
Suara benda jatuh di tengah pesta. Bahkan mengalahkan suara irama piano yang tengah di mainkan oleh seorang pianis.
'Bug'
Semua yang hadir tentu mencari asal suara, musik tiba tiba berhenti. Bahkan para tamu mematung, semua mata tertuju pada sesosok tubuh yang tertelungkup di atas tanah.
Pada saat itu Elizabeth tengah memegang gelas piala berisi anggur merah, seketika gelas piala itu terlepas dari tangannya.
'Prang'
"Eva!..."
Teriak Elizabeth kencang, siapapun yang hadir di situ tau kalau sosok yang jatuh dari balkon itu adalah istri pertama Kendrick, walaupun sosok itu tertelungkup tetapi bentuk tubuh dan pakaian yang baru saja di kenakan di tengah pesta tentu dapat di kenali dengan mudah.
Elizabeth berlari mendekati tubuh Eva yang bersimbah darah.
Secara tidak sadar Eva mendongakkan kepalanya ke balkon, nampak Leyton berdiri dengan wajah pucatnya, dia mematung memandang sosok Eva. Seketika Elizabeth seakan tercabik. Di satu sisi adalah kakaknya dan di atas adalah keponakannya.
Yang di takutkan adalah trauma yang akan di alami Leyton, mama yang begitu di sayanginya jatuh dari balkon, dan itu di depan matanya. Leyton baru saja keluar dari rumah sakit, kondisi tubuhnya belum benar benar baik. Lalu di tambah tragedi.
Elizabeth menangis histeris. Dia menyesal tidak menolong Eva, sebelumnya saat Eva mengatakan kalau dirinya memohon bantuan pada Elizabeth agar membujuk Kendrick membatalkan niatnya untuk mengasingkannya di pulau Kairo. Jika saja dia sedikit baik hati, jika saja dia tidak menjadi istri ke tiga Kendrick. Tentu Eva tidak senekat ini. Apa yang ada dalam pikiran Eva hingga melompat dari balkon? Memang ketinggiannya tidak lebih dari dua puluh meter. Tapi dari ketinggian itu jika tidak mati maka akan menjadi cacat.
__ADS_1
Kendrick tak kalah terkejutnya, Eva rela menjatuhkan dirinya dari balkon dari pada di asingkan ke pulau Kairo atau di ceraikan. Bukankah itu pilihan mudah? Jika saja Eva menerima untuk di ceraikan, Kendrick akan memberikan kompensasi berupa pusat pertokoan dan fila yang ada di wilayah selatan. Kenapa Eva tidak berpikir jernih? Tiba tiba tangan Kendrick kebas, peristiwa ini mungkin akan selanjutnya akan membuat Elizabeth membenci dirinya, di tambah status Leyton yang masih belum di jelaskannya. Sekilas Kendrick melirik reaksi Elizabeth, istri ketiganya ini benar benar wanita baik, bahkan di depan tubuh Eva yang terbujurpun masih menagisinya padahal perlakuan Eva kepada Elizabeth sangat tidak manusiawi.
Kendrick berjongkok di sisi Elizabeth, memeriksa nadi yang ada di pergelangan tangan Eva. Untuk sesaat Kendrick benar benar berharap wanita ini tetap hidup. Agar kelak bisa mengatakan pada Elizabeth mengapa Leyton menjadi anak Eva.
"Masih ada." Ucap Kendrick, yang di maksud masih ada adalah Eva masih bernyawa. Elizabeth tak berhenti menangis. Bahkan mengucapkan kalimat yang membuat hati Kendrick mendingin.
"Kamu sudah membunuh Eva, kamu tidak punya hati." Istri ketiganya benar benar hebat bahkan sekarang menyalahkannya. Hati Lendrick sangat perih seakan tersiram garam, tapi dengan cepat Kendrick merubah ekspresinya dan lembali normal.
Namun Kendrick juga ingin marah, tapi dia sadar waktunya tidak tepat. Elizabeth tidak tau kalau Kendrick menceraikan Eva karena dari awal Eva sudah menipunya, mengenai status Leyton. Ingin rasanya Kendrick membongkar masalah ini dan mengatakan langsung pada Elizabeth, tapi dia harus menunggu waktu yang tepat. Kendrick tidak mau nantinya Elizabeth membenci dirinya sendiri karena seperti di ketahui sesaat sebelum melahirkan, berapa kali Elizabeth mengungkit perlakuan Kendrick pada Leuton dan Nina tidak adil. Apakah itu tidak akan menjadi beban Elozabeth, dia akanerasa bersalah dan kemungkinan akan berdampak buruk
Seorang tamu yang berprofesi sebagai dokter mendekat dan ikut meraba bagian leher Eva. Dokter itu menganggukkan kepala kepada Kendrick seolah sebuah isyarat bahwa Eva masih bernafas.
Kendrick mengalihkan pandangannya kepada Marco yang tengah berdiri tak jauh darinya.
Elizabeth hendak menyibak rambut Eva, tapi gerakan itu di tangkap oleh dokter itu kalau Elizabeth akan membenarkan posisi kepala Eva.
"Jangan!" Ucap dokter.
Elizabeth menarik tangannya, tentu saja dia percaya ucapan seorang dokter.
Para tamu undangan sudah di bubarkan, walaupun tak sedikit yang terkejut dengan kejadian ini. Bahkah tak sedikit yang masih bertahan, berita ini tentu sangat menghebohkan, media akan membesarkan masalah ini. Seorang kepala mafia seperti Kendrick akan di cap buruk, reputasinya akan hancur. Kendrick bertindak cepat melepas jas biru yang di pakainya untuk menutupi bagian paha Eva yang tersibak. Tindakan ini tidaklah menolong kondisi istri pertama tapi setidaknya reputasinya.
__ADS_1
Marco mengepalkan tangan, bagaimana bisa nyonya Eva membalas dendam dengan cara seperti ini, benar benar tidak elegan. Apalagi konflik di perusahaan tengah berkecamuk, seseorang berusaha membeli beberapa saham kecil, tentu jika terkumpul akan menjadi kawanan yang besar dan sanggup menandingi Kendrick. Di tambah masalah ini. Usaha bos Kendrick membangun perusahaan ini tidak sedikit kenapa di hancurkan dengan mudah oleh istri pertamanya.
Marco bertindak cepat, menghentikan semua kamera yang berniat memotret kejadian ini.
Di kamar yang lain tapi di lokasi yang sama, seorang wanita tengah memutar gelas berisi anggur merah, dia memutar mutarkan gelas itu searah jarum jam. Senyum wanita itu meghiasi sudut bibirnya tapi sesaat berubah menjadi seringaian cadas, satu tangannya meremas ujung gaunnya yang pendek, kepalan itu meninggalkan bekas kain yang kusut.
'Sudah saatnya aku tampil, beberapa tahun hanya menjadi seorang penonton bahkan di anggap sebagai kelinci bodoh, waktunya aku menampakkan diri, agar semua tau siapa yang pantas menyandang nyonya Kendrick yang sesungguhnya.'
Wanita itu menegak anggur merah hanya dengan sekali teguk. Kemudian meletakkan gelas piala itu di atas nakas dengan anggun, menarik sebuah kertas tisyu kemudian membersihkan sudut bibirnya.
Wanita yang tak lain adalah Noela menarik pajangan guci juga piring kristal berisi puding cantik dan melemparkan ke sembarang tempat, kemudian menggulingkan tubuh dan kursinya ke lantai sehingga serpihan kristal itu melukai sebagian kulit tubuhnya, kemudian dia berteriak dan tak sadarkan diri.
'Aaaaa'
Perhatian orang yang tengah berada di lokasi kejadian kini beralih pada suara teriakan, tak terkecuali Kendrick dan Marco. Tentu saja semua mengenali suara itu. Suara teriakan berasal dari kamar istri ke dua Kendrick, semua berhamburan, untuk melihat ada peristiwa apa yang terjadi. Tak terkecuali Kendrick.
Kendrick melewati Elizabeth dan Eva yang tengah terbaring, bahkan tidak memperdulikan lagi dengan mobil ambulan yang sudah memasuki halaman kastil.
'Ada apa ini? Kenapa menjadi kacau?' Batin Eva, bahkan acara belum di mulai sama sekali.
Hanya tinggal Elizabeth dan Eva juga petugas medis, tidak ada lagi yang memperdulikan ke duanya.
__ADS_1
Saat petugas ambulan menyingkirkannya agar menjauh untuk memberikan ruang, Elizabeth hanya menganggukkan kepala. Dia tidak tau lagi apa yang di lakukan, dia terjebak dengan pernikahan ini, bahkan status sebagai istri ke tiga sangat menjijikkan. Tidak ada yang perduli dengannya dan Eva, mereka perduli karena Kendrick perduli. Jika tidak lagi ya tidak perduli!