Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Leyton lebih Menyayangi Mamanya


__ADS_3

Tebing curam dengan batu yang terjal, kaki Elizabeth masih berpijak pada batu tajam. Sedikit saja dia bergerak tubuhnya akan jatuh ke bawah. Air laut yang biasanya tenang kini ombaknya beriak sangat dahsyat. Gelombang ombak laut itu bergulung dan kecepatannya sangat tinggi. Elizabeth menelan ludah dengan kasar. Jari jarinya semakin mengeras dan terkelupas, keringat dingin membasahi seluruh tubuh dia tidak tau apa yang akan di lakukan.


Eva hanya menunggu, menunggu kekuatan Elizabeth hingga sebatas mana. Tapi ternyata teriakan Elizabeth juga di dengar oleh Noela, Noela mencari sumber suara. Dia melihat Eva dan Elizabeth yang menggantung di bibir tebing. Noela berlari tertatih tatih. Dengan perut yang sangat besar Noela berusaha mendatangi ke duanya.


"Eli bertahan aku akan menolongmu." Teriak Noela, Eva mengumpat kesal. Kenapa harus ada Noela, lagi lagi harus merubah strategi.


Eva berpura pura menolong dan memberikan satu tangannya agar dapat di raih oleh Elizabeth. Noela juga memberikan satu tangannya sayangnya dia juga kesulitan. Elizabeth berhasil menggenggam tangan Noela dan Eva. Tiba tiba Eva melepaskan tangannya, karena gerakannya tiba tiba membuat Noela ikut terpeleset.


"Aaaaa." Teriak Noela. Untung saja Elizabeth masih bisa menarik tangan Noela, dan ke duanya sama sama menggantung di bibir jurang. Noela yang rapuh menangis ketakutan.


"Eva tolong kami." Teriak Noela. Eva pura pura panik dan kebingungan.


Tiba tiba Eva berdiri meninggalkan ke duanya.


"Aku akan mencari pertolongan, kalian bertahanlah."


"Eva jangan tinggalkan kami!" Teriak Noela. Eva tidak benar benar mencari pertolongan, dia menggigit kuku jarinya dan seakan mencari alasan menunda waktu. Matahari semakin naik ke atas. Sinarnya menabrak permukaan air laut memantulkan cahaya keperakan, sangat menyilaukan mata.


Eva masih berteduh di bawah pohon pinus brasil, dia menghindari paparan matahari yang akan berakibat buruk pada kulitnya, iklim tropis membuat siapapun berkeringat di siang ini. Dahi dan permukaan kulit lainnya mulai mengeluarkan butiran keringat.


Dari kejauhan Eva melihat kilatan kaca yang memantul ke wajahnya. Eva memastikan siapa pemilik kendaraan. Apakah pemilik penginapan lain yang kebetulan menyusuri pantai. Dia yakin kepergian Kendrick tidaklah membutuhkan waktu yang secepat ini.


'Sial!' Umpatnya. Ternyata benar, kendaraan milik Kendrick. Eva mengumpat sedikit lagi akan ada pertunjukan yang menarik. Hilangnya Elizabeth dan Noela. Awalnya dia hanya akan menyingkirkan Elizabeth tetapi Noela muncul di waktu dan tempat yang salah.

__ADS_1


Bukankah sama saja satu kayuh dua pulau terlampaui?


'Sial, itu Kendrick bersama anak anak! Apa yang harus aku lakukan?' Batin Eva, dia berjalan ke kanan dan ke kiri sambil menggigit kukunya. Terbersit di dalam pikirannya membeiarkan mereka celaka, tiba tiba Eva berlari kembali ke tebing di mana Elizabeth dan Noela tergelincir.


"Eva kamu kembali. Tolong Noela, dia sudah tidak kuat." Ucap Elizabeth, dia menguwatirkan kondisi wanita hamil, Noela sudah tidak sanggup bicara lagi, kondisinya benar benar lemah, untung saja sisi tebing yang di pijak Noela memiliki batu yang besar, sehingga dia memiliki tempat untuk berpijak. Eva pura pura menolong Elizabeth.


"Aku akan menolongmu." Eva tidak mengindahkan permintaan Elizabeth. Dalam keadaan panik Elizabeth menuruti kemauan Eva, memberikan satu tangannya kepada Eva, sayangnya dengan sengaja Eva menjatuhkan tubuhnya bergelantungan di samping Elizabeth.


"Apa yang kamu lakukan! Kenapa kamu tidak berhati hati!" Teriak Elizabeth, dia menguwatirkan Eva.


Eva tidak benar benar jatuh di tempat yang berbahaya, tetapi dia memilih pijakan yang lebih aman. Tetapi jika di lihat sepintas ke tiganya sama sama di posisi yang membahayakan.


"Kita lihat saja siapa yang ada di hati Kendrick. Di antara kita bertiga siapa yang akan di selamatkannya." Eva tersenyum menyeringai. Elizabeth melihat kelicikan di wajah Eva.


"Eva! Sampai seperti ini kamu mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan tempat di hati Kendrick, apa sebegitunya hingga putus asa. Baik aku bertaruh, jika aku tidak di pilih Kendrick biarkan tubuhku terbang dan tenggelam di dasar laut." Ucap Elizabeth yakin. Ketiga wanita itu tegang, walaupun Noela tidak memiliki masalah di antara Elizabeth dan Eva tetapi jiwanya juga di pertaruhkan. Noela menutup matanya, dia tidak mengatakan langsung tetapi hatinya yakin bukan dirinya yang akan di selamatkan kendrick. Noela melirik ke bawah, ombak air laut itu semakin tak tenang, seolah olah laut siap menerima salah satu korban.


Dari kejauhan Kendrick turun dari kendaraan yang di kemudikannya sendiri, satu tangannya memegang dua ikat bunga. Kemudian di ikuti oleh Nina dan Leyton. Balutan kemeja pantai dan celana putih di atas lutut membuat ketampanannya semakin bertambah.


Sementara itu Eva mulai berteriak keras, berharap Kendrick menemukan dirinya. Dia sudah berkorban, tidak mau yang di lakukan menjadi sia sia.


Teriakan Eva yang keras tertiup angin laut dan sama sekali tidak di dengar oleh Kendrick. Tapi sayangnya suara itu malah di dengar oleh Leyton. Telinga yang cukup peka!


"Mama!" Teriak Leyton keras, kepalanya menengadah ke atas. Pandangannya terarah ke atas tebing.

__ADS_1


"Papa tolong mama." Ulang Leyton kepada Kendrick. Leyton mulai menangis, Kendrick, berlari menuju tebing. Kendrick dan Nina mengikuti pandangan Leyton.


Kendrick membuang rangakaian bunga yang di bawanya. Bahkan dia tidak perduli lagi dengan Leyton apalagi Nina.


'Sial!'


Yang ada di dalam benaknya adalah menolong ke tiga istrinya. Dia tidak perduli kekacauan di kota. Anak buah dan Marco tengah menagani kekacauan yang ada di kota. Preman kampung berulah seolah ada yang menggerakkan mereka.


"Papa selamatkan mama." Lagi lagi Leyton menangis memohon kepada Kendrick. Tentu saja sebagai ayah, Kendrick akan memenuhi permintaan anak yang di sayanginya. Seorang anak kecil tidak akan mengerti ketulusan hati seseorang. Dia hanya menginginkan mamanya selamat dan itu bukan Elizabeth.


"Papa akan menolong mama, tenanglah!"


Tangisan Leyton sama sekali tidak berhenti. Kendrick sudah berada di ujung tebing. Saat ini dia dilema siapa yang akan di tolongnya. Posisi Noela dan Eva lebih berdekatan. Sementara Elizabeth terpisah di antara ke duanya. Tetapi mereka lebih beruntung di banding Elizabeth. Jari jari Elizabeth mengeluarkan darah. Dia tidak mungkin bertahan lama. Tetapi tangisan Leyton membuat dirinya panik. Di tambah kondisi Noela yabg srmakin lemah.


"Kendrick selamatkan kami." Ucap Noela.


Kondisi Noela dengan perut membesar semakin kesulitan untuk bertahan. Kendrick harus menyelamatkan Noela dan bayi yang ada di perutnya. Kendrick menurunkan badanya dan memberikan ke dua tangannya ke pada Noela dan Eva. Dia harus menyingkat waktu agar bisa menyelamatkan ke dua nyawa istrinya. Lalu setelah aman dia akan menyelamatkan Elizabeth. Itu rencananya!


Sayangnya kondisi Elizabeth tidak bisa bertahan. Dia paling lama berada di bawah tebing, begitu Eva berhasil di tolong. Leyton langsung memeluknya dan menangis kencang.


'Membesarkan anak ini, ternyata tidak rugi!' Batin Eva.


Perkataan Eva benar, Kendrick akan menyelamatkan istri yang paling di cintainya. Dan itu bukan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2