
Tubuh kecil yang ringkih berselimutkan kain tebal berwarna cerah, punggung wanita itu terlihat begitu tipis seolah tak berdaging. Mesin pendingin ruangan di biarkan dalam keadaan tidak menyala, tetapi wanita itu masih saja merasa menggigil kedinginan. Hampir satu minggu Kendrick tidak berkunjung ke tempatnya, Elizabeth tidak mau terpengaruh lagi, baginya sikap Kendrick yang selalu berubah hanya untuk menutupi setatusnya. Elizabeth menarik napas panjang, terasa berat baginya. Berapa kali Elizabeth mencari keberadaan barang ataupun uang yang di maksud Juan, tetapi sampai sekarang belum juga di temukan.
Beberapa hari yang lalu Elizabeth berhasil menyelinap ke dalam gudang di bawah club malam D'Oreon, tetapi tidak ada tempat yang mencurigakan, semua ruangan di lantai bawah hanyalah berisi barang barang yang tak terpakai. Bahkan beberapa kulit tangannya terluka akibat goresan besi ataupun kayu tajam. Marco juga sempat mencurigainya, tetapi karena kepandaiannya dalam mengecoh akhirnya Marco percaya juga padanya.
Juan juga sudah menghubunginya, saat Elizabeth menceritakan kalau di gudang lantai bawah hanyalah berisi barang yang tak terpakai, Juan sama sekali tidak percaya. Juan memerintahkan agar Elizabeth lebih berusaha lagi. Berusaha apanya, bahkan Elizabeth mempertaruhkan nyawanya, bisa bisa lehernya akan di tebas atau kepalanya tertembus peluru panas. Terbukti berapa orang anak buah Marco menemui ajal dengan cara tidak wajar.
Hari sudah mendekati malam, Elizabeth berpikir keras, di mana kira kira Kendrick menyembunyikan hasil rampasannya, seperti yang di ceritakan Juan, kalau sebenarnya uang dan barang terlarang itu adalah milik pria yang akan memperkosa dirinya.
Suara pintu terbuka, langkah kaki semakin mendekat, Elizabeth paham betul siapa yang telah memasuki kamarnya. Sebuah tangan halus mengusap pundaknya.
"Eli. Aku tau kamu belum tidur." Kendrick sedikit meremas pundak Elizabeth, kemudian tangan kanannya meraih lampu kecil yang ada di atas nakas.
"Biarkan saja gelap, jangan nyalakan lampu. Aku lebih suka seperti ini."
Kendrick menarik tagannya, mengurungkan niatnya untuk menyalakan lampu tidur.
"Kenapa?"
Elizabeth tidak menjawab rasa sakit di hatinya tidak dapat terlukiskan. tetapi Kendrick masih menghapal kebiasaan wanita di depannya. Jika Elizabeth marah atau kecewa, dia sangat suka dalam keadaan gelap tanpa cahaya sedikitpun.
"Eli, maafkan aku. Waktu itu aku..."
"Tidak masalah, tapi hari ini aku lelah."
Kendrick tidak mau mendengar itu, menempelkan dada bidangnya ke punggung Elizabeth yang kecil. Menggeser lengannya memeluk perut Elizabeth.
"Bagaima kalau aku bekerja lagi di bawah?" Tanya Elizabeth.
"Tidak."
Kendrick tidak mau wanitanya menjadi pekerja di club malam miliknya.
"Kenapa? Aku tidak pernah menuntut apapun dari kamu."
"Demi keselamatanmu."
"Keselamatan? Keselamatan apa?"
Kendrick tidak mau menjawab pertanyaan Elizabeth, Kendrick merasa sedikit kesal karena wanita di depannya tidak menanyakan kenapa saat itu dia meninggalkan dirinya sendirian di dalam kantor. Padahal Elizabeth menginginkan penjelasan tanpa harus bertanya.
"Kalau menurutmu keberadaanku di sini tidak aman, biarkan aku pergi."
__ADS_1
"Tidak!" Ucap Kendrick lantang.
Berapa biaya yang di keluarkan demi mencari keberadaan Elizabeth? Penantiannya demi mencari wanita ini, benar benar berat dan panjang. Kenapa dengan gampangnya wanita ini mengatakan ingin pergi meninggalkannya.
Kendrick semakin mengencangkan tangannya, menarik punggung Elizabeth hingga masuk ke dalam dekapannya. Dia tidak mau di tinggalkan wanita ini, dia harus tetap mempertahankannya walaupun dengan jalan menyakitinya, ataupun mengikat lehernya.
Elizabeth sama sekali tidak mengerti apa maksud pria di belakangnya, ancaman ancaman yang di keluarkan Elizabeth sebenarnya bertujuan sejauh mana perasaan Kendrick padanya. Maka dengan cara itu Elizabeth dengan mudah dapat memperdaya Kendrick.
"Akan aku lakukan apapun, asalkan tetap berada di sini."
"Apapun?"
"Ya, apapun."
"Bagaima jika aku melarikan diri?"
"Coba saja. Dengan mudah aku akan mendapatkanmu."
"Dengan mudah? Bagaimana dengan tujuh tahun? Kamu tidak bisa menemukan aku bukan? Bahkan jika aku tidak muncul kembali ke hadapanmu, mana bisa kamu menahanku sekarang."
"Eli!"
"Apa?" Dengan suara halusnya.
"Mana aku berani!"
"Kamu harus tetap berada di sisiku, walaupun keberadaanmu hanyalah sebuah rahasia."
"Kamu benar benar licik."
Kendrick meraba perut Elizabeth, mengusap permukaan kulitnya.
"Apa ini?" Tanya Kendrick. Jari tangannya menyentuh dan merasakan permukaan kulit kasar yang ada di perut Elizabeth.
"Hanya bekas operasi kecil."
"Operasi kecil? Kamu pernah sakit?"
"Hanya operasi usus buntu. Sudah enam tahun yang lalu."
"Oh."
__ADS_1
Elizabeth terpaksa berbohong. Nina bukanlah anak Kendrick. Bagaima jika Kendrick tidak menginginkannya. Tentunya dia akan menemui kesulitan, barang yang di katakan Juan padanya juga semakin sulit di temukan.
"Aku lelah, jangan begini."
"Kenapa kamu selalu menolakku? Bahkan awal kedatanganmu ke club malam ini sampai sekarang, sama sekali aku belum pernah memasukimu."
Elizabeth mencibir, ingin rasanya memaki Kendrick. Tetapi keberaniannya juga hanya sebesar biji kedelai. Ada kuwajiban apa harus menerima perlakuan seperti itu, kekasih bukan, istri apalagi. Elizabeth hanyalah wanita yang kebetulan saja hadir di kehidupan Kendrick. Kendrick tidak sanggup menahan kemauannya untuk menyalakan lampu kecil di atas nakas, tangannya meraih tombol on off. Seketika lampu menyala redup.
"Kamu mengapa menangis?" Tanya Kendrick kepada Elizabeth, dia menghapus air mata yang mengalir di pipi wanita itu.
"Apa yang perlu di tangisi? Aku hanya lelah." Ucapan Elizabeth sedikit menyinggung hati Kendrick.
Kendrick menggigit bibir merah Elizabeth, kecil dan menggemaskan.
Kendrick bangun dari tempat tidurnya, menuju meja kecil di sudut ruangan, ada beberapa barang milik Kendrick di sana. Terbersit dalam pikiran Elizabeth, apa mungkin uang dan barang yang di maksud Juan berada di laci meja itu? Elizabeth tidak tahan ingin melihatnya. Elizabeth mengikuti Kendrick bangun dari tempat tidur, demi apapun dia harus mencoba merayu Kendrick. Dia harus membuat Kendrick percaya padanya.
Kendrick duduk di sofa besar yang ada di ruangan itu, Elizabeth mendekatinya, kemudian meletakkan tubuhnya di atas pangkal paha milik Kendrick. Kendrick sedikit terkejut, tidak percaya kalau Elizabeth berubah menjadi agresif. Senang dan bersemangat, terlihat tarikan satu garis di sudut bibir Kendrick, lega wanita yang di rindukan masih membutuhkan tubuhnya.
"Tapi tidak malam ini, aku berhalangan."
Kendrick mengusap pucuk rambut Elizabeth, membelai dan sedikit memberikan tiupan dari ujung hidungnya. Satu tangannya merangkul pinggul Elizabeth. Demikian juga Elizabeth meletakkan ke dua tangannya di leher Kendrick.
"Aku mengerti, tidak masalah. Akan ku ganti waktu kita yang telah terbuang kemarin." Ucap Kendrick sendu.
Elizabeth memeluk leher Kendrick semakin erat, senyum menyeringai keluar dari bibir Elizabeth.
Antara perasaan cemburu dan ambisi mendapatkan kebebasan Nina sudah tidak bisa di bedakan lagi.
"Malam ini aku tidak tidur di sini, ada sesuatu yang harus aku kerjakan."
"Hmmm, sesuatu?" Dalam pikiran Elizabeth, sesuatu yang di ucapkan oleh Kendrick adalah Keluarga yang menunggunya di rumah. Padahal itu adalah salah besar.
Sehari setelah kejadian di kantor Kend Grup, Marco melaporkan kalau Elizabeth memasuki gudang bawah tanah, tentu saja kecurigaan Kendrick kepada Elizabeth semakin besar, dari awal kemunculannya dan kenapa harus di D'Oreon.
Bahkan melalui rekaman CCTV, Kendrick dapat melihat keberadaan dan apa yang di lakukan Elizabeth di dalam kamar VIP miliknya. Tidak ada yang memiliki akses CCTV di kamar Kendrick, hanya dia pribadi yang berwenang.
Kendrick belum mengetahui siapa sebenarnya kekasih dari Elizabeth. Dia sudah tidak percaya lagi dengan Matheo, saat ini yang di percayanya adalah Marco dan detektif Vito.
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa di abaikan bahkan olehmu."
Hati Kendrick lagi lagi kembali tersentuh, menatap wanita yang ada di pangkuannya kemudian menciumnya.
__ADS_1
Hmmm sabar ya, cerita ini akan kubuat panjang tapi tidak bertelele tele. Konflik akan aku selesaikan satu persatu. Jangan lupa Like Komen And Vote. Gracias.