Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Wanita Tanpa Sehelai Benang


__ADS_3

Memberikan cintanya kepada laki laki yang sama, lelaki yang dulu pernah memenuhi hatinya, andai kata ada cara untuk dia dapat menghindarinya, atau melepaskan dirinya dari sebuah belenggu yang di pasang Juan dan Kendrick. Seribu kalimat penyesalan karena sudah mengenal Kendrick. Tetapi itu tidak mungkin, apalagi saat ini cinta itu kembali tumbuh. Elizabeth mulai terpesona, baik jebakan yang di pasang oleh Kendrick ataupun Juan.


Elizabeth berpikir keras, berusaha mencari cara agar cepat terlepas. Perhatian dan kemewahan di depan mata, tetapi apa artinya semua itu jika tidak dapat menikmatinya. Kebutuhan apa yang tidak di dapat, tetapi seperti hidup di sangkar emas.


Sangkar emas? Bukan! Elizabeth tidak hidup di dalam rumah mewah apalagi istana, makan malam di hotel berbintangpun tak pernah, lalu kemewahan seperti apa. Perhiasan dan pakaian mahal di dapatnya dari Marco atas perintah Kendrick. Barang barang mewah itu hanya di simpannya di dalam lemari kecil yang ada di ruangan itu. Untuk apa memakainya? Toh Elizabeth tidak pernah pergi ke mana mana. Kendrick mengurungnya, bahkan burung saja masih bisa terbang bebas.


Elizabeth membuka semua laci yang ada di meja maupun di lemari kecil di ruangan VIP itu. Dia mencari petunjuk keberadaan barang dan uang yang di maksud Juan. Tidak ada satupun petunjuk yang pasti, Elizabeth mulai menyerah. Sesuai janjinya kepada Juan, siang ini dia akan bertemu di hotel pinggiran kota. Sebenarnya bukan lokasinya yang menjadi masalah, walaupun hotel itu terletak di pinggiran kota tetapi hotel itu adalah sangatlah bagus, pemandangan asri dan di kelilingi danau buatan. Hanya saja yang menjadi masalah bagaimana Elizabeth bisa mendapatkan ijin dari Marco? Sedangkan dia lebih galak dibanding algojo tanpa wajah. Dan lagi pula dia tidak akan mendapatkan ijin itu.


Elizabeth memikirkan cara, cara satu satunya dia harus menyelinap, toh ini siang hari Kendrick akan sibuk di kantornya. Marco juga tidak akan datang, dia sekarang lebih sering pergi bersama Kendrick. Elizabeth melangkahkan kakinya ke luar kamar, beberapa hari ini Elizabeth juga sudah menghapal kode akses pada pintu kamarnya. Tidak ada satupun yang berjaga di depan pintu kamar, Elizabeth menggunakan pintu samping karena di nilai pintu itulah yang lebih aman dan bebas. Elizabeth berhasil lolos melewati gang sempit dan tembus hingga ke jalan raya, dia menarik napas panjang berpikir keras langkah selanjutnya. Jalan satu satunya dia harus cepat mendapatkan kendaraan, agar kepergiannya tidak di sadari oleh penjaga keamanan D'Oreon.


Sementara itu di rapat para direksi Kendrick memimpin sidang mediasi perselisihan hubungan dagang dengan tenang, pencapaian mufakat walaupun sedikit alot tapi Kendrick berhasil mendominasi hasil rapat.


Rapat usai, para pimpinan meninggalkan ruangan dengan perasaan lega, Kendrick tampil berani walaupun tanpa di dampingi oleh Matheo. Marco berdiri di sampingnya, dari pertengahan rapat Marco tampak tidak tenang, dia mendapatkan kabar kalau Elizabeth pergi secara diam diam melewati pintu samping.


Marco menyampaikan berita itu kepada Kendrick dengan perasaan was was. Ternyata reaksi Kendrick tepat seperti dugaannya.


"Perintahkan anak buah kamu mencari, jika dalam satu jam tidak menemukan Elizabethku tembak kepala anak buahmu." Ucap Kendrick dengan wajahnya yang memerah. Tangan kananya menopang di ujung meja sedangkan tangan kirinya memukul meja dengan keras. Kendrick melemparkan kertas file ke hadapan asisten wanita, wanita itu terlihat gugup dan ketakutan.


Marco langsung menghubungi anak buahnya melalui telepon seluler miliknya. Dia tidak mungkin menunda perintah itu, walaupun sebenarnya sudah memasuki waktunya makan siang, kalau tidak...Bisa bisa kepalanya yang akan tertembak tertembus peluru panas.


"Melalui CCTV yang ada di depan club D'Oreon, Elizabeth menggunakan jasa taxi." Ucap Marco sedikit panik.


"Kalau begitu menunggu apa lagi, cepat cari. Mana mungkin aku menjelaskan dengan detail? Bukankah aku menggajimu untuk itu?" Marco beberapa kali menghubungi anak buahnya, juga di kantor taxi. Kebetulan sekali armada taxi yang di naiki oleh Elizabeth adalah rekanan dari Kend Grup. Marco dapat menemukannya dengan mudah, tetapi untuk menyampaikan ke mana tujuan kepergian Elizabeth adalah yang terberat baginya.


" Bos nona Elizabeth sudah di temukan."


"Ayo, menunggu apa lagi."

__ADS_1


"Tapi...." Ucap Marco sedikit ragu.


"Tapi apa?"


"Tidak, maksud saya... Kita berangkat sekarang?"


Belum sempat Kendrick menjawab pertanyaan Marco, Kendrick terlebih dulu sudah melangkahkan kakinya, langkah kakinya begitu lebar. Bahkan Marco tertinggal di belakang, namun tidak begitu kerepotan saat mengimbangi langkah kaki Kendrick.


Kendaraan yang di kemudikan oleh Marco adalah sejenis mobil perang tentara America, kebetulan sekali hari ini dia memilih kendaraan itu.


"Kemana ini? Bukankah ini daerah pinggiran?"


"Benar bos."


"Lalu? Apa mungkin Elizabeth berniat kabur dariku?"


"Apa kamu tidak salah jalan, bukankah ini jalan menuju hotel kita?" Ucap Kendrick mulai kesal.


Sebagian besar hotel di daerah Bogota adalah milik Kendrick. Dan ini hotel yang di rancang jauh dari kebisingan dan mewah. Jadi dia tau kalau jalan ini menuju properti miliknya.Yang membuatnya hatinya kesal, mengapa Elizabeth datang ke hotel seperti ini? Hotel yang di peruntukkan untuk pasangan muda yang ingin memadu kasih, dan bukan hotel pada umumnya.


Kendrick turun dari kendaraan perangnya, perasaan tidak sabar.


"Di mana?" Tanya Kendrick kepada salah satu pekerja hotel.


Karena sebelumnya Marco sudah memerintahkan mengawasi pergerakan di kamar Elizabeth, dengan cepat pelayan itu menunjukkan arahnya.


"Buka!"

__ADS_1


Ucap Kendrick ke pada salah satu pelayan, tanpa membantah pelayan itu menempelkan key card cadangan. Pintu terbuka lebar. Suasana tidak gelap sama sekali, tidak seperti yang di bayangkan saat di kendaraan tadi.


"Eli, keluar!" Ucap Kendrick tegas. Walaupun di barengi ucapan seperti itu tetap saja Kendrick memasuki kamar hotel yang di maksud tanpa permisi.


Seorang laki laki berambut biru, dengan sebuah bekas luka di pipinya tengah bersama seorang wanita tanpa sehelai benangpun tengah berada di pelukannya.


Kendrick begitu murka, membanting semua barang yang ada di hadapannya. Mendengar keributan itu, wanita di pelukan Juan semakin menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan lengan Juan.


"Tuan Kendrick yang terhormat, anda begitu tidak sopan memasuki kamar saya tanpa permisi." Ucap Juan menyindir. Dia sama sekali tidak bangun dari tempat tidurnya, karena dia harus melindungi wanitanya, di tambah wanita itu tengah menangis terisak.


"Eli! Dasar wanita murahan! Dan aku tidak harus permisi. Karena ini adalah hotelku jadi bebas aku mau melakukan apa." Ucap Kendrick sambil tangannya menarik pundak wanita yang ada di pelukan Juan.


Ternyata bukan! Dia bukan Elizabeth. Wanita yang berada di pelukan Juan bukanlah wanita yang dia kenal. Wanita itu terlihat malu dan ketakutan. Juan menarik senjata api yang berada di bawah bantalnya, tetapi dengan cepat Marco sudah mengokang senjatanya ke arah kepala Juan, Juan kalah cepat. Juan mengurungkan niatnya.


"Di mana Eli?"


"Mana aku tau? Kamu memasuki kamarku hanya untuk mencari Elizabeth?"


Ucapan Juan dengan nada menyindir.


"Katakan kepadaku kalau kamu menyerah, kembalikan Elizabeth padaku. Biar aku yang membahagiakannya. Ok."


"Cih lelaki sepertimu bisa apa?"


"Suatu saat kamu akan menyesal hahaha." Ucap Juan dengan tawa anehnya.


Trimakasih sudah mendukung novelku. Gracias. Jangan lupa Like and vote juga Comen๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2