Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Noela Dokter Sadis dan Perawat


__ADS_3

Satu minggu berlalu tanpa terasa, hari ini adalah hari terakhir Noela berada di rumah sakit, lukanya semakin membaik. Kain perban beberapa hari yang lalu masih menempel menutupi luka di kulitnya, kini sebagian besar sudah di lepaskan. Noela menyisir rambutnya, dia harus terlihat cantik, tidak masalah kakinya masih lumpuh tapi dengan terapi dan latihan, Noela yakin dia akan bisa sembuh, dokter Artur sudah mengajarinya dengan baik. Tentu saja dengan baik karena Artur memiliki niat yang sama dengannya. Sayang sekali Kendrick sudah mengusir Artur ke negaranya jika tidak mungkin Artur masih bisa menjadi pendukung niat jahatnya, tapi tidak masalah bagi Noela. Tanpa Artur dia merasa lebih leluasa memiliki Kendrick.


"Kamu tau tugasmu bukan? Jangan biarkan dia sadar! Kamu hanya perlu menyuntikkan ini, lakukan setiap pagi." Perintah Noela kepada perawat. Perawat menerima 2 botol berisi cairan bening. Sebagai perawat tentu saja mengerti cairan yang di berikan oleh dokter Noela adalah larutan saline atau larutan garam. Dan satu botolnya lagi adalah cairan anastesi.


Perawat itu bahkan berpikir dokter lumpuh di depannya ini melebihi iblis penghuni neraka. Tapi demi uang perawat itu rela melakukan apa saja, toh istri pertama tuan Kendrick juga tidaklah baik. Apalagi rumor yang beredar di luar ataupun di media, tuan Kendrick sangat membenci istri pertamanya.


Semalam Noela mendatangi kamar Eva, kamar yang tidak jauh dari kamar VIP yang di tempatinya, hanya saja kelas kamar sangatlah berbeda. Kamar Eva hanyalah kamar yang sederhana dan bukan VIP.


Perawat mendorong kursi roda Noela menuju kamar Eva, melewati lorong dan pembatas yang terbuat dari tanaman bunga mawar. Tidak ada senyuman di wajah Noela, matanya tertuju pada satu pintu yang tak jauh darinya. Noela memilih mendatangi Eva di malam hari, karena di malam hari Eva di biarkan sendirian, hanya satu orang perawat yang di tugaskan menjaganya. Sangat miris, wanita yang dulu arogan dan sombong, bahkan sanggup mencabut nyawa seorang ibu yang sudah melahirkannya. Kini terkulai koma tanpa seseorang yang mendampinginya, hanya ada Elizabeth yang tiap pagi datang ke rumah sakit, karena dialah satu satunya saudara yang di milikinya.


Noela memasuki kamar Eva, sebelumnya perawat sudah membantunya membuka pintu kemudian Noela mengusir perawat itu.


Sebagai dokter ahli, tentu Noela tau dan paham penderitaan yang di alami Eva, kelumpuhan dan mati otak. Penderita pasien seperti Eva umumnya akan menjadi manusia mati suri, tubuhnya tidak dapat bertindak namun otak dan telinga masih bisa merespon. Bukankah sama saja seperti orang mati?


Noela mendekati brankar Eva, meraih tiang gantungan dan menurunkannya, selang berisi cairan infus dan cairan darah di ikat saling berkaitan sehingga cairannya benar benar berhenti.


Kemudian tangan kanannya mendekati masker transparan yang menempel di hidung dan mulut Eva, lalu menariknya ke atas. Noela menunggu beberapa saat, menanti reaksi apa yang akan timbul jika tabung oksigen itu di lepas, seringai muncul di sudut bibirnya, dokter Noela tau kalau sesaat lagi Eva akan mengalami kejang.


Menghitung dengan jari sambil menyaksikan ekspresi Eva.


'Satu, dua, tiga....'

__ADS_1


Pada hitungan ke delapan sesuatu benar terjadi, Eva kejang kejang, dari mulutnya keluar darah segar. Noela membiarkannya beberapa saat kemudian dia memanggil perawat kepercayaannya. Terlebih dahulu Noela melepas simpul selang berisi cairan infus dan transfusi darah.


"Perawat!"


Perawat masuk ke dalam setengah berlari, mendapati pasien kejang dengan mudah dia menghadapi, memakaikan selang oksigen lalu membersihkan darah di mulut.


"Lama sekali! Kalau sudah selesai cepat keluar." Bentak Noela, Noela bukan lagi dokter baik hati, dia tidak perlu lagi memakai topengnya.


"Tapi istri tuan Kendrick...."


"Kamu meragukan kampuanku?" Ucap Noela, menyindir perawat kepercayaannya. Perawat itu bukannya meragukan kemampuan dokter Noela, tapi keadaan dokter Noela yang lumpuh seperti itu tentu tidak mudah untuk bergerak. Perawat tidak berani membantah, dia berjalan ke luar sambil sesekali menengok ke belakang. Tentu ada ketakutan jika tuan Kendrick mengetahui tindakan ini. Tapi lagi lagi di tepisnya karena rumor yang beredar di luaran adalah benar, istri pertama tuan Kendrick tidak di anggap.


Noela menatap wajah Eva yang memucat bagaikan kapas. Menaikkan selimut hingga sebatas dada.


"Eva, istri pertama tuan Kendrick yang terhormat. Seharusnya kamu menerima tawaran Kendrick saat akan menceraikanmu. Tentu sekarang kamu bisa hidup tenang di wilayah selatan. Sayang sekali kamu tidak mematuhi itu."


Kemudian Eva membelai rambut Noela, dia melihat getaran bulu mata Eva.


"Kamu tau? Sejak lama aku menginginkan menjadi istri satu satunya Kendrick. Sayang sekali tiba tiba kamu datang membawa bocah tengik Leyton. Walaupun sekarang terbongkar ternyata Leyton adalah darah daging Elizabeth, tidak masalah. Aku sudah memberikan waktu kepada kalian berdua. Itu cukup, seharusnya kalian manfaatkan baik baik. Jangan salahkan aku sekarang, kembali menginginkan Kendrick."


Noela tertawa terbahak bahak bahkan perawat yang berada di luar pintu juga mendengar.

__ADS_1


"Tadinya aku sudah berhasil menyingkirkan Elizabeth! Melalui tanganmu. Hahaha. Sayang sekali dia kembali di temukan Kendrick, rencanaku berubah. Aku sudah memberikan waktu untuk pergi meninggalkan Kendrick dan menghilang, tapi kenapa dia kembali lagi? Dasar Artur bodoh, jika saja waktu itu aku tidak mengalami komplikasi pasca melahirkan, tentu kali ini lebih mudah. Tapi tidak masalah, toh tinggal satu langkah lagi aku berhasil."


Kemudian Noela menceritakan semua kejadian, kejahatan yang di lakukan Eva adalah campur tangan Noela. Pembunuhan sang primadona juga beberapa wanita Kendrick bukan semata mata terjadi begitu saja. Noela mengirimkan foto wanita Kendrick kepada Eva melalui akun palsu. Ironisnya Eva mudah terprofokasi.


Eva membunuh semua wanita itu dengan darah dingin, di bantu oleh Embre. Embre mati di tangan Elizabeth.


Perasaan Noela mengalami pasang surut, rasa cinta kepada Kendrick terkadang menggebu dan terkadang putus asa.


Saat ini dalam situasi yang menggebu, dia harus memiliki Kendrick seutuhnya, hal itu karena campur tangan dokter Artur. Dokter Artur selalu mendorongnya untuk mendapatkan cinta Kendrick seutuhnya.


Puncaknya saat menjelang acara pesta. Tanpa sengaja Noela melihat bagaimana Eva bersimpuh di kaki Elizabeth untuk memohon maaf, dan memohon agar mengurungkan niat Kendrick untuk menceraikannya, ternyata Elizabeth tidak bereaksi sama sekali, tentu saja hal itu menjadi peluang Noela kembali memanasi emosi Eva.


Sepeninggal Elizabeth, Noela mendekati Eva.


Sebagai dokter dia tau apa yang harus dia lakukan. Bukannya menghibur, Noela mengatakan kalau bunuh diri adalah perbuatan yang tepat agar Kendrick membatalkan rencana perceraian. Saat itu Eva mendengar saran Noela dengan baik, Eva menangis di kamar di temani oleh Leyton.


'Benar! Jika aku bunuh diri, Elizabeth akan menyesal dan dia akan merasa bersalah. Kendrick akan menyalahkan Elizabeth jika aku melibatkan Leyton. Aku akan mengatakan pada Leyton kalau bibi Elizabeth yang memaksaku bunuh diri'. Batin Eva saat itu, karena bujukan Noela.


Noela kembali membisikkan kalimat profokasi di telinga Eva, dalam kondisi koma tentu Eva hanya bisa mendengar tanpa bisa berbuat apa apa.


"Dengar! Kamu wanita lumpuh yang tak berguna, akan aku suntikkan cairan saline dan anastesi setiap hari, sedikit demi sedikit hingga ajal menjemputmu, kali ini hanya tinggal Elizabeth, lebih mudah jika aku mengusirnya. Tinggal mengungkapkan siapa Leyton sebenarnya. Dengan begitu aku yakin Elizabeth akan menyalahkan Kendrick dan juga makin membencimu."

__ADS_1


Tangan Eva mengejang, Noela menyadari itu. Kemudian dia kembali mengelus kepala Eva.


"Tahan dulu emosimu, simpan tenagamu, tunggu sampai aku berhasil menyingkirkan adikmu yang menjijikkan. Kalian menghalangi jalanku."


__ADS_2