Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Tanyakan Noela


__ADS_3

Mengawasi sebuah keluarga kecil dari kejauhan, mirip Matheo. Kendrick tidak bisa beralih dari pandangan itu.


Saat pikirannya berkecamuk dengan permasalahannya dia masih menahan rasa penasaran, suara panggilan yang di buat buat mengagetkan dirinya.


"Kendrick.."


Tanpa menoleh dan melihat dia cukup tau siapa yang ada di sampingnya, suara wanita iblis.


"Kebetulan sekali, aku keluar kamar berniat mencari apotik."


"Hmmm."


"Aku membutuhkan obat penunda kehamilan, sesuai permintaanmu."


Wanita licik, memutar balikkan kalimat Kendrick demi bisa menarik perhatiannya.


"Ya sudah." Bentak Kendrick.


"Maksud kamu?" Wanita bingung dengan ucapan Kendrick.


"Ya sudah cepat cari obat, pergi dan menjauh dariku!"


"Baik." Wanita itu terpaksa menurut dan kecewa.


Saat wanita itu akan meninggalkan Kendrick seseorang memanggil nama. "Kendrick!"


Kendrick dan istrinya membalikkan kepala. Matheo bersama wanita cantik dan anak perempuan seumuran Leyton. Ketiganya berjalan mendekati Kendrick.


"Matheo, kamu?" Tanya Kendrick kepada matheo, jari telunjuknya mengarah pada gadis kecil di depannya.


Matheo tidak langsung menjawab.


"kakak ipar." Matheo menyapa nyonya Kendrick, sambil sedikit menganggukkan kepalanya.


Nyonya Kendrick menganggukkan kepalanya, senyuman sedikit menggoda di sudut bibirnya. Matheo sebenarnya agak risih bila bertemu dengan istri sahabatnya.


"Wah malam yang panas ya." Tanya Matheo.


"Ha, maksudnya?" Tanya Kendrick.


Matheo menunjuk leher Kendrick dan juga leher istrinya.


Kendrick sangat kesal, menunjukkan ekspresi tidak suka kepada Matheo. Matheo langsung menarik ucapannya.


"Kamu tidak memperkenalkan wanita yang ada di sampingmu?" Tanya Kendrick.


"Dia Julia, julia dia Kendrick dan yang di sebelahnya adalah istrinya." Ucap Matheo.


Ternyata Julia memberikan sambutan tidak menyenangkan, itu di luar perkiraan Matheo.


Julia sedikit membuang muka.


Kendrick menyadari hal itu, berbanding terbalik dengan istrinya, wajah cantik namun tidak peka, otak kosong. Dia tidak akan memahami situasi yang sebenarnya.


Kendrick merasa tidak enak hati. Mengapa wanita di samping Matheo bersikap tak suka padanya. Apalagi Kendrick juga merasa risih saat Matheo menanyakan Tanda kepemilikan di leher.


Kendrick membisikkan kalimat tepat di telinga Istrinya. "Pergi ke apotik sekarang!"


"Baik."


Dengan berat hati istrinya langsung pergi, masih dengan sikapnya yang congkak tanpa berpamitan kepada Matheo. Menganggap dirinya yang tercantik di sini.

__ADS_1


Kendrick dan Matheo berjalan menuju meja VIP yang sudah di persiapkan, Julia dan gadis kecil mengikuti dari belakang.


Mereka menempati kursi makan yang sudah di sediakan.


"Siapa nama kamu gadis kecil?"


"Nina, Nina Chloe." Ucap gadis kecil itu.


"Paman siapa?" Tanya Nina kepada Kendrick.


"Paman Kendrick." Ucap Kendrick, dia mengusap pipi Nina yang kini duduk tepat di sampingnya.


Julia dan Matheo saling menatap. Keduanya merasakan kemiripan wajah Nina dan Kendrick. Tetapi tidak demikian dengan Kendrick, merasakan kedekatan antara dirinya dengan Nina.


"Kenapa wajahmu mirip seseorang?"


"Ya, kata orang orang aku mirip seperti mamaku." Ucap Nina dengan centil.


"Oh ya, siapa nama mamamu?"


"Mamaku...." Belum selesai ucapan Nina sudah di potong oleh Julia.


"Nina! Kita sarapan di kamar. Bukankah kamu ingin melihat pawai?"


"Tidak! Aku tidak menyukai adu banteng. Aku lebih menyukai pawai bunga. Biarkan aku sarapan bersama paman tampan."


"Nina bantu berkemas, bukankah kamu ingin kembali ke Bogota sekarang. Kamu harus segera mencari sekolah ok." Ucap Matheo membantu Julia.


Untuk saat ini Julia tidak mau membongkar identitas Nina sebelum menemukan keberadaan Elizabeth.


Nina turun dari kursi berjalan menjauh sambil menundukkan kepalanya, wajahnya sedikit di tekuk. Nina sangat menyukai paman tampan itu.


"Ceritakan padaku." Ucap Kendrick, dia sedikit penasaran dengan sahabat lamanya, mengapa tiba tiba menggandeng perempuan bahkan sudah memiliki anak.


"Tentang?" Matheo berpura pura tidak tau apa apa.


"Julia. Dan sepertinya aku pernah mengenalnya. Tapi.... aku lupa."


"Oh, dia wanitaku."


"Dan anak kecil itu?"


"Anakku."


"Kamu percaya begitu saja?"


"Apa bedanya dengan kamu, saat kakak ipar tiba tiba datang membawa bayi masih merah ke padamu. Bukankah kamu langsung percaya?"


"Tentu saja aku percaya. Bahkan kamu yang membantuku tes genetika bersama Noela."


"Aku juga. Sudah melakukan tes genetika, dan hasilnya benar Nina anakku."


"Tapi wajahnya sama sekali tidak mirip denganmu, beda dengan Leyton putraku."


"Maksud kamu wajahku sama sekali berbeda dengan Nina?"


"Ya."


"Tentu saja kami berbeda karena dia perempuan dan aku laki laki. Sedangkan kamu? Bahkan jenis kelaminmu sama."


Kendrick melirikkan matanya ke arah Matheo, walaupun ucapan Matheo benar tetap saja dia tidak mau mengalah. Kendrick merasa ada kejanggalan tentang status Nina. Tapi dia tidak menyadari kalau nama belakang Nina sama dengan nama belakang keluarga Elizabeth.

__ADS_1


"Tapi kapan kamu memiliki hubungan dengan wanita itu, bahkan aku tidak pernah berkomitmen dengan siapapun."


"Wah, kata katamu sangat menghinaku. Biarpun kita bersahabat bahkan seperti saudara, kamu tidak boleh seperti itu. Sejak kapan aku menghamili wanita dan harus lapor padamu?"


Matheo mencoba menjebak kalimat Kendrick, karena akhirnya Matheo mengetahui cerita Elizabeth yang sesungguhnya dari Julia.


Ternyata selama ini dia sudah membenci orang yang salah, bahkan Elizabeth adalah wanita yang baik, di korbankan oleh keluarganya.


Apalagi sekarang Kendrick menikahi wanita yang salah. Tapi bagaimana lagi, kakak ipar juga wanita yang sudah mengandung Leyton tentunya predikat nyonya Kendrick sudah pas.


Kendrik merasa tidak puas dengan jawaban Matheo.


"Aku sama sekali tidak percaya dengan ucapanmu, aku hapal semua wanitamu."


"Terserah saja, aku akan menikahi Julia, dan aku adalah ayah Nina. Sejak kapan aku harus melapor padamu jika aku akan meniduri seorang wanita. Sudah tepat bukan? Jangan jangan kamu menyukai ibu dari anakku?" Ucap Matheo sambil mencibir, mengejek Kendrick.


Matheo paham akan semua kehidupan Kendrick, lelaki petarung hebat dan raja tega. Tapi untuk urusan wanita dia mudah di perdaya.


"Jangan sembarangan! Aku tak berminat, apalagi dia wanitamu, tidak ada dalam kamusku menerima barang bekas, apalagi itu bekas kamu."


Matheo terkekeh, boro boro menghamili atau barang bekas, menyentuh Julia saja tidak pernah. Tetapi memanas manasi Kendrick menyenangkan, Matheo sangat mengenal sahabatnya, Kendrick penasaran dengan wajah Nina yang sangat mirip Elizabeth.


"Jelaskan padaku."


"Jelaskan apa?"


"Tanda kepemilikan di leher kamu dan kakak ipar."


"Oh." Tanya Kendrick singkat.


"Oh? Itu saja?" Tanya Matheo penasaran.


"Semalam setelah makan malam aku merasa mataku mengantuk sekali, dan paginya tiba tiba seperti ini." Ucap Kendrick sambil menunjukkan lehernya.


"Artinya kamu menyerah dan sudah melakukannya bersama kakak ipar, begitu?"


"Kamu kira aku bodoh? Tentu saja aku tidak sadar dengan apa yang aku lakukan."


"Jadi?"


"Entahlah, aku juga bingung. Bagaimana bisa tanda kepemilikan ada di leher wanita itu, aku tidak merasa melakukan."


"Kalau begitu ada yang tidak beres dengan tubuhmu!"


"Sembarangan! Maksud kamu apa? Aku normal, paham?"


"Bukan seperti itu, maksudku ada yang tidak beres dengan tubuhmu mungkin dia memberimu sesuatu padamu, apa kamu tidak curiga?"


"Tadinya aku juga berpikir begitu, dia pernah mencoba kurang ajar. Memasukkan afrodisiak ke dalam makananku, tapi waktu itu aku benar benar sadar. Dan...."


"Dan apa? Cepat temui Noe."


Saat mengucapkan sebuah nama Noe, hati Kendrick merasa teringat peristiwa pelampiasan waktu itu, kira kira bagaimana kabar Noela sekarang?


Kendrick baru menyadari ucapan Matheo, wajahnya berubah bersemangat.


"Benar juga aku harus menemui Noe. Tapi kenapa aku tidak merasakan apa apa semalam? Hanya mengantuk berlebihan, dan aku tertidur."


"Seperti orang mati saja."


Kendrick membulatkan matanya, sahabatnya seolah menyumpahi dirinya. Matheo tidak berani menggoda lagi, keduanya kembali ke kamar masing masing.

__ADS_1


__ADS_2