
Elizabeth menolak jika harus menyumbangkan darahnya untuk Noela, mengapa harus darahnya, bukankah masih banyak pendonor, jika perlu dia bersedia mengambil darah di bank darah. Menunjukkan sikap menantang kepada Kendrick. Elizabeth merasa kuat karena dia yakin Kendrick tidak akan menyakitinya karena bagaimanapun juga dia ibu dari anak anaknya.
Kendrick berdiri dengan angkuh, di depan pintu kamar VIP tempat di mana Noela di rawat. Kendrick memasang wajah garang dan menggelap, ketampanannya bahkan tertutup aura kemarahan. Marco bahkan bergidik melihat Kendrick mengeraskan rahangnya.
Sikap Elizabeth berubah, dulu wanita penakut bahkan penurut tidak ada lagi. Walaupun terkadang perlawannya sia sia, baginya tidak masalah jika menentang Kendrick.
"Kendrick! Aku tidak mau melakukan itu, aku tidak rela."
"Minta maaf!" Bentak Kendrick.
"Meminta maaf pada Noela? Kamu sakit?" Ejek Elizabeth. Elizabeth mulai marah, dia bahkan tidak mengenali Kendrick lagi. Kendrick mengepalkan tangannya, merasa aneh dengan sikap Elizabeth, apa susahnya meminta maaf. Matanya mengunci setiap pergerakan Elizabeth yang gelisah, bagaimana tidak gelisah? Elizabeth tidak bisa membela diri.
Kendrick memerintahkan pengawal untuk mengikat Elizabeth dan di paksa untuk pengambilan darah, tetapi Elizabeth meronta. Dia bahkan tak percaya seorang Kendrick dengan kepintaran hingga menembus langit dapat di bodohi oleh seorang dokter picisan.
"Lepaskan aku, aku akan bicara." Teriak Elizabeth. Kendrick mengijinkan dan memerintahkan pengawal untuk melepaskan tangan Elizabeth.
"Baik! Aku akan memberikan darahku, tapi setelah kamu menandatangani surat perceraian. Dan setelah itu kamu jangan menyesal. Kamu sudah di bodohi Noela, bencana yang di deritanya karena ulahnya sendiri. Dan lagi dia tidak benar benar cacat, dia sudah menggerogoti kepercayaanmu. Hanya karena sudah berhutang kepadanya kamu menindasku." Elizabeth mencoba mengingatkan Kendrick, lagi dan lagi Menginjak harga dirinya.
"Oming kosong!" Dengus Kendrick, mendekati Elizabeth hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka.
"Kendrick, aku mau bertanya. Jika aku yang mengalami seperti Noela alami. Apa kamu percaya dan menyalahkan Noela?"
Kendrick diam, dia membuang nafas secara kasar, aroma mint menguar hingga masuk ke dalam lobang hidung Noela.
"Kamu tidak bisa menjawab bukan? Lagi pula kalau aku memiliki niat jahat kepada istri ke duamu, bukan hanya menghukumnya dengan memukul kepalanya, tapi akan kuinjak hingga batang otak itu keluar." Elizabeth benar benar marah, fitnah yang di alamatkan kepada Nina belum terungkap, sekarang di tambah fitnah yang di tujukan pada dirinya.
Elizabeth mengibaskan rambut pendeknya dan menyilangkan ke dua tangannya di atas dada.
__ADS_1
Sekali lagi Kendrick diam tentu dia tidak bisa menjawab, dia sudah berhutang banyak kepada Noela, ginjalnya, masa depannya.
"Kamu menganggap Noela mengorbankan masa depannya untukmu? Bahkan hingga matahari jatuh terlentang ke bumipun akan tertawa mendengar itu. Noela sengaja mengorbankan dirinya, karena memang itu tujuan utamanya. Targetnya adalah kamu! Saat itu sebenarnya bisa saja Noela membawamu ke rumah sakit dan menghubungi Marco atau Matheo, tapi dia mengambil inisiatif untuk menjadikan tumbal karena kebodohan kakakku Eva. Kamu menganggap tindakanmu benar padahal jika jebakan memang di sengaja oleh Eva, bukankah dia memang istrimu? Untuk apa kamu melampiaskan pada wanita yang tidak ada hubungannya dengan kamu! Lagi pula kamu yang berhutang pada Noela, lalu untuk apa aku harus terseret masalahmu." Ucap Elizabeth lantang. Dia dengan pongahnya menghardik Kendrick. Kendrick merasa tersiram abu volkanik, perih dan tergores serpihan pasir panas. Merasa menjadi suami yang tak adil!
"Antarkan aku ke ruang operasi!" Perintah Elizabeth kepada pengawal, dia sudah menyerah. Toh kalaupun dia bertahan untuk menolak Kendrick akan tetap memaksanya. Baru saja Elizabeth berbalik untuk pergi menuju kamar operasi, suara perawat mengejutkannya.
'Menyusahkan.'
"Darah sudah tersedia, jadi tidak memerlukan pendonor lagi." Ucap perawat berbaju putih.
Elizabeth merasa lega, tak di pungkiri dia juga menguwatirkan kondisinya sendiri. Demikian juga dengan Kendrick, tentu akan merasa bersalah jika mengambil darah Elizabeth.
Perawat memasuki kamar Noela sambil membawa satu kantong darah. Eva memandang jijik darah itu.
'Sayang sekali orang yang sudah mendonorkan darah, sia sia karena penerimanya bukanlah orang yang tulus."
"Tidak jelas!" Umpat Elizabeth.
Memberikan tatapan dingin seakan mencemooh. Mengibaskan tangan di udara.
"Apakah kamu masih memaksaku untuk meminta maaf pada Noela? Jangan mimpi karena aku tidak akan melakukannya! Lebih baik aku di penjara dan aku akan membuktikan kalau aku tidak bersalah!" Kemudian Elizabeth berdiri dan melangkah pergi, hari sudah pagi. Pahkan perutnya belum terisi. Dia harus menemui Nina, putrinya itu sangat rapuh.
Kendrick tidak bisa menahan kepergian Elizabeth, dia harus menemani istri ke duanya.
Ucapan Elizabeth yang tidak bisa di lupakan Kendrick adalah.
'Sampai mati aku tidak akan meminta maaf ke padamu ataupun kepada Noela.'
__ADS_1
Di dalam bangsal rumah sakit tepatnya di kamar VIP Noela sudah sadarkan diri. Melihat kedatangan Kendrick, Noela mulai memasang wajah memelas.
Kain kasa warna putih dan dan plester perekat menempel di dahinya. Kali ini Kendrick merasa prihatin, luka pada tubuh Noela belum sembuh, bahkan sebagian kulitnya masih terlihat merah. Akibat dorongan Nina. Sekarang luka itu bertambah banyak di kepalanya.
Benar ucapan Elizabeth, kalau sebenarnya Kendrick merasa berhutang nyawa pada Noela dan tidak ada perasaan cinta, tapi hal itulah yang semakin mengikat dirinya.
'Tidak bisakah Elizabeth bersabar, toh sebentar lagi Noela meminta cerai.' Batin Kendrick.
Noela menangis meringis kesakitan. Kendeick menarik kursi tunggal dan mendekati Noela.
"Kendrick, aku mendengar suara Elizabeth di luar, apakah dia menjengukku? Tapi aku takut, jangan biarkan di masuk. Dia memukul kepalaku hingga pingsan. Kendrick aku takut." Noela memeluk leher Kendrick, aroma parfum menguar. Noela tidak mau melepaskan, jarang di dapat!
"Noela aku ingin bertanya sesuatu. Hanya untuk memastikan kebenaran ucapan Eli."
Noela mengangguk, memandang mata Kendrick.
"Apa kamu sudah tidak menggunakan kursi roda?"
Noela pura pura pura tertindas. Ke dua sudut matanya keluar air mata. Entah takut pada kebohongannya terbongkar bahkan di ceraikan Kendrick. Noela menggelengkan kepala, mencoba menghilangkan ketakutannya.
"Kendeick tidak masalah kamu meragukan aku, jika saja aku sudah bisa kembali berjalan secepatnya aku akan mengurus perceraian. Janganlah kamu menganggap kamu berhutang hanya karena ginjal dan perbuatan terkutuk itu. Aku menyesal, aku memang salah. Maafkan aku Kendrick, tidak bisakah Elizabeth bersabar? Secepatnya aku akan pergi biarkan Eliana bersamaku."
Noela pura pura sedih tetapi kalimatnya penuh penekanan. Sebagai tanda pengingat pada Kendrik. Tentu saja Kendrick tidak tega. Apalagi di pisahkan dengan Noela, anaknya tidak boleh berkeliaran di luar.
"Noela jangan seperti itu, Elizabeth tidak bermaksud seperti itu. Atas tindakan Elizabeth dan Nina aku meminta maaf, tetaplah di sisiku hingga kamu pulih." Noela memeluk Kendrick, menangis terisak tetapi wajahnya menyeringai.
Di tempat yang berbeda, di kastil barat. Julia sudah menunggu kedatangan Elizabeth.
__ADS_1
"Aku sudah punya bukti keterlibatan Maria. Singkirkan dulu Maria setelah itu kita pikirkan si Noela." Ucap Julia yakin.