Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Menjebak Elizabeth


__ADS_3

Rekaman CCTV tujuh tahun yang lalu tengah di putar, Kendrick sempat memuji Marco. Bagaimanapun juga Marco sudah menyembunyikan rekaman itu dengan aman hingga tujuh tahun berlalu. Padahal awalnya Kendrick merintahkan melenyapkan Vidio itu. Baik Kendrick, Matheo, Vito dan Marco berkonsentrasi pada layar lap top milik Kendrick, mereka meneliti dengan cermat kejadian apa yang terlewatkan.


"Tidak ada petunjuk sedikitpun." Ucap Matheo sedikit ragu.


"Berarti itu murni perbuatan Duarte dan tidak ada sangkut pautnya dengan Elizabeth. Betul kan dugaanku." Ucap Kendrick menegaskan.


"Selain kamu dan Marco, siapa lagi yang mengetahui kejadian waktu itu?" Tanya Matheo.


Nampak Vito mengutak atik kursor yang ada di hadapannya.


"Hanya aku dan Marco. Di tambah satu satpam. Sepertinya satpam itu sudah pergi atas perintahku. Dia tidak bekerja lagi di apartemen itu. Bukankah begitu?" Pertanyaan Kendrick di tujukan pada Marco.


"Iya bos, bahkan saya kenal dia. Dua tahun lalu dia meninggal tabrak lari. Menurutku dia tidak ada hubungannya dengan kejadian ini." Ucap marco meyakinkan.


"Yakin dia sudah meninggal?" Tanya Matheo.


"Menurutmu apa untungnya Marco berkata begitu? Kamu jangan membuat masalah menjadi pelik!" Bentak Kendrick.


Matheo menutup mulutnya rapat rapat, jiwa temperamental Kendrick tiba tiba muncul. Matheo hapal dengan perangai Kendrick, dia mencemaskan Elizabeth kenapa bisa terlibat masalah kotor mafia.


"Ada rekaman lain saat key card milik bos di curi?" Tanya detektif Vito.


"Ada, Marco berikan rekaman kepada Vito." Perintah Kendrick.


Marco memberikan flash disk kepada detektif Vito, kejadian tujuh tahun yang lalu memang di amankan oleh Marco demi menghindari penyelidikan polisi. Marco menyodorkan flash disk lain kepada detektif Vito. Vito mengganti flash disk yang sebelumnya dengan yang baru saja di berikan oleh Marco.


Kembali semua mata tertuju pada layar lap top, lagi lagi tidak ada yang mencurigakan. Pencurian key card milik Kendrick di lakukan oleh Duarte secara cepat, bahkan adegan itu susah untuk di ikuti. Lelaki dengan menggunakan jaket hoodie menutup sebagian wajahnya. Jiwa detektif Vito terus menyelidik, menggeser geser kursor, mencari keanehan.


"Bagaimana? Tidak menemukan hasil apa apa?" Tanya Kendrick putus asa. Dia meletakkan ke dua telapak tangan di atas kepalanya, jari jemarinya bersilangan.


"Binggo!" Teriak Vito dengan wajah senangnya, ke dua jari di jentikkan, hingga mengeluarkan bunyi 'Thak.'


Semua mendekat pada layar laptop.


"Mana? Gak ada yang aneh!" Ucap Matheo, dengan nada tidak percaya.


"Coba perhatikan dengan teliti." Kendrick menekan kursor dan membesarkan gambar, nampak wajah Juan saat masih remaja. Karena kejadian itu terjadi tujuh tahun yang lalu.

__ADS_1


"Sudah ku duga, sekarang kamu tau kenapa aku selalu mencurigai kekasihmu. Dari awal dia sudah mengincarmu. Dia bukan gadis polos yang kumal dan tak tau apa apa. Semua di seting seperti itu. Paham?" Ujar Matheo panjang lebar.


Kendrick diam mematung, saat ini semua duduk di atas sofa, masih memperhatikan layar lap top. Antara percaya dan tidak, tetapi bukti nyata di depan matanya. Pencuri key card miliknya bukanlah Duarte tetapi Juan.


"Bisa saja kebetulan." Sanggah Kendrick.


"Bos, tapi menurut saya. Betul yang di ucapkan oleh Matheo, ini ada unsur kesengajaan."


"Kamu cerdas, di luar kebiasaan kamu mendukungku."


Marco mencibir ucapan Matheo, kalau tidak demi bos Kendrick dia enggan mendukung ucapan Matheo.


"Dari awal memang Juan yang mencuri key card, dan itu atas suruhan Duarte. Kemudian key card di berikan kepada Duarte. Sayangnya nona Elizabeth berada di tempat yang salah." Jelas Marco.


"Ah, kamu malah ikut membela wanita itu." Sanggah Matheo. Kendrick hanya mendengar pembicaraan mereka. Tetapi pikirannya masih bermain dengan prasangka.


"Tapi untuk kemunculan nona Elizabeth kali ini benar benar di rencanakan bersama Juan, keduanya ada hubungan, bos."


Kendrick tidak bisa menyangkal lagi, hanya Vito yang belum memberikan jawaban.


"Tapi sepertinya tidak sesederhana itu. Bos Kendrick bukannya sudah mengenal nona Elizabeth, jadi dia bukan termasuk pemeran utama."


"Kemunculan Juan saat ini adalah mencari barang dan uang milik orang Asia, jadi dari awal Juan sudah tau masalah ini."


"Kalau begitu, awasi Elizabeth."


"Dan ingat, kamu harus berterima kasih padaku. Kalau aku tidak mengenalkan Juan padamu. Tentu saat ini Juan dan Elizabeth mempermainkanmu."


"Dalam mimpi!" Bentak Kendrick.


Vito dan Matheo undur diri. Sementara itu Kendrick berpindah tempat duduk, saat ini dia duduk di kursi kebesaran. Marco masih setia berdiri di belakangnya.


"Bos, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Marco. Bahkan dia tidak percaya, wanita polos dan tidak cantik itu juga mengelabuinya.


"Awasi dia, jangan perbolehkan keluar kamar. Aku akan memancingnya." Yang di maksud memancingnya adalah benar benar memberikan barang dan uang.


"Kalau ternyata benar nona Elizabeth mendapatkan barang itu?"

__ADS_1


"Biarkan saja. Biarkan dia membawa barang itu."


"Bos?"


"Kalau memang dia memakan umpan ya bunuh saja dia. Tak perduli dia wanitaku."


"Baik."


"Antarkan aku ke D'Oreon!"


"Baik bos."


Kendrick berjalan dengan begitu elegan, Marco mengikuti di belakangnya. Mereka memasuki lift kapsul, dan segera menuju area parkir kendaraan yang di persiap untuk para petinggi. Mobil melaju kencang, hingga beberapa saat kemudian mereka sudah berada di club D'Oreon. Club masih sepi, karena hari masih siang, tetapi beberapa kamar VIP masih terisi.


"Kamu bisa istirahat, temui Santa bilang padanya pengawasan Elizabeth aku serahkan padanya."


"Siap bos."


Kendrick langsung memasuki kamar yang di tempati oleh Elizabeth, tidak ada penjaga di depan pintu, berbeda dengan sebelumnya.


Awalnya Kendrick memperketat pengawasan karena di rasa Elizabeth selalu memberontak, tetapi saat ini berbeda. Elizabeth sedikit menurut. Di samping itu ini adalah rencana Kendrick untuk memasang jebakan.


Menyadari kedatangan Kendrick, Elizabeth berdiri dari tempat tidurnya. Senyum sebatas dua garis di sudut bibirnya. Kegembiraan karena beberapa hari Kendrick tidak datang padanya.


Elizabeth mulai mempercayai Kendrick sepenuhnya. Belum ada keberanian mengungkapkan keberadaan Nina dan sahabatnya. Walaupun berjuta tanda tanya ke mana Diego menghilang. Sayangnya kali ini Kendrick tak membalas senyumnya. Kendrick langsung memasuki kamar mandi tanpa basa basi. Tidak lama dia membersihkan tubuhnya.


Di rasa sudah cukup Kendrick ke luar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk berwarna putih sebatas pusar perutnya. Elizabeth biasa melihat pemandangan seperti itu, tubuh Kendrick yang terekpose tetap saja membuat jantungnya berdenar.


"Kenapa langsung masuk selimut? Apa kamu tidak kedinginan?" Tanya Elizabeth, namun Kendrick tak menghiraukannya. Elizabeth berdiri dan mengambil handuk kecil yang terlipat di atas nakas. Dia duduk di bagian kepala Kendrick, memangku kepala Kendrick dan mengeringkan rambut lelaki itu.


Kendrick sama sekali tak menolak, bahkan tidur tertelungkup kepalanya, menikmati usapan tangan Elizabeth. Tanpa peringatan apa apa Kendrick menubruk tubuh Elizabeth dan menindihnya, Elizabeth terkejut. Kendrick mencium dengan ganas, ******* bibir Elizabeth tanpa sisa. Memasukkan tangannya ke dalam gaun tidur milik Elizabeth. Memainkan benda kembar itu dan mendesah. Elizabeth tanpa persiapan, sedikit kesakitan. Namun lama lama dia menikmati. Memejamkan mata dan mendesis.


"Kend, jangan keras keras." Tangan Kendrick meremas benda kembar itu dengan sedikit kasar, bahkan Elizabeth merasa kalau saat ini Kendrick tengah marah. Namun dia tak tau apa penyebab Kendrick marah. Gigitan juga tidak seperti biasanya, kelembutannya juga hilang. Bahkan Elizabeth mencium aroma besi berkarat, bibir Elizabeth berdarah. Remasan tangan Kendrick berpindah, dia memainkan inti milik Elizabeth, lagi lagi berlaku kasar. Elizabeth menarik sedikit tubuhnya. Bahkan pelindungnya belum terlepas semuanya.


"Sakit." Ucap Elizabeth sedikit menahan tangan Kendrick agar tidak terlalu kasar. Kendrick merobek semua kain yang melekat di tubuh wanita yang di cintainya. Tanpa aba aba dia memasukkan senjata miliknya ke tubuh Elizabeth, Kendrick bermain sangat kasar hingga Elizabeth tidak sadarkan diri.


Kendrick kesetanan, baginya jika memang Elizabeth mendekatinya kembali hanya bertujuan mendapatkan barang milik Duarte. Dirinya siap membunuh wanita yang di cintainya. Dia akan merasakan tubuh wanita ini untuk yang terakhir kali. Karena keputusan akan di ambil malam nanti.

__ADS_1


Bagaimana? Apa novelku berbeda dengan novel lainnya. Jangan berhenti menyukai novelku. Aku doakan kalian sehat selalu dan di berikan umur panjang. Amiiin. Gracias


__ADS_2