
Satu hari setelah pernikahan yang di hadiri oleh teman dekat. Tidak banyak yang datang. Eva di paksa Kendrick untuk menjadi saksi. Penolakan dan protes di layangkan oleh Eva tapi tentu saja tidak berani menyampaikan langsung pada Kendrick. Eva hanya mengumpat pelan pada telinga Elizabeth.
"Kenapa kamu tidak mati saja! Kamu tau, mama dan aku sudah berusaha menyingkirkan kamu. Sialnya kamu masih bernapas. Kamu boleh menikah dengan Kendrick. Tapi setelah ini akan aku tunjukkan siapa sebenarnya yang ada di hati Kendrick."
Elizabeth terkesiap mendengar ucapan Eva. Kakak yang seharusnya melindunginya malah menusuknya dari belakang. Elizabeth mengepalkan tangannya. Bahkan dia tidak berminat menikahi Kendrick. Ini paksaan!
"Kalau kamu sanggup menghentikan pernikahan ini, lakukukan. Aku bahkan tidak berminat dengan suami kamu. Ayo aku tunggu, katakan pada Kendrick. Tidak berani bukan?"
Keduanya tidak dalam ekspresi yang baik, semua tau itu. Kendrick terlihat gagah dengan penampilannya bak seorang Don Juan. Senyum merekah di wajahnya, dia tidak tau cara memperlakukan wanita yang di cintainya. Tetapi Kendrick beranggapan akan menyenangkan hati Elizabeth. Salah besar!
Gaun putih sederhana di padu padankan sepatu putih juga make up yang tidak tebal membuat penampilan Elizabeth begitu memukau.
'Pernikahan paksaan.' Umpat Elizabeth kesal.
Pelecehan, temperamen dan seorang mafia. Merupakan predikat yang buruk di mata siapapun itu
Alasan Elizabeth tidak mau menikah dengan Kendrick bukan karena dia sudah tidak mencintainya lagi tetapi perasaan takut pada Kendrick lebih mendominasi. Dia hanya memikirkan nasib putrinya Tekatnya hanya satu membawa pergi Nina tanpa di ketahui Kendick.
Malam pertama, yang sebenarnya bukan benar benar malam pertama. Kendrick memasuki kamar utama. Tidak seperti kamar pengantin pada umumnya yang di penuhi tebaran kelopak bunga.
Tapi kamar ini sangat mewah untuk ukuran Elizabeth.
Kendrick melepaskan jas yang di pakainya, melemparkan begitu saja. Kemudian mendekati ranjang tempat Elizabeth membaringkan tubuhnya. Menyisir rambut Elizabeth dengan lima jarinya. Elizabeth membuka matanya tampak wajah Kendrick yang tampan dengan semburat senyumannya. Elizabeth merasa tidak nyaman, seperti biasa sepasang pengantin baru tentu akan melakukan rutinatas yang seharusnya.
Kendrick menyadari bagaimana sikap Elizabeth, menolaknya! Tidak masalah baginya. Dia akan melakukannya pelan pelan. yang penting Elizabeth sudah sah menjadi istrinya dan dia sudah mengikatnya!
Kendrick mendekatkan bibirnya ke dahi Elizabeth, tetapi Elizabeth menolaknya, membuang pandangannya ke arah yang lain. Kendrick mulai kesal, malam ini adalah puncak hasratnya.
Kendrick menarik tubuhnya dan bangun dari tempat tidur dengan cepat. Kendrick sangat tersinggung dengan penolakan itu.
"Apa kamu menolakku?"
__ADS_1
Elizabeth tetap diam, bahkan dia memunggungi Kendrick. Tapi di hatinya ada rasa takut, bagaimana jika Kendrick memukulnya.
"Elizabeth kamu menolakku!"
Merasa di abaikan, Kendrick menarik rambut Elizabeth dengan keras. Kendrick mengira Elizabeth marah karena sudah kehilangan Juan.
"Sakit, lepaskan!" Rintih Elizabeth. Sifat Kendrick yang seperti ini paling di benci Elizabeth. Kasar dan arogan! Elizabeth memang menyesali tindakan Kendrick sudah menyingkirkan nyawa Juan, tetapi bukan itu alasannya. Menghilangkan nyawa orang lain yang menjadi alasannya. Tapi bukankah Kendrick seorang Mafia? Seperti itulah kehidupannya, nyawa orang lain tidak berharga.
"Kalau hanya karena nyawa Juan kamu bisa sesedih ini. Bagaimana dengan aku? Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaanku?"
"Untuk apa aku memikirkan perasaanmu? Jelas jelas di hatiku tidak ada tempat buat kamu!"
"Lalu siapa yang ada di hati kamu Juan atau Jade!"
Kendrick semakin mengencangkan tarikan pada rambut Elizabeth, ke dua pasang mata saling mengintimidasi.
"Ya, yang jelas tidak ada kamu! Manusia rendahan!"
"Apakah Kamu tidak ada hati, lihat bagaimana bahagianya Leyton saat kita menikah."
"Urusannya apa denganku? Leyton bukan putraku, bukan aku yang memikirkan perasaan Leyton. Tapi kamu dan Eva! Persetan dengan Leyton!" Elizabeth menggigit bibir bawahnya. Hatinya ingin menjerit, ini tidak sesuai dengan nalurinya. Dia sangat menyukai Leyton.
'Leyton maafkan bibi'.
"Ternyata benar, kamu wanita yang tidak punya hati!" Kendrick membanting barang barang yang ada di dalam kamar, Elizabeth melihat kelakuan Kendrick yang seperti itu sangat takut. Berdiri di sudut kamar dan menutup ke dua telinga.
"Kendrick hentikan!"
"Kenapa? Aku harus menuruti wanita yang tidak punya hati sepertimu? Aku salah menilaimu! Bahkan kamu lebih buruk dari eva!"
"Kalau begitu lepaskan aku, kita bercerai saja."
__ADS_1
"Dalam mimpi!"
Kendrick benci jika Leyton di sakiti, Putra semata wayangnya adalah yang utama. Jika saat ini Leyton berharap memiliki ibu seperti Elizabeth tentu dia menurutinya. Tapi di luar perkiraan ternyata Elizabeth tidak menyukai Leyton. Kendrick emosi, sasarannya adalah membanting perabotan mahalnya.
Jika terlalu lama di kamar pasti semakin menyakiti Elizabeth. Dia mengambil keputusan ke luar dari kamar dan menghubungi Matheo untuk datang ke club D'Oreon. Kendrick butuh penyegaran otak.
Hari sudah melewati malam, pagi ini semua berkumpul di meja makan yang berada di samping taman dan kolam. Ada keceriaan di wajah Leyton dan Nina. Ke duanya mengapit tempat duduk Elizabeth. Makanan ringan di sajikan. Elizabeth melirik wajah Kendrick yang terlihat datar, sama sekali tidak menyapa Elizabeth ataupun sekedar melihatnya. Sepertinya Kendrick masih sangat marah.
Elizabeth duduk tenang, sesekali dia membantu Leyton dan Noela untuk sekedar mengoles selai pada rotinya. Tetapi dia lebih menjaga jarak dengan Leyton demi menutupi niatnya untuk melarikan diri. Eva terlihat tenang, tidak seperti biasanya, seolah menunggu sesuatu kejadian.
"Papa, kapan kira pergi ke rumah pantai? Sudah lama kita tidak berlibur." Ucap Leyton. Leyton memecah suasana sepi itu sedikit lebih berwarna.
"Apa kamu menginginkannya?" Tanya Kendrick.
"Ya tentu saja, aku akan menunjukkan rumah pantai Kita yang keren itu pada Nina." Rengek Kendrick.
"Ok, papa akan menghubungi paman Matheo dan bibi Julia."
"Kenapa? Bukankah paman Matheo sangat sibuk mempersiapkan pernikahan dengan bibi Julia?" Cicit Leyton.
"Mereka harus ikut, bukankah Nina anak dari mereka?" Ucap Kendrick tenang.
Elizabeth dan Nina menelan saliva kasar secara bersamaan. Keduanya saling pandang. Ada genangan air mata di sudut mata Elizabeth dan Nina seolah berkata...
'Mama, kamu tidak mengakui aku sebagai anakmu?'
Padahal yang di lakukan Elizabeth sudah benar, jika Kendrick mengetahui status Nina, maka Nina akan di pergunakan sebagai alat untuk menahan keberadaan Elizabeth. Hal itu akan sulit nantinya.
Kendrick mengusap bibirnya dengan serbet makan, kemudian dia berdiri meninggalkan meja makan tanpa menghiraukan ke tiga istrinya. Ada senyum kemenangan di sudut bibir Eva.
'Saatnya menunjukkan siapa yang terpenting di hati Kendrick di antara ke tiga istrinya, tunggu saja tanggal mainnya!' Batin Eva.
__ADS_1
Rencana besar sudah di persiapkan Eva, lagi lagi dia berniat menyingkirkan Elizabeth. Seperti yang pernah dia lakukan.