
"Terserah anda, ini sangat mudah bukan?" Ucap Kendrick mengintimidasi. Ada kabut di mata Artur, lelaki itu susah payah mengejar Elizabeth hingga sampai saat ini. Dan dia di paksa untuk menghindari. Teras rumah sakit dengan pemandangan taman asri dan udara yang begitu cerah tapi merubah suasana hati Artur berubah menjadi mendung. Kendrick memegang kunci rahasianya.
Pada saat itu memang Artur tanpa sengaja mengorbankan nyawa James ayah tiri Elizabeth, seorang pasiennya membutuhkan empedu untuk tranplantasi, bukan itu saja Artur juga mengambil ginjal James, Artur sama sekali tidak tau kalau James adalah sosok yang penting bagi Elizabeth. CCTV menunjukkan rekaman bagaimana Artur bersama dua orang perawat mengoperasi James tanpa ijin dari rumah sakit dan keluarga pasien. Artur mengepalkan tangannya bagaimana dia kecolongan. Bahkan ke dua perawat sudah di bungkamnya dengan uang.
"Begitu buruknya prestasimu, berani beraninya kamu mengelabui Eliku." Ucap Kendrick santai. Mengeluarkan sebatang rokok dari kantongnya kemudian menyalakan api dan menghisapnya pelan pelan, kemudian di hembuskannya asap rokok itu ke wajah Artur.
"Tentunya kamu tidak menyangka akan hal ini bukan? Aku sudah menyelidiki kamu sejak lama. Dan rekaman itu tidaklah sulit aku dapatkan. Rumah sakit tempat James di rawat adalah milikku."
"Apa?" Tanya Artur tidak percaya, matanya lurus memandang ke arah Kendrick.
"Apa kamu tidak melihat logo Kend Grup?" Lagi lagi Kendrick menghisap rokok dalam dalam dan di hembuskan ke wajah Artur.
"Uhuk uhuk." Artur terbatuk, mengibas ngibaskan tangannya untuk menghalau asap rokok agar tidak mengenai wajahnya.
"Ini rumah sakit apa kamu tidak tau, ada tulisan di larang merokok?" Sindir Artur. Kendrick menyadari kekeliruannya dan membanting puntung rokok kemudian menginjak dengan ujung sepatunya.
"Besok aku akan pulang ke kolombia, ke dua istriku akan ikut bersamaku. Menggunakan pesawat pribadi."
"Elizabeth masih tercatat istriku! Aku juga memiliki surat nikah asli! Aku berhak atas dirinya" Bantah Artur.
"Kamu jangan asal bicara, di negara ini kamu memang tercatat suami istri. Apa kamu lupa kalau semua identitas dan dokumen Elizabeth sudah kamu palsukan termasuk surat cerai. Jika aku jahat, sudah ku laporkan kamu ke pemerintahan ini. Kamu tidak hanya di hukum bahkan di deportasi. Hancur karirmu, beraninya kamu memperdaya Eliku!" Kendrick menunjuk dada Artur. Marco menyodorkan surat surat keimigrasian, tentu saja semuanya palsu. Identitas Elizabeth di rubah tanpa terkecuali.
"Tidak perlu mengurus surat cerai, cukup kamu robek saja surat nikah itu. Toh semuanya palsu!" Kendrick lagi lagi mengancam.
"Ingat! Jangan sampai Elizabeth tau tentang buku nikah itu dan dokumen palsunya. Hindari dia pelan pelan. Jangan sampai dia curiga. Buat dia tidak tergantung padamu. Paham!"
__ADS_1
Artur sangat kesal, tidak tau lagi harus berkata apa. Kendrick memegang kartu as miliknya. Jika dia nekat berkata jujur pada Elizabeth, bukan cintanya saja yang hilang. Tapi pekerjaan sebagai dokter spesialis ahli juga terancam hilang. Padahal hanya itu satu satunya keahliannya.
"Kalau begitu besok aku ikut denganmu." Ucap Artur memelas.
"Tidak bisa! Kamu berangkat lusa, dengan pesawat yang berbeda, aku muak jika melihat kamu berdekatan dengan Eliku."
Artur mendengus pelan, Kendrick benar benar menindasnya. Bahkan sudah mendominasi kehidupannya.
"Oh iya satu lagi, jauhi Elizabeth mulai sekarang. Paham!" Ucapan Kendrick bukan hanya ancaman, jika berani berani melanggar. Kartu as akan di keluarkan satu persatu.
Di kamar rawat Noela, Elizabeth mengganti popok di bantu oleh seorang perawat, Elizabeth tidak menyadari kepergian Kendrick dan Artur adalah merundingkan tentang masalah Elizabeth.
Noela tidak berhenti menggenggam tangan Elizabeth, dia tidak mau melepaskan tangan istri ke tiga suaminya. Tatapan mata Noela begitu sendu. Kondisi sedikit membaik, ada kemajuan gerak sendi dan respon saraf juga mulai banyak kemajuan.
Tapi kelumpuhan pada pasien Noela tidak bisa di hindari. Pada masa kehamilan Noela sangat kekurangan kalium, di lihat dari segi kesehatan dan pola makan Noela benar benar buruk, kalium memiliki peranan yang cukup penting bagi tubuh manusia apalagi bagi wanita hamil seperti Noela.
Kendrick dan Artur memasuki ruang perawatan Noela. Seragam putih yang di pakai Artur menambah ketampanan lelaki itu, sayang sekali tertutup oleh kulit wajahnya yang memucat. Tidak seperti biasanya Artur terlihat lebih sehat.
Berbanding terbalik dengan Kendrick, wibawa lelaki itu nampak dari wajah dan postur tubuh. Kalau saja Elizabeth melihatnya beberapa bulan yang lalu, maka dia akan terkesima, sekarang tidak lagi. Elizabeth sudah menutup hatinya dan mengunci rapat rapat. Bahkan Elizabeth tidak tau membuang kuncinya di mana.
Elizabeth sudah tidak mempercayai laki laki itu.
Marco mengikuti langkah kaki Kendrick, dia menempel tepat di belakang. Menyadari itu Kendrick membentak pengawal setianya.
"Untuk apa kamu mengikutiku!" Bentakan itu sangat lirih bahkan hanya Marco yang mendengarnya.
__ADS_1
"Bos, aku tidak mau bos lupa diri dan memaksa nona Eli. Itu akan menggagalkan rencana bos. Bukankah bos ingin mengejarnya kembali. Jangan seperti yang sudah sudah! Di akhir cerita bos menyakiti nona Eli!" Sindir Marco pelan.
"Tutup mulutmu yang bau itu! Aku tidak perlu kamu ingatkan. Dan satu lagi, jangan berani berani memanggil nama istriku dengan sebutan 'Eli'. Karena itu panggilan kesayanganku."
Mendengar ucapan majikannya, Marco merasa mual. Panggilan kesayangan apaan, toh akhirnya dia selalu menyakiti nona Eli.
Artur berjalan ke sisi ranjang, mendekati Noela kemudian memeriksanya. Elizabeth yang berada di sisi lain merasa heran, kenapa Artur tidak mendekatinya. Tetapi Elizabeth masih berprasangka baik, mungkin Artur membutuhkan tempat sedikit lega.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Elizabeth.
"Baik, sangat baik. Obatnya sudah mulai bekerja. Respon dan gerak motorik juga ada kemajuan. Setidaknya dia bisa menggerakkan bibirnya." Jawab Artur.
Elizabeth tersenyum puas. Kemudian dia mengajak Artur untuk makan siang, tentu saja moment itu sangat di tunggu Artur, karena dia sudah bosan melihat wajah Kendrick yang selalu menatap Elizabeth.
"Bos, apa aku perlu mengikutinya?" Tanya Marco, sesaat setelah Artur dan Elizabeth keluar untuk makan siang.
"Tidak perlu, Artur tidak cukup berani melakukan itu. Kalaupun Artur kabur dia tidak akan memiliki apa apa karena aku sudah memegang kuncinya."
Kendrick mendekati Noela, sikapnya bertambah ramah, tidak seperti sebelumnya.
"Trimakasih, kamu yang menemukan Elizabeth untukku." Ucap Kendrick, menggenggam ke dua tangan Noela, kemudian mengecup dahinya. Tidak ada lagi sikap kaku yang di tunjukkan Kendrick.
Sementara itu Elizabeth dan Artur tengah makan siang di rumah makan tidak jauh dari gedung rumah sakit.
Hidangan laut dan nasi ketan menjadi kegemaran Elizabeth selama di negara ini.
__ADS_1
Artur terlihat memanjakan Elizabeth. Walaupun biasanya juga seperti itu, tetapi sikap Artur yang sekarang sangat berlebihan.
"Artur, apa ada yang salah hari ini?" Tanya Elizabeth mencoba menggali kegalauan Artur.