizabeth. Elizabeth tidak bergeming, dalam hati sebenarnya ketakutan akan kemarahan Kendrick terpanpang jelas dan nyata. Kendrick semakin mendekatinya maju sepangkah demi selangkah. Elsa semakin terpojok.


"Lancang! Berani beraninya kamu mengganggu kesenanganku. Apa kamu berniat menuntaskan hasratku?"


"Aku... "


Elizabeth tidak bisa menjawab pertanyaan Kendrick karena dia tau apapun jawabannya pasti tidak benar di mata Kendrick.


Kendrick menyiksanya bukan dengan pukulan tetapi tekanan. Batin Elizabeth terluka. Aroma parfum yang menempel di tubuh Kendrick bukan lagi aroma milik lelaki yang dulu di kenalnya.

__ADS_1


Kendrick mendekatkan wajahnya, mendekat dan semakin mendekat. Bibir mereka hampir saja bersentuhan, hangat nafasnya terasa menyapu seluruh wajah Elizabeth. Hanya tinggal beberapa inchi, Elizabeth memejamkan matanya, sudah hampir enam tahun dia tak merasakan debaran aneh seperti ini lagi. Dan akhirnya bibir mereka bertemu. Elizabeth merasakan sesak di dadanya. Bagaimana bisa, satu jam yang lalu Kendrick baru saja bermesraan dengan wanita club malam. Beraninya Kendrick menciumnya, Elizabeth tak tahan lagi, baik aroma yang di tinggalkan, ataupun bayang bayang saat Kendrick bersentuhan dengan wanita lain. Manusia seperti apa Kendrick, adegan panas yang baru saja dia lakukan bersama wanita lain, dan kenapa pula Elizabeth yang harus menuntaskannya.


Tiba tiba Elizabeth menangis tanpa suara, Kendrick merasakan basah di bibirnya, ternyata air mata Elizabeth!


Dalam waktu bersamaan Elizabeth merasakan mual yang hebat untuk ke dua kalinya. Bahkan kali ini dia sudah tidak sanggup menahannya. Elizabeth mendorong tubuh Kendrick dengan sekeras kerasnya, mencoba menjauhinya. Dan dengan cepat Elizabeth berlari ke dalam kamar mandi.


Mengetahui Elizabeth memuntahkan seluruh isi perutnya, wajah Kendrick seketika berubah menghitam. Dia tidak menyukai ini. Elizabeth muntah karena ciumannya!


Kendrick begitu marah, berlari mengikuti Elizabeth, wanita ini kembali menghinanya. Dulu meragukan dirinya karena miskin. Sekarang kembali menghina ciumannya hingga memuntahkan isi perutnya. 'Ini tidak bisa di biarkan!'


Kendrick mengejar Elizabeth hinga masuk dalam kamar mandi. Melihat wanitanya memuntahkan semua isi perutnya untuk ke dua kali, hatinya sangat kesal, dia merasa terhina, bagaimana bisa Elizabeth mual saat dirinya baru saja menciumnya.


Elizabeth bersandar di dinding kamar mandi, satu tangannya berpegangan pada sudut meja westavel. Kedua kakinya gemetar karena semua isi perutnya sudah terkuras habis. Matanya berkaca kaca tapi bukan menangis, air mata itu hanya reaksi dari rasa mualnya. Elizabeth membasuh mulutnya dengan air kran. Dia tidak tau kehadiran Kendrick di belakangnya, membuntutinya sejak awal dia mual. Dengan pandangan marah dan tersinggungg, Kendrick menarik dengan keras pundak Elizabeth, karena dia tidak tau dan tanpa persiapan, kaki Elizabeth terpeleset terantuk dudukan closet. Tubuhnya limbung dan jatuh di bawah shower.


Tanpa ampun Kendrick menyalakan air pancuran dari shower dan memahan pundak Elizabeth dengan lututnya. Menarik selang closet dan menyemprot Elizabeth secara bersamaan.


Elizabeth terkejut, bahkan menarik nafaspun kesusahan. Berusaha mencari pegangan tangan agar bisa kabur dari tempat itu. Tetapi ternyata percuma.


"Kamu sudah berani menghinaku hah." Ucap Kendrick penuh kemarahan.


Elizabeth tidak mengerti sama sekali apa maksudnya ucapan Kendrick. Mana berani dirinya menghina.


Tiba tiba hati Elizabeth semakin menciut, rambut dan tubuhnya basah!

__ADS_1


Bagaimana? Apa semakin seru? Jangan lupa Like Komen and Vote gracias


__ADS_2