Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Eva Teringat Kejadian Tujuh Tahun Yang Lalu


__ADS_3

Pantai Palomino adalah desa tropis kecil yang terletak di pantai utara Kolombia. Karena wilayah ini terletak di Kolombia utara, pantai yang sepi dan murni terdiri dari pasir vulkanik di bawah naungan pohon kelapa dan gubuk bambu dan beberapa rumah kayu mewah. Laut Karibia di pantai Palomino tergolong tenang dengan perairan dangkal. Warna airnya pirus cerah dengan air pasang warna biru. Air pasang terjadi beberapa bulan sekali, tidak sesering perairan lain. Tetapi terdapat tebing terjal di sisi lain. Jika di lihat dari atas tebing, akan terlihat pemandangan yang sangat indah. Di bawahnya perairan cukup dalam, ombaknya sangat tenang. Kendrick sering berlama lama duduk di sini di saat permasalahannya menumpuk.


Rumah pantai milik Keluarga Kendrick terdapat di bagian bawah bibir pantai. Rumah kayu di bagun lebih tinggi di atas permukaan laut. Rumah kayu dengan asesoris serba putih. Terdapat rumah pantai lain selain milik Kendrick. Tetapi jaraknya sangat jauh. Dan rumah pantai milik Kendrick paling mewah di antara rumah pantai lainnya.


Nina dan Leyton berlarian di bibir pantai, deburan ombak menyapu pasir putih, jejak kaki mereka hilang tersapu air.


"Jangan terlalu jauh." Ucap Elizabeth kepada Nina dan Leyton. Elizabeth menguwatirkan Nina, bagaimanapun ini adalah laut, tidak mudah buat anak kecil untuk berenang jika tiba tiba ombak datang.


Walaupun di situ juga ada Maria dan Bertha juga beberapa pengawal, tetap saja sebagai seorang ibu menguwatirkan keadaan anaknya.


Kendrick berjalan ke luar dari rumah pantai menuju Elizabeth, ketampanan dan bentuk tubuh yang atletis, mengenakan celana pendek di atas lutut dan kemeja putih tidak lupa mengenakan kaca mata hitam.


Sekilas Elizabeth terpesona melihat suami yang baru di nikahinya tiga hari yang lalu, kekasih atau cinta pertamanya. Tapi tiba tiba di tepisnya, berganti aura kekejaman. Kekejama yang pernah di lakukan padanya dan Juan. Elizabeth belum mempaercayai Kendrick sepenuhnya.


Kendrick berhenti tepat di samping Elizabeth, Elizabeth mengenakan dres mini putih dengan topi pantai senada. Ke duanya tanpa memgenakan alas kaki. Sangat serasi.


Kendrick memeluk bahu Elizabeth, untuk kali ini Elizabeth membiarkannya. Ada perasaan puas di wajah Kendrick, sebaliknya Elizabeth tidak mau menjatuhkan Kendrick di depan para pengawalnya.


Kendrick mengecup dahi Elizabeth, turun ke arah bibir. Posisi ke duanya sama sama berdiri, Elizabeth tidaklah setinggi Kendrick bahkan hanya sebahu Kendrick. Untuk memudahkan Kendrick mencium, maka Kendrick harus menekuk lehernya. Begitu mempesona. Para pengawal membalikkan diri begitu juga Maria dan Bertha. Nina menutup ke dua matanya dengan telapak tangan, kecuali Leyton dia menatap apa yang di lakukan papanya terhadap Elizabeth.


Ke dua mahluk berlawanan jenis itu menikmati ciuman, tidak di pungkiri Elizabeth begitu memimpikan saat seperti ini. Hingga ciuman harus di hentikan karena nafas ke duanya memburu.


"Aku suka kamu yang seperti ini. Kita lanjutkan di dalam." Mendengar percakapan itu, wajah Elizabeth bersemu merah. Menyadari kebodohannya dengan mudahnya menikmati ciuman dan melupakan kekesalannya.


'Bodoh, bodoh'.

__ADS_1


Tiba tiba ke duanya di paksa berhenti karena Leyton memercikkan air laut ke arah mereka.


"Papa mesum, jangan sakiti bibi Eli!" Ucap Leyton.


"Siapa yang menyakiti bibimu."


"Lihat saja wajah bibi Eli yang memerah, bukannya itu tanda kesakitan?"


Kendrick tersenyum melirik wajah Elizabeth. Sementara itu Elizabeth malu dan tersadarkan diri kemudian berlari mengejar Leyton dan Nina. Ketiganya berlari di susul Maria. Juga para pengawal. Kendrick menggelengkan kepala sambil tertawa. Tidak pernah dia merasa se bahagia ini.


Sementara itu di teras rumah pantai, posisi lebih tinggi dari bibir pantai. Eva dan Noela duduk di atas kursi kayu ke duanya menikmati minuman kelapa di hiasi payung payung kecil warna warni.


"Lihatlah mereka, bahkan Kendrick mengabaikan kamu."


Ucap Eva memprovokasi Noela. Tidak ada reaksi apa apa pada Noela. Dia masih menikmati kelapa muda, ke dua kakinya bergoyang goyang mengikuti kata hatinya. Noela masih duduk dengan santai tidak terpengaruh ucapan Eva.


"seperti juga kamu bukan? Jika sama sama tidak di anggap maka jangan menggonggong." Ucap Noela. Doa sangat kesal dengan mulut Eva.


Kemudian Noela berdiri dari tempat duduknya, sedikit kesulitan karena perutnya yang sangat besar.


"Setidaknya aku menyandang nyonya besar Kendrick." Ucap Eva dengan kesombongannya.


"Eva, kamu bertujuan memprovokasi aku? Jangan mimpi! Sebenarnya yang harus takut tersaingi itu kamu, Kendrick tidak pernah memandangmu, kamu hanya di beri status nyonya Kendrick tapi tidak dengan hatinya. Sebenarnya nasib kita sama, hanya saja aku lebih beruntung karena terkadang Kendrick masih menyempatkan diri bermalam di kamarku. Bagaimana denganmu apa pernah?"


Eva mengepalkan tangannya. Lalu apa dirinya? Bahkan dari awal menikah, Kendrick tidak pernah bermalam di kamarnya apalagi menyentuhnya.

__ADS_1


"Dan terimakasih, berkat usahamu aku hamil benihnya." Noela berjalan meninggalkan Eva, menyusul Kendrick dan Elizabeth ke bibir pantai.


Noela wanita cerdas, tidak akan terprovokasi dengan kata kata Eva, walaupun sebenarnya hatinya menjerit sakit. Noela ingin di cintai dan ingin mendapat tempat di hati Kendrick, tapi itu tidak mungkin. Tetapi dari awal Noela sudah paham kalau cinta pertama Kendrick adalah Elizabeth. Dan dia tidak mungkin bersaingnya.


Kendrick dan Noela terkadang mereka tidur bersama tetapi Kendrick tetaplah Kendrick dia tidak memiliki perasaan apa apa terhadap Noela. Tapi Kendrick tidak pernah menyentuh Noela, semua di lakukan atas saran Elizabeth.


Hari berganti malam, pesta barbeque di halaman rumah pantai begitu menyenangkan untuk Leyton dan Noela tak terkecuali para pekerja juga pengawal menikmati pesta kecil itu. Minuman cocktail dengan aneka warna dan rasa.


Eva melihat perlakuan Kendrick terhadap Elizabeth dan Noela begitu terlihat perbedaannya. Apalagi perlakuan Kendrick pada dirinya. Tentu Eva dapat membacanya. Eva menyunggingkan bibirnya tanda tidak suka, tidak ada niatan sedikitpun di hatinya untuk mendekati tempat duduk Kendrick. Eva harus tenang, untuk sementara dia harus berperan sebagai wanita baik.


Duduk sendirian tanpa satu orangpun yang menemani. Bukan kedekatan Kendrick dan Elizabeth yang membuatnya iri. Tetapi perlakuan Leyton kepada Elizabeth yang membuatnya kesal.


Eva menyatukan giginya hingga mengeluarkan suara gemeletuk. Dalam hatinya sungguh amat rela kalau hanya mengorbankan buah hatinya dari pada harus melihat kedekatan mereka.


'Brengsek.'


Tetapi ada satu lagi yang mengganjal hati Eva. Perhatian Elizabeth terhadap Nina begitu berlebihan, dari tatapan Elizabeth terhadap Nina maupun interaksi lainnya, lebih pantas kalau hubungan Elizabeth dan Nina adalah, ikatan ibu dan anak.


Elizabeth teringat sesuatu, kejadian tujuh tahun yang lalu.


Eva tiba tiba menjentikkan jarinya kemudian tersenyum menyeringai. Selanjutnya Eva memasuki kamar dan mencari nama di ponselnya. Nampaknya dia menghubunginya.


Seseorang di tempat jauh menjawab telepon Eva.


Mereka terlibat pembicaraan yang sangat serius.

__ADS_1


"Kalau begitu dia adalah.......Tidak salah aku berteman denganmu. Ke depannya aku siap membantumu."


__ADS_2