
Elizabeth tak henti menggigil. Ketakutan dan trauma seakan datang silih berganti. Saat ini dia tengah berada di dalam kamarnya, memeluk putrinya dan menangis sejadi jadinya. Nina begitu pengertian terhadap mamanya, beberapa kali mengusap air mata Mamanya yang mengalir di pipinya. Suhu kamar dengan pendingin udara dengan temperatur terendah, sayangnya tidak membantu menghilangkan kecemasan ke duanya. Teh hangat aroma melati sudah di berikan oleh Maria, rasanya sangat melegakan, lagi lagi tidak membantu meredakan kecemasan.
Ketakutannya yang sangat beralasan, bagaimana jika Jade berhasil membawa lari dirinya, padahal dia belum membahagiakan Nina sama sekali. Bahkan untuk memanggilnya mama saja tidak berani.
Jade sang mafia dari selatan adalah musuh imbang bagi Kendrick. Ke duanya bermusuhan sejak mereka masih kecil.
Sementara itu Julia bersama Matheo juga tak kalah paniknya. Julia masuk ke dalam dekapan Matheo, tubuhnya gemetar, keringat dingin juga belum mengering. Matheo datang sesaat setelah Julia meneleponnya menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya. Matheo tidak mempermasalahkan mobil yang tidak berbentuk lagi, tetapi keselamatan Julia dan Elizabeth yang paling utama.
Dan tentunya jika Jade dan anak buahnya berhasil menculik Elizabeth, tak ayal lagi mereka pasti menghabisi Julia untuk menghilangkan jejak.
"Jangan di pikirkan, sudah ada aku disini." Bisik Matheo di telinga Julia.
"Jade brengsek, dia mau menculik Elizabeth." Julia mengumpat kesal.
Untung saja penjaga pintu gerbang cepat tanggap, dan pengawal sudah bersiap memberikan sambutan untuk pengawal Jade Eman sehingga mereka tidak bisa mengejar hingga memasuki wilayah kastil barat, barikade itu begitu kokoh.
Sementara itu di rumah sakit besar Bogota. Kendrick menerima telepon dari salah seorang dokter jaga, yang mengatakan bahwa terjadi penyerangan di kamar Juan, Kendrick sama sekali tak menduga kalau pemicu utama adalah kedatangan Juan hendak menculik Elizabeth.
Kendrick murka, jadwal rapat di kantor yang sudah di susun oleh sekretaris He akhirnya di tunda sampai dengan waktu yang tidak bisa di tentukan. Kendrick tiba di rumah sakit besar, sayangnya dia tidak menemukan lagi sumber kekacauan. Seorang dokter menyambutnya dengan kepanikan. Mengatakan kalau wanita Kendrick berlari dan di kejar orang bayaran Jade.
"Elizabeth mendatangi Juan? Siapa yang membocorkan keberadaannya? Bodoh!" Kekesalan Kendrick di lampiaskan kepada Marco, laki laki pasti akan cemburu jika wanitanya mendatangi pria yang sudah pernah membawa kabur wanita yang di cintainya, bagaimanapun keadaan laki laki itu.
"Hanya saya dan Matheo yang mengetahui keberadaan Juan bos." Jawab Marco, melangkah memberikan jalan buat sang mafia. Beberapa perawat ataupun dokter menatap ketampanan mereka.
"Bos, apa sebaiknya kita melihat kondisi Juan?"
__ADS_1
"Tidak penting, cari keberadaan Eliku."
Perintah Kendrick tidak bisa di bantah, padahal di dalam kamar Juan telah terjadi kepanikan, dimana kondisi Juan yang kritis.
Emosi Kendrick benar benar tidak bisa terbendung, menyadari kebodohannya karena kejadian seperti ini seperti kecolongan, anggapannya Jade tak akan berani memasuki wilayahnya. Apalagi kebodohan petugas keamanan rumah sakit benar benar mengecewakannya.
"Bersiaplah kalian, jika terjadi sesuatu pada wanitaku, kalian akan aku pecat dan jangan harap mendapatkan pekerjaan di tempat lain!" Ucapan Kendrick seperti mengancam. Semua petugas keamanan rumah sakit tertunduk sedih, jika saja bisa membantah, orang suruhan Jade menggunakan senjata api dan sementara mereka hanya bersenjatakan pemukul kayu. Tapi mau di bilang apa? Tempat terjadinya perkara berada di rumah sakit dan mereka tak ada persiapan matang. Petugas keamanan menunduk sedih, memikirkan yang akan terjadi nantinya.
"Bos! Mereka tiba di mansion, dan pengawal Jade saling baku tembak dengan orang kita. Orang kita melakukan pengejaran." Cerita Marco yang di terima dari salah satu anak buahnya.
"Sialan! Kita berangkat!" Tanpa mengatakan apapun Marco tau tujuan utama Kendrick. Harga diri tuannya sudah di injak oleh Jade. Mobil yang di kendarai Marco melaju kencang, bahkan beberapa hampir saja mengalami kecelakaan. Tapi untungnya Marco sangat gesit mengendarai mobil Maybach hitam, sehingga saat dia membanting kemudinya agar masuki kastil barat dengan benar dan cepat. Marco menghentikan kendaraannya sesaat setepah mobil itu berhenti tepat di pintu utama. Tetapi sebagian anak buahnya tidak ada.
Kendrick membuka pintu mobil dan kemudian menutup kembali dengan cara membanting, dia berlari mencari keberadaan Elizabeth, tapi saat memasuki rumah, pertama kali yang di lihatnya adalah sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.
"Kamu!" Teriak Julia. Kemudian tangisannya menjadi.
"Kendrick, aku menghibur Julia karena baru saja dia menyelamatkan Elizabeth dari kejaran Jade." Bela Matheo, sahabatnya bahkan tidak mengerti ketakutan pasangannya, dan malah menyalahkan Julia.
"Oh ya trimakasih! Tapi jangan harap kalian selamat, siapa yang membocorkan keberadaan juan kepada Elizabeth!" Jawab Kendrick, seolah acuh tak acuh. Padahal sejujurnya hatinya bersyukur mendapatkan sepasang sahabat yang perduli dengannya. Tapi juga merasa kesal karena sudah terlalu masuk dan ikut campur ke dalam hubungan Kendrick dan Elizabeth.
Ucapannya yang singkat seolah tanpa beban menambah tangisan Julia semakin mengeras. Dasar tidak tau diri, pantas saja Elizabeth sahabat baikku selalu ingin berlari dari kamu. Wuwuwuuuuu." Julia semakin masuk ke dalam pelukan Matheo, Matheo membelai kepala Julia dengan rasa sayang berlebihan bahkan terkesan norak.
Kendrick melirik ke duanya dengan cibiran, jika saja dia dan Elizabeth bisa seperti mereka betapa indahnya dunia.
Ucapan Julia seperti cambukan, apa dirinya memang tidak tau diri? Apa benar Elizabeth berniat lari darinya?
__ADS_1
Kendrick memasuki kamar yang di tempati Elizabeth tanpa mengetuk pintu, mendorongnya dengan sedikit keras. Karena terkejut Elizabeth berdiri dari duduknya, Kendrick mendatanginya kemudian memeluk wanita yang di cintainya.
"Maafkan aku, aku teledor menjagamu." Ucap Kendrick lirih. Elizabeth menitikkan air matanya. Untung saja Nina sudah meninggalkan kamarnya kalau tidak mungkin Kendrick akan mencurigai ke dekatan mereka.
"Kendrick, bagaimana keadaan Juan? Apa dia baik baik saja?"
Kendrick mundur selangkah dan melepas pelukannya, dia tidak paham dengan Elizabeth, kecemasannya tidak di pandang sama sekali. Malah sekarang dia menguwatirkan Juan, laki laki yang sudah membuatnya celaka.
"Eli, kamu?"
Elizabeth tidak merasa bersalah, tapi dia mulai merubah sikapnya, sedikit batuk kecil dan melangkah mendekati Kendrick.
"Maksudku bukan seperti yang kamu pikirkan, aku hanya memikirkan kekacauan yang sudah aku timbulkan. Gara gara aku rumah sakit menjadi rusuh, tadi Jade...."
Kendrick menahan ucapan yang ke luar dari mulut Elizabeth dengan satu jarinya. ke duanya saling menatap.
"Sudah! Jangan ucapkan nama laki laki lain dengan bibirmu yang indah."
Kemudian Kendrick memasukkan Elizabeth kedalam pelukannya, begitu erat.
"Eli, biarkan aku yang membereskan kekacauan itu. Mulai sekarang, turuti perintahku, dan kamu tidak di perkenankan keluar dari kastil ini sendirian."
Elizabeth mendongakkan kepalanya, dia tau Kendrick bersikap manis padanya agar dia tidak pergi dan menghilang lagi.
Tetapi tanpa di sadari Elizabeth, Kendrick menyuruh Marco untuk menyelidiki dalang kekacauan. Siapa yang memberi tau Jade jika pada jam itu Elizabeth ke rumah sakit besar.
__ADS_1