
Suasana kembali sepi, hingar bingar dunia malam tidak terdengar lagi. Elizabeth hanya sendiri, Kendrick sudah meninggalkan rasa penasaran di hati Elizabeth. Saat bangun dari tidurnya, matanya langsung menangkap sebuah wajah bak pahatan patung dewa dari surga, begitu tampan dan bersahaja, Elizabeth memuji wajah tampan lelaki itu hanya berani di dalam hati.
"Selamat pagi, apa aku membangunkanmu?"
Ucapan Elizabeth di balas Kendrick dengan senyum mencibir. Dia tidak suka kalimat yang di ucapkan Elizabeth.
"Jangan sok akrab, kita tidak begitu baik dan dekat. Sana menjauh!"
Terkejut dan mulut ternganga, Elizabeth tidak percaya, laki laki di depannya yang semalam sedikit ramah dan baik, kenapa kembali berlaku psikopat lagi? Sifat yang benar benar aneh dan mengesalkan. Kendrick meninggalkan Elizabeth sendiri dalam keterkejutan.
Elizabeth keluar dari ruang VIP, hari sudah menjelang siang. Club D'Oreon sudah sepi, sedikit altifitas terlihat di sana. Tatapan mata pekerja yang tanpa sengaja berpapasan dengannya sedikit berbeda, sedikit lebih sopan bahkan terlihat menghindar. Elizabeth menganggap itu hal yang biasa tapi tetap saja dia tak tahan untuk bertanya, kebetulan Marco masih berada di dalam club.
"Kak Marco, ada apa dengan mereka?"
"Mereka siapa?"
"Para pekerja, kenapa mereka sedikit menjauh?"
"Oh. Karena mereka sudah tau kalau kamu wanita bos Kendrick."
"Maksudnya apa? Aku bukan wanitanya."
"Ah sudahlah lama lama kamu juga akan mengerti, nanti malam jangan datang terlambat. Ok"
"Ok."
Elizabeth pulang dengan berjalan kaki, jarak antara club dan rumah tinggal sementara miliknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa blok. Baru saja dia memasuki tempat tinggalnya, sebuah bungkusan tergeletak di depan pintu. Sebuah paper bag berwarna hitam tergeletak begitu saja. Elizabeth memungut tas itu, memeriksa dan melihat isinya. Sebuah gaun malam berwarna hitam, Elizabeth menganggap sebuah kesalahan kurir atau milik orang lain. Secarik kertas bertuliskan namanya. Tidak salah lagi, gaun malam ini di tujukan untuk dirinya. Tapi siapa yang mengirimnya. Apa mungkin Kendrick, tapi untuk apa? Bukankah Kendrick sangat benci dirinya.
Sebuah notifikasi masuk di layar ponselnya. Elizabeth menekan sandi ponsel dan membuka aplikasi yang berwarna hijau.
Pakai gaun ini, nanti malam aku menjemputmu. Mr X.
Untuk pertama kalinya akhirnya Elizabeth berjumpa dengan Mr X yang menyandera anaknya. Elizabeth sedikit bergetar dan ragu, seperti apa rupa orangnya. Apakah berwajah garang ataukah malah lebih buruk. Elizabeth sedikit gelisah dan ketakutan. Apa yang akan di lakukannya pada lelaki itu? Marah ataukah diam saja, lalu jika dia marah bagaiman dengan nasib Nina? Bagaimana kalau berimbas pada Nina. Elizabeth tidak mau itu terjadi.
Sementara itu Kendrick menuju gedung kantor pusat Kend Grup, kantor Kend Grup terletak di tengah kota, kantor terbesar di Bogota bahkan di Kolombia. Kantor di desain dengan warna serba putih atau monokrom namun dengan gaya maskulin, tetapi semua perlengkapan maupun perabotan di lengkapi dengan barang mewah. Di dalam kantor terdapat kamar untuk beristirahat ataupun kamar mandi berukuran sedang. Sofa hitam juga meja persegi di datangkan langsung dari negri Indonesia.
Saat pertama kali Kendrick memasuki gedung utama, semua mata tertuju padanya. Wajah tampan minim senyum, gaya maskulin namum tegas. Banyak yang menginginkan kedekatan dengan Kendrick, bahkan para wanita bersedia merangkak kepangkuannya. Kendrick tidak memiliki sekretaris yang cantik dan bertubuh sempurna, apalagi memakai rok pendek. Kendrick tidak menyukai itu, karena baginya jika memiliki sekretaris perempuan akan merepotkan karena wanita jika dekat dengan dirinya, akan menginginkan sesuatu yang lebih. Dan hal itu menjadi tidak profesional.
Kendrick duduk di kursi kebesaran, tatapan matanya tertuju pada layar laptop, jari tangannya dengan lincah memainkan tombol dan kursor pada laptop tersebut. Melihat angka angka yang tertera dan perkembangan pasar. Ada senyum kepuasan di wajahnya.
__ADS_1
Sebuah ketukan terdengar di pintu kantornya, tak begitu lama pintu terbuka lebar, seseorang memasuki kantor.
"Dari mana saja kamu? Beberapa hari menghilang." Tanya Kendrick kepada laki laki yang baru saja memasuki kantornya.
"Ada pekerjaan sedikit." Jawab Matheo.
"Hmmm."
"Nanti malam ada klien ku, dia masih kerabat mafia bagian timur." Ucap Matheo, Kendrick menghentikan kegiatannya sesaat setelah mendengar ucapan Matheo.
"Stop, jangan salah paham. Dia hanya meminta bantuan hukum."
"Bantuan hukum? Jangan kurang ajar, ini wilayahku. Bukan wilayah timur!"
"Tenang! Dia hanya meminta tolong tentang hak asuh anak, bukan melakukan bisnis di wilayahmu."
"Jangan kurang ajar."
"Tenang kawan.."
"Apa klien kamu menikahi wanita bagian barat?"
"Kalau itu aku belum tau, besok aku memulai pembicaraan."
Aroma teh chamomile yang di datangkan langsung dari Indonesia itu sangat menggugah selera. Wanginya aroma tersebut memberikan efek relaksasi untuk menenangkan pikiran. Selain itu, teh chamomile mampu menghangatkan tubuh.
Keduanya menyesap teh chamomile itu perlahan lahan, keduanya begitu menikmati.
"Bagaimana dengan Vito? Apa sudah dapat berita?"
"Belum." Jawab Kendrick singkat.
"Tidak biasanya detektif Vito sangat lamban."
"Aku juga merasa begitu."
"Kenapa tidak kamu tanyakan lansung kepada Elizabeth siapa sebenarnya laki laki yang kamu tahan."
"Aku tidak percaya padanya."
__ADS_1
"Lalu apa tujuanmu?"
"Ya tidak suka saja."
"Aneh. Wanitamu berderet dan mengantri untuk kamu tiduri. Kenapa hanya gara gara Eli, kamu tidak berdaya."
"Dia sudah menyelamatkanku dulu."
"Tapi hanya dia satu satunya wanita yang berani menghianatimu."
"Kamu laki laki kenapa mulutmu sangat cerewet." Ucap Kendrick dengan seringai tak suka.
"Aku mengingatkanmu, jangan sampai hanya gara gara wanita hidupmu berantakan."
Lagi lagi ke duanya terdiam. Matheo memainkan ponsel yang ada di tangannya.
"Jangan sampai keberadaan Elizabeth di ketahui kakak ipar. Kalau tidak akan bernasib sama seperti primadona club milikmu."
"Aku tau. Tidak usah mengingatkan."
"Sungguh kasian dengan apa yang menimpa primadona itu. Sayang sekali padahal badannya sangat bagus. Padahal aku belum merasakannya sama sekali."
"Belum terlambat kalau kamu mau, bongkar saja makamnya. Masih ada sisa sisa."
"Gila! Kamu kira aku binatang atau kanibal? Aku waras."
"Kalau kamu waras cepat keluar dari ruanganku. Kalau tidak ingin aku menghajarmu dan menyusul primadona itu."
"Mengesalkan."
Matheo keluar dari ruang kantor milik Kendrick, ke duanya terlihat berseteru. Tetapi sebenarnya ke duanya adalah sahabat dari kecil, bahkan layak di anggap saudara. Hanya saja Matheo sangat tidak menyukai istri dari sahabatnya atau yang sering di sapa dengan sebutan 'Kakak ipar' Baginya kakak ipar lebih mengerikan dan licik. Bahkan sanggup melakukan kejahatan.
Hanya karena kakak ipar adalah mama dari Leyton maka dari itu Kendrick menempatkannya di sampingnya. Walaupun di letakkan di kastil terpisah.
Matheo paham betul akan hal itu. Saat pertama kali kakak ipar datang dengan menggendong bayi kecil yang tampan, bahkan wajahnya persis seperti Kendrick di saat masih kecil.
Matheolah yang membawa sampel darah ke duanya untuk pengujian tes DNA. Bahkan dia menemani Kendrick membuka amplop yang keluar dari rumah sakit besar di Bogota. Dan benar Leyton adalah putra Kendrick. Dari sekian wanita yang pernah tidur bersama Kendrick kenapa wanita ini yang harus hamil darah daging Kendrick. Dunia sangat sempit!
Tapi yang membuat Matheo salut, Kendrick menikahi dan bertanggung jawab. Kalau itu terjadi pada dirinya, dia akan mengambil bayi itu dan membuang mamanya. Tapi sebenarnya siapa yang paling brengsek di antara keduanya?
__ADS_1
Jawabannya sama saja!
Pecinta novelku, trimakasih sudah setia menunggu aku up. Tapi jangan lupa Like Komen and Vote ya. Gracias. Sekolah sudah mulai tatap muka ya, jangan lupa tetap prokes ya. 🥰🥰