Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kartagena


__ADS_3

Festival bunga dan adu banteng yang berlangsung dua hari sangat meriah, banyak wisatawan lokal dan asing yang memadati Kartagena. Hotel banyak terisi wisatawan, beruntung sekali hotel yang di tempati Kendrick adalah milik Kend Grup sehingga dia dengan mudah mendapatkan fasilitas dengan mudah.


Satu kamar Interconnecting Room sudah di pilih oleh Leyton. Sebenarnya bukan Leyton yang meminta, dan pastinya itu adalah kemauan mamanya. Tiga kamar itu saling terhubung dan memiliki dinding bersama dan pintu yang menghubungkannya, Tentu saja demi memudahkan niat istrinya menyelinap ke kamar Kendrick.


Leyton terlihat senang, festifal bunga itu akan berlangsung sebentar lagi, banyak atraksi yang di pertunjukkan, kembang api juga pawai kostum.


Kendrick tidak mengijinkan Leyton untuk melihat secara langsung, seperti kebanyakan masyarakat Kolombia, berbaris di tepi jalan menunggu pawai itu lewat. Karena itu adalah tindakan yang membahayakan, Kendrick dan keluarganya tentu menjadi target pembunuhan oleh mafia lain.


Leyton sudah berdiri di pilar balkon, ada Maria yang menemani.


"Tuan Leyton, lebih baik duduk saja. Pawai kostum belum di mulai, ini masih pawai bunga." Bujuk Maria lirih. Di belakang Leyton terdapat kursi yang sudah di siapkan untuknya.


"Tidak! Aku tidak sabar."


Sementara itu di dalam kamar terpisah, wanita itu tengah merias wajahnya secantik mungkin, dia tidak mau melepaskan momen ini. Dia akan melakukan apapun demi bisa tidur dengan suaminya.


Gaun putih dengan bunga bunga merah, membungkus tubuhnya, memancarkan kecantikan alami. Istrinya bukannya tidak cantik, dia cukup menarik, tetapi tetap saja tidak menggetarkan hati Kendrick sama sekali. Sepatu flat menambah penampilannya terkesan santai. Wanita itu tidak pernah menyerah akan usahanya dalam mendekati Kendrik.


Diruangan berbeda Kendrick sibuk dengan pekerjaannya, masih memonitor proyek Cahaya Timur. Proyek sudah selesai seratus persen namun terkendala infrastruktur pendukung. Pihak JE selalu berbuat curang, banyak anak buah Kendrick mendapatkan masalah hanya karena JE bersikap meminta hak Prerogatif kepada pemerintahan setempat, sehingga merugikan perusahaan lain yang akan berinfestasi di wilayah timur. Seperti halnya Kendrick, dia sudah bermain secara benar dan melalui jalur yang tepat, Kendrick akan turun tangan menyelesaikan masalah ini.


"Papa." Sapa Leyton memanggil Kendrick, wajah kecil Leyton benar benar mirip seperti Kendrick saat kecil.


Kendrick tidak bisa mengatakan 'Tidak' Kepada Leyton.


Kendrick menghentikan kesibukannya.


"Ya."


"Kemarilah, ada mama di sini. Bisakan bergabung bersama kami."


Permintaan Leyton seperti itu mana bisa Kendrick menolaknya. Kendrick berjalan mendekati Leyton dan istrinya.


"Jangan berdiri di sini, lebih baik kalian duduk saja."

__ADS_1


Ucapan Kendrick dengan halus, dia tidak mau keluarganya menjadi sasaran empuk penembak jitu.


"Tapi pa, lebih enak seperti ini. Aku bisa melihat mereka dari atas sini."


Pawai bunga warna warni tengah berlangsung, di ikuti berbagai negara dan benua. Sorak sorai penonton memadati tepi jalanan Kartagena, di susul pawai kostum, yang begitu meriah. Berbagai warna mencolok sangat di sukai, sehingga suasana semakin meriah. Suara musik tradisional meramaikan suasana. Leyton menyukai itu, kapan lagi dia bisa bermanja dengan mama papanya, walaupun hanya kepalsuan.


Acara pawai telah selesai, hari menjelang malam. Leyton sudah berada di tempat tidurnya bersama Maria, dengan dua bed terpisah. Kendrick tidur di kamar berbeda dengan istrinya, tetapi kamar itu memiliki pintu connecting, sehingga memudahkan siapapun untuk memasuki kamar di sebelahnya.


Wanita itu terlihat gelisah, bagaimana tidak, setelah bertahun tahun menjadi istri Kendrik, baru kali dia begitu dekat. Tidur dalam satu gedung yang sama walaupun dalam kamar terpisah. Dia ingin menjalankan niatnya, menggunakan gaun tidur yang sangat tipis dan menggoda. Baju tidur berbahan satin tipis dan transparan berwarna merah. Potongan baju itu di biarkan sedikit terbuka, walaupun mengenakan kimono namun dengan bahan yang sama tentu saja lekuk tubuhnya sangat terlihat, kedua tonjolan di bagian dada itu juga begitu menantang. Kulitnya bak butiran mutiara, begitu indah dan halus. Tidak lupa menyemprotkan minyak wangi di seluruh tubuhnya, demi menggoda Kendrick.


Otak wanita itu bekerja keras, jantungnya berdebar kencang, birahinya bergelora, padahal hanya bayangan sudah membuatnya seperti itu.


Tetapi di hati yang lain dia juga merasa ketakutan, bagaimana jika Kendrick mengetahui dia menyelinap masuk? Tentunya Kendrick akan mengusirnya.


Wanita itu membuka pintu connecting secara perlahan, matanya mengintip mencari keberadaan Kendrick. Lampu masih di biarkan menyala, sehingga keberadaan Kendrick dengan mudah di temukan.


Wanita yang sungguh beruntung!


Kendrick tidur telentang dengan memakai selimut putih tebal. Selimut putih itu hanya menutupi bagian pusar kebawah, sehingga dada bidang Kendrick dan perut sixpacknya nampak terlihat, bulu bulu kasar tumbuh di bagian ketiak, kulit putih dan wajah yang tampan. Siapa yang akan bisa menahan gejolak itu? Bak dewa perang yang tengah beristirahat dari medan perang.


Dia tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini. Dua jam yang lalu wanita ini sudah berbuat curang, memasukkan obat penenang saraf, obat ini serupa dengan obat tidur.


Dia tidak mau melakukan hal bodoh lagi, memasukkan afrodisiak ke dalam makanan Kendrick, seperti yang pernah di lakukannya dulu, dan akibatnya cara licik itu ketahuan oleh Kendrick, dan yang di untungkan adalah dokter Noela.


Wanita atau nyonya Kendrick berjalan perlahan, mendekati tempat tidur king size yang berada tepat di tengah ruangan. Memastikan apakah Kendrick benar benar tertidur karena obat yang di minumnya, ataukah tidur karena kelelahan. Tidak mau gegabah apalagi sembrono.


"Kendrick, apa kamu sudah tidur?" Ucap wanita itu, dia mencoba menggoyang goyangkan dada Kendrick dengan tangannya.


Tidak ada reaksi sama sekali, mendekatkan wajahnya untuk memastikan kembali.


Mengusap bibir Kendrick dengan ibu jarinya, Kendrick tidak bergeming sama sekali, bahkan terdengar nafas halus yang ke luar dari hidungnya yang mancung.


Wanita itu tersenyum lebar, akhirnya dia berhasil menyentuh Kendrick.

__ADS_1


Mengikuti Kendrick masuk ke dalam selimut, dan mencium pipi suaminya. Mencium bibirnya berulang ulang, sangat manis dan aroma maskulin yang tajam!


Tidak puas hanya sampai disitu, bahkan meletakkan kepalanya di dada Kendrick.


Mencoba meraba sesuatu yang berharga di bawah sana, sayangnya tidak seperti yang di harapkan, sesuatu itu mengikuti pemiliknya, tertidur dan tidak bereaksi.


Memang sedikit kecewa, tapi paling tidak bisa tidur bersama bukannya sudah cukup untuk saat ini.


Selanjutnya dia mendapatkan ide gila. Melepas celana milik Kendrick dan melemparkan ke sembarang tempat. Dia tidak puas hanya sampai di sini, melepaskan pakaian tidur yang di kenakannya kemudian membuangnya di sembarang tempat.


Bukankah ini ide yang cemerlang.


Menggunakan fantasi liarnya, meraba seluruh tubuh Kendrick. Lagi lagi hatinya kecewa, seperti tidur dengan mayat hidup!


Tapi wanita itu cukup senang, jebakannya benar benar mendapatkan hasil.


Menatap wajah suaminya dengan gemas, meninggalkan tanda merah di leher dan di dada Kendric bahkan di atas perutnya, wanita itu sedikit kalap.


Lihat reaksi saat kamu bangun, apa kamu merimaku? Ataukah malah membenciku? Ah kalau kamu membenciku itu sudah biasa, toh tiap hari kamu memperlakukan aku seperti itu. Lihat saja nanti bagaimana reaksimu.


Menggemaskan! Berulang kali wanita itu menikmati tubuh Kendrick dengan cara berfantasi liar.


Setelah cukup bermain akhirnya dia tertidur di samping Kendrick, keduanya tanpa menggunakan pakaian sama sekali.


Malam berganti pagi, bahkan Leyton juga sudah terbangun.


Terdengar ketokan pintu di kamar yang di tempati Kendrick.


'Room service'


Kendrick terjaga dari tidurnya, sesuatu mengganjal perutnya, entah apa itu. Tetapi sesuatu itu tertutup selimut.


Kendrick menyibakkan selimut putihnya, betapa terkejutnya dia. Seorang wanita tertidur di atas perutnya. Ke dua tangan wanita itu memeluk pinggangnya.

__ADS_1


Trimakasih untuk yang menyukai novelku. Jangan lupa support ya, biar aku makin semangat


__ADS_2