Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Noela Memberikan Satu Ginjalnya


__ADS_3

Berharap pada sesuatu yang tidak mungkin adalah mimpi. Sama seperti yang di rasakan oleh dokter Noela.


Rasa cinta dan kagum, yang di rasakannya sejak lama. Tidaklah membuahkan rasa cinta di hati sahabatnya.


Hanya perasaan rendah diri dan merasa tidak sempurna. Jika saja dia tidak bisa berkaca. Tahu diri dan tidak berusaha merebut hati laki laki yang di cintainya.


Awalnya dokter Noela adalah penolong bagi Kendrick dan Matheo, hingga akhirnya mereka bertiga bersahabat.


Noela sangat mengenal kepribadian ke dua sahabatnya. Kendrick tidak ubahnya seorang Don Juan yang selalu di kelilingi banyak wanita cantik.


Sementara itu dia juga sangat mengenal Matheo. Matheo berbeda dengan lelaki kebanyakan. Lebih disiplin dan tidak menganggap wanita sebagai mainan. Jika sudah mencintai seorang wanita maka Matheo akan lebih serius.


Awalnya Matheo sudah pernah menyatakan cintanya kepada dokter Noela, hanya saja langsung di tolak mentah mentah. Matheo sama sekali tidak sakit hati. Dia lelaki baik, bahkan memahami akan perasaan dokter Noela.


Noela remaja, lebih mencintai Kendrick.


Dan hingga sampai di mana Noela harus mengorbankan harga dirinya demi Kendrick. Pengorbanan Noela pada Kendrick? Jangan di tanya, bahkan Noela sudah mengorbankan satu ginjalnya untuk Kendrick.


Esok paginya Matheo kembali ke rumah sakit besar, Nina sudah kembali bugar. Bahkan berapa kali Nina menanyakan kepada Julia kapan dia bisa kembali ke apartemen paman Matheo.


Matheo mengecup pucuk kepala Nina, gadis kecil itu begitu senang. Memandang ke dua orang dewasa itu dengan penuh harapan yaitu perlindungan.


"Nina, apa boleh paman Matheo berbicara dengan bibi Julia sebentar?" Tanya Matheo dengan halus.


Nina menganggukkan kepalanya. Di tangan kanannya memegan boneka pemberian Matheo.


Julia mengikuti Matheo, mereka sedikit menjauh dari Nina. Sebelumnya dia menitipkan Nina pada seorang perawat.


"Ada apa?" Tanya Julia cemas.


"Aku harap kamu jangan marah, tapi sebelumnya aku minta maaf padamu." Ucap Matheo ragu.


"Minta maaf? Tentang?"


Matheo tidak langsung menjawab. Dia menekan ke dua pelipisnya dengan jari tangannya. Matheo menarik nafas panjang.


"Tapi sebelum kamu mendengar kata kataku ini, aku harap kamu bersabar dan jangan emosi."


"Maksud kamu apa? Apa kamu menemukan sesuatu?" Ucap Julia, dia masih menunggu jawaban. Melihat ke dua mata Matheo sambil menunggu sesuatu, seakan sebuah misteri.


"Tenggelamnya Nina bukan kecelakaan."


Julia menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia masih tidak percaya ucapan Matheo. Tapi Julia juga butuh kejelasan.


"Lalu siapa?" Tanya Julia, awalnya Julia mencurigai istri dari Kendrick.


"Leyton." Jawab Matheo singkat.


Mendengar ucapan Matheo, Julia seakan syok, menjambak sedilit rambutnya kemudian menutup wajahnya dengan ke dua teapak tangannya.


"Aku sudah memeriksa CCTV bersama Kendrick. Tapi sebagai ayah tentu saja Kendrick membela Leyton, jadi..."


"Aku tau, tapi Kendrick sialan. Suatu saat dia akan menyesal karena sudah berbuat tidak adil pada Nina."


"Aku akan menemui Kendrick!"


"Jangan! Jangan memancing kemarahan Kendrick. Kendrick bukan orang bodoh. Dia mulai mencurigai status Nina, karena wajah Nina sangat mirip Elizabeth."


"Tapi aku tidak bisa diam saja."

__ADS_1


"Aku tau, paling tidak tahan sampai Elizabeth kembali."


Julia mendengus kesal dan menghentak hentakkan kakinya di lantai rumah sakit.


Ke duanya kembali ke ruang perawatan Nina, ada dokter Noela di sana. Dokter Noela tengah memeriksa keadaan Nina.


Melihat kedatangan Julia dan Matheo, dokter Nina melemparkan sebuah senyuman.


"Sudah sangat baik, kemajuan cukup pesat." Bibir Noela tertarik ke atas membentuk sebuah lengkungan. Dia tersenyum kepada Matheo, senyum yang begitu akrab.


Kejadian itu memberikan reaksi kepada Julia, rasa penasaran. Ada hubungan apa antara Matheo dan dokter Noela.


Sesaat setelah kepergian dokter Noela, Julia menghampiri Matheo.


"Ehem ehem."


"Apa?"


"Suka sama dokter Noela?" Pertanyaan Julia langsung mengena ke jantung Matheo.


"Dulu ya."


"Sekarang masih?"


"Tidak! Kenapa kamu mencampuri urusanku?" Ucap Matheo tersadar.


"Tidak apa apa sih, hanya saja menurutku, kamu jangan menjadi orang ke tiga."


Matheo mencoba mencerna ucapan Julia.


"Maksudnya apa?"


'Deg'. Jantung Matheo berdebar, bukan cemburu tetapi ini lebih dari perasaan kuwatir. Dia juga tau kalau selam mengenal Noela, Noela adalah pribadi yang baik, setengah mati Noela mengejar Kendrick bahkan rela mengorbankan ginjalnya demi Kendrick. Tetapi mengapa tanpa sepengetahuannya tiba tiba mendapat berita kalau Noela mengandung?


Apa perjuangannya selama ini untuk mendekati Kendrick berhenti begitu saja? Dan sudah mendapatkan orang lain sebagai penggantinya?


"Noela belum menikah dan dia tidak hamil!"


"Tapi dokter Noela yang mengatakan padaku. Dan aku mengetahuinya juga tanpa sengaja. Matheo, anggap saja kamu tidak mendengar apa apa. Dokter Noela sudah berpesan kepadaku jangan sampai orang lain tau."


Matheo akhirnya menyadari, mungkin permintaan Noela kepada Julia karena ada sesuatu yang di pertimbangkan.


Matheo berpamitan kepada Julia, dia sudah cukup lama menemani Julia menjaga Nina.


Seperti biasa Matheo berangkat ke kantor, tetapi sebelumnya dia ingin menemui Noela di ruangannya. Matheo tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya tentang kehamilan sahabatnya. Siapa laki laki yang menghamilinya, mengapa tidak ada undangan pernikahan?


Metheo mengetuk pintu ruang praktik dokter Noela, ruangan dengan perabotan yang minimalis dan rapi. Kemudian membuka dan mendorong daun pintu


Matheo menyilangkan ke dua tangannya. Dia hanya berdiri memperhatikan Noela.


"Ada apa? Kenapa wajahmu masam?"


Matheo masih tidak menjawab. Memandang wajah Noela dengan perasaan tidak percaya. Benar menurut Julia. Tanda tanda hamil terlihat dari bentuk tubuh Noela.


"Siapa ayah bayi dalam kandunganmu?"


"Ayah bayi siapa?"


"Jangan pura pura. Kamu hamil bukan?"

__ADS_1


"Cccck." Dengus Noela.


"Pacarmu ternyata banyak omong." Ucap Noela.


"Bukahkah sudah waktunya kamu ke kantor?"


Noela mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Katakan sekarang, kalau tidak aku tidak akan pergi."


Matheo malah menarik kursi dan semakin mendekati Noela.


"Siapa laki laki itu!"


"Tidak penting." Bentak Noela tegas.


"Penting! Kenapa kamu tidak mengundang kami? Katakan siapa laki laki itu."


Noela bukanlah wanita yang cengeng, air matanya tidak bisa mengalir tanpa alasan yang jelas, jiwa Noela bukanlah jiwa melankolis.


"Kendrick! Ayah dari anakku Kendrick. Tentunya kamu tidak akan percaya bukan?"


Matheo merasa tidak memiliki hak untuk marah, tetapi sebagai sahabat dia juga memiliki hak untuk mengetahui detail masalah ini.


"Dia tau kehamilanmu?" Selidik matheo


Noela menggelengkan kepalanya. Kemudian menarik napas panjang.


"Berapa bulan?"


"Delapan minggu, dan Kendrick belum tau."


"Belum tau? Paling tidak minta pertanggung jawaban darinya."


Noela menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya. Kejadian waktu itu bukanlah semata mata kesalahan Kendrick. Jika saja istrinya tidak memberi Kendrick afrodisiak tentu kejadian itu tidak akan terjadi.


"Waktu itu di luar kendali Kendrick. Ini semua ulah istrinya. Tapi aku juga sangat menikmatinya. Dan akhirnya jadi seperti ini." Ucap Noela sambil meraba perutnya, nada bicaranya tanpa beban.


"Hal itu bukanlah alasan, jadi stop membelanya. Dan setelah yang sudah di lakukannya padamu apa yang akan kamu lakukan?"


Keduanya terdiam, pikiran keduanya berkecamuk.


"Apa kamu takut dengan kakak ipar?" Selidik Matheo.


"Tidak! Apa perduliku dengan dia, hanya saja... sebenarnya aku butuh sedikit perlindungan saat aku melahirkan nanti."


"Jangan kuwatir, kamu bisa mengandalkan aku." Jawab Matheo meyakinkan.


Noela mengangkat ke dua tangannya. Menunjukkan sikap tidak perduli.


"Tidak! Aku bisa dan sanggup menghidupi anak ini."


"Lalu bagaimana dengan Kendrick, dia juga berhak membuat keputusan."


"Entahlah." Jawab Elizabeth santai, menyandarkan punggungnya di kursi praktiknya.


Tanpa di sadari seseorang berdiri di balik pintu, lelaki berperawakan tinggi dan tampan.


"Kendrick!" Ucap Noela dan Matheo bersamaan.

__ADS_1


Trimakasih Like Vote and Komen. Gracias.


__ADS_2