Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Bukan laki laki sejati


__ADS_3

Kendrick memeluk Elizabeth dari belakang, pinggang ramping istri ketiganya itu benar benar pas dalam pelukannya, ada rasa hangat jika Kendrick berada di samping wanita ini, perasaan yang tidak dapat di ungkapkan oleh kata kata. Hembusan angin malam yang dingin, tak membuat ke duanya untuk meninggalkan pagar balkon, ke duanya tengah memandang langit yang bertabur bintang.


Sesekali Kendrick mencium bagian belakang leher jenjang istrinya, ada kegelian di sana. Elizabeth sangat menyukai gerakan intim suaminya. Tapi sayangnya Eva belum sepenuhnya menerima Kendrick, ada perasaan janggal tapi entah apa.


Sudah dua minggu sejak kepulangan Elizabeth dari rumah sakit pasca melahirkan, tak sekalipun Elizabeth bertemu dengan Eva.


"Istri ke tiga, kenapa kamu hanya diam saja? Apa lidahmu tertusuk duri? Perlihatkan padaku agar aku cabut." Ucap Kendrick manja, kemudian membalik pinggang ramping itu dan keduanya saling berhadapan.


Elizabeth memandang manik mata hitam Kendrick, ada kepahitan di dalamnya, pelupuk mata itu tiba tiba menggelap, Kendrick tau Elizabeth tengah memikirkan sesuatu.


"Kendrick, di mana Eva? Sudah satu minggu sejak kepulanganku dari rumah sakit, tidak pernah sekalipun aku menjumpai Eva. Apa dia baik baik saja?" Sebagai adik yang baik, Elizabeth tetap saja menguwatirkan saudaranya apalagi Leyton masih terbaring lemah di rumah sakit.


"Bukankah kamu tau kalau dia harus menjaga Leyton?" Jawab Kendrick ringan, karena kegugupannya, Kendrick melepaskan ikatan tangannya pada pinggang Elizabeth, menarik langkah kebelakang dan berpindah ke atas bangku besi. Sesakali mengusap rambutnya yang tidak gatal, ada senyum kebanggaan di sana.


"Duduklah di sini." Perintah Kendrick menepuk nepuk pahanya, Elizabeth mengawasi gerakan Kendrick itu dengan ragu. Kemudian Elizabeth maju dua langkah dan kemudian menuruti perintah Kendrick, dia duduk di pangkuan suami tampannya. Kendrick meletakkan kepalanya di bagian dada istrinya. Kemudian menelusupkan tangan ke dalam pakaian longgar Elizabeth. Kendrick menatap wajah Elizabeth kemudian senyum menyeringai. Berbeda dengan Elizabeth, lagi lagi menarik nafas berat. Berapa kali memperingatkan suaminya kalau masa nifas belum genap satu bulan, dan itu artinya dia harus bersabar.


"Kenapa begitu hangat sekali, pantas saja David begitu senang dan betah jika memainkan ini. Apa aku sudah bisa?" Tanya Kendrick manja.


'Plethak'.


Suara jentikan jari di kepala Kendrick. Kendrick mengusap kepalanya yang tak sakit. Dia bukan lagi Kendrick sang penguasa Kolombia, bahkan lebih pantas di sebut bayi gede yang tak sabaran.


"Kenapa memukulku? Aku juga menginginkan ini, kenapa hanya David yang bisa? Jahat sekali!" Dengus Kendrick, dia memajukan bibirnya hingga berbentuk corong,

__ADS_1


"Kamu! Berapa kali aku memperingatkanmu! Tunggu dua minggu lagi, ini hanya milik David."


"Huh! Aku mau menggantikan David!"


Kendrick tak segera memindahkan tangannya, dia belum puas memainkan benda itu walaupun sudah beberapa kali di cegah istri ke tiganya.


Toh setelah Elizabeth berhasil menyingkirkan tangan Kendrick, tangan itu akan kembali menelusup kain pelindungnya.


'Mengesalka, tapi menyenangkan'. Begitulah batin Elizabeth. Dan akhirnya Elizabeth membiarkan suaminya memainkan benda milik David.


Suara kursi roda bercampur langkah kaki terdengar mendekat, samar samar Elizabeth menangkap suara dua orang yang berbincang.


Elizabeth dan Kendrick memebalikkan kepala dan melihat siapa yang mendekat.


Noela menatap gelagat ke duanya, manik matanya turun dan menggelap, tatapan dingin yang mendominasi, ke dua tangannya menggenggam gagang besi kursi roda hingga memucat, ke dua geraham bertemu dan mengeras. Sebelum Elizabeth menangkap ekspresinya, Noela segera menyadari gelagat itu dan merubah menjadi senyuman.


Sementara dokter Artur juga melihat perlakuan Kendrick pada Elizabeth, dia mengepalkan tangannya, bahkan kulit jarinya memucat. Keringat dingin membasahi tengkuk, ada jejak kemarahan pada Artur, jantungnya berpacu cepat.


'Deg, deg'. Suara jantung dokter Artur terpacu cepat. Menyadari tangkapan mata Kendrick yang melihat gelagatnya Artur segera merubah ekspresinya, sama seperti Noela, dia membetulkan kaca mata gagang besi yang di pakainya, kacamata sedikit melorot dan menaikkannya ke atas hidung mancungnya.


"Kalian di sini? Maaf aku tidak sengaja. Dokter Artur, bukankah aku sudah bilang jangan ajak aku ke sini, kenapa anda malah pergi ke arah sini? Tidak enak rasanya mengganggu ke intiman mereka." Ucap Noela seperti sindiran, tatapannya tidak berpindah dari ke dua tangan Kendrick. Tangan kiri di belakang pinggang Elizabeth sementara tangan kanan masih berada di posisi semula.


Menyadari arah pembicaraan Noela, Elizabeth segera melepaskan tangan Kendrick, akhirnya dia mengerti perubahan sikap Noela ternyata karena ini.

__ADS_1


Tapi Elizabeth tidak menyukai sindiran Noela di tambah raut wajahnya yang pahit.


'Mengganggu ke intiman' Kalimat itu benar benar sindiran keras buat Elizabeth.


Kendrick akhirnya melepaskan genggamannya, walaupun sedikit kecewa sudah merelakan kehilangan benda kesayangannya, dia menatap dingin Artur, dokter ini mulai berani lancang mengganggunya. Kendrick menampakkan wajah tak suka. Dingin dan kaku, alis matanya naik, pupil matanya berubah menghitam.


'Sudah saatnya mengusir dokter cabul ini!' Batin Kendrick berkecamuk, dia sudah tidak membutuhkan lagi dokter Artur, istri ke duanya sudah sembuh. Dia akan memerintahkan Marco mengirim uang pada rekening dokter itu. Toh kondisi Noela semakin membaik, hanya mbutuhkan terapi berjalan. Masih bonyak dokter Lokal yang bisa menanganinya.


Tapi tidak pada saat melihat Noela, Kendrick berubah lembut dan perhatian, bibir atasnya tertarik ke atas, ada jejak kelembutan di wajah Kendrick.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Kendrick kepada Noela, Kendrick bahkan lupa ada Elizabeth di pangkuannya. Dengan cepat Kendrick berdiri melangkahkan kaki mendekati Noela, Elizabeth terbanting ke lantai. Tiba tiba Kendrick melupakan keberadaan istrinya.


Gerakan itu juga di tangkap oleh dokter Artur, dia tersenyum mencibir. Elizabeth menyadari itu, dia sangat malu. Tetapi karena perasaan 'Malu' itu akhirnya Elizabeth bersikap acuh.


Artur tertawa sinis bukan mentertawakan Elizabeth, tapi perlakuan Kendrick seperti itu bukan seperti laki laki sejati. Jika saja Elizabeth bersamanya dia pasti akan menjadikan wanita itu ratunya.


Sikap Kendrick seperti yang seperti ini, yang paling di benci Elizabeth. Emosi dan perasaan yang berubah ubah. Satu jam yang lalu Kendrick mengatakan pada Elizabrth tentang perasaannya, tentang emosi dan tentang hubungannya dengan Noela, bahkan dengan jelas Elizabeth mengingat bagaimana Kendrick meletakkan kedusukan ke tiga wanita di hati Kendrick. Tidak penting bagi Elizabeth menerima keberadaan Noela bagaimanapun juga wanita itu memiliki tempat di hati Kendrick, posisinya sama dengan kedudukan Elizabeth. Tetapi Kendrick selalu saja mengatakan kalau Noela sama sekali tidak mencintainya bahkan berniat pergi meninggalkan Kolombia. Omong besar!


Kendrick lagi lagi meninggalkan Elizabeth sendirian, dia mengantarkan Noela kekamarnya tanpa bantuan Artur, Artur hanya mengekorinya dari belakang.


Tapi sebelum pergi Kendrick mengucapkan sesuatu.


"Kau pergilah ke kamar, aku akan menyusulmu." Ucap Kendrick dengan wajah sendu.

__ADS_1


Dan apakah Elizabeth percaya Ucapan Kendrick? Dan apa benar Kendrick akan menepati janji? Hanya waktu yang bisa menjawab.


__ADS_2