Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Jika Sakit Hati


__ADS_3

Cuaca buruk, hujan badai salju dan petir sudah mulai reda, tetapi tetap saja penerbangan masih di tunda. Kendrick menghentakkan kakinya ke kaki kursi bandara. Percuma memiliki jet pribadi kalau ternyata di saat seperti ini tidak bisa di andalkan. Kendrick menghela napas berat. Matheo di sampingnya hanya tertawa.


"Tidak usah berlebihan, toh Eliana atau Elizabeth tidak akan pergi jauh."


Kendrick semakin kesal mendengar ucapan Matheo. Sahabatnya sama sekali tidak bisa membantu.


"Ternyata kepintaranmu tidak bisa memecahkan masalahku." Sindir Kendrick kepada Matheo.


"Aku bekerja untukmu sebagai konsultan, bukan tukang sulap yang bisa menghentikan badai salju." Ucap Matheo, sebagai jaksa wilayah dia banyak membantu Kendrick baik masalah hukum ataupun masalah kecil lainnya.


Ke duanya masih berada di ruangan VIP bandara, menikmati makanan yang di siapkan oleh pihak maskapai pribadi.


"Mengapa Elizabeth merubah wajahnya? Atau dia sengaja dan tidak amnesia?" Tanya Kendrick memecah suasana. Saat itu Matheo tengah serius dengan ponselnya. Dia mengabarkan kepada Julia kalau Kendrick sudah mengetahui Jika Eliana adalah Elizabeth.


"Matheo! Aku bicara dengan kamu." Bentak Kendrick. Matheo sebenarnya mendengar semua ucapan Kendrick. Tetapi Matheo merasa kesal menghadapi Kendrick yang selalu tumpul jika menghadapi sekandal cintanya bersama Elizabeth.


"Kamu harus ingat kalau saat ini Eliana masih amnesia dampak obat anti depresi. Jadi kita tidak bisa memaksakan dia untuk mengingat apapun." Ucap Matheo mengingatkan Kendrick. Dia tidak mau di salahkan Julia untuk masalah ini.


"Lalu dengan perubahan wajahnya yang seperti sekarang, apa kamu membenci Elizabeth? Atau sebaliknya?" Tanya Matheo menyelidik, dia menutup ponselnya. Sementara kegiatan di bandara sudah mulai terlihat. Penerbangan mulai di buka.


"Anehnya aku nyaman dengan perubahannya." Jawab Kendrick, tanpa di sadari Kendrick mencintai Eliana, kalau ternyata Eliana adalah Elizabeth dengan wujud baru, bukankah itu bonus?


"Dengan kata lain kamu menyukai Eliana yang sekarang dan mulai melupakan Elizabeth?" Selidik Matheo kembali.


"Tidak dengan masa lalunya." Jawab Kendrick, walaupun dia sendiri tidak yakin dengan hatinya. Beberapa kali kedekatannya dengan Eliana membuat perasaan nyaman.


"Maksud kamu, kamu mencintai Elizabeth tapi dengan wajah barunya?" Tanya Matheo lagi demi meyakinkan Kendrick.


"Tidak seperti itu. Intinya aku mulai mencintai Eliana." Jawaban yang sama keluar dari mulut Kendrick.

__ADS_1


"Kamu benar benar brengsek, tidak ada bedanya dengan buaya darat." Sindir Matheo kesal. Matheo benar benar harus bersabar menghadapi sahabatnya yang seperti pelaku roman picisan.


"Ok aku percaya yang kamu ucapkan, kalau begitu berjanjilah padaku untuk tidak menyiksa Elizabeth. Dan intinya wanita yang kamu cintai adalah Eliana bukan Elizabeth!" Ucap Matheo mirip seperti kalimat penegasan.


Kendrick tidak menjawab, dia berdiri dari kursinya sesaat seorang pengawal mengatakan padanya kalau pesawat sudah siap untuk berangkat.


Malam hari di Kolombia, tepatnya di Bogota. Suasana sepi, apartemen tempat terjadinya pembunuhan kembali di bersihkan. Beberapa perabotan juga desain kamar langsung di ganti. Untuk sementara unit apartemen Kendrick di kosongkan untuk waktu yang lama. Saat ini Eliana masih tinggal di apartemen Matheo bersama Julia dan Nina.


Kedekatan antara Eliana dan Nina benar benar tidak bisa di ragukan, tanpa di beri penjelasan apapun Nina dapat memahami kalau di depannya ada sebuah ikatan cinta. Kebersamaan itu juga tak luput dari perhatian Julia.


"Apa dia sudah tidur?" Tanya Julia kepada Eliana. Julia menyodorkan roti tortila dengan saus kacang merah. Eliana menerima makanan itu kemudian menyusul Julia, duduk di sofa depan televisi.


"Hmmn sudah sangat lezat, apa ini resep baru yang kamu buat?"


"Bagaimana? Apa tidak terlalu asin?" Tanya Julia, sambil menatap wajah Eliana saat mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Aku rasa cukup." Jawab Eliana. Dia menyuapkan sedikit makanan ke mulutnya. Ke duanya mulai terlibat perbincangan. Julia menceritakan semua yang terjadi saat Eliana di kabarkan di culik.


"Kamu selalu seperti ini, tidak bisakah berubah? Ceroboh, bahkan mengikat rambut saja tidak bisa." Sindir Julia, di balas Eliana dengan tersenyum. Lalu Eliana mengucapkan trimakasih.


"Aku akan tunggu kepulangannya. Paling tidak dia sudah berbuat baik pada Diego. Dan harapanku dia tidak menyadari siapa Nina sebenarnya. Toh menurut Matheo dia tidak menanyakan keberadaan anakku. Keadaan ini membuat aku sedikit santai." Ucap Eliana, kemudian dia meneguk segelas minuman bersoda.


"Jika Kendrick berubah baik padamu lalu apakah kamu dengan senang hati menerima?" Pertanyaan Julia tiba tiba keluar dari mulutnya. Dia hanya ingin mengetahui isi hati sahabatnya.


"Hmmm aku belum bisa menjawab." Jawab Eliana, menarik nafas berat, beban yang ada di masa depan terlihat lebih berat. Di tambah keraguan dirinya sendiri.


"Kendrick sudah menikah, di tambah keberadaan Noela saat ini. Aku tidak mau menjadi salah satu koleksi wanitanya." Ucap Eliana singkat.


Eliana mematikan televisi yang tengah di tontonnya. Kemudian dia melanjutkan keluh kesahnya.

__ADS_1


"Secantik apa istri Kendrick?" Tanya Eliana singkat, Julia tidak menjawab, menelan ludah kasar dan mengerjap ngerjapkan matanya.


"Kamu akan mengenal pada akhirnya." Jawab Julia kemudian berdiri membawa pergi dua piring kosong menuju dapur.


Eliana mengenal Julia sejak lama, dia tau perangai sahabatnya.


"Ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Tanya Eliana kemudian dia menyusul berjalan ke dapur.


"Tidak." Jawab Julia singkat. Dia menghindari tatapan mata Eliana.


"Ada yang salah?"


"Tidak!" Bantah Julia dengan cepat, dia pura pura menyibukkan diri, mencuci perlatan dapur.


"Julia stop, piring itu sudah bersih. Jangan kau bilas berulang ulang!" Bentak Eliana.


"Julia! Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Tanya Eliana sambil menatap mata Julia. Julia mencoba menghindar.


"Tidak ada! Untuk apa aku menyembunyikan sesuatu padamu? Hanya saja... Jika kamu menerima Kendrick begitu saja, itu tidak adil bagimu." Ucap Julia mencoba mengalihkan pembicaraan. Eliana sama sekali tidak percaya.


"Kenapa kamu takut mengatakannya? Kamu takut ya? Takut kalau aku kalah cantik." Ucap Eliana menggoda Julia.


"Jangan kuwatir aku tidak akan pernah menyalahkanmu." Imbuh Eliana lagi.


Ke duanya berpindah tempat, duduk di balkon apartemen milik Matheo sisi pemandangan menghadap kolam renang.


"Rasa sakit akibat perlakuan Kendrick padaku terkadang timbul. Demi membebaskanmu dan Nina juga Diego, aku kembali ke sisinya." Ucap Eliana dengan mata berkaca kaca.


"Apa aku bisa memaafkan laki laki yang pernah akan menjualku di club malam miliknya? Tentu sulit!" Ucap Eliana sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Jika aku boleh bertanya padamu, jika ternyata Kendrick lebih menyukai kamu sebagai Eliana dan bahkan sudah melupakan Elizabeth. Bagaimana sikapmu?" Tanya Julia mencoba menggali isi hati Eliana.


"Siapapun itu, baik Eliana ataupun Elizabeth, aku akan tetap meninggalkan Kendrick." Jawab Eliana, dia mengakui kalau wajah barunya lebih cantik tetapi dia lebih suka menjadi Elizabeth yang dulu. Karena di situlah pertama kali Kendrick mengenal dirinya.


__ADS_2