Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Wanita Gila Di D'Oreon


__ADS_3

Biarkan Elizabeth menemukan lelaki yang tepat. Ucapan Matheo kepadanya membuat dirinya tidak sanggup memejamkan matanya.


Apa aku bukan lelaki yang tepat buat Elizabeth? Apa aku seburuk itu, hingga sahabatku sendiri menuduhku seperti itu?


Bagaimana jika ucapan Matheo benar? Sementara hatinya tidak bisa melupakan Elizabeth. Wanita bekas Duarte! Bukankah....Duarte di temukan meninggal tidak dalam keadaan bugil, bahkan pria brengsek itu masih mengenakan celana bagian dalam pria. Kendrick tengah menghisap rokok di balkon kamar, ada sedikit luka di hatinya. Debaran itu semakin kencang, tidak ada jawaban dari semuanya. Jika saja Kendrick tau jika Eliana adalah orang yang sama.


Sementara itu di club malam D'Oreon tengah di hebohkan kehadiran seorang wanita asing. Wanita dengan kecantikannya bak Cleopatra. Wanita itu hanya duduk sambil menekuk ke dua kakinya. Memandang club D'Oreon dari seberang jalan. Air matanya mengucur deras, perutnya yang lapar, tenggorokan kering. Tidak ada satu orangpun yang menolongnya. Tanpa uang di tangan siapa yang mau menerimanya? Wanita itu bahkan tertidur beberapa saat, di letakkannya kepalanya di atas tangan yang menyilang, bertumpu dua lutut yang berdarah.


Awalnya wanita itu hendak memasuki club D'Oreon secara paksa. Karena hanya menggunakan daster putih mutiara berbahan tipis tanpa lengan, kulit punggungnya yang putih bak porseline terekpose, hingga laki laki yang berada di klub itu melihat tak berkedip. Kakinya yang kecil tidak menggunakan alas kaki, kulitnya terkelupas dan berdarah. Tentu saja penjaga menolak karena wanita berpenampilan seperti itu mirip wanita gila.


Sayang sekali kecantikannya tidak dapat menutupi tekanan yang di alaminya.


Lebih nampak seperti wanita yang bermasalah. Dengan kata lain depresi.


Sekali lagi wanita itu mencoba memasuki pintu club D'Oreon, usaha untuk kesekian kalinya demi bisa memasuki bagunan megah itu.


Seorang penjaga menghentikannya. Dorongan kasar hingga wanita itu jatuh terjerembab.


Wanita meringis kesakitan, telapak tangannya kini berdarah bahkan tidak lebih bagus dari telapak kakinya.


"Biarkan aku masuk." Ucap wanita dengan lirih, suaranya halus dan menyedihkan. Sekarang lebih banyak yang memperhatikan wanita itu. Tak sedikitpun laki laki yang memberi tawaran untuk membantunya, tapi berbanding terbalik dengan pengunjung wanita, melihat tampilan perempuan seperti itu di anggap sebuah tontonan dan lelucon, bahkan tak sedikitpun menganggap gila.


"Nona, pergi." Usir penjaga tanpa mengucapkan kata maaf.


Wanita itu tak menyerah.Dia berusaha menipu penjaga, bahkan saat ini wanita itu sudah berada di pintu samping.


Gang sempit dan becek juga lembab, minim penerangan dan lampu. Hanya dua orang penjaga yang mengamankan pintu samping, ke dua penjaga itu menggunakan pakaian serba hitam. Dengan perawakan tinggi dan badan besar berotot.


Wanita itu mencoba melewati dua penjaga tanpa perasaan ragu, tentu saja mereka tidak meloloskannya. Mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh dan terjerembab ke dalam kubangan air yang kotor.


"Biarkan aku masuk, aku lapar."


Penjaga itu tidak menjawab, tetap berdiri tegak dan tak mengindahkan, menganggap wanita gila dan tidak penting.


"Kalian biarkan aku masuk, aku tinggal di sini."


Sebagai penjaga yang sudah mengabdi cukup lama di D'Oreon tentu saja mereka hapal, siapa saja penghuni sebenarnya.


Hingga akhirnya ke dua penjaga itu lengah. Wanita itu menggigit salah satu tangan penjaga hingga berdarah, menendang ******** salah satu penjaga lainnya.

__ADS_1


"Aduh." Teriak ke dua penjaga itu.


Wanita itu berlari memasuki pintu, kali ini lebih banyak yang mengejarnya. Di antara kebingungan dan takut akhirnya wanita itu tiba di ruangan yang penuh dengan orang yang tengah berjoget di iringi musik keras, suara musik sangat memekakkan telinga. Lighting yang bagus, minuman keras tersedia di meja. Kebanyakan dari mereka berpasangan.


Wanita itu berlari menuju ke arah panggung kecil, terdapat penari wanita erotis yang tengah meliak liukkan tubuhnya, kemudian menanggalkan satu persatu pakaian yang di kenakannya. Dari gerakannya seakan menggoda laki laki yang tengah menonton di bagian bawah panggung. Tak sedikit laki laki bertepuk tangan dan mengeluarkan siulan, walaupun kadang kala penari tak mengikuti irama musik, dan terlihat tak beraturan. Seolah memprofokasi penari untuk terus menaggalkan pakaiannya.


Wanita itu berlari dan berhenti tepat di samping penari erotis. Satu tangannya berpegangan pada tiang besi pole dance. Pengunjung tertawa menganggap itu sebuah lelucon, namun wanita itu makin ketakutan.


Musik berhenti seketika, bahkan penari juga menghentikan gerakannya. Semua mata tertuju pada wanita yang tengah berdiri di samping sang penari.


Wajah cantik kulit putih, tetapi dengan penampilan seperti orang gila. Diantara ketakutan dan bingung.


Penari melihat kondisi wanita itu tentu dia berlari dari atas panggung sambil berteriak ' Tolong' Menganggap wanita di depannya benar benar gila.


Menyadari musik berhenti mendadak dan getaran jedak jeduk yang biasa di dengarnya dari kamar yang di tempatinya berhenti, tentu saja sebagai penanggung jawab club D'Oreon, Marco langsung mencari kebenarannya.


Baru saja dia mengangkat tubuhnya dari kursi berbahan kulit warna coklat, sebuah gedoran pintu mengagetkannya.


"Ada apa!"


"Wanita gila pembuat onar!" Ucap salah satu anak buah Marco.


"Hanya wanita gila, kalian tidak sanggup, usir dan lempar ke jalan sekarang. Bodoh!"


'Usir, lemparkan ke jalan'.


Hanya kalimat itu yang di perintahkan Marco.


Kemuadian Marco berjalan ke luar kamar menuju ke arah ruang kontrol CCTV, dia mengamati CCTV yang ada di lantai lap dance. Tampak sosok wanita membelakangi kamera, hanya nampak punggung dan betisnya. Pakaian lusuh dan kotor.


"Hanya menyingkirkan wanita gila saja kalian tidak bisa. Bodoh!" Ucap Marco lewat ponselnya. Rupanya dia menelepon staf keamanan.


Petugas operator CCTV memindahkan sudut pandang kamera di bagian depan, sayangnya sudut pandang itu hanya terlihat dari jauh. Kemuadian operator itu memindahkan lagi ke sudut lain, dan terus begitu.


"Hentikan, kenapa kamu malah bermain dengan kamera itu."


Operator itu tidak menjawab hanya mengutarakan maksudnya dari pikirannya.


"Kenapa dari belakang aku seperti mengenalnya ya? Tapi kalau dari kamera depan tidak sama sekali."

__ADS_1


"Coba dari depan dan kamu dekatkan." Perintah Marco.


Operator mengklik gambar dan mengunci, kemudian vokus mendekatkan gambar.


Tampak wanita sangat cantik, tetapi penampilan lusuh, wanita itu menggigit ujung kuku dengan ekpresi ketakutan. Dan beberapa penjaga mulai menarik satu tangannya bahkan penjaga lain mencoba mendorong tubuh wanita itu. Seketika Marco terkejut, melompati meja operator tanpa memperdulikan peralatan elektronik yang sangat mahal.


"Sialan!"


Marco berlari kencang, dia menuruni lantai bawah tanpa menggunakan lift hanya melewati anak tangga darurat.


Mendorong pintu besi dengan kekuatan penuh.


'Brak' Pintu membentur dinding.


"Brengsek! Bubarkan, Club tutup!"


Penjaga keamanan langsung mengosongkan klub malam, terlihat kekecewaan para pengunjung.


Awalnya mereka tak bergeming, hingga akhirnya Marco mengeluarkan suara tembakan ke atas. Pengunjungpun bubar mencari keselamatan.


Bahkan banyak yang mengumpat, hanya seorang gila saja mereka harus menutup club malam.


Marco menarik pakaian penari yang tergeletak di lantai dan menutupi tubuh wanita itu.


Penjaga yang hendak mengusir wanita itu menghentikan kegiatannya. Mereka kebingungan dengan kepanikan Marco. Sementara itu para pekerja wanita merasa iri melihat itu.


Napas Marco tersengal sengal. Dia mencoba mengatur napasnya.


"Lapar." Ucap wanita kumal sambil memohon.


"Ambilkan makanan dan susu hangat, cepat!" Perintah Marco pada salah satu pekerja.


Ponselnya bergetar, tertulis nama Santa di sana.


"Nona Eliana hilang, semua panik."


Marco tak menjawab ucapan Santa dan langsung menutup panggilan itu.


Kemudian dia menghubungi Kendrick.

__ADS_1


"Bos Gawat!"


Jreng jreng, penasaran kan? Jangan lupa Like Komen and Vote. Gracias. Trimakasih semua pecinta novelku.🥰


__ADS_2