
Kendrick masih saja dalam kondisi menahan marah, di akhir telepon dia sempat mendengar kalimat bahwa jika Kendrick tidak menyerahkan Eliana dia akan menculik Leyton.
Kastil barat sudah di jaga ketat, untuk sementara dia mengalihkan perhatiannya kepada Eliana.
Malam semakin larut, udara yang begitu dingin menusuk hingga ke tulang, untung saja langit begitu terang, bahkan bintang dan bulan bersinar menghiasi cakrawala. Pantulan cahayanya menari nari di atas permukaan air dan memantulkan warna keperakan. Kendrick dan Matheo tengah menaiki lift apartemen milik Matheo.
Sebelumnya ke dua laki laki itu berniat memindahkan Eliana, demi keselamatannya. Untung saja dokter yang merawatnya memberikan suntikan obat tidur. Jika Kendrick tidak membius Eliana, niscaya Eliana tidak akan dapat di kendalikan, marah dan temperamental.
Kendrick menggendong tubuh Eliana yang terkulai lemas dengan ke dua tangannya menjuntai, nampak tubuhnya seperti tumpukan kapas saat di dalam gendongan Kendrick, begitu ringan seolah tak ada beban.
Pintu lift terbuka, Matheo dengan sigap menahan pintu lift otomatis itu.
Sebenarnya Kendrick juga memiliki satu unit kamar apartemen di lokasi yang sama, hanya saja dia tak akan tega meninggalkan Eliana sendirian. Matheo membuka unit apartemennya, menekan beberapa kode angka dan pintu terbuka.
"Letakkan di kamar tamu." Ucap Matheo. Melihat Kendrick sedikit kesulitan, Matheo menawarkan diri untuk bergantian menggendong tubuh Eliana.
"Berikan padaku."
"Sudah tunjukkan saja di mana kamarnya." Jawab Kendrick ketus, dia tidak akan mengijinkan laki laki lain menyentuh Eliana.
Eliana di baringkan di atas kasur busa berwarna putih kemudian Kendrick menutupinya dengan selimut berwarna senada.
"Di mana Julia dan Nina? Apa mereka tidak tinggal di sini lagi?"
"Dia tinggal di kamarku."
"Gila! Kamu tidur satu kamar bersama Julia dan kamu melakukannya di depan Nina?"
"Aku yang tidur di sini, kamar utama lebih luas. Lagi pula aku bukan kamu yang selalu berganti perempuan. Bagiku Julia adalah satu satunya."
Setelah berbincang sebentar Matheo pergi menuju ke kamar utama, dia mengetuk pintuk kamar itu dengan halus, ada sedikit keraguan. Bagaimana jika Julia tidak bisa menahan diri saat melihat Eliana.
Pintu terbuka, Eliana belum tertidur terlihat dari penampilannya sama sekali tidak kusut.
"Ada apa? Sudah malam, jangan berisik. Nina baru saja tertidur." Ucap Julia sambil berbisik, dia tidak mau Nina terbangun.
Matheo menarik tangan Julia agar menjauh dari kamar utama.
"Ada apa, jangan seperti ini. Lepaskan tanganku. Sakit!" Seperti biasa Julia tidak pernah ramah terhadap Matheo. Matheo memberi kode satu jari tepat di bibir Julia.
"Eliana!"
"Apa!" Ucap Julia keras, dengan sigap Matheo menutup mulut Julia agar suaranya tidak terdengar Kendrick.
__ADS_1
"Dia bersama Kendrick. Jadi kamu bersikap normal, jangan sampai Kendrick curiga apalagi sampai mengetahui kalau Eliana adalah Elizabeth."
Julia menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Lalu kenapa Kendrick dengan suka rela membawa Eliana ke apartemen ini? Bukankah dia sangat protektif kepada Eliana."
"Ternyata yang merubah wajah Elizabeth menjadi Eliana adalah Jade Eman."
"Dari mana kamu tau?"
"Aku menyimpulkan sendiri."
"Sok tau!"
"Coba saja berpikir, Jade sudah menyiksa Carlos dan Luci."
"Lalu? Aku masih belum mengerti."
"Saat itu Carlos mengaku kepada Kendrick kalau dia adalah ayah dari Eliana. Dan Carlos menikah dengan janda Luci, padahal Luci adalah mama dari Elizabeth. Mereka berdua sebenarnya terlibat kasus perubahan wajah Elizabeth. Paham?"
"Paham, lalu kenapa kita tidak langsung saja mengatakan pada Kendrick?"
"Sebenarnya Kendrick tau, hanya saja pikirannya hanya terpaku dengan sosok Eliana."
"Dasar Kendrick mata keranjang."
"Ya sudah, aku ingin melihat Elizabeth sekarang."
"Eliana!"
"Iya iya."
Ke duanya berjalan menuju kamar tamu, terlebih dahulu Julia memastikan keadaan Nina yang tengah tertidur lelap.
"Ayo." Ajak Julia mulai tidak sabar.
Matheo mengikuti dari belakang, dia sedikit ragu. Bagaimana jika Eliana tidak bisa menahan diri saat bertemu Eliana.
Matheo langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Kendrick sedikit terkejut karena posisi dirinya yang tengah memeluk Eliana yang tertidur.
"Tidak bisakah kalian mengetuk pintu terlebih dahulu?" Sindir Kendrick.
__ADS_1
"Untuk apa? Toh ini kamar Matheo! Harusnya kamu yang malu, di kamar apartemen orang lain tapi masih sempat bermesraan."
Kendrick merasa gengsi, seorang kepala mafia harus berdebat dengan wanita sekelas Julia.
Kamu kira aku tidak memiliki apartemen lain? Coba kamu buka pintu apartemen ini, tepat di depan, dan pintu saling berhadapan adalah apartemenku."
"Masak?"
"Dan kamu tanya pada Matheo, apartemen yang kamu injak ini, dan kamu tinggali selama ini adalah hadiah dariku!"
Julia merasa malu, tapi dasar Julia dia sama sekali tidak mau mengalah.
"Baguslah kalau begitu. Kalian pindah saja, biarkan aku tenang di sini bersama Nina dan Elizabeth, eh maksudku wanitamu Eliana!" Julia salah sebut nama, untung saja Kendrick tidak curiga. Matheo menghela napas ketakutan.
"Kamu mengusirku dari apartemen milikku?" Tanya Matheo.
"Ya! Lebih baik kalian pindah sekarang. Di sini apartemen kusus wanita. Cepat pindahkan barang kalian!"
"Jika bukan wanitamu, aku sudah menembak kepalanya!"
"Coba saja! Kamu akan menyesal seumur hidup." Ucap Matheo.
"Menyesal apa, biar aku tembak saja kepalanya sekarang." Bisik Kendrick kepada Matheo. Tangannya mulai menarik pistol yang ada di bagian belakang pinggulnya.
"Jangan konyol!" Bisik Matheo tak kalah panik, dia merangkul Kendrick sangat erat agar tidak melakukan ancamannya. Matheo sangat mengenal Kendrick, jika sudah marah dan tersinggung dia akan lebih nekat.
"Kalian kenapa? Jangan bermesraan di sini. Menjijikkan" Hardik Julia.
Menyadari ucapan Juli, Kendrik dan Matheo melepaskan rangkulannya.
Kendrick tidak mungkin membawa Eliana pindah di unitnya, karena Eliana tidak bisa di lepaskan begitu saja.
Dengan tinggal di unit apartemen milik Matheo, maka setidaknya ada yang menemani atau mengawasi Eliana.
Kendrick dan Matheo menjauh dari kamar tamu. Ke duanya benar benar pindah di unit apartemem milik Kendrick, keadaan apartemen cukup bersih, karena setiapa hari akan ada pelayan yang membersihkan sehingga tetap rapi.
Sementara itu Julia melihat tubuh Eliana yang terbungkus selimut putih. Wajah Eliana menghadap ke samping, sedikit tertutup rambut, Julia berjalan memutar, menyibakkan rambut Eliana dengan perlahan.
'Cantik'
Gumam Julia, tetapi dia paham kalau wajah Eliana terlihat sangat cantik, bahkan sedikit tidak yakin.
Kemudian Julia sedikit membuka ujung lengan gaun tidur Eliana, dia ingin memastikan kalau hasil tes DNA tidaklah salah.
__ADS_1
Ada bekas luka gigitan disana, luka gigitan yang di dapat pada saat Elizabeth terkena pengaruh afrodisiak. Kemudian Julia membuka sedikit gaun tidur yang ada di bagian pundak, tanda hitam berbentuk noda kecil itu sudah tidak ada, hanya bekas luka yang di buat seperti baru.
'Sial, bahkan Jade menghapus noda hitam di pundak Elizabeth. Semoga Jade mati di tangan Kendrick.' Batin Julia dengan senyum menyeringai.