Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Luka Pada Paha Bayi Eliana


__ADS_3

Berita kematian Elizabeth benar benar melukai hati Carlos Eman, pukulan yang berat buatnya. Usahanya untuk tetap hidup dan bertahan hanya semata mata ingin menemui putrinya, yang belum pernah merasakan kebahagiaan darinya. Carlos menyesali tindakannya yang menuruti Luci. Siksaan yang berat di tambah operasi wajah juga obat anti depresi yang berlebihan. Serangan struk ringan kembali menyerangnya. Kendrick memanggil dokter keluarga.


Kendrick melarang Luci untuk menemui Eva, bahkan dia juga mengatakan kalau rasa cintanya semata mata hanya untuk Elizabeth. Luci sekarang bukanlah Luci yang dulu, bahkan dia menyesali perbuatannya di jaman sebelumnya. Jika saya Luci di beri kesempatan sekali lagi, ingin rasanya menebus kesalahan terhadap Elizabeth. Nasi sudah menjadi bubur, dia tidak mungkin bisa meminta maaf pada Elizabeth.


Carlos membenci Luci. Mengetahui cerita dari Santa bahwa siksaan yang di terima Elizabeth bukan hanya dari Kendrick dan Eva tetapi juga dari tangannya yang kotor. Akibatnya Carlos mengungkit luka lama.


Kendrick menyelamatkannya karena permintaan Elizabeth dan tidak lebih. Untuk sementara Carlos dan Luci tidak bisa meninggalkan apartemen, anak buah Jade masih mencarinya.


Eliana tengah tertidur di gendongan pelayan Xa Hui. Pelayan berusia dua tahun di atas Kendrick itu terlihat tua namun cekatan. Kendrick mendekati putrinya.


"Apa dia belum tidur, pelayan Xa?"


"Belum tuan."


"Berikan padaku biar aku menggendongnya dan menidurkannya, kamu bisa beristirahat." Pelayan Xa memberikan nona kecil Eliana kepada majikannya, tak lupa meninggalkan sebotol susu hangat di dalam dot jika nanti Eliana kecil kehausan.


"Saya permisi tuan."


"Hmm."


Kendrick menggendong Eliana ke dalam kamar, membaringkan tubuh kecil itu di atas kasur king size miliknya. Tetapi tiba tiba Eliana kecil menangis, Kendrick kembali menggendongnya memberikan susu hangat dan kemudian mengayun ngayunkan agar Eliana tertidur, tetapi niatnya gagal. Baru saja pelayan Xa hendak pergi ke kamarnya terdengar kembali tangisan Eliana. Pelayan Xa berhenti di depan pintu kamar, dia tidak berani mengetuk pintu itu.


Tangisan Eliana sangat nyaring hingga memecah kesunyian malam, di tambah terjadi di malam hari, tentu saja terdengar hingga ke kastil bagian timur. Eva belum tertidur. Dari kejauhan Eva melihat Kendrick tengah sibuk menenangkan Eliana kecil di balkon kamar. Tiba tiba tergerak hatinya untuk membantu Kendrick, kesempatan emas pikir Eva.


Eva berjalan cepat menuju ke kastil barat, memasuki kamar Kendrick tanpa mengetuk pintu. Menyadari pintu tiba tiba terbuka, Kendrick menoleh dan melihat Eva tengah memasuki kamarnya. Wajahnya tiba tiba berubah masam, wanita ini berani memasuki kamarnya, tetapi tanpa kata kata, Eva langsung mengambil alih gendongan bayi Eliana, ajaib Eliana diam dan mulai tertidur. Eva mengayunkan bayi Eliana dalam gendongannya sambil bernyanyi kecil, Kendrick menatap ke duanya. Ada rasa bersalah di hati Kendrick.

__ADS_1


"Jangan menggendongnya ke luar, angin malam tidak baik buat bayi." Ucap Eva kepada Kendrick, tanpa melihat wajah Kendrick.


"Hmmm."


'Mungkin Eva tak seburuk dugaanku, dan mungkin juga ucapan Matheo benar. Aku harus membuka diri untuk Eva.'


Eva mengayunkan Eliana yang berada dalam gendongannya, nampaknya Eliana mulai tertidur, bahkan dot air susu sudah kosong.


"Letakkan saja bayi Eliana, baringkan di atas tempat tidur. Kamu bisa menyelimutinya dan tinggalkan, sepertinya sudah malam, bukankah kamu butuh istirahat." Ucap Kendrick kepada Eva.


Eva menganggukkan kepala, dia wanita pintar, paham bagaimana memancing laki laki. Menidurkan Eliana ke atas tempat tidur Kendrick, sayangnya Eliana kembali menangis bahkan sangat kencang. Eva kembali menggendong dan mengayunkan, Eliana kecil kembali terdiam. Kendrick merasa kikuk.


"Sepertinya dia nyaman saat di gendong, atau biarkan aku membawanya ke kastil timur?"


"Jangan!" Ucap Kendrick cepat, dia tidak mau berpisah dengan putri dari Noela.


"Kendrick itu tidak mungkin, sebaiknya kamu yang di sini dan aku tidur di sofa. Jika Eliana menangis aku bisa cepat menggendongnya."


Kendrick merasa ragu, tetapi dia akhirnya menyutujuinya. Eva merasa puas, pancingannya akhirnya mengena. Pendekatan yang di lakukan bertahun tahun akhirnya terbayar sekarang dan dialog terpanjang hanya kali ini terjadi.


Kendrick menuju kamar mandi dan berganti pakaian di sana, dia masih memikirkan kalimat Matheo tetapi belum berani untuk lebih membuka diri. Setelah selesai ritual rutinnya, Kendrick ke luar dari dalam kamar mandi, saat membuka pintu, pertama kali yang di lihatnya adalah, Eva tengah tertidur pulas, tangan kanannya di letakkan di paha bayi sambil menepuk bokong bayi Eliana. Tiba tiba ada perasaan tak Tega di hati Kendrick untuk membangunkan Eva, kemudian menyelimuti tubuh Eva yang tengah meringkuk.


Eva merasakan gerakan Kendrick saat menyelimuti tubuhnya, ada seringai tapi tak di sadari Kendrick. Kemudian Kendrick membaringkan tubuhnya di atas sofa, lalu memejamkan mata. Sulit baginya untuk tertidur, menolehkan kepalanya ke kanan, melihat tubuh Eva yang tengah berbaring di atas kasur bersama putrinya. Kendrick menarik nafas berat kemudian menghembuskannya.


Entah perasaan apa yang membatasinya untuk bisa menerima Eva. Bayangan Elizabeth masih menari nari di pelupuk matanya.

__ADS_1


Hari menjelang pagi, tak seperti biasanya Eva sudah terbangun. Bak seorang nyonya rumah Eva menyiapkan sarapan dan menyiapkan pakaian untuk Kendrick.


Kastil barat tiba tiba heboh, pemandangan yang tidak seperti biasanya. Leyton dan Nina apalagi, ke duanya tiba tiba merasa asing, bahkan papanya mulai membuka diri.


Hati Leyton seakan terpotong, harusnya dia senang, tetapi mengapa ada perasaan yang hilang? Leyton dan Nina merasa kenyang. Ke duanya berangkat sekolah di antar oleh supir.


"Kendrick, kenapa pakaian yang sudah aku siapkan tidak kamu pakai? Apa aku terlalu lancang? Maaf aku sangat berharap banyak."


"Tidak, bukan begitu. Sepertinya aku tidak terbiasa. Dan sebaiknya kamu tidak usah melakukan itu. Aku memintamu hanya untuk menjaga dan menemani bayi Eliana itu saja. Dan tidak untuk yang lainnya."


Eva meremas sendok makan yang ada di tangannya.


'Brengsek! Kamu kira aku baby sitter?' Kalau tidak mendapatkan apa apa untuk apa aku capek capek menjaga Eliana kecil. Mending aku ke club malam!'


Eva memberikan senyum manisnya, dia tetap harus menutupi perasaannya agar tak terbongkar, Kendrick menuju mobil yang sudah di persiapkan oleh Marco dan kemudian mereka berangkat ke kantor utama.


Eva mengantar hingga ke pintu, merasa bangga dan menang, akhirnya Kendrick menerimanya dan di tambah dia satu satunya istri Kendrick tang tersisa.


Di kamar bayi milik nona Eliana tengah terjadi kehebohan pada dua orang pelayan yaitu Xa Hui dan maria.


Paha belakang bayi Eliana membiru, seperti tanda lahir yang tiba tiba muncul. Di tambah tidak seperti biasa bayi Eliana tertidur tenang, dia terbangun hanya saat lapar dan menyusu.


"Aku yakin sekali, nona Eliana tidak memiliki tanda lahir."


"Apa mungkin tiba tiba muncul dalam semalam?"

__ADS_1


"Mana bisa begitu? Atau jangan jangan..."


"Semoga yang aku pikirkan denganmu berbada, kalaupun pemikiran kita sama, sebaiknya jangan sampai orang lain tau, cukup kita obati saja luka itu. Aku masih ingin hidup." Ucap Maria, tidak lupa iseng memfoto tanda biru yang mencurigaan pada paha Eliana.


__ADS_2