
Kamar mandi tergolong mewah walaupun tidak begitu besar, berada dalam satu ruangan kamar VIP. Interior dan isi di dalamnya sangatlah berkelas, tetapi sama juga bukanlah tempat yang layak untuk beristirahat, apalagi untuk tidur. Elizabeth bertahan dengan suhu dingin di dalamnya. Apalagi sebelumnya Kendrick sengaja membasahi seluruh lantai dengan air dingin. Pakaian yang di kenakan Elizabeth pun ikut basah.
Ini adalah ke dua kalinya Elizabeth tertidur di dalam bak mandi.
Yang pertama adalah saat Marco mengangkat tubuhnya karena pengaruh afrodisiak.
Malam itu sesaat setelah Elizabeth terpengaruh obat afrodisiak, Marco menyelamatkannya atas perintah Kendrick, kesadaran Elizabeth mulai menghilang, afrodisiak sudah mengusai seluruh saraf tubuhnya. Bahkan sentuhan Marco pun seolah belaian tangan dewa, begitu halus dan menggoda.
Untung saja Marco adalah lelaki yang baik, bahkan menganggap Elizabeth seperti adiknya sendiri.
Lampu kamar Kendrick di ruangan VIP tidak begitu terang. Tubuh Elizabeth terasa panas dan bergetar. Syaraf syarafnya terpengaruh obat sialan itu. Hembusan angin dari pendingin ruangan yang dingin di rasakan bagaikan belaian, sangat nikmat.
Sebelum kesadarannya benar benar hilang Elizabeth sudah meminta kepada Marco untuk meletakkan tubuhnya di dalam bathtub.
"Kak Marco, turunkan aku. Biarkan aku berendam di dalam bathtub." Ucap Elizabeth dengan suara bergetar.
"Tapi ini sudah malam. Biarkan aku memanggil dokter. Sebentar lagi bos Kendrick datang, hanya dia yang bisa menolongmu." Ucapan Marco dengan perasaan kuwatir.
"Tidak! Itu terlalu lama."
"Tapi."
"Cepat kak Marco."
Santa yang berada di belakang Marco juga ikut cemas, dia takut kemarahan Kendrick, karena kelalaian dia dan Marco mengakibatkan Elizabeth kembali terkena bullyan. Dan kenapa mereka bisa kecolongan?
Santa beberapa kali mengumpat, setelah ini dia akan menghajar primadona itu. Bahkan jika sampai dia di pecat dari club D'Oreon, orang yang pertama di carinya adalah sang primadona. Santa merutuki kelengahannya.
Dan jika sesuatu menimpa Elizabeth, Santa bersumpah akan membunuh primadona itu. Dia dan Marco sudah menganggap Elizabeth sebagai adiknya.
Marco meletakkan Elizabeth di dalam bak bathtub berbentuk corner. Elizabeth meminta kepada santa mengisi bathtub dengan air dan es batu. Dia ingin merasakan sakit dan kesadarannya tetap terjaga.
"Jangan gila, kamu bisa terkena hopotermia, kamu bisa mati beku."
"Cepat! Lakukan saja itu. Lebih baik aku mati membeku! Cepat Santa!"
__ADS_1
Santa berlari keluar menuju caunter bar, membuka ciller dan mengeluarkan dua baskom es batu. Kemudian Santa berlari kembali ke tempat dimana Elizabeth berendam.
Santa menuangkan dua baskom es batu ke dalam bathtup sesuai permintaan Elizabeth. Patahan es batu itu mengambang di atas air dan suhunya semakin menurun juga dingin.
Elizabeth menggigil kedinginan, tetapi sepertinya yang di lakukannya tidak cukup membantu, dia tetap gelisah. Bahkan hasratnya makin meningkat.
Marco dan Santa menyadari itu karena dari wajah Elizabeth yang semakin memerah, ke duanya menarik langkah dan keluar kamar. Hingga tidak beberapa lama Kendrick datang setengah berlari dan langsung memasuki kamar VIP.
Kendrick benar benar marah melihat keadaan Elizabeth. Menggigil dan memerah seperti terbakar. Tatapan mata Elizabeth begitu menyedihkan juga liar. Antara berharap dan memohon.
Kendrick menarik tubuh Elizabeth agar ke luar dari dalam bathup, tetapi dugaan Kendrick salah.
Elizabeth menolak bahkan lebih memilih tetap berada di dalam kubangan es batu.
"Kamu bisa mati beku, keluar! Dan aku bisa menolongmu." Ucap Kendrick setengah membentak.
Elizabeth tetap menggelengkan kepalanya.
"Tidak! Biarkan aku begini."
Ucap Elizabeth dan parahnya demi menghilangkan dampak obat afrodisiak Elizabeth malah menggigit lengan sendiri hingga berdarah.
Elizabeth menancapkan gigi giginya ke kulit tangannya bahkan menembus daging di dalamnya, banyak bekas luka di sana sini. Kulit tangan Elizabeth tak indah lagi.
Melihat itu Kendrick semakin kesal. Elizabeth memilih melukai tubuhnya dari pada menerima bantuan Kendrick.
Elizabeth mengerti arti ucapan Kendrick 'Aku bisa menolongmu'.
Melakukan kesalahan untuk yang ke dua kali? Tidak akan! Batin Elizabeth. Dia bersikeras mengalahkan pengaruh obat ini. Gigitan pada lengan dan tangannya berpindah pindah Semuanya berdarah dan meninggalkan bekas merah.
Kendrick berusaha menarik Elizabeth, dia paham betul pengaruh afrodisiak tidak dapat hilang dengan mudah. Selain berhubungan intim apa lagi? Tidak ada satu orangpun yang bisa lolos dari pengaruh afrodisiak. Hanya Elizabeth bisa sanggup bertahan, tapi mengapa caranya begini? Kendrick menjadi kesal. Melangkahkan satu kakinya untuk masuk ke dalam kubangan es batu. Terasa dingin bahkan hampir membeku.
Tidak ada lagi kekhawatiran di hati Kendrick, hanya tinggal kemarahan karena merasa di rendahkan Elizabeth.
"Kamu jijik padaku?"
__ADS_1
"Apa maksud kamu?"
"Sebut namaku!"
"Kendrick, apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti."
Elizabeth semakin membenamkan tubuhnya ke dalam kubangan es batu, cengkraman tangan Kendrick di dagu Elizabeth sangat menyakitkan, tangan kokoh itu bahkan menekan seluruh kepala Elizabeth masuk ke dalam air es.
Dengan susah payah Elizabeth melepaskan diri dari remasan tangan Kendrick di dagunya. Beberapa saat kemudian Kendrick menariknya lagi ke atas, Elizabeth menghirup udara dengan rakus.
Anehnya siksaan itu menolong Elizabeth untuk sekedar mengurangi pengaruh obat afrodisiak.
"Katakan padaku. Sejijik apa perasaanmu pada diriku? Apa kamu merasa bersih? Berapa kali kamu berhubungan dengan bandot tua itu? Apa kamu masih mengingat rasa Duarte saat memperkosamu?" Kalimat Kendrick begitu menyakitkan. Menarik tali pinggang dan melepaskan, kemudian Kendrick mengibaskan sabuk itu tepat di punggung Elizabeth, pakaian elizabeth terkoyak, punggungnya mengeluarkan darah segar.
"Ini kan yang kamu pilih? Menghilangkan pengaruh obat dengan cara di siksa? Baik akan aku berikan. Ini pilihanmu!"
Kendrick semakin kesal saat Elzabeth masih saja tidak menyerah. Mengibaskan kembali tali pinggang itu dan akhirnya pakaian Elizabeth tidak berbentuk lagi. Kendrick semakin nanar, melihat tubuh Elizabeth basah dan sedikit terbuka.
"Jangan lakukan itu, aku masih waras. Aku salah, benar aku Elizabeth. Jika kamu nekat melakukan itu, selamanya aku membencimu!" Teriak Elizabeth.
Pengaruh obat itu semakin hilang, rasa sakit dan pedih di sekujur tubuhnya kian bertambah.
Kendrick merasa tersinggung, menekan telapak tangannya yang besar ke leher putih milik Elizabeth. Awalnya hanya untuk menakut nakuti, tetapi dengan tiba tiba memori tentang kematian mamanya dan penghianatan Elizabeth, menikah dengan laki laki penyebab mamanya bunuh diri.
"Jangan menyesal jika kamu mati di sini."
"Kendrick, kamu kejam!"
Elizabeth merasa kesulitan bernafas, ke dua tangannya berusaha melepaskan cengkraman tangan Kendrick.
"Biar aku cuci otakmu yang kosong! Kamu kira aku kesulitan mencari wanita hingga aku ingin malakukan itu denganmu? Lihat saja tubuhmu sekarang, bahkan binatangpun lebih berharga dari pada kamu. Ingat ucapanku, aku tidak akan menghentikan siksaan ini sampai kamu mati. Paham?"
Elizabeth tidak bisa mengeluarkan kata kata lagi, tenggorokannya tercekik.
Untungnya kesadaran Kendrick muncul kembali, dengan cepat melepaskan cekikan itu, mendorong tubuh Elizabeth agar menjauh. Elizabeth terpental semakin masuk ke dalam air. Kesadarnnya hilang, rasa sakit karena siksaan di tubuhnya baik yang di sebabkan Kendric ataupun dirinya sendiri. Elizabeth memejamkan matanya.
__ADS_1
Jika saja Kendrick beranjak pergi, mungkin detik itu juga kematian akan menjembut Elizabeth. Beruntungnya Kendrick mengetahuinya dan dengan cepat dia mengangkat Elizabeth dan memindahkannya ke atas kasur. Mengganti pakaiannya dan menutupi tubuh Elizabeth dengan selimut tebal.
Hay pembaca novelku yang setia. Bantu Like ya. Trimakasih. Cuaca sedang buruk, berhati hati selalu. Demi keselamatan jangan lupakan berdoa"