
Ungkapan isi hati Noela di anggap Eliana sebagai bualan atau omong kosong. Ketertarikan pada sifat dokter itu kembali muncul. Eliana mengenal dokter Noela jauh sebelum Eliana amnesia, demikian juga sebaliknya.
Eliana sudah keluar dari kamar Noela menuju ke ruang makan, ada Nina tengah sarapan pagi di temani oleh Maria. Roti tortila dan kuah tomat panas di campur daun ketumbar dan di sajikan di atas meja panjang. Aroma masakan koki pilihan begitu menggoda.
Maria sedikit menundukkan kepalanya, bahkan pelayan yang lainpun melakukan hal yang sama, mereka sangat menghormati Eliana karena semua sudah tau kalau Eliana adalah wanita kesayangan Kendrick. Eliana menarik sebuah kursi yang berada di bagian kanan Nina.
"Tolong sajikan buatku juga." kata Elzabeth dengan senyum ramahnya.
Dokter Noela mengikuti dari belakang, kemudian duduk di samping kiri Nina. Ketiganya terlihat akrab layaknya seorang keluarga kecil.
Tanpa di sadari ke tiganya, satu pasang mata tengah melihat ke akraban mereka. Dia Leyton hanya berdiam diri dan tidak menegur siapapun yang ada di ruangan itu. Ada perasaan dendam pada dirinya apalagi melihat kebahagiaan Nina. Gadis kecil yang sudah merebut perhatian papanya dan paman Matheo.
Mengapa semua meyukai Nina bahkan dia merebut hati papa dan paman Matheo. Tunggu sampai kamu sendirian lagi, akan kumandikan kamu di kolam renang dengan kedalaman lima meter. Tunggu saja.
Batin Leyton begitu bergejolak. Ingin rasanya Leyton membalikkan meja makan yang di tempati mereka agar makanan di atasnya tumpah berserakan.
Dokter Noela membalikkan kepalanya, kemudian memanggil Leyton agar bergabung. Demikian juga Eliana dia mempersilahkan Leyton untuk duduk di sampingnya. Namun Leyton menolak dan memasang tampang kesal. Dia tidak suka papanya membawa orang asing ke rumahnya.
Leyton menolak dan mendorong pajangan guci, guci mahal yang di datangkan dari negri Tiongkok itu pecah berkeping keping. Noela hendak mengejarnya, tapi karena kondisi perut membesar, Eliana menahan tangan dokter Noela.
"Biarkan aku saja." Ucap Eliana pelan.
Eliana berlari berusaha mengejar Leyton, ada perasaan aneh pada dirinya saat berdekatan dengan putra tunggal Kendrick.
Eliana mengejar Leyton hingga di tepi kolam renang.
Eliana menggenggam lengan Leyton tapi Leyton mengibaskannya. Leyton tidak menyukai wanita ini, wanita berwajah keibuan mirip sekali dengan mamanya.
Tidak! Mamaku paling cantik di antara wanita lainnya. Bibi ini mirip dengan mamaku tapi dia tidak secantik mamaku. Bibir mamaku merah tertutup pemerah bibir yang mahal. Tapi .....Tidak! Mamaku tetap tercantik.
__ADS_1
Leyton menunjukkan penolakannya, mendengus kesal karena kulitnya sudah di sentuh oleh Eliana.
"Leyton, nama kamu Leyton kan, wajahmu tampan sekali. Namaku Eliana, kamu bisa memanggilku bibi Eliana" Tanya Eliana mencoba menyapa ramah.
Senyum Eliana terlihat menyejukkan bahkan Leyton seakan tersihir, Leyton menggelengkan kepalanya, teringat pesan memanya agar menyakiti siapapun penghuni kastil barat. Eliana mencubit sedikit dagu Leyton.
"Apa kamu sudah makan?" Tanya Eliana kembali.
"Lalu apa hak bibi Eliana menayakan aku sudah makan atau belum?" Jawab Leyton sambil membentak.
"Tidak ada, hanya saja tadi bibi Eliana memasak di bantu oleh pelayan, tortila saus tomat. Apa kamu mau bergabung bersama kami? Ada bibi Noela di sana." bujuk Eliana, dia tidak mau menunjukkan kemarahan dan tetap harus bersabar.
"Tidak perlu menawarkan apapun padaku, hanya sekali jentik makanan akan tersaji di depanku. Lagi pula aku tidak menyukai Nina gadis cengeng putri paman Matheo!" Mendengar ucapan Leyton, hati Eliana seakan teriris, di tambah saat mengingat cerita Julia kalau Nina hampir saja celaka karena ulah Leyton. Eliana memaksakan tersenyum apalagi Leyton masih seumuran Nina. Eliana menegakkan badannya kembali mengusap anak rambut Leyton.
"Kenapa?" Tanya Eliana, menarik napas berat dan menatap mata Leyton, ada bentuk yang sama dengan putrinya, yaitu pada bagian matanya. Jika saja mereka di sejajarkan tentu ada sedikit kemiripan.
'Byur'.
"Tolong."
Teriak Eliana, dia bisa berenang tetapi karena panik tiba tiba keahliannya menghilang. Leyton berlari menuju ke kastil timur, dia tidak perduli sudah mencelakai seseorang, sama persis yang di lakukan pada Nina. Mendengar suara teriakan Eliana, Noela dan Nina berlari di ikuti beberapa pelayan termasuk Maria. Di waktu bersamaan ada Matheo dan juga Julia datang mengunjungi Nina. Dengan sigap Matheo melempar sepatu dan jas yang di pakainya, Julia berteriak teriak agar Matheo segera menolong Eliana. Untung saja tidak terlalu lama hingga akhirnya Matheo menarik Eliana ke tepi. Saat ke luar dari air, Eliana dengan rakus menghirup udara.
"Kenapa bisa begini? Apa yang terjadi." Bentak Julia panik. Melihat sahabatnya hampir saja tenggelam tentu saja tidak bisa diam saja, bahlan mencurigai dokter Noela yang tengah berdiri di bibir kolam renang. Nina tidak bergerak sama sekali, dia syok juga takut.
maria memberikan handuk kimono berwarna putih kepada Eliana. Eliana langsung memakainya menutupi tubuhnya yang kebasahan.
"Kenapa kamu bisa begini, Ceroboh!" Tanya Julia, sambil membantu Eliana mengenakan handuk kimono.
"Aku memang ceroboh, kurang berhati hati." Jawab Eliana.
__ADS_1
"Apa seseorang mencelakaimu?" Selidik Julia. Dia memandang curiga pada Noela.
Eliana menggelengkan kepalanya, dia tidak mungkin mengatakan kalau Leyton yang melakukan, Eliana berpikir jernih, ada Nina di sampingnya. Kalau sampai Nina mendengar, traumanya tidak akan sembuh.
"Baiklah lebih baik kamu mandi, ganti pakaianmu. Aku di undang makan malam Kendrick. Untung saja aku datang lebih awal. Sialnya Matheo harus mengganti pakainnya." Ucap julia, ke duanya saling menguwatirkan satu dan yang lain. Kedekatannya benar benar lebih mirip persaudaraan.
"Maafkan aku, biar aku meminta pelayan mengambilkan pakaian Kendrick." Ucap Eliana penuh sesal.
"Tidak usah, sopir sudah mengantar pakaiannya. Biarkan saja toh dia suka dengan air." Seloroh Julia, sambil melirik wajah Matheo.
Mendengar ucapan Julia yang cukup keras, Matheo mengkerutkan wajahnya.
Sementara itu dari kaca jendela kastil timur, dua bayangan besar dan kecil tengah menatap keriuhan mereka. Seakan rasa puas terlihat dari ekspreai ke duanya.
"Leyton kamu pintar, kali ini cukup lumayan. Tapi jika kamu bisa membuat salah safu dari ketiganya mati. Itu akan lebih baik." Bisik nyonya Kendrick memuji perbuatan buruk Leyton.
Leyton sangat senang, untuk kali ini mendapat pujian mamanya.
"Jangan bangga dulu, kamu harus menghabisi salah satu dari mereka. Jika kamu dapat melakukan itu, mama janji tidak akan pernah meninggalkanmu.
Ekspresi Leyton berubah, dia kembali bersedih, perintah mamanya sangat bertentangan tetapi Leyton juga tidak mau kehilangan mamanya.
"Tapi mama." Bantah Leyton lirih.
"Kenapa? Kamu takut? Baiklah mama akan meninggalkan kamu juga papa." Ancam wanita iblis itu.
"Jangan! Baiklah mama Leyton akan melakukannya." Leyton ketakutan.
"Anak pintar." Puji wanita itu.
__ADS_1