
Hari sudah mulai memasuki malam, di kastil barat yang di tempati Kendrick, terlihat beberapa kesibukan. Beberapa pelayan mempersiapkan makanan dan cemilan. Malam ini Kendrick mengundang Matheo untuk berkunjung ke kastilnya. Entah mengapa Matheo tergerak untuk lebih mengenal Nina, baginya Nina memiliki kharisma mirip seperti Elizabeth.
Makanan dan minuman kegemaran Leyton sudah di sajikan. Tidak ketinggalan beberapa kudapan manis sebagai pelengkap.
Tidak demikian dengan Julia, saat Matheo mengatakan mengenai undangan makan malam Kendrick, tidak ada wajah senang yang ada rasa kesal dan dendam.
"Aku menghawatirkan Nina. Andai saja aku mengetahui apa alasan Elizabeth menyembunyikan identitas Nina." Ucap Julia memelas.
"Tapi Kendrick yang mengundang kita. Tidak baik menolak undangan seseorang."
"Ya sudah kamu saja."
"Tetapi dia juga mengundang Nina."
"Kamu saja yang berangkat."
"Ya sudah aku mengalah, biar Nina bersamaku."
"Tidak boleh! Perasaanku tidak enak."
"Kenapa lama lama pertengkaran kita seperti pertengkaran suami dan istri, yang lagi memperebutkan anak. Dan lagi jika kamu menolak undangan Kendrick, dia akan semakin curiga, lihat saja wajah Nina, perpaduan antara Kendrick dan Elizabeth."
"Gak terpikirkan punya suami yang berteman dengan psikopat. Biar saja dia curiga, jika Kendrick sampai tau siapa Nina, itu berarti kamu yang membocorkan."
"Hei, mana bisa begitu. Aku tidak mau dia semakin curiga, yang ada jika dia merasa di bohongi bukan nyawaku saja yang melayang, kepalamu juga akan tertembus peluru panas."
Julia menelan ludahnya kasar, dia paham siapa Kendrick dari cerita Elizabeth, tetapi kalau sampai dia mati di bunuh tentu sia sia saja hidupnya.
"Tidak! Aku tidak mau mati muda, aku belum menikah."
Julia akhirnya menuruti kemauan Matheo, mengganti pakaiannya dan tidak lupa mengganti pakaian Nina. Nina sangat senang, karena selama ini dia jarang bepergian. Apalagi saat menjadi tawanan Juan.
"Kita kemana?" Tanya Nina antusias.
"Pergi ke rumah teman paman Matheo."
"Apa ke rumah paman tampan?"
"Ya, dan kamu harus baik baik di sana, jangan menjauh dari bibi Julia. Ok!"
"Ok." Ucap Nina, sambil menunjukkan pose dua jari.
"Satu lagi, mulai sekarang kamu harus memanggil bibi Julia mama, dan memanggil paman Matheo dengan sebutan papa."
"Kenapa begitu? Bagaimana jika mama tau dan marah, aku tidak mau membuat mama kecewa."
"Tidak, mama tidak akan kecewa. Ini demi kebaikan mama Elizabeth dan Nina."
__ADS_1
Nina tidak banyak bicara, dia menundukkan wajahnya. Hatinya seakan tidak terima. Untuk apa memanggil sebutan mama untuk orang lain? Hatinya bergejolak, untuk saat ini dia benar benar sangat membutuhkan mamanya.
"Jangan kuwatir, jika nanti mama benar benar sudah kembali menemui kita, kamu bisa kembali memanggilku dengan sebutan bibi Julia."
Wajah Nina berubah ceria, dia tidak sedih lagi. Nina takut jika terjadi sesuatu dengan mamanya. Mengapa harus memanggil bibi Julia dengan sebutan mama.
"Jangan kuwatir, mama Elizabeth baik baik saja. Jika saatnya tiba pasti dia akan menemuimu." Ucap Julia, dia paham dengan gadis kecil yang ada di depannya. Nina menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan mama Julia dan papa Matheo?"
"Tidak masalah."
Julia mencubit dagu Nina dengan lembut, kemudian mencium pucuk kepalanya.
"Anak pintar."
Ke duanya sudah berdandan dan berganti pakaian. Keluar kamar dengan dandanan yang sederhana tetapi terlihat berkelas. Matheo melihat Julia dan Nina sangat terkesima, jika saja Nina adalah putrinya dan Julia adalah benar benar ibunya betapa senang hati Matheo.
Matheo tersadar dari lamunan saat Julia memanggilnya.
"Matheo kita berangkat sekarang."
"Ya." Jawab Matheo gugup.
Bertiga meninggalkan apartemen, mereka sangat serasi benar benar layak di sebut keluarga kecil yang bahagia.
Tanpa terasa mobil memasuki pelataran kastil milik keluarga Kendrick.
Penjaga pintu gerbang mempersilahkan masuk. Mobil berhenti tidak jauh dari pintu utama. Seorang pelayan membantu membukakan pintu untuk Matheo dan Julia.
Julia merasa takjub, melihat dua bangunan kastil barat dan kastil timur, bentuk bangunannya sangat besar dan kokoh, memiliki pintu yang terbuat dari bahan kayu jati asli. Memiliki tembok dan cerobong asap. Kastil peninggalan jaman kuno ini di sulap menjadi bangunan semi modern tanpa menghilangkan bentuk asli.
Suara kerikil yang terkena gesekan sepatu membuat suara khas.
"Silahkan masuk, tuan Kendrick dan nyonya tidak sabar menunggu kedatangan anda." Kata seorang pelayan.
"Baik, trimakasih." Ucap Matheo. Julia menundukkan sedikit kepalanya sebagai ganti ucapan trimakasih.
Ketiganya berjalan beriringan memasuki rumah Kendrick.
"Rumahnya mewah! Tapi sayang memperlakukan wanitanya bak sampah, anaknya di biarkan terlantar." Bisik Julia di telinga Matheo.
"Diam, jangan sampai mereka mendengar. Pelayan di belakangmu juga kaki tangannya." Ucap Matheo sekedar mengingatkan Julia, wanita yang kesulitan jika harus menahan emosi.
Julia bergidik ngeri, membayangkan Elizabeth. Mengapa sahabatnya bisa tertarik dengan lelaki sadis seperti itu?
"Mengerikan, rumah dan pemiliknya memiliki kesamaan. Sama sama kaku."
__ADS_1
Matheo hanya tersenyum mendengar penuturan Julia.
"Tuan menunggu di ruang makan."
"Baik trimakasih, tinggalkan kami." Ucap Matheo menjawab ucapan pembantu, Matheo sangat hapal seluk beluk kastil ini jadi dia tidak perlu pemandu.
Kendrick langsung menyapa dan menyambut kedatangan mereka, begitu juga nyonya Kendrick, terkesan ramah dan baik tetapi ekspresinya sangat di buat buat.
"Silahkan duduk." Ucap Kendrick.
"Trimakasih." Jawab Matheo, Julia hanya membalas dengan senyuman.
Leyton duduk di antara Kendrick dan istrinya. Demikian Juga dengan Nina, dia duduk di antara Meheo dan Julia.
Hidangan yang di sajikan mulai di keluarkan oleh koki utama kediaman Kendrick. Makanan yang di buat dengan berbagai bahan yang cukup mahal.
"Wah, makananya sepertinya enak sekali." Ucap Nina polos.
Kendrick memberikan senyuman kepada Nina, tidak dengan nyonya Kendrick, dia sedikit mencibir. Padahal hanya ucapan seorang anak kecil.
"Mama Julia, bisakah kamu memberikan aku kudapan?" Ucap Nina lagi.
Matheo dan Julia merasa tidak enak. Memberikan kode jari di atas bibir, agar perlakuan Nina tidak mengundang reaksi buruk terhadap nyonya Kendrick.
Mereka sudah mulai makan makanan yang di sajikan. Kendrick terlihat perhatian kepada Leyton, hal itu membuat Julia sakit hati dan dongkol. Ekspresi tidak suka Julia di sadari oleh nyonya Kendrick. Wanita itu menatap curiga.
"Sepertinya kamu tidak pernah memberi anakmu makan, terlihat dari caranya makan." Ucap wanita itu di tujukan pada Julia. Julia merasa kesal, putri angkatnya di sepelekan oleh wanita busuk itu.
"Kakak ipar terlalu berlebihan, hanya karena ucapan dan perlakuan anak kecil bisa menilai seperti itu." Ucap Matheo membela Julia.
"Yang aku katakan benar. Aku hanya merasa kasian, jangan jangan ibu dari anakmu tidak pernah memberikan Nina makanan yang layak, lihat saja tubuh Nina sangat kurus."
"Anda cukup kaya, makanan berlimpah juga terhormat. Setidaknya jangan menilai dari penampilan putriku. Sebenarnya putriku juga bisa memakan makanan yang lebih mewah bahkan melibihi makanan yang anda hidangkan. Dan untuk tuan Kendrick, tujuan anda mengundang kami makan malam bersama apa hanya untuk di hina, kalian benar benar tidak ada bedanya, ingat suatu saat anda menyesal."
Ucapan Julia di tujukan pada Kendrick, sedari tadi lelaki itu hanya duduk diam dan makan tanpa menghiraukan ucapan istrinya yang tidak pantas, matanya hanya terpaku pada Nina. Tentu saja hal itu membuat kesal Julia, dia takut Kendrick akan menyadari sesuatu.
"Maafkan sambutan kami, silahkan nikmati semua hidangan." Ucap Kendrick. Kemudian Kendrick mengarahkan pandangannya ke arah di mana istrinya duduk. Memberikan kode agar istrinya makan dan tidak banyak bicara.
Nyonya Kendrick nampak tidak suka.
Julia merasa terheran mengapa adab orang kaya seperti ini? Menghina tamu yang di undang pada saat makan malam bersama?
"Papa bisakah Ley mohon diri?" Tanya Leyton kepada Kendrick.
"Baiklah, ajak Nina bersamamu."
Nina dengan senang hati mengikuti Leyton, sementara itu Maria mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
Trimakasih Like dan Komennya. Jangan lupa berolah raga ya, agar tubuh tetap sehat.