Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Ketakutan Bos Mafia Timur


__ADS_3

Julia begitu marah mendengar cerita Matheo, tentang Matheo yang menyarankan agar Kendrick membuka diri terhadap Eva. Julia tidak menyukai penghianat seperti Eva. Tapi apa boleh buat, saran Matheo benar benar di dengar oleh Kendrick, walaupun hanya setengah hati.


Kendrick sudah mengambil keputusan membawa Noela ke Jepang, saran dokter spesialis di dengarnya, untuk itu dia menitipkan pengurusan perusahaan dan kekuasaan di serahkan sementara pada Matheo dan sekretaris He. Kendrick akan mengajak Marco dan beberapa pengawal juga tim dokter yang akan mengenalkan dokter ahli Jepang. Tetapi keberangkatannya di tunda hingga tiga hari ke depan karena anak buah Jade yang berulah.


Rapat siang antar anggota mafia dan juga pimpinan timur berkumpul, perkumpulan ini membahas tentang beredarnya isyu, anak buah Jade Eman berkeliaran di kota Bogota dan kota di sekitarnya. Kendrick tidak boleh menyepelekan hal itu, karena jika anak buah Jade sudah berani melanggar aturan berarti tandanya Jade mengangkat bendera perang. Anak buah Jade banyak melakukan kerusuhan.


Di depan rapat, Kendrick memerintahkan Marco untuk menghubungi anggota serikat mafia selatan.


"Kenapa tidak langsung menghubungi Jade? Bukankah itu lebih mudah bos?" Tanya Marco.


"Tidak!" Bentak Kendrick. Tentunya dia memiliki strategi sendiri menghadapi Jade.


Dalam telepon itu Marco ternyata berbicara langsung dengan Moro, ancaman dan tekanan mulai di lancarkan oleh Marco. Seperti pemikiran Kendrick, beberapa saat setelah Marco menekan serikat mafia selatan, ponsel Marco kembali berbunyi.


"Bos, Moro menghubungiku kembali." Ucap Marco ragu.


"Angkat saja."


Setelah pembicaraan itu Moro mengatakan bahwa Jade ingin berbicara langsung dengan Kendrick.


Tapi Kendrick tetap menolaknya, dia tidak mau tawar menawar dengan Jade. Bahkan Marco menyampaikan ancaman Kendrick, jika dalam satu jam Marco tidak menarik anak buahnya maka perang antar mafia benar benar terjadi.


Tetapi ternyata Jade sudah mengetahui kalau Carlos dan Luci kabur ke wilayah Kendrick. Hanya saja mereka belum sadar kalau yang membakar gudang peti kemas dan penyebab kerusuhan Caldas adalah Kendrick.


Marco dan anggota rapat mengerti, kalau Kendrick sengaja membuat Jade bangkrut, senjata dan obat obatan terlarang sudah habis bahkan dukungan pemerintahan malah berpihak ke Kendrick. Dengan dalih membasmi kejahatan Kendrick membungkus balas dendam pribadinya. Dan siasat itu berhasil. Peserta rapat yang hadir mulai protes, Kendrick melibatkan dendam pribadinya ke dalam hubungan antar mafia. Mengetahui itu Kendrick menggebrak meja dengan keras, peserta rapat sungguh ketakutan, di sini hanya Kendrick yang memiliki kekuasaan tertinggi, kekuasaan di dua wilayah tentunya cukup di membuat Kendrick di akui.


"Siapa yang meragukan keputusanku? Jika menentang silahkan keluar sekarang." Bentak Kendrick, sorot matanya meneliti satu persatu peserta yang hadir, Kendrick sangat benci pengecut apalagi penghianatan.

__ADS_1


Tidak ada yang menjawab, semua menundukkan kepala. Tentu saja semua tau konsekwensi jika menentang, kemungkinan untuk bernafas sudah tidak mungkin, dengan kata lain kehilangan nyawa.


Saat sebelum rapat bos mafia timur mencoba mempengaruhi anggota rapat, dan itu tidak di sadari oleh Kendrick. Akibatnya kubu terpecah menjadi dua antar pro dan kontra. Tapi Kendrick tau kelicikan bos mafia timur. Ketika semua bersalaman untuk meninggalkan ruang rapat, Kendrick memanggil bos mafia timur.


"Roberto, Aku dengar anakmu bersekolah di Bogota, dan bahkan istrimu menemaninya. Jangan takut keselamatannya, keluargamu dalam pengawasanku. Jadi pintarlah dalam mengambil sikap." Bisik Kendrick kepada bos Roberto, Kendrick menepuk nepuk pundaknya dan mengibas ngibaskan kotoran pada jas bos mafia timur. Sikap seperti itu memang manis di dengar tetapi bagi yang mengerti itu adalah ancaman. Bos mafia timur mundur satu langkah, dia mulai takut jika terjadi sesuatu pada anaknya. Roberto dengan cepat keluar ruang rapat kemudian bergegas menghubungi anak dan istrinya. Ketika telepon di angkat dan di respon oleh anak juga istriny, hatinya merasa lega.


Pertemuan rapat sudah selesai, hanya tinggal Marco dan Matheo.


"Bos, bagaimana dengan Carlos? Apa..."


"Biarkan saja, tidak ada yang akan mengira jika aku menyembunyikan Carlos di sana."


Ke tiganya terdiam, Matheo membantu sekretaris He untuk melegalkan perijinan yang ada di kota Caldas. Kendrick mulai bergerilya pelan pelan untuk merebut wilayah kekuasaan Jade.


"Apa tidak sebaiknya Carlos di pindah saja, karena menguwatirkan jika tinggal seapartemen denganku." Protes Matheo, dia masih mengingat kejadian Elizabeth waktu itu, serangan Embre dan anak buah Jade.


"Tidak masalah! Kamu saja yang pergi meninggalkan apartemenmu."


"Julia akan suka, kamu pindah saja ke kastil barat, tentunya Nina dan Leyton akan suka. Mereka juga butuh pengawasan. Lusa aku akan berangkat ke jepang."


"Kendrick kenapa tidak kamu katakan dari tadi?" Ucap Matheo puas, tentu saja akan menyampaikan berita ini kepada Julia, Julia sangat mencintai Nina tentu kedekatan mereka akan menyenangkan. Sejak pengusiran Julia di penginapan pantai, Julia sama sekali belum bertemu Nina, tentu saja Julia sangat merindukan anak dari sahabatnya. Tetapi karena ancaman Kendrick akan meledakkan kepalanya tentu Julia tidak berani mendekat.


Ketiganya ke luar kantor bersamaan dan menuju ke area parkir, ada perasaan mengganjal di hati Kendrick, jika setiap pulang kerumah harus melihat dan bertemu Eva, saran Matheo akhirnya menyulitkannya. Kendrick menendang kursi Matheo dengan kesal. Matheo yang duduk di samping Marco sangat terheran.


"Apa yang kamu lakukan? Aku salah apa? Tidak bisakah kamu memberiku ketenangan satu hari saja? Dengus Matheo kesal. Rasanya sangat menyesal mendompleng mobil Kendrick, jika saja ban kendaraannya tidak bocor lebih baik pulang sendiri. Matheo juga menyesal mengapa tadi tidak naik taxi atau kendaraan umum?


"Saranmu benar benar menjebakku!" Bentak Kendrick, tidak puas.

__ADS_1


"Saran yang mana?"


Kendrick tidak menjawab, tapi lagi lagi kakinya menendang nendang kursi Matheo. Matheo berpikir keras, hingga pikirannya menemukan sesuatu.


"Oh tentang istrimu?"


"Ya! Bahkan dia sekarang menempel mirip kutu sarung!"


Matheo tertawa terbahak bahak tetapi tendangan di kursinya semakin keras.


Matheo hanya bisa mengumpat, menyesal mentertawakan Kendrick, apalagi setelah di liriknya pistol yang berada di samping Kendrick.


"Maksudku begini, kamu tidak harus menerima Eva sepenuhnya, apalagi mengingat kejahatannya. Saranku berdamai dengan dia paling tidak dengan sikapmu sekarang, dia tidak akan menyakiti Nina dan Leyton. Apalagi sebentar lagi kamu akan pergi ke Jepang. Tentunya pengawal dan pelayanmu tidak akan mengawasi mereka dua puluh empat jam. Itu saja saranku." Ucap Matheo mereda suasana. Dahinya berkeringat kuwatir sarannya di salah artikan lagi oleh Kendrick.


Kendrick tidak merespon, dia terdiam dan membuang pandangannya ke luar kaca mobil.


"Marco kita ke D'Oreon." Perintah Kendrick.


"Baik bos!" Jawab Marco senang.


"Ah, kenapa harus mampir ke club malam, kamu tau sendiri temperamen Julia, jika dia mengetahui tentang ini, aku akan di usirnya. Turunkan aku di sini!"


"Cih laki laki penakut!"


"Jangan begitu, bukankah kamu sendiri sama, tidak berkutik terhadap Eva!"


Mendengar cibiran Matheo, Kendrick merasa geram.

__ADS_1


"Katakan sekali lagi!"


"Tidak tidak. Anggap saja aku tidak berbicara apa apa. Baiklah Matheo kita ke D'Oreon."


__ADS_2