Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Siapa Bos Besar Itu


__ADS_3

"Diego! Eva memiliki masa depan cerah, karirnya pasti cemerlang, dan kelak Eva bisa mengangkat derajat kita. Sedangkan Eli, silahkan kamu pikir sekali lagi jawabannya."


"Lalu bagaimana dengan nasib Eli?"


"Eli lebih kuat dan berani dari pada Eva."


"Tapi ma, jangan Eli."


"Trus maksud kamu mama harus mengorbankan Eva? Ternyata kamu egois. Yang sudah mama lakukan selama ini hanya untuk kamu. Lihat bahkan membujuk Eli pun kamu tidak bersedia."


"Ma, tapi keadaan Eli seperti itu. Dia tidak akan tau apa apa."


"Baguslah, bukankah malah mempermudah?"


"Tapi ma tolong pikirkan jalan keluar lainnya."


Tiba tiba Luci menjatuhkan kepalanya ke lantai dan membenturkannya, dia melakukan berkali kali, Diego sangat terkejut. Hingga terdengar suara 'Phang phang phang'.


"Mama."


"Mama akan terus melakukan ini sampai kamu membantu mama."


"Berhenti ma! Diego bersedia membujuk Eli."


Luci menghentikan aksinya, terlihat senyum kepuasan di wajahnya. Satu masalah sudah mendapatkan jalan ke luar.


"Dengan satu syarat ma."


Luci mendengus kesal, saat Diego lagi lagi mencari alasan.


"Apa?"


"Biarkan renternir itu memilih Eli atau Eva. Dan jika renternir itu memilih Eva, berarti memang bukan Eli yang dia inginkan."


"Baik." Ucapan Luci dengan hati yang dongkol.


"Diego, kamu jangan egois dan cobalah berfikir. Jika Eli bersedia menerima lamaran ini bukan hutang keluarga kita saja yang lunas, tetapi ini semua demi menyelamatkan harta keluarga Chloe dan juga papa harus segera di operasi. Apa kamu tidak berfikir sejauh itu?"


Diego menundukkan kepalanya, dia merasa tidak enak hati karena sudah menyebabkan keluarga Chloe bangkrut.

__ADS_1


Luci berdiri di bantu oleh Diego, kakinya terasa sakit dan kesemutan, seolah seribu jarum menekannya. Kali ini Luci harus memikirkan jalan keluarnya, bagaimana caranya renternir itu lebih memilih Elizabeth dan bukan Eva.


Luci tidak rela jika Eva di korbankan, masa depannya cerah anak gadis yang cantik. Hanya Evalah masa depan keluarga Chloe di pertaruhkan.


Sementara Elizabeth? Hanya duri di keluarga Chloe, keberadaan Elizabeth Chloe tidak lebih dari aib dan kotor. Bahkan jika saja membunuh bukanlah perbuataan dosa dan melanggar, Luci sudah melakukannya kepada Elizabeth.


Diego berjalan menuju kamar Elizabeth, kamar minim penerangan dan minim perabotan. Diego memasuki pintu kamar yang tak tertutup rapat, melebarkan pandangan mencari keberadaan adik tersayangnya.


"Eli, kenapa kamu duduk di pojokan?"


Diego mendapati Elizabeth meringkuk di sudut kamar, memakai daster lusuh berwarna putih kusam. Pandangan matanya tanpa ada ekspresi, ke dua lututnya tertekuk ke atas, kepalanya di letakkannya dia antara sela sela lututnya. Elizabeth tidak merespon kedatangan Diego. Pandangannya kosong, kedua tangannya saling meremas seolah menjalin sebuah ikatan, terlihat kecemasan di matanya. Diego menahan tangan Elizabeth agar tidak melakukan hal itu.


"Eli, hentikan."


Elizabeth tidak mendengarnya, sebenarnya bukan tidak mendengar hanya saja pikiran yang kosong dan dia mencoba membentengi dirinya dari bahaya.


"Eli, lihat mataku." Ucapan Diogo di barengi gerakan tangannya yang menahan ke dua pipi Elizabeth, Diego mengarahkan pandangan Elizabeth agar Elizabeth menatap matanya.


"Eli, apa kamu menyayangi aku dan papa?"


Elizabeth menatap mata Diego, cukup lama dia diam dan tidak merespon pertanyaan Diego. Kemudian Elizabeth menganggukkan kepalanya. Diego merasa bersalah, matanya berkaca kaca, air mata mengkristal di pelupuk matanya. Di lubuk hati Elizabeth yang terdalam menyaksikan perasaan perih melihat kesedihan Diego kakak tersayangnya.


Diego memakai kalimat yang sederhana, agar memudahkan Elizabeth mengerti dan memahami.


"Maka dari itu apakah kamu mau menyelamatkan papa dan mengembalikan keuangan leluarga Chloe?"


Elizabeth tersenyum tipis, sebaris senyumnya tersirat kepahitan kemudian dia menganggukkan kepalanya.


Diego memasukkan tubuh Elizabeth ke dalam pelukannya, dia tidak tau apa yang di lakukannya ini benar atau salah. Lagi lagi Diego merasa sebagai kakak laki laki yang tidak berguna.


"Trimakasih Eli, Aku selalu di belakangmu."


Setelah Luci dan Eva mengetahui kalau Elizabeth bersedia membantu, tentu saja mereka senang, terutama Eva, dia melompat kegirangan.


"Mama, apa yang kita lakukan selanjutnya? Bukankah besok renternir itu datang ke rumah?"


"Kamu tenang saja, serahkan semua pada mama. Dan satu lagi kamu harus berbaik hati dengan Diego dan terutama Elizabeth."


Di hari perjanjian Luci dan penagih utang, Eva sudah me make over penampilan Elizabeth.

__ADS_1


Memakaikan pakaian yang pantas, memoles wajah Elizabeth hingga terlihat benar benar berubah, penampilan Elizabeth tidak seperti biasa yang sederhana dan kusam. Eva sudah merubahnya menjadikan bagai seorang bidadari yang cantik.


Wajahnya memang tak secantik Eva, apalagi dengan kulitnya. Hanya saja usia tidak berbohong.


Awalnya Eva memandikan Elizabeth dengan aroma theraphi, memakaikan make up yang berkelas. Eva melakukannya dengan antusias demi melancarkan usahanya. Sementara itu Elizabeth tidak memiliki reaksi apa apa. Elizabeth mirip seperti mayat hidup. Elizabeth tidak mengerti apa yang di lakukan oleh Eva terhadap dirinya, bahkan dia pun tak mengenali siapa dirinya.


Trauma akibat peristiwa pembunuhan itu benar benar membekas. Naasnya keluarganya tidak tau apa penyebabnya.


Udara pagi yang dingin, dan matahari yang bersinar cerah memberikan semangat baru bagi setiap mahluknya, tapi sayangnya Elizabeth tidak bisa merasakan kesenangan itu. Pikiran yang kosong dan hatinya yang membeku tampak tak bersahabat.


"Elizabeth, kamu ternyata cantik."


Rayu Eva dengan senyum palsunya. Pujiannya hanyalah kebohongan demi sebuah niat jahatnya.


Beda cerita dengan Diego, dia sama sekali tidak menyukai tindakan Eva yang mengubah penampilan Elizabeth sedemikian rupa. Diego merasakan kalau tindakan Eva adalah kecurangan, mendorong Elizabeth agar di pilih oleh bos penagih utang. Tetapi setelah ancaman Eva tentang kesehatan ibunya.


"Eli! Apa kamu senang saat wajahmu menjadi cantik?


Elizabeth menganggukkan kepalanya tanpa tau apa arti pertanyaan Eva. Seperti biasa ke dua tangannya memilin milin seolah menjalin sebuah simpul.


Eva memberikan intruksi intruksi untuk Elizabeth agar mempermudah dirinya jika saatnya nanti bos penagih utang itu menginginka Elizabeth.


Eva mengambil beberapa gambar foto Elizabeth dengan berbagai posisi. Kemudian mengedit untuk mrmperbagus hasil foto itu lalu mengirimkan kepada bos penagih utang.


Usaha Eva tidak sia sia bos penagih benar benar menyukai foto yang di kirimkan Eva, siang ini bahkan bos penagih utang itu datang menjemput Elizabeth.


Elizabeth duduk di kamar sendirian, memakai gaun milik Eva, dia terlihat cantik dan bersih. Gaun biru muda semakin memancarkan warna kulitnya. Rambut panjangnya di biarkan tergerai di bahunya.


Siang ini panagih hutang datang menjemput Elizabrth untuk di pertemukan bos utamanya. Kesepakatan antara penagih hutang dan Eva adalah sika bos utamanya tertarik dengan Elizabrth, maka Eva dan Luci akan mendapatkan ganti uang dengan jumlah yang besar, mengembalikan sertifikat rumah, membebaskan dari semua hutang. Siapa yang tidak tergoda dengan penawaran seperti itu? Eva menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka.


Hanya saja Eva sedikit penasaran karena sejak awal bertemu dengan penagih hutang, dia belum pernah bertemu bos penagih hutang. Bahkan saat rasa penasaran sudah tidak bisa di bendung Eva nekat menanyakan siapa sebenarnya bos mereka. Para penagih hutang seperti tutup mulut bahkan mengancam Eva agar jangan banyak bicara.


Beda dengan Luci, Luci seakan tidak perduli siapa bos penagih hutang itu, yang penting bagi Luci hutangnya lunas dan rumah tidak tergadaikan.


Dan tentunya bos besar itu akan membawa pergi Elizabeth dari rumah ini. Elizabeth dianggapnya kotoran yang pantas di singkirkan.


Trimakasih. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like Comen Vote adalah semangat untuk para penulis.


Oh iya aku menerima saran dan masukan untuk profile karakter. Enaknya memakai profile siapa aja ya, tulis di kolom komen.

__ADS_1


__ADS_2