
"Kendrick kamu bajingan!"
"Memohon untuk pergi? Jangan mimpi!"
Kendrick terus menekan Elizabet di bawahnya, dia sudah menahan begitu lama, hasrat dan birahi yang terpendam, Kendrick sang petualang cinta dan meninggalkan benih di mana mana, sekian lama mengabaikan demi wanita yang di cintainya. Dia sudah berhenti bermain wanita sejak kembalinya Elizabeth. Dan kini hasratnya kembali terpancing. Kendrick menggigit bibir bawah Elizabeth, memasukkan lidahnya dan saling bertemu. Tapi Elizabeth menolak, menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Kendrick benar benar merindukan tubuh Elizabeth, sangat memabukkan!
Kendrick tidak bisa mengancamnya lagi, untuk apa bertahan semata mata demi melindungi Juan. Untung Kendrick tidak menyadari keberadaan Nina, kalau tidak dia akan menggunakan Nina sebagai bahan ancaman.
Kendrick bertindak brutal dan kasar memasukkan benihnya hingga ke dalam rahim Elizabeth. Kendrick ingin menahan wanita ini agar tetap di sisinya. Tidak masalah membencinya tapi jangan kembali meninggalkannya.
Setelah terpuaskan Kendrick mengambil ponsel yang ada di saku celananya, celana yang terlempar di bawah kasur besar itu teronggok begitu saja.
Menekan nama dan menempelkan ponsel itu tepat di telinganya.
"Marco undang petugas catatan sipil ke kastil, aku akan menikah sore ini!"
Rupanya Kendrick berniat mengikat Elizabeth dengan cara menikahinya, bahkan tidak menunggu hingga esok hari. Kendrick melihat tubuh Elizabeth tanpa sehelai benangpun, meringkuk seperti anak kangguru, kecil dan imut. Kendrick menutupi tubuh Elizabeth dengan selimut tebal. Dia berharap kehadiran bayi di rahim wanita itu segera hadir. Kendrick meninggalkan kamar kemudian menguncinya kembali dari sisi luar.
"Bajingan kamu Kendrick." Umpat Elizabeth. Mendengar umpatan Elizabeth, Kendrick hanya menyeringai penuh kepuasan.
"Jangan salahkan aku, kamu yang sudah memancingku untuk berbuat kasar. Hanya karena Juan kamu menyakiti Leyton! Pikirkan lagi kesalahanmu!"
Elizabeth menyadari itu, kemudian bangun dari tidurnya. Memungut pakaian yang berserakan di mana mana. Tubuhnya kembali kotor, memasuki kamar mandi, menyalakan shower air dan membersihkan tubuhnya, dia jijik dirinya kembali menjadi pelampiasan laki laki. Seperti tempat sampah!
'Kendrick aku membencimu!'
Kenyataannya perasaan Elizabeth kepada Kendrick begitu rumit.
'Benci tapi rindu.'
'Mencintai tapi menyakiti'.
'Jijik tapi membutuhkan'.
Serupa dengan Kendrick, parahnya Kendrick akan mencintai Elizabeth sepenuh hati walaupun dia pernah mengandung anak Duarte. Saat ini dia sudah memerintahkan Marco untuk mencari keberadaan anak Elizabeth. Tidak masalah dia membesarkan anak Elizabeth dari laki laki lain bahkan hasil perkosaan. Kendrick terlalu malu untuk bertanya kepada Elizabeth dimana anak yang pernah di kandungnya.
Elizabeth menyalakan pancuran air memunuhi bak mandi dengan air dingin. Mencuci tubuhnya hingga bersih, aroma keringat Kendrick masih membekas, dia harus menghilangkan itu.
Elizabeth menyesali tindakannya pada Leyton, dia melakukan itu demi menjauhkan keterikatan Leyton padanya dan juga Kendrick akan menggunakan Leyton sebagai senjata agar Elizabeth nyaman di sisisnya, Elizabeth menyukai anak anak.
Pintu di ketuk dari sisi luar, tidak beberapa lama terdengar suara anak kunci di putar, pintu di dorong ke dalam, Maria memasuki kamar Elizabeth sambil membawa nampan berisi makanan dan susu.
__ADS_1
Elizabeth bergegas berdiri hendak meninggalkan kamar menuju kamar Leyton, bagaimanapun juga Elizabeth harus meminta maaf. Tetapi Maria menahannya.
"Nona jangan lakukan itu, ada dua penjaga di luar."
Elizabeth menghentikan langkahnya. Kemudian melihat Maria.
"Maria, bisa kamu bantu aku? Aku ingin menemui Leyton." Elizabeth jendak melangkahkan kakinya le luar kamar.
"Nona, itu tidak bisa. Tuan Kendrick melarangnya."
Elizabeth menunduk dan terdiam. Berpikir apa yang harus dia lakukan.
"Nona jangan bersedih, aku akan membantu nona."
"Trimakasih, ayo."
"Bukan, bukan seperti itu. Percuma nona keluar mereka pasti tidak akan mengijinkan. Aku akan membawa Leyton ke mari."
"Oh. Itu juga lebih baik. Maria trimakasih." Ucap Elizabeth lirih. Entah mengapa dia merasa bersalah kepada Leyton, apa karena sikapnya yamg di luar batas kewajaran, ataukah ada hal lain?
Maria meninggalkan nampan berisi makanan itu di atas nakas. Elizabeth menunggu dengan cemas.
Tak beberapa lama kemudian Maria kembali sambil menggandeng tangan majikannya yaitu tuan muda Leyton.
Perlahan Elizabeth mendekati Leyton. Menatap wajah Leyton dengan penuh penyesalan. Pelan tapi pasti Leyton membuka diri.
"Leyton sayang, mafkan bibi Eli."
Leyton mengangguk, menerima sambutan tangan Elizabeth kemudian masuk ke dalam pelukannya.
"Maafkan bibi, bibi hanya kesal sama ayahmu."
"Apa bibi membenciku? Aku memang anak yang tak di untung, bahkan mamaku juga membenciku. Sekarang bibi juga sama. Leyton harus di hukum! Wuwuwuwu." Leyton menangis kencang. Elizabeth merasakan sesak di dada.
'Kenapa sesakit ini mendengar tangisan Leyton. Perasaan yang sama jika Nina mengalami kemalangan. Ataukah karena dia anak Eva? Keponakanku!'
Elizabeth menghibur Leyton keduanya menangis berpelukan.
"Bibi dengar hari ini kamu tidak makan sama sekali?" Tanya Elizabeth sambil ke dua tangannya menakup pipi Leyton.
"Siapa yang bilang?"
__ADS_1
"Maria yang bilang! Kalau kamu tidak mau makan, itu namanya baru nakal, bibi akan menghukummu." Ucap Elizabeth, menjatuhkan dua jarinya di letiak Leyton. Leyton tertawa hingga keluar air mata. Menggendongn dan menjatuhkannya di atas kasur.
"Bibi Eli hentikan aku tidak kuat."
"Masih tidak mau makan?"
"Mau mau, Leyton bukan anak nakal. Leyton akan menurut. Leyton menyerah."
"Ok kalau begitu biar Maria membawa makanan ke mari." Bujuk Elizabeth, di tanggapi tawa terbahak bahak dari Leyton dan menganggukkan kepalanya.
"Maria tolong ambilkan makan siang untuk tuan kecil Leyton, dan tolong bawa juga Nina ke mari. Aku akan menyuapi mereka berdua."
"Aku menyayangi bibi, bibi berjanjilah tidak meninggalkan Leyton." Elizabeth tersenyum menundukkan kepalanya, mencubit dua pipi gemuk Leyton, kalimat terakhir Leyton seolah pemikiran dari Kendrick.
Di ruang tamu Kendrick bersama Matheo, membicarakan masalah pekerjaan. Bisnis Kendrick melaju pesat, bahkan dia merambah hingga ke seluruh Asia.
"Kenapa tersenyum? Ada yang aneh? Jangan katakan kalau kamu mulai tidak waras!" Ucap Matheo melihat sikap Kendrick seperti anak kecil.
"Akhirnya aku tau kelemahannya, tangisan Leyton." Ucap Kendrick.
"Berhasil?"
"Yap. Dan kini bersama Nina di dalam kamar Elizabeth."
"Tapi kamu tidak bisa menahannya jika dia berniat pergi. Kecuali kamu mengikat ke dua kakinya"
"Bukan ide buruk, kedepannya mungkin aku akan lakukan hal itu."
"Jangan bercanda kamu, ucapanku tadi tidak serius."
"Bagus hari ini kamu tidak mengajak Julia, aku butuh ketenangan di pernikahanku."
"Oh."
Jawab Matheo ringan dia tidak tau maksud dari Kebdrick. Tapi beberapa saat baru tersadar dari ucapan Kendrick.
"Maksudmu apa? Menikah?" Matheo mulai tersadar.
"Ya, sore ini."
"Gila. Bahkan persiapan pernikahanku dan Julia masih membutuhkan persiapan lama."
__ADS_1
"Begitulah kemampuanku, kamu tidak akan bisa menandingi." Ucap Kendrick sombong.