Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kematian Laki Laki Misterius.


__ADS_3

"Nona Eliana silahkan ikut dengan saya, kalau tidak saya terpaksa menghabisi nona." Ucap lelaki misterius itu. Postur tubuhnya yang besar dengan menggunakan pakaian serba hitam dapat terlihat kalau dia sebenarnya adalah seorang pembunuh bayaran.


"Atas perintah siapa? Jangan macam macam!" Ucap Eliana. Melihat Nina tak berhenti menangis di tambah Julia yang tergeletak di tanah timbul perasaan marah. Eliana tidak tau pasti bagaimana kondisi Julia meninggal ataukah tidak sadarkan diri.


Eliana berlari menuju kamar utama, dia pernah melihat Kendrick menyelipkan senjata api di sana. Baru saja melangkah, tangan lelaki itu menahan lengannya, Eliana meronta, menghindar dan menendang ke segala arah. Tangan besar lelaki misterius itu begitu kuat, sementara tangan lainnya masih memegang gagang pisau, kemudian melayangkan tamparan tepat di pipi kanan Eliana dengan cukup keras.


'Pheng'.


Telinganya berdengung, sesaat pandangannya berubah menjadi gelap, air matanya mengalir bukan karena kesakitan, tapi juga ketakutan.


Kepalanya seakan pecah, hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Luka sobek pada sudut bibirnya menganga cukup lebar.


Tangisan Nina membuat Eliana semakin kalap. Menarik pajangan yang berada di atas lemari kecil. Pajangan terbuat dari bahan keramik yang di datangkan dari negri gingseng. Pajangan atau di sebut juga guci sebenarnya lumayan berat, untuk mengangkatpun membutuhkan tenaga ekstra apalagi perempuan kecil seperti Eliana.


Eliana memukulkan guci itu tepat di kepala lelaki misterius. Pajangan itu menghantam mengenai bagian atas kepala lelaki itu dan pecahannya menancap tepat di kulit kepalanya.


Darah mengalir dari dahi menutupi bagian mata lelaki itu, dan membuat dirinya kesulitan untuk mencari keberadaan Eliana. Tapi lelaki itu memang sudah terlatih, dalam keadaan penuh luka dia masih bisa mengejar dan belum tumbang.


Karena terdesak Eliana berdiri di sudut ruang tengah, tiga langkah lagi hendak melukai Eliana, sayang sekali di gagalkan oleh Julia, Julia yang baru tersadar dari pingsannya. Julia bangun dan melompat menaiki punggung laki laki itu, dua lengannya mencoba mencekik dari bagian belakang tengkuk kepala. Lelaki itu berputar putar menjatuhkan Julia. Usahanya menemui kesulitan. Hingga akhirnya laki laki menabrakkan tubuh bagian belakang ke arah tembok. Julia terbanting dan sesak nafas. Laki laki itu sudah bersiap menggunakan pisau bergiginya dan nyaris merobek leher Julia. Hingga akhirnya usahanya di hentikan oleh suara letusan.


'Dor, dor'.


Suara senjata api yang mengagetkan Julia ataupun Eliana, tak terkecuali Nina, Nina seketika berhenti menangis, dari wajahnya nampak syok.


"Bibi Eliana!" Teriak Nina.


Semua yang ada di ruangan itu kebingungan, dari mana asal letusan itu. Hingga akhirnya nampak wajah laki laki yang muncul tiba tiba.


Julia sangat mengenal laki laki itu, laki laki yang membawa kabur sebagian uang miliknya. Uang yang di dapatnya saat masih bekerja di Carlos Store. Dia tak lain adalah Embre, kekasih yang pernah di cintainya. Dan kini pria yang tak tau diri itu berdiri tepat di depannya.


Eliana dan Julia lagi lagi di buat terkejut. Laki laki misterius yang baru saja di pukul Eliana dengan menggunakan guci tiba tiba ambruk. Darah keluar dari punggung dengan posisi tengkurap dan kepala menyamping. Laki laki misterius itu kemungkinan sudah mati!

__ADS_1


Pandangan mata Eliana berubah gelap dan berputar putar. Akibat tamparan itu akhirnya Eliana benar benar pingsan tak sadarkan diri. Julia berlari menghambur, memeluk Eliana.


Julia membenci lelaki di depannya. Ingin rasanya dia membunuh mantan pacarnya yang kini tengah berdiri di tidak jauh darinya. Kebodohan yang di sesalinya adalah sudah pernah terjerat cinta laki laki itu.


Tapi nanti dulu! Bagaimana cara Embre masuk ke apartemen milik Kendrick. Bukankah lelaki misterius itu sudah menutup rapat pintunya, dengan dorongan satu kaki.


"Bajingan! Bagaimana kamu bisa masuk?" Tanya Julia kepada Embre. Walaupun dalam hatinya mengucapkan trimakasih, tapi karena yang menolongnya adalah Embre, Julia enggan mengucapkannya.


"Harusnya kamu berterima kasih, bukan malah membentakku." Balas Embre.


"Trimakasih? Mati saja kamu!" Hardik Julia. Dia mencoba membangunkan Eliana dengan menggoyang goyangkan tubuhnya.


Embre tertawa keras, untuk pertama kalinya bertemu dengan wanita terbodoh yang pernah di pacarinya.


"Kenapa kamu bisa masuk apartemen ini? Jangan lancang!" Tanya Julia tak senang.


"Itu mudah. Dan tentu saja aku melalui pintu itu." Jawab Embre sambil jarinya di tunjukkan ke arah pintu utama.


"Dari pemilik tempat ini." Jawab Embre dengan nada mengejek.


"Ngaco!" Bentak Julia tidak percaya. Antara percaya dan tidak, karena kedatangan Embre di waktu yang tepat.


"Kamu tidak percaya? Ternyata kamu benar benar beruntung bisa menjadi simpanan tuan Kendrick."


"Hah?" Julia tidak tau maksud tuduhan Embre. Embre menangkap kebingungan di wajah Julia.


"Kalau bukan kamu berarti dia? Kawanmu!" Tuduh Embre, dia mengacung ngacungkan senjatanya ke arah wajah Eliana, pistol dengan ujungnya berbentuk tabung kecil yang memanjang sebagai alat peredam. Diputarnya peredam itu, mengunci dan membidik target.


"Gila kamu!" Bentak Julia, dia masih cemas dengan keadaan Eliana.


"Kalau bukan kamu berarti....?" Tebak Embre. Pandangannya jatuh tepat pada Eliana, Julia memelototkan matanya. Dia paham niat busuk Embre, tapi Julia masih bingung dengan keadaan. Saat Embre megatakan kalau yang menyuruhnya adalah majikannya, Julia langsung menarik kesimpulan, kalau majikan Embre adalah Kendrick, tapi mana mungkin?

__ADS_1


"Tenang saja aku tidak akan melukainya, apa lagi melukai kamu!" Ucap Embre sambil sedikit mencubit dagu Julia. Julia mengibaskan tangan Embre. Gerakan sepontan Julia mulai menaikkan emosi Embre.


"Ngarang! Dia temanku dan tidak mengenal Kendrick." Bentak Julia. Julia mulai mencurigai sesuatu.


Eliana mulai tersadar, mengerjap ngerjapkan matanya. Eliana mencoba untuk bangun dan duduk.


"Kamu?" Ucap Eliana sambil terbata. Kesadaran tidak sepenuhnya pulih tapi dia menyadari kalau siguasi sedang tidak baik.


"Kamu tau siapa dia?" Tanya Julia.


Eliana menggelengkan kepalanya. Eliana pelan pelan mencoba berdiri di ikuti Julia. Eliana merebut Nina yang saat ini masih berada dalam gendongan Julia.


"Akh!" Teriak Julia, kulit tangannya tergores kuku Eliana. Eliana melindungi Nina dari apapun. Tapi dengan cepat Embre mencoba merebut Nina. Nina meronta mencoba melepaskan diri.


"Jika kamu tidak mengikutiku gadis kecil ini akan mati sekarang." Ucap Embre, Julia melindungi Eliana dan Nina di balik punggungnya.


"Demi hubungan kita yang dulu, bisakah kamu menjelaskan apa tujuanmu ke mari?"


"Aku sudah bilang membawa selingkuhan Kendrick."


"Tapi di sini tidak ada!"


"Kamu jangan berkilah, aku tau dia wanita Kendrick, aku sudah mamatainya beberapa hari, dan aku di perintahkan nyonya Kendrick untuk membunuhnya."


"Aku tidak mengenal nyonya Kendrick!" Teriak Eliana. Ucapan itu sama artinya mengakui kalau dia adalah kekasih simpanan Kendrick.


"jadi kamu? Betul kamu!" Ucap Embre dengan senyum iblisnya.


Embre menodongkan kembali senjatanya, dia mengarahkan tepat ke kepala Eliana, tapi karena terhalang oleh Julia, Embre sedikit menggeser posisi berdirinya.


Eliana menurunkan Nina dan membisikkan kalimat agar masuk ke dalam kamar utama, gerakan itu tidak di sadari oleh Embre. Nina berlari menyelamatkan diri dan mengunci pintu kamar. Julia mendorong tubuh Embre agar menjauh, Embre oleng ke kanan. Situasi itu di manfaatkan Eliana untuk mendorong bola besi kecil penahan kertas dengan tangannya.

__ADS_1


Embre mulai berbuat kasar, mendorong Julia hingga kepala wanita itu terantuk sudut meja, Embre mulai kesal. Dua wanita di depannya benar benar membuat onar. Jatuhnya Julia di manfaatkan oleh Embre untuk langsung menembak Eliana. Tapi tanpa di sadari laki laki misterius yang di kira sudah mati ternyata masih hidup.


__ADS_2