Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Benih Cinta Kendrick


__ADS_3

Kendrick terjaga dari tidurnya, sesuatu mengganjal diatas perutnya, entah apa itu. Tetapi sesuatu itu tertutup selimut tebal.


Seorang wanita tertidur di perutnya, tanpa melihat wajahnyapun Kendrick tau siapa wanita itu.


Aroma parfumnya sangat menyengat, kulit putihnya bak butiran mutiara, rambut hitam berkilau dan pemiliknya adalah istrinya, tapi dia tidak tergoda sama sekali. Perempuan licik yang kebetulan melahirkan anaknya.


'Sial!'


Ucap Kendrick dengan kencang, menarik selimut putih dan mendorong wanita itu sekencang kencangnya.


Wanita itu jatuh berguling guling dan terjerembab, kepalanya terantuk lantai, untung saja lantai tertutup oleh lapisan karpet tebal. Sehingga tidak seberapa sakit. Tapi dia langsung berdiri, tanpa berusaha menutupi tubuhnya yang tengah bugil. Lagi pula untuk apa menutupi? Toh ini memang tujuannya.


"Aduh."


Kendrick melihat tubuh wanita itu penuh bercak merah keunguan, serupa dengan tanda kepemilikan. Tubuh tanpa sehelai benang terpampang di depannya. Dada membusung menantang, di bawah sana terlihat milik wanita itu dengan jelas dan tertutup bulu halus berwarna hitam.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Teriak Kendrick.


"Menurutmu apa?" Ucap wanita itu, memasang wajah memelas penuh kepalsuan.


"Jelaskan padaku kalau tidak, aku akan membunuhmu. Paham!"


Kendrick mencengkeram leher wanita itu, tangan kirinya masih memegang selimut putih dengan kencang. Demi menutupi miliknya agar tidak di jadikan tontonan gratis oleh wanita itu.


"Kamu lepaskan aku, akan ku jelaskan." Ucap wanita itu sambil menahan sakit, dirinya harus menahan ketakutan agar bisa mengatur emosi.


Kendrick masih mencengkeram leher wanita itu, tidak mau melepaskan sebelum wanita itu berkata jujur.


Menghentakkan cekikannya, dan membanting ke belakang.


Punggung wanita itu menabrak dinding kamar dengan keras. Tubuhnya melorot ke bawah. Demi niatnya dia berakting sebagus mungkin. Berpura pura kesakitan dan meringkuk.


"Jangan seperti ini, tapi aku tidak bersalah. Kamu yang memaksaku."


"Memaksa kamu apa! Jangan ngaco! Aku robek mulutmu."


"Kend, aku bersumpah demi apapun."


"Jangan panggil namaku dengan nama panggilan, kamu tidak berhak!"


Wanita itu bahkan berani bersumpah dengan kebohongannya, bahkan demi apapun.

__ADS_1


Jika bukan berstatus istrinya dan apalagi dia seorang wanita, mungkin Kendrick sudah menghajarnya, tapi dengan keadaan yang seperti ini, tanpa sehelai benangpun di tubuh keduanya, itu menjadi pertanyaan besar.


Wanita itu mulai menceritakan bagaimana bisa dirinya berakhir berdua, berbagi ranjang yang sama dengan Kendrick.


"Aku tidak menjebakmu. Awalnya aku mengira kamu belum tidur, karena saat aku melihat pintu balkon kamarmu masih terbuka hingga larut malam. Aku menghawatirkan kamu."


Kendrick masih mendengar, wajah memerah dan tangannya mengepal.


"Awalnya aku memasuki kamar Leyton, tapi karena melihat pintumu yang sedikit terbuka, hatiku tergerak untuk menutup pintu balkon, dan saat aku hendak...."


Wanita itu terdiam sesaat, matanya mulai berkaca kaca. Dia menangis hanya berpikir ketakutan, apa Kendrick akan percaya yang di ucapkannya.


"Hendak apa!"


"Aku tau kamu sudah terlelap, makanya aku berani masuk dan menutup pintu balkon, dan saat hendak meninggalkan kamar ini, dengan cepat kamu menarik tanganku."


"Lalu!"


Wanita itu pura pura terisak.


"Lalu kamu melakukan itu, aku tidak sanggup menolaknya, lagi pula bukankah kamu suamiku? Dan aku juga mencintaimu."


"Sembarangan. Jangan mengacau!"


Tanda merah di sekujur tubuh Kendrick berbentuk bibir paling banyak di bagian leher dan dada menyebar di mana mana. Kendrick juga melihat bagian tubuh wanita itu juga banyak tanda merah terutama di bagian dada dan leher.


Kendrick menyadari itu segera melihat pantulan cermin yang ada di sampingnya. Kemudian wajahnya kian memerah, seringai kemarahan yang di tujukan pada wanita ini.


"Pergi!"


Wanita itu dengan cepat menyambar kimono mandi milik Kendrick yang terlipat rapi di atas meja kecil. Dia tidak perduli lagi pakaian miliknya yang teronggok di atas lantai.


Setelah wanita itu pergi melalui pintu conecting, Kendrick segera mengunci pintunya, berjalan ke kamar mandi, menyalakan kran shower, meninju dinding dengan kepalan tangannya. Dia tidak akan percaya begitu saja pada wanita iblis di depannya. Dan akan menyelidiki semua ini sampai tuntas


Dia laki laki, walaupun begitu tetap saja Kendrick merasa kesal, susah payah menjauhi wanita itu.


Selesai mandi Kendrick menggunakan pakaian kasual, dia hendak meninggalkan kamar untuk menenangkan pikiran. Tetapi suara pintu conecting terbuka.


"Papa.." Panggil Leyton kemudian dia melompat masuk ke pelukan Kendrick.


Kendrick menangkap putra kesayangannya dan langsung menggendongnya.

__ADS_1


"Papa jangan kemana mana, kita menonton adu benteng bersama."


"Tentu saja, adu banteng masih tiga jam lagi, tapi papa masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Maria, temani tuan Leyton."


"Baik tuan."


Leyton menuruti ucapan papanya, lalu dia bersama Maria kembali ke kamarnya.


Pikiran Kendrick masih kacau, dia masih belum percaya apa yang baru saja terjadi. Bergegas menemui wanita itu demi menegaskan sesuatu.


Kendrick keluar kamar, menuju kamar yang di tempati istrinya. Kendrick mengetuk pintu sedikit keras, dia tidak mau tiba tiba masuk tanpa pemberitahuan, siapa tau wanita itu belum mengenakan pakaian yang benar.


"Kendrick..." Ucap wanita itu. Sedikit terkejut dan tidak percaya.


Kendrick memasuki kamar yang di tempati istrinya kemudian menutup pintu sedikit keras.


"Jika memang semalam terjadi sesuatu, aku tidak mau kamu hamil. Paham!"


Mata wanita itu mulai mengkristal, berharap Kendrick mempertimbangkan air matanya, kemudian Kendrick kembali meninggalkan kamar itu. Dan pergi meninggalkan istrinya sendiri. Sama sekali tidak perduli.


Setelah kepergian Kendrick, wanita itu mengusap pipinya yang basah dengan kasar. Senyum kelicikan dan berjuta dendam.


Saat ini kamu bisa mengancamku agar tidak hamil, kamu lihat saja nanti! Semakin kamu membenciku, semakin semangat aku membodohimu.


Batin wanita itu berkecamuk, tetapi sekali lagi dia akan membodohi Kendrick, memikirkan bagaimana caranya bisa mengandung anak Kendrick.


Bagaimana dengan tanda merah di leher dan di buah dadanya? Dari mana wanita itu mendapatkan?


Ternyata dia mendapatkan dari teman lelakinya. Wanita itu memang terbiasa memuaskan kebutuhan batinnya dengan pemuda bayaran. Sungguh keberuntungan yang di rencanakan, dan itu akan berakhir buruk!


Hanya tinggal selangkah lagi, bagaimana mendapatkan benih cinta Kendrick, itu saja.


Kendrick berjalan menuju lobi hotel, interior yang mewah Grand Kolombia Hotel memiliki interior yang sangat bagus, karpet hijau bergambar terbentang di seluruh lobi, lampu kristal bergagang warna emas, mebel yang tertata rapi dan mahal, pakaian pelayan serba hitam dan ramah.


Hotel terbesar di Kolombia ini, adalah hotel satu satunya di sana yang sering di gunakan untuk acara besar. Dan masih dalam naungan Kend Grup.


Kendrick ingin menenangkan hatinya, duduk menikmati kopi Kolombia, itu sudah cukup dari pada tinggal di kamar tetapi melihat wanita selalu berusaha menarik perhatiannya. Entah sampai kapan wanita itu menyerah dengan keadaan seperti ini. Walaupun tanpa di sadari, saat ini wanita itu membuntutinya demi berduaan bersama Kendrick.


Saat menikmati kopi paginya dan tortila, Kendric sekilas melihat bayangan matheo, sedikit mirip.


Tetapi bukankah Matheo berada di Bogota?

__ADS_1


Lalu siapa laki laki yang tengah menggandeng anak kecil dan bersama wanita? Bukankah Matheo masih lajang?


Trimakasih yang sudah meninggalkan jejaknya. Dan semoga kalian semua di berikan kesehatan dan umur panjang. Amiin


__ADS_2