Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Dokter Noela Hamil


__ADS_3

Keadaan kembali tenang, semua pergi ke rumah sakit besar milik Kend Grup.


"Kamu pelayan bodoh!" Ucap Berta sengit.


"Untung saja yang tenggelam anak teman tuan Matheo. Jika saja yang tenggelam itu Tuan muda Leyton, bukan tuan Kendrick yang akan melobangi kepalamu dengan senjata api. Tapi Nyonya yang akan menyeretmu dengan seekor kuda." Tambah Berta.


Pelayan setia nyonya Kendrick ini terkenal sombong dan menjengkelkan, persis seperti tuannya.


"Siapa bilang hanya anak teman tuan Kendrick. Siapun itu, nyawa adalah lebih berharga. Jadi jangan berandai andai. Lagi pula aku juga heran, bagaimana bisa nona Nina bisa jatuh ke dalam kolam renang, padahal setahuku nona Nina sudah menjauh dari bibir kolam renang." Ucap Maria dengan sedikit kesal.


Maria berpikir keras, merasa curiga terhadap tuan muda Leyton, hari ini sikapnya tidak seperti biasanya.


Berta keluar kamar menuju kastil timur. Langkah kakinya sangat terburu buru.


Dia harus cepat menemui Nyonyanya.


"Berta kamu mau kemana? Aku belum selesai bicara."


"Ada sesuatu yang penting, aku baru saja teringat."


"Ya sudah, sana! Temui majikanmu." Ledek Maria.


Berta tiba di depan kamar nyonya Kendrick, di kastil bagian timur.


"Nyonya, nyonya." Berta memanggil sambil mengetuk pintu.


"Masuk." Suara wanita dari dalam kamar.


Berta membuka dan mendorong daun pintu. Napasnya sedikit tersengal sengal.


"Ada apa? Kalau kamu tidak membawa kabar penting, sepatu ini akan berpindah ke wajahmu.


Seketika Berta gemetar, tiba tiba merasa takut apa kabar yang di bawanya ini penting atau tidak.


"Kata Maria, tadi Nina tidak mungkin terjatuh sendiri."


"Maksud kamu?"


"Emmm, apa mungkin tuan Leyton yang mendorong nona Nina ke dalam kolam ya nyonya?" Berta menerangkan dengan penuh ketakutan.


"Jangan sembarangan kamu, aku robek mulutmu!" Teriak Nyonya Kendrick.


Dia sudah mau melempar sepatu yang di kenakannya ke wajah Berta.


Berta menahannya dengan ke dua telapak tangan, dia takut wajahnya benar benar terkena sepatu.


"Nyonya maksud saya..."


"Apa maksud kamu, keluar!"


"Maksud saya jika memang tuan muda Leyton yang melakukan itu, nyonya bisa menekannya." Ucap Berta dengan kalimat yang terbata bata.


Seorang pelayan menyarankan majikannya untuk menekan anaknya, bukankah itu keterlaluan?


Nyonya Kendrick langsung berdiri, wajahnya berbinar cerah.

__ADS_1


"Kamu benar! Tidak seperti biasanya, kali ini kamu sangat cerdas."


Reaksi wanita itu di luar kebiasaan naluri ibu kandung, benar benar berbeda.


"Baiklah, antarkan aku ke kamar Leyton sekarang."


"Baik nyonya." Jawab Berta senang, dia merasa puas. Ternyata usulnya malah di sukai oleh majikannya.


Nyonya Kendrick berjalan dengan terburu buru, sepatu yang di kenakannya memiliki suara khas.


'Tak tak'.


Berta sudah menghapal kebiasaan majikannya, walaupun di dalam rumah nyonya Kendrick tetap menggunakan sepatu.


Mereka sudah tiba di kastil barat, padahal Kendrick sudah melarang istrinya untuk tidak datang ke kastil barat jika tidak ada kepentingan. Tetapi sekarang bagaimana mungkin istrinya berani?


"CCTV! Dimana pusat monitoring CCTV?"


"Setahu saya ada dua nyonya. Satu di pos satpam, dan satunya lagi di ruang kerja tuan Kendrick."


Wanita itu berpikir keras, tidak mungkin CCTV memiliki dua operator. Pasti ada di ruang kerja suaminya.


Wanita itu berjalan cepat, menaiki tangga dengan berlari dan membuka ruang kerja Kendrick, sialnya ternyata ruang kerja Kendrick terkunci.


"Berta! Di mana kunci ruang kerja ini."


"Tidak tau nyonya, tetapi setahuku tuan yang membawanya."


"Sial!"


Tapi dia tidak kekurangan akal, berjalan menuju kamar Leyton, kamar Leyton tepat bersebelahan dengan kamar Kendrick. Kamar dengan bahan kayu jati asli perpaduan cat coklat dan hitam.


Leyton meringkuk di atas kasur, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Wanita itu mendekati Leyton, kemudian duduk di sisi kanan tempat tidurnya.


Membuka sedikit selimut dan kemudian terlihat wajah Leyton yang memerah.


"Leyton, belum tidur sayang?"


Leyton tidak langsung menjawab, mungkin merasa heran, kenapa mamanya sekarang berubah menjadi lembut?


"Kenapa diam? Mama tau yang kamu lakukan." Ucap wanita itu dengan pertanyaan yang menjebak Leyton.


"Mama?"


"Jangan takut! Mama akan melindungimu."


"Aku tidak sengaja. Aku tidak suka Nina mendekati paman, apalagi sekarang Nina juga merebut perhatian papa."


"Mama tau, dan sebenarnya Leyton sudah benar."


Leyton membuka semua selimutnya. Leyton memastikan apa yang di ucapkan mamanya.


"Maksud mama?"


"Leyton tidak salah. Karena Leyton anak tuan Kendrick sang penguasa."

__ADS_1


"Jadi Leyton berhak melakukan apapun dan berhak mendapatkan apapun?" Ucap Leyton memastikan.


"Anak pintar!"


Leyton memeluk mamanya. Dia tidak menyangka mama yang selama ini berlaku kasar padanya malah mendukungnya.


"Tapi ingat! Hal ini tidak boleh di ketahui papa!" Ucap wanita iblis itu.


Leyton melepaskan pelukannya. Dia sangat hapal tindakan mamanya selalu dengan syarat di belakangnya.


"Kamar Leyton ternyata cukup luas. Apa Leyton tidak kesepian jika tidur sendiri. Maukah kamu..."


"Leyton akan bilang sama papa kalau mulai sekarang mama tidur di kamarku."


"Anak pintar."


Wanita itu mengelus pucuk kepala Leyton. Baginya tidak masalah, untuk sementara ini tidur bersama anaknya. Paling tidak dia bisa semakin dekat dengan Kendrick. Dan diapun mengharap jika saja Kendrick berbaik hati memberikan salah satu kamar tamu yang akan di tempatinya.


Sementara itu di rumah sakit besar. Julia tidak hentinya menangis. Matheo beberapa kali mengusap rambutnya.


Sementara itu Kendrick tak kalah takutnya. Dia masih berpikir bagaimana bisa Nina terjatuh ke dalam kolam renang. Padahal menurut Maria, Nina sudah duduk berdua dengan Leyton di kursi.


Yang di takutkan Matheo adalah jika terjadi sesuatu pada Nina, pertanggung jawaban nantinya pada Elizabeth bagaimana? Tentu Elizabeth mengarahkan Julia agar datang ke padanya dengan satu tujuan agar melindungi Nina dari siapapun. Termasuk dari Leyton.


"Ini semua gara gara kamu. Jika saja kamu tidak mengundang kami, tentu Nina akan baik baik saja."


Julia memukul dada Kendrick dengan keras, tapi Kendrick tidak bergeming.


Matheo menahan amarah Julia dan memasukkannya ke dalam pelukan. Julia menangis sesunggukan.


Lampu operasi berubah warna hijau, semua sedikit tenang. Ketegangan sedikit mencair, tetapi berubah dengan rasa penasaran. Apa Nina di dalam sana baik baik saja?"


Pintu terbuka, seorang dokter berpakaian serba hijau keluar dari kamar darurat.


"Kalian bisa masuk, tetapi hanya satu orang saja yang di ijinkan."


"Apa dia sudah melewati masa kritis?" Tanya Julia pada dokter itu.


"Masih menunggu perkembangan, dia masih harus memakai alat bantu pernafasan, karena paru parunya kemasukan air. Tetapi tenang saja. Semua sudah di keluarkan. Hanya saja dia sedikit syok."


Setelah memberikan penjelasan kemudian dokter itu berlalu pergi.


Julia memasuki kamar darurat itu, ternyata di dalam dokter Noela dan seorang perawat masih berada di ruangan darurat juga.


Saat Julia masuk, perawat itu berkata kalimat yang menyentuh.


"Dokter Noela, anda tengah mengandung, sebaiknya anda beristirahat. Keadaan pasien sudah membaik. Biar saya yang menjaganya."


"Dokter Noela hamil?"


Kehadiran Julia di kamar itu sama sekali tidak di sadari oleh Noela. Tentu saja Noela merasa tak enak hati. Bagaimana kalau Julia menceritakan kepada Matheo. Padahal Matheo adalah sahabat baiknya.


"Tidak! Siapa bilang. Jangan dengarkan dia. Kamu mau melihat keadaan Nina bukan? Baiklah aku tinggal. Tapi Nina belum sadar, keadaannya mulai membaik. Dan lupakan yang kamu dengar."


Noela pergi di ikuti perawat yang menemaninya. Dia hanya berharap agar Julia melupakan perkataan perawat tadi.

__ADS_1


Trimakasih ya, harap sabar. Novel penuh konflik.


Jangan lupa Like Komen and Vote. Gracias


__ADS_2