
Belahan jiwa! Apa masih ada? Kendrick tidak ubahnya binatang yang kelaparan, memangsa bahkan mencengkeram lawan, mencabik hingga ke dalam tulang. Siksaan tiap hari yang di berikan kepada Elizabeth.
Kesadaran sudah kembali. Tekanan darah dan keseluruhannya sudah dalam keadaan normal. Kendrick memandang wajah Elizabeth yang tengah terbaring lemah tak berdaya.
"Menyiksamu, hanya aku. Tidak ku ijinkan orang lain menyentuh kulitmu, jika terjadi....Siapapun itu aku akan membunuhnya. Paham!"
"Seperti primadona itu?"
Elizabeth tidak banyak mengeluarkan jawaban atau sanggahan. Siksaan Kendrick berlaku setiap hari. Memar luka berdarah semakin banyak. Siksaan terparah adalah Kendrick memberikan Elizabeth kepada teman teman bisnisnya sebagai hadiah. Tentu saja Elizabeth menolak bahkan dengan berani memberontak.
"Dengan cara apa agar kamu bisa memaafkanku? Sekalipun aku merasa tidak bersalah sekalipun. Tolong maafkan aku." Ucap Elizabeth memelas.
"Jika kamu bisa membuat mamaku hidup kembali. Sampai kamu mati, mati menyusul mamaku!" Ucap Kendrick, mengatupkan ke dua giginya. Dua pilihan yang tidak mungkin terjadi.
Wanita pertama yang di cintainya ada di depan matanya, tali simbul ikatan cinta sulit di uraikan. Belahan jiwa terbakar di api neraka yang di ciptakan oleh ke duanya. Ucapan ucapan Elizabeth di kala mereka berpacaran adalah bumerang. Api kecil itu akhirnya membesar, kesalahpahaman tanpa komprimi.
"Cukup! Kendrick bisakah kamu diam, Elizabeth baru saja siuman." Hanya Noela yang bisa menghentikan kemarahan Kendrick.
Kedatangan Kendrick ke rumah sakit besar milik Kend Grup membuat heboh petugas medis di sana. Tak terkecuali Noela, dokter muda itu terlihat ikut panik. Wanita kesayangan Kendrick tengah berada di atas brankar. Tubuhnya masih basah kuyub, wanita yang ternyata Elizabeth terbaring lemah. Ada jejak luka memar di sekujur tubuhnya. Gigitan bahkan cekikan. Noela terheran, bagaimana bisa wanita sekuat Elizabeth?
Noela mendorong tubuh Kendrick agar sedikit menghindari Elizabeth, memberikan ruang agar Elizabeth dapat beristirahat.
Jejak kemarahan masih terlihat jelas di wajah Kendrick.
"Kamu jangan menarik Elizabeth ke dalam pusaran yang telah kamu buat."
"Ya, bahkan aku ingin menenggelamkan dia ke dalam pusaran."
"Kendrick!" Noela sedikit membentak, dia tidak mau sahabatnya menyesal di kemudian hari.
"Buka mata dan pikiranmu. Lihat! Dia wanita yang selama ini kamu cari."
"Ya! Hanya untuk menyiksanya."
"Lepaskan dia."
"Tidak! Bahkan sudah aku persiapkan pekerjaan yang bagus untuknya!"
"Kamu jangan macam macam. Dia wanita polos. Bahkan dia tidak paham apa yang kamu lakukan padanya. Elizabeth sama sekali tidak berani membantahmu."
__ADS_1
"Tentu saja, akan kubungkam mulutnya yang cerewet itu jika dia berani macam macam."
"Keadaannya belum baik, bahkan ada kecenderungan depresi. Apa kamu masih berniat mencelakainya? Bahkan dalam ke adaan tidak berdaya?"
Kendrick sama sekali tidak menjawab, melangkahkan kakinya dan segera pergi meninggalkan Noela sendirian. Noela kembali ke dalam ruang perawatan Elizabeth, dia kembali untuk memeriksa keadaan wanita Kendrick.
Elizabeth sedikit menengok ke samping, melihat pintu yang terbuka. Dokter cantik teman baik Kendrick. Noela tersenyum padanya, ada keteduhan di sana. Keduanya sedikit lebih dekat walaupun hanya beberapa kali bertemu.
Elizabeth bangun dari tempat tidurnya, sedikit kelelahan di matanya. Tetapi semangat memperebutkan kembali Nina ke tangannya.
"Tetaplah berbaring, kamu belum pulih benar."
"Aku..."
Elizabeth bangkit dari tempat tidur, lagi lagi dia menggunakan pakaian milik orang lain. Dia tau pasti dari ukuran pakaian yang di kenakannya.
"Sudahlah, dia tidak seburuk yang kamu kira."
"Bukan itu."
"Lalu? Dengar...yang biasanya mendukung bukan berarti teman, yang biasa menyakiti bukan berarti musuh. Walaupun saat ini dia selalu menyakitimu. Yakinlah dengan yang aku katakan, kalau sebenarnya dia sangat mencintaimu."
Elizabeth tidak sedikitpun ingin mendekati Kendrick kembali. Kalaupun yang di katakan Noela adalah benar benar terjadi dia lebih baik menghindar dan pergi menjauh. Hidup bersama lelaki seperti Kendrick tidaklah mudah, di kelilingi wanita dan selangkah dengan kematian, menganggap murah nyawa orang lain.
"Aku, hanya ingin bekerja."
"Aku bisa memberimu pekerjaan. Bahkan lebih aman. Tidak berhubungan dengan barang terlarang. Jika keadaanmu sudah baikan lebih baik jangan kembali kerja di klub D'Oreon."
"Tidak! Aku tidak mau keluar dari club malam itu. Tetapi trimakasih. Aku juga tidak bisa lama di sini. Waktu bagiku sangat penting. Dokter bisakah kamu tinggalkan tempat ini? Aku ingin beristirahat sebentar. Dan saya baik baik saja."
Ucapan Elizabeth sedikit banyak menyinggung perasaan Noela, ekpresi terkejut dan kecewa tetapi dengan cepat dia bisa merubah expresi wajahnya. Senyum tipis mengambang dan genggaman tangan hangat tangan Noela di pundak kiri Elizabeth.
"Baiklah, jika membutuhkan sesuatu apapun itu, kamu bisa menghubungiku, sebaiknya pikirkan kata kataku, setidaknya segera mengambil hati Kendrick. Aku senang jika kalian bisa balik bersama."
"Kenapa mendorongku agar aku kembali kepada dia?"
"Karena waktu itu dia mencintaimu, kamu tidak tau apa yang telah dia alami setelah penghianatanmu."
"Apa dokter Noe yakin aku tidak semenderita dia? Atau bahkan lebih? Kenapa anda tidak pernah menanyakan apa yang menimpaku saat depresi yang aku alami? Dan kenapa dokter Noe tidak menceritakan secara detail bagaimana kondisiku saat itu?"
__ADS_1
Keduanya terdiam, kalimat bantahan apa lagi yang akan keluar dari bibir manis Noela, pastinya hanya bertujuan mendekatkan kembali Kendrick dan Elizabeth.
Aku bisa apa? Aku hanya orang luar."
"Aku juga bisa apa? Dokter Noe sendiri paham hanya orang luar. Jadi aku harap jika dokter benar benar baik. Jangan libatkan diri anda ke dalam kubangan yang di ciptakan Kendrick."
"Sedekat apa hubungan dokter Noe dengan Kendrick?" Hanya pertemanan atau ada sesuatu yang lain."
"Sangat dekat. Emmm sepupu. Tapi tidak cukup dekat. Kita bertemu setelah kami sama sama dewasa. Dan kita sama sama cocok."
"Oh."
"Jangan salah paham, kita bertiga memang cukup dekat. Kendrick, aku dan Matheo."
Ke duanya terdiam dan tenggelam dengan pikiran masing masing. Hingga pada menit berikutnya dokter Noela benar benar meninggalkan ruang kamar perawatan Elizabeth. Ada sedikit kecewa di hati dokter Noe. Niatan mendekatkan hubungan mereka benar benar di tolak.
Elizabeth memiringkan sedikit badannya, punggungnya terlihat mengecil. Guratan kesedihan begitu berat.
Hingga sebuah ketukan kembali terdengar. Elizabeth merasa sangat kesal. Waktu istirahatnya menguap begitu saja. Seharusnya peristiwa ini di jadikan saat yang tepat untuk dirinya beristirahat dengan tenang dan damai. Tetapi kenapa ada saja yang mengganggu. Bukankah baru saja dokter Noe meninggalkan dirinya. Dan sekarang ada lagi yang akan mengganggu waktu tidurnya.
Terdengar langkah kaki sedikit ringan, pelan pelan mendekati tempat tidurnya. Elizabeth merasa tenang, untuk apa dia takut? Toh dirinya tidak memiliki musuh.
Tangan halus membelai anak rambutnya, membelai dan mengusap dahinya. Elizabeth sedikit terkesiap siapa sebenarnya yang berani melakukan itu? Apa itu Kendrick? Tidak mungkin! Bukankah dia selalu kasar kepada Elizabeth.
Dengan cepat Elizabeth membalikkan badannya, sedikit menjauh dengan posisi duduk, matanya melotot tajam. Tetapi saat Elizabeth mengetahui siapa sebenarnya yang sudah mengganggu tidur siangnya, Elizabeth merasa kesenangan. Sebaris gigi putih terlihat dari bibir mungil yang merah.
Elizabeth ingin sekali segera memeluknya, tetapi melihat keadaan tubuhnya yang penuh luka memar, Elizabeth mengurungkan niatnya.
"Maaf!"
"Bukan kamu yang harus minta maaf. Kendrick dan laki laki yang menculik Nina. Keduanya harus meminta maaf. Bukan kamu!"
Ke duanya berpelukan, Elizabeth menarik dan memeluk lelaki itu.
"Bukan kamu, seharusnya aku. Jika saja aku tidak sakit sakitan..."
Laki laki itu ternyata Diego, saudara yang selalu di lindunginya. Sakit sakitan dan lemah, tapi kecintaan terhadap adiknya tidak di ragukan lagi. Mereka berdua berpelukan erat, ada kerinduan di antara ke duanya. Di hati Diego terbersit keinginan untuk mempersatukan lagi anggota keluarga, walaupun mungkin ada kesulitan di baliknya.
Bagaimana cuaca hari ini, semoga matahari bersinar cerah. Jangan lupa Like Komen and Vote. Gracias
__ADS_1