Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Ternyata Roberto


__ADS_3

Kolombia lokasi mega proyek Cahaya Timur. Lokasi sangat strategis di pusat kota. Proyek sudah rampung hampir mendekati angka seratus persen. Besok adalah peresmian pembukaan perkantoran yang di gabung dengan pertokoan. Terlihat kesibukan para pekerja yang tengah merapikan perlengkapan dekorasi ataupun mebel. Lokasi sangat berkelas dan strategis.


Kendrick di ikuti Matheo dan Marco juga beberapa staf dan pengawal berjalan meninjau lokasi. Dengan mengenakan atasan setelan kemeja putih, sepatu pantofel tidak lupa mengenakan kacamata hitam.


Berbeda dengan beberapa pengawal yang mengikuti Kendrick di belakangnya, mengenakan stelan jas hitam, sepatu pantofel dan memakai kaca mata hitam. Untung saja matahari tidak begitu terik, sehingga sinar matahari tidak membuat para pengawal itu kegerahan. Karena di Kolombia, beriklim tropis tentunya tergantung pada datarannya semakin tinggi maka akan semakin sejuk.


"Sempurna!"


"Ya bos! Masalah JE sudah beres, orang kita sudah menyelesaikannya." Ucap Marco. Beberapa pekerja menganggukkan kepalanya saat berjalan di samping Kendrick, tuntu saja mereka tau kalau di hadapannya adalah bos besarnya.


"Panggil dia kemari." Ucap Kendrick.


Marco mengeluarkan ponsel dalam sakunya dan kemudian tampak menghubungi seseorang.


"Terlambat lima menit, sepertinya ada sedikit gangguan." Lapor Marco singkat. Matheo sibuk dengan laptopnya. Dan para pengawal siaga di belakang berdiri tegak di samping Kendrick.


Seseorang berlari tergesa gesa, mendekati Kendrick, napasnya tersengal. Tubuhnya yang tambun di penuhi keringat dingin. Kendrick menepuk pipi lelaki itu.


"Sepuluh menit! Kamu sudah membuang waktuku."


"Ada masalah, jalanan macet. Maaf bos."


"Kamu dan bosmu sudah merepotkanku."


"Tapi semua sudah beres bos. Dan pihak JE bersedia kerjasama." Ucap lelaki tambun.


Yang dimaksud BOS lelaki tambun ternyata Roberto. Roberto saat ini menjadi penguasa timur. Siapa yang yang tidak kenal Roberto, pegawai pemerintahan tapi karena bantuan Kendrick sekarang mengepalai wilayah distrik.


"Di mana bos kamu si Roberto?" Tanya Marco pada lelaki tambun.


"Sudah ada di hotel, menunggu bos Kendrick dan kalian semua."


Sesuai kebiasaan di Kolombia, jika bertandang ke suatu wilayah kekuasaan, maka seorang anak buahnya akan menjemput tamu kehormatan. Hal ini demi menjamin keselamatan. Jika tidak, bisa saja terjadi kesalah pahaman antar anak buah.


Kendrick bukanlah seburuk yang di bayangkan orang orang, banyak yang mengira Roberto sudah di bunuh karena sudah membuat kesal Kendrick tapi ternyata tidak. Roberto hanya di buang ke wilayah timur, bahkan disini dia mendapatkan kekuasaan.


Kendrick dan beberapa pengawal langsung berangkat menuju hotel yang di tuju, melalui anak buah Roberto, Kendrick dapat mengetahui keadaan kota saat ini, namun belum keseluruhan.

__ADS_1


Roberto benar benar menyambut kedatangan Kendrick, di hotel terbesar di wilayah timur, beberapa pengawal juga di pasang di sana. Seperti di ketahui kalau Kendrick adalah seorang kepala mafia, tentu siapapun menginginkan kedudukannya.


Dan di sini Roberto menjamin keselamatannya.


Roberto berdiri dengan sedikit menundukkan kepalanya, di dalam hatinya ada sedikit ketakutan bagaimanapun juga dia telah mengecewakan Kendrick.


Kendrick menatap wajah Roberto yang ketakutan. Kemudian Marco maju ke depan dan tanpa perintah langsung menjatuhkan pukulan ke wajah Roberto.


Karena tanpa persiapan tentu saja Roberto terjatuh, beruntungnya dia terjatuh tepat di atas sofa besar.


Semua mata memandang kejadian itu. Untung saja tidak ada pengunjung hotel yang ada adalah anak buah Kendrick dan Roberto.


Anak buah Roberto tidak bisa menolong, kekuatan mereka kalah besar. Mereka hanya melihat bosnya menjadi sasaran kekesalan Marco.


"Beraninya kamu membiarkan kekacauan yang di timbulkan oleh JE." Bentak Kendrick.


"Saat itu aku terpaksa." Ucap Roberto lirih.


"Aku tidak perduli apa masalahmu, yang pasti karena kecerobohanmu kerugianku sangat besar."


"Tapi sekarang tidak ada masalah, semua sudah beres."


"Ikat saja kemaluanmu, biar tidak sembarangan meniduri wanita." Tambah Matheo.


Roberto adalah penggila wanita, tidak perduli siapa wanita itu. Saat itu tanpa di sadari Roberto tidur dengan salah seorang wanita JE. Tentu saja JE marah dan menekan Roberto.


Kendrick menghempaskan tubuhnya di sofa, bersebrangan dengan sofa yang diduki oleh Roberto. Bibir Roberto yang berdarah hanya di biarkan saja. Dia tidak berani membersihkannya, salah satu tangannya hanya memekan pipi kirinya.


Keadaan sudah mulai mereda. Seorang pelayan membawakan beberapa minuman anggur berwarna merah. Kendrick menerima gelas anggur itu, memutar mutar perlahan, menghirup aroma anggur itu. Ternyata anggur terbaik yang di suguhkan padanya oleh Roberto. Tapi kekesalannya belum berkurang.


Roberto menyodorkan sebuah plasdisk kepada Matheo, Matheo langsung menerima dan langsung menghubungkannya ke sebuah laptop.


Nampak beberapa foto terlihat di layar.


"Dia bos JE, penguasa dari selatan."


Kendrick melihat dengan teliti, di carinya gambar yang mencurigakan.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mengenal dia. Sedikit yang ku ketahui kalau penguasa selatan sudah meninggal. Tidak ada satupun yang saya kenal."


"Ya sudah meninggal. Dan kekuasaan itu jatuh pada orang ini." Roberto mencoba menjelaskan.


Roberto berdiri dan berjalan memutari meja kaca. Menarik laptop yang di pegang oleh Matheo.


"Tapi bagaimana dengan orang ini?" Ucap Roberto. Tangan kanannya masih menekan kursor pada laptop. Sebuah wajah yang sangat di kenal oleh Kendrick, wajah laki laki yang pernah menyiksa dirinya dan mamanya.


"Carlos Eman!" Ucap Kendrick, ke dua tangannya mengepal. Kebencian itu ternyata belum hilang. Apalagi saat mengingat laki laki itu pernah menikahi Elizabeth.


"Apa hubungan si bandot tua Carlos Eman dan dan penguasa selatan?" Tanya Kendrick.


"JE, Jade Eman."


Lagi lagi Kendrick merasa di bodohi, sekian lama baru tau ternyata JE adapah Jade Eman, laki laki yang pernah merundungnya.


"Dia anak angkat Carlos Eman."


"Ya aku sudah tau."


"Nanti malam adalah hari pertunangan Jade Eman dengan anak kandung dari Carlos Eman. Aku mendapatkan undangan, termasuk anda dan Matheo."


Acara pertunangan Elizabeth dan Jade Eman di laksanakan di hotel yang lokasinya sangat dekat dengan Pertokoan dan perkantoran Cahaya Timur. Pertunangan yang seharusnya di laksanakan di wilayah kekuasaannya sendiri yaitu wilayah selatan tapi mengapa ini malah di lakukan di wilayah yang netral?


Matheo menerima undangan yang di sodorkan oleh Roberto. Dia tau kerisauan sahabatnya. Tujuannya ke wilayah timur selain peresmian Cahaya timur yaitu mencari keberadaan Elizabeth.


Menurut informasi yang di dapat, jejak hilangnya Elizabeth berakhir di sekitar sini. Tetapi sampai detik inipun Kendrick tidak menemukan apa apa.


"Matheo, sebaiknya kita istirahat, tentunya nanti malam kita harus mendatangi undangan Jade Eman. Siapa tau kita menemukan jejak Elizabeth di sana." Ucap Matheo.


Penculik Elizabeth sudah terendus oleh anak buah detektif Vito, sayang sekali petunjuk itu berakhir di wilayah timur. Baik Vito ataupun anak buanya sekarang masih tidak menyerah mencari jejak Elizabeth.


Saat ini Kendrick sudah berada di kamar hotel, letak kamar yang paling atas sehingga dia dapat melihat pemandangan di bawahnya.


Kesedihan Kendrick begitu mendalam, lukanya sangat membekas. Dia harus menemukan Elizabeth, tidak perduli apa yang sudah di lakukan Elizabeth padanya, Kendrick tetap akan menerimanya.


Bukankah itu pemikiran yang naif? Padahal yang jelas tersakiti adalah Elizabeth.

__ADS_1


Apakah jika keduanya bertemu Elizabeth akan menerimanya, apalagi saat ini Kendrick juga memiliki wanita yang tengah mengandung anaknya? Ironis!


Trimakasih yang sudah menyukai Novelku. Jangan lupa Like Komen and Vote. Gracias.


__ADS_2