
Kamar utama di kastil timur menjadi saksi keganasan Embre saat di atas ranjang nyonya besar. Hingga akhirnya ke duanya terkulai tak bertenaga. Embre begitu bangga, bisa mengusai tubuh wanita di depannya. Akhirnya dia bisa satu ranjang dengan majikannya. Ada rasa puas di wajahnya, rasa dia enggan menyudahi adegan ini.
Padahal sudah sejak lama Embre membayangkan hal ini terjadi. Baru sekarang akhirnya tercapai. Embre jatuh cinta pada majikannya, bukan cinta tulus tapi hanya nafsu belaka. Embre memegang semua kunci rahasia nyonya Kendrick, suatu saat akan dia pergunakan.
Awalnya Embre adalah pemuda berandalan yang di temukan oleh nyonya Kendrick , sosok Embre sebagai pekerja di club malam kecil di pinggir jalan, pada waktu itu nyonya Kendrick mencari seseorang yang di tugaskan mencelakai salah satu wanita Kendrick.
Dengan iming iming uang besar tentu saja Embre tertarik. Hingga akhirnya Embre di angkat sebagai pekerja tetap oleh nyonya Kendrick. Banyak sekali wanita Kendrick yang menjadi korbannya yang paling sadis adalah kematian sang primadona, karena sebelum kematian wanita itu sempat di ruda paksa beberapa kali.
Oleh karena itu tubuh primadona di temukan tanpa mengenakan sehelai benangpun.
Nyonya Kendrick tidak mengerti, dengan menghabisi semua wanita Kendrick, tidak akan menghentikan petualangan cinta suaminya.
Padahal dia juga tau cinta suci suaminya hanyalah pada satu sosok wanita yaitu Elizabeth.
Adegan panas yang akan berlanjut kembali di hentikan oleh suara ketukan pintu. Ketukan seperti seseorang yang tengah terburu buru. Nyonya besar merasa kesal, membuka pintu dengan kasar. Baru saja dia akan menampar wanita yang berani mengusik kegiatannya, apalagi hanya seorang Berta! Tapi berita yang di bawa Berta membuat dirinya ketakutan.
"Nyonya! Ada tuan besar Kendrick di kamar tuan muda Leyton."
"Apa! Kenapa tidak dari tadi? Bodoh!"
Nyonya besar Kendrick langsung menutup pintu kembali dan kemudian membangunkan Embre.
"Bangun, cepat pergi dari sini!" Bisik nyonya Kendrick, dengan tergesa gesa dia memakai baju tidur malamnya.
Tetapi sebaliknya yang terjadi dengan Embre, dia terkesan santai dan bermalas malasan.
"Cepat bangun dan pergi dari sini." Usir nyonya Kendrick sambil melemparkan setelan kemeja kumal Embre, kemeja Embre jatuh tepat mengenai wajahnya.
Embre bangun dari tempat tidur dengan bermalas malasan kemudian dia berjalan menuju pintu, padahal dia sama sekali belum mengancingkan seluruh pakaiannya.
"Jangan lewat situ! Mau mati!" Bentak nyonya Kendrick dengan suara berbisik.
Nyonya Kendrick menarik tangan Embre menuju jendela kamar.
__ADS_1
"Lewat sini! Dan ingat, besok kamu harus mengeksekusi wanita itu paham!"
"Alamat apartemennya?"
"Sudah, nanti aku kirim lewat pesan seluler!"
Embre mengangguk dengan malas, dia masih ingin tidur di kamar utama yang nyaman ini.
Sementara itu Marco masih berdiri di samping mobil, dia menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam dalam lalu meniupkan asapnya, demi menghilangkan rasa dingin yang menyerang tubuhnya rokok itu sangat membantu. Suara langkah mendekat, Marco sangat lihai dalam berburu, hingga dia dapat mengenali siapa yang datang. Satu orang wanita dengan langkah yang ringan.
"Dokter Noe? Anda belum tidur?" Awalnya Noela ingin menyapa duluan, tapi ternyata sapaan Marco mengejutkan dokter Noela.
"Ya Marco, ada apa malam malam begini kamu masih di sini?" Pertanyaan dokter Noela dengan sangat ramah.
"Bersama bos Kendrick, malam ini dia ingin bertemu tuan muda Leyton." Jawab Marco. Dia tidak perlu menyembunyikan apapun dari dokter Noela.
"Oh! Di mana dia sekarang?" Noela mencoba menyelidik
"Ada di kastil timur, sudah beberapa jam yang lalu." Jawab Marco sopan, dia sudah paham apa posisi wanita ini di hati bosnya.
Ke duanya berbincang santai, dokter Noela mengenakan jaket tebal untuk melindungi dirinya dari rasa dingin, perbincangan ringan dan santai.
"Pemandangan di sini sangat indah, apalagi saat pagi. Sebenarnya aku ingin berkeliling, hanya saja sedikit takut. Kendrick sudah berpesan padaku, tidak boleh meninggalkan kastil barat tanpa pengawalan, padahal ada Maria yang menemaniku" Ucapan Noela dengan nada rendah, ada perasaan sedih yang tidak bisa di ungkapkan.
"Itu demi kebaikan dokter Noe, tentunya bos Kendrick sangat menguwatirkan anda." Ucap Marco Menghibur, dia tau kesedihan wanita di depannya.
"Apa dokter ingin mengitari kastil malam ini?" Tanya Marco sopan. Dia sangat menghormati dokter Noela, bahkan Marco tau cerita tentang mereka. Marco mencoba menawarkan diri.
"Tapi sudah gelap, percuma saja aku tidak bisa melihat pemandangan di sekitar kastil." Jawab Noela dengan wajah murung."
"Tidak masalah dokter Noe. Aku bisa memerintahkan pengawas rumah untuk menyalakan lampu taman."
"Oh ya apa bisa?" Antusias tampak di wajah Noela.
__ADS_1
"Tentu saja bisa." Ucapan Marco dengan membungkukkan kepala.
Ke duanya berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke taman, jarak antara kastil dan taman tidak terlalu jauh, tapi kondisi taman yang begitu luas membutuhkan waktu dan penerangan yang cukup memadai apalagi malam hari. Marco menarik ponselnya yang berada di dalam saku celana kemudian tampak menghubungi seseorang. Beberapa menit kemudian.
'Clab'
Lampu menyala terang, bahkan sama terangnya saat siang hari.
"Kenapa lampu taman tidak di nyalakan setiap hari?"
"Demi keamanan, jika di nyalakan, musuh akan dengan mudah melihat siapa yang berada di dalam."
"Lalu sekarang? Bukankah lebih bahaya?" Selidik Noela.
"setelah mendapat intruksi dari kepala pelayan, para penjaga langsung mengamankan sekitar kastil." Kata Marco.
"Kalau begitu sebentar saja. Aku hanya ingin berjalan sedikit lebih jauh. Biasanya kalau pagi aku duduk di sini bersama Maria, tapi tidak terlalu jauh."
Marco menganggukkan kepala tanda setuju. Noela mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan setiap sudut taman, bahkan beberapa kali merekam. Saat Noela tengah asyik dengan kamera ponselnya, sekelebat bayangan hitam melompat dari jendela kamar yang berada di kastil timur.
Noela begitu terkejut, bayangan itu tampak seperti seorang laki laki.
"apa kamu melihatnya?" Tanya Noela.
"Ya dokter Noe. Bisakah anda mberikan ponsel milik anda?" Ucap Marco sopan. Tentu saja Noela menuruti, memberikan ponsel itu tanpa perasaan curiga.
Baik Marco ataupun dokter Noela tau, sosok lelaki yang keluar dari jendela kamar nyonya Kendrick, hanya saja ke duanya tidak mengenali wajah lelaki itu.
Setelah Marco menerima ponsel dokter Noela, Marco langsung memindahkan rekaman itu ke ponsel miliknya kemudian menghapus rekaman asli dari galeri ponsel Noela.
"Marco! Kenapa kamu hapus? Apa yang kamu lakukan?" Bentak dokter Noela kasar. Dia mencurigai Marco menutupi rahasia nyonya Kendrick. Padahal Noela hendak membongkar rahasia ini pada Kendrick.
"Dokter Noe, sebaiknya kita kembali. Karena sudah malam, tidak baik buat kandungan anda dan di sini tidak terlalu aman."
__ADS_1
Noela merasa kesal, kenapa laki laki pengawal Kendrick malah menusuk Kendrick dari belakang. Dokter Noela yakin kalau laki laki misterius itu keluar dari kamar nyonya Kendrick. Ada hubungan apa nyonya Kendrick dan Marco.
Padahal menurutnya. Ini peluang baik untuk menyingkirkan wanita itu, walaupun setelah nanti wanita itu terbuang, semoga Kendrick akan sedikit meliriknya, tidak masalah dia berada di bawah bayang bayang Elizabeth yang penting wanita itu tersingkir.