
Pagi menjelang, matahari mulai menampakkan kuasanya, sinarnya begitu menyilaukan. Tidak ada suara ayam berkokok ataupun binatang menyambut pagi, di apartemen tengah kota Bogota tidak terdengar suara apapun seperti pada umumnya.
Tetapi apartemen mewah Kendrick, memperlihatkan pemandangan yang begitu bagus.
Dari sudut pandang yang dapat di lihat dari kaca apartemen, pemandangan lebih terlihat bagus jika di lihat dari unit yang di miliki Kendrick, apartemen langsung menghadap ke area kolam renang, tapi dari jarak sedang unit apartemen milik Kendrick dapat melihat keindahan kota, tapi sejauh mata memandang tampak penghuni apartemen di manjakan oleh pemandangan pegunungan. Begitu elok dan menyenangkan.
Kali ini Kendrick dan Matheo berada di unit apartemen Kendrick, mereka telah di usir oleh Julia.
"Kalian berdua benar benar pasangan aneh." Ucap Kendrick dengan tiba tiba.
Matheo tidak menjawab, dia hanya memainkan ponselnya.
Kendrick duduk di sofa mahal terbuat dari busa empuk di balut kain bulu pilihan.
"Aku tidak sabar! Biarkan saja Eliana tidur di sini bersamaku." Kendrick mengeluh pada Matheo, sejak dulu mereka lebih pantas di sebut saudara. Apalagi sejak keluarga Matheo kembali ke wilayah Asia, semakin akrab dan tanpa beban.
"Tidak bisa! Kamu tidak bisa membawa Eliana!" Jawab Matheo, dia tau Kendrick akan menjaga Eliana tetapi hal ini adalah permintaan Julia.
"Atas dasar apa? Kamu kira dengan siapa kamu berbicara?" Pertanyaan Kendrick membuat Matheo mati kutu, Kendrick menendang meja bulat yang terbuat dari kaca.
"Eliana akan aman jika bersama Julia." Bujuk Matheo. Kemudian Matheo menuju lemari pendingin. Dia meraih minuman dingin yang ada di dalamnya. Membuka tutup botol kemudian meneguknya. Matheo sudah menyerah dengan sikap Kendrik
"Kamu jangan aneh, mulai kapan kamu mengatur kehidupanku!" Hardik Kendrick, kemudian dia berdiri dan berkacak pinggang.
"Karena aku yakin!" Balas Matheo tak mau kalah.
"Yakin apanya!" Hardik Kendrick, dia sangat kesal terhadap Matheo yang begitu berbelit belit. Apalagi Matheo bersikap seolah menghindar.
Tapi sifat Matheo yang sebenarnya memang begitu, dia tidak bisa berbohong terhadap Kendrick, menganggap Kendrick adalah penyelamatnya. Dari yang awalnya imigran gelap, dan sekarang di pandang tinggi oleh orang yang pernah memperdayanya.
Kendrick mulai tidak sabar, dia berdiri dari sofa yang di dudukinya, kemudian melangkahkan kaki menuju pintu.
Kendrick sudah keluar dari unit apartemennya. Begitu membuka pintu, pertama kali yang di lihatnya adalah pintu apartemen Matheo.
"Buka!" Perintah Kendrick kepada Matheo.
__ADS_1
Lantai berlapis karpet dan lukisan abstrak yang menggantung di dinding seolah mentertawakan Matheo karena ketakutannya.
"Kendrick. Pikirkan lagi, jika kamu membawa Eliana, siapa yang akan menjaganya? Bukankah kamu harus bekerja. Di tambah lagi perang dingin dengan Jade sudah di mulai." Matheo mencoba membujuk Kendrick.
"Itu mudah, saat aku bekerja biar Julia yang akan menemaninya. Toh jarak apartemenku hanya tiga langkah. Paham!" Kendrick mengatakannya dengan sedikit penekanan, agar Matheo mengerti.
"He, betul juga." Matheo sedikit lega.
"Tapi ngomong ngomong. Kenapa kamu dan Julia perhatian terhadap Eliana? Bukankah kalian baru saja mengenal beberapa jam yang lalu?" Ucap Kendrick mulai curiga. Keduanya saling menatap dengan pemikiran masing masing.
"Karena Eliana mirip dengan Elizabeth." Lagi lagi ucapan Matheo tidak di percaya Kendrick. Kemudian Matheo membalikkan tubuhnya hendak berjalan pergi meninggalkan Kendrick dan kembali ke dalam. Tapi lagi lagi pertanyaan Kendrick menahannya. Bisa saja Matheo pura pura tidak dengar, tapi tentu saja hasilnya lebih parah, Kendrick akan Murka. Dan tentu saja mengancam nyawanya.
"Lalu apa hubungan Julia dengan Elizabeth?" kendrick mulai menyelidik.
"Julia adalah kenal baik dengan Elizabeth dulunya." Ucap Matheo. Dia lupa kalau tidak seharusnya mengatakan hal itu.
"Apa? Katakan apa maksudmu?" Teriak Kendrick kemudian tangan kirinya menekan leher Matheo, Matheo merasa sesak napas.
"Emmm kamu bicara apa?" Ucap Matheo terbata bata, dia mulai kekurangan oksigen. Mencoba membuka cekalan Kendrick.
"Seharusnya aku yang bertanya kamu bicara apa!" Bentak Matheo tapi dia sama sekali tidak mengendorkan cekikannya.
"Kamu bicara, Julia adalah teman baik Elizabeth!" Kendrick berusaha mengingatkan Matheo, menjentikkan jarinya di dekat mata Matheo.
"Oh dengar ya?" Cara bicara Matheo berlagak polos dan tidak tau apa apa. Usahanya Julia agar Nina tetap aman jika bersama Elizabeth adalah bentuk perlindungan seorang sahabat.
"Buka pintu apartemenmu sekarang!" Teriak Kendrick dengan Keras tepat di telinga Matheo.
Matheo maju dua langkah melewati Kendrick, membungkukkan sedikit punggungnya untuk menekan beberapa angka.
"Pake key card!" Teriak Kendrick mulai tidak sabar. Dia menuduh Matheo memperlambat suasana.
"Tidak bisa, Julia yang memegang. Satunya lagi tertinggal di kantor."
"Ya sudah cepat tekan angka. Kenapa berbelit belit!"
__ADS_1
Ucapan Kendrick itu di barengi dengan gerakan tangannya ke belakang pinggang. Matheo sadar, Kendrick tidak akan menembaknya hanya karena sebuah pintu. Tetapi mungkin dia akan merusak anak kunci dengan cara meledakkan.
Matheo mulai mengetok pintu, ketukan yang sangat halus, dia menguawatirkan Nina akan terbengun lebih cepat. Tetapi akhirnya Matheo sendiri yang tidak sabar. Mendorong Matheo agar menjauh dari pintu.
"Julia!" Teriak Kendrick, dia tidak memperdulukan lagi dengan suaranya. Toh penghuni di lantai ini hanya di miliki dua orang, dia dan Matheo.
"Julia, buka pintu!"
Julia bukannya tidak mendengar, dia malas berhubungan dengan Kendrick. Di tambah semalaman dia menjaga Eliana. Beruntung sekali hingga pagi ini Eliana tidak terbangun sama sekali. kemungkinan akibat obat tidur itu belum hilang.
Tetapi di sadari Julia ketukan itu berubah menjadi gedoran. Akhirnya dia tidak tahan lagi, Julia berjalan mendekati pintu dan memutar gagangnya.
Pintu terbuka lebar, Kendrick muncul di hadapan Julia dengan wajah marah.
"Ada apa ini? Bisa tidak jangan ribut, masih pagi." Ucap Julia setengah berbisik.
Kendrick memasuki apartemen Matheo dengan cepat, mendekati Julia dan di tangan kanannya masih di belakang pinggang, sedang Matheo menghalangi agar Kendrick tidak melukai Julia.
"Apa hubunganmu dengan Elizabeth, katakan sekarang." Bentak Kendrick. Kepalanya sedikit menunduk karena postur tubuh Julia yang sedikit pendek. Julia menatap Kendrick kemudian berpindah menatap Matheo. Saat matanya bertemu pandang dengan Matheo, ada kemarahan di mata Julia. Kesal, bercampur kemarahan. Berapa kali dia berpesan agar Matheo tidak membocorkan masalah ini.
"Apa masalahnya? Tidak berpengaruh bukan? Toh Elizabeth sudah hilang." Jawaban sengit Julia sama seperti biasanya.
"Apa tujuanmu? Mendekati keluargaku dan menutupi hubunganmu dengan Elizabeth."
"Siapa yang mencoba menutupi identitas? Bukankah dari awal kamu sudah pernah bertemu denganku, delapan tahun yang lalu." Ucap Julia mengingatkan.
"Ya Kendrick, ucapan Julia benar." Sela Matheo.
"Diam!" Teriak Kendrick dan Julia bersamaan.
"Masih ingat saat kamu mengejar Elizabeth, ketika masih bekerja Carlos store? Bukankah Elizabeth sudah memperkenalkan aku kepadamu? Kenapa saat kamu lupa lalu murka seperti ini?"
Kendrick akhirnya teringat, saat itu dia sering mengintai Elizabeth, dan wanita yang bersama Elizabeth adalah Julia.
Kendrick menurunkan tangannya. Matheo akhirnya bisa bernapas lega. Tapi Kendick masih butuh penjelasan dari Julia.
__ADS_1
"Seharusnya kamu minta maaf, setelah marah marah tidak jelas."
Kendrick minta maaf? Dalam mimpi, dia berlalu begitu saja.