
Suasana bandar udara Tokyo, kembali seperti sedia kala. Kali ini sudah di buka untuk umum. Kesibukan seperti biasanya mulai nampak, beberapa lelaki berpakaian serba hitam dan bertato telah menarik diri tapi masih ada sebagian yang berjaga.
Di ruang interogasi bandara, dekorasi yang sangat apik, rapi dan bersih. Ruangan dengan gaya semi minimalis namun terkesan eklusif.
Beberapa petugas berbaju putih masih memeriksa kandungan Elizabeth, Elizabeth merasa gelisah dan ketakutan. Ada keringat dingin di pelipisnya. Butiran keringat yang mengkristal tak luput dari perhatian Kendrick, Kendrick menunjukkan seringainya. Kendrick membisikkan sesuatu di telinga Elizabeth yang membuat Elizabeth ketakutan. Bahkan kumis tipis Kendrick menyentuh daun telinga Elizabeth.
"Jika terbukti kamu berbohong, aku akan menyeretmu ke Kolombia, jangan coba coba berpikir untuk kabur."
Elizabeth mendorong bahu Kendrick agar menjauh, siapa yang tidak takut jika dulunya dia pernah di perlakukan tidak baik oleh pasangannya?
Elizabeth mengepalkan tangannya, dia sama sekali tidak nyaman.
"Katakan sebelum aku...." Belum selesai kalimat Kendrick, salah satu dokter mengatakan sesuatu yang mengejutkan Kendrick.
"Kandungan berusia tujuh bulan, keadaan bayi cukup baik, ukuran kepala sesuai usia dan detak jantung janin berfungsi baik. Periksaan kondisi plasenta juga baik. Jadi bayi anda sehat."
Ucap dokter laki laki itu, kemudian dia menelan ludah kasar, karena melihat wajah Kendrick yang mengeras. Kendrick menggertakkan giginya. Kemudian membalikkan kepalanya menghadap Elizabeth yang masih berbaring, Elizabeth menarik sedikit kepalanya agar menjauh.
"Kalian mungkin salah, ini tidak mungkin!" Bentak Elizabeth kepada dokter. Perawat wanita mengusap perut Elizabeth yang membuncit dengan secarik kertas tisyu, Elizabeth merebutnya kemudian membersihkan sendiri kulit perut itu. Yang lebih mengejutkan dokter spesialis itu juga menyebutkan perkiraan tanggal kelahiran. Lengkap sudah penderitaan Elizabeth.
Para petugas berbaju hitam mendororong semua perawat dan dokter untuk keluar, Kendrick menerima foto hasil USG. Kendrick meremas kertas bergambar 4 dinensi itu kemudian melemparkan ke wajah Elizabeth.
"Perempuan apa kamu, membuat seorang anak harus memanggil papa kepada orang lain." Ucapan Kendrick terdengar benar tapi biasanya menakutkan.
Ruangan menjadi hening, Elizabeth masih berbaring di atas kasur kecil di salah satu sudut ruangan bandara Tokyo, sama sekali tidak berani bergerak. Kendrick duduk di kursi hitam tak jauh dari Elizabeth, Kendrick berdiri mematung menatap wanita itu dengan perasaan tak percaya.
"Beraninya!" Tangan Kendrick mengepal, hampir enam bulan dirinya tersiksa batin, merasa menyesal telah Kehilangan Elizabeth.
Yang di maksud Kendrick dengan berkata 'Beraninya' Adalah karena dua kali Elizabeth membohonginya.
Kali ini Elizabeth harus berpikir waras, Kendrick tidak boleh di anggap enteng. Elizabeth harus berbicara serius tentang masalahnya, berbaring dari tempat tidur sempit itu kemudian balik menatap mata Kendrick.
__ADS_1
'Takut? Tentu saja aku takut, siapa yang tidak ngeri membohongi sang penguasa.' Batin Elizabeth.
Menurunkan kakinya pelan pelan dan menapakkan kakinya ke lantai. Menarik kursi hitam kemudian duduk mendekati Kendrick, sedikit menyulitkan dirinya karena perutnya yang membesar. Padahal Elizabeth berusaha menutupi kehamilannya dengan pakaiannya yang kedodoran, tapi usia kehamilan yang ke tujuh bulan, apa mungkin?
"Kenapa kamu selalu membohongiku?" Tanya Kendrick, ucapan yang tegas dengan sorot mata yang tajam, menekan ke dua dahi sambil menarik nafas dalam dalam.
"Aku tidak bermaksud menyembunyikan kehamilan ini. Hanya saja ini adalah pilihan yang tepat untukmu dan juga aku."
"Tepat dari mananya?" Ucapan Kendrick seakan tidak percaya. Untung saja udara hari ini terasa dingin sehingga sedikit menekan emosi Kendrick.
"Aku tidak bisa hidup denganmu, bukan karena kamu seorang mafia atau kehidupanmu yang keras. Aku hanya menginginkan seorang suami yang menjadikan aku ratu di keluarganya dan menjadikan aku istri satu satunya." Elizabeth mencoba membujuk Kendrick.
"Aku bisa mewujudkan itu, apa susahnya?" Balas Kendrick yakin.
Elizabeth mengangkat kepalanya dan menatap mata Kendrick.
"Kendrick itu tidak mungkin. Kamu sudah memiliki dua ratu di dalam rumahmu."
Kendrick menggosok dagunya, dia tau maksud arah pembicaraan Elizabeth.
Lagi lagi Elizabeth menundukkan kepalanya.
"Kamu jangan berbohong lagi! Malam ini kita kembali ke Kolombia!" Bentak Kendrick, nyali Elizabeth semakin menciut.
"Kendrick itu tidak mungkin. Aku sudah menikah dengan Artur."
"Namanya Artur? Pantas saja dokter sialan itu sama sekali tidak ramah. Ternyata dia sudah merebut istriku. Dan Eli, kamu masih istriku!"
"Tapi aku sudah menandatanganinya."
"Dan aku belum, bahkan surat itu berakhir di tempat sampah."
__ADS_1
"Kendrick, aku benar benar tidak bisa, aku mohon lepaskan aku." Isak Elizabeth, dia sudah mulai nyaman dengan perlakuan Artur, tak bisa di pungkiri Elizabeth tidak pernah mencintai Artur, dan dia bisa belajar pelan pelan.
Elizabeth tidak menemukan kalimat bantahan yang tepat, kemudian dia menarik napas panjang.
"Kendrick kali ini aku memohon padamu, tolong lepaskan kami."
"Melepaskan? Seorang suami melepaskan istrinya untuk laki laki lain? Eli, kamu itu wanitaku. Di lihat dari mananya seorang istri memohon agar suami merelakan kepergiannya? Bahkan bersama laki laki lain." Kendrick mulai geram.
Seorang pelayan membawa makanan dan minuman untuk mereka, Elizabeth sedikit menolak. Dia menunjukkan sikap protesnya.
"Makan! Aku tidak mau anakku kelaparan di dalam sana."
Elizabeth bersemu merah. Makanan terbuat dari biji gandum dengan kuah tomat, seperti biasa paling di sukai Elizabeth. Memasukkan satu demi satu ke dalam mulutnya.
"Apa kamu tidak ingin putrimu selamat?" Tanya Kendrick kepada Elizabeth, mirip sebuah ancaman.
Elizabeth terkesiap, awalnya Elizabeth memang mengiklaskan keberadaan Nina pada Julia sebagai ibu walinya. Tapi dia tetap menutupi status Nina demi keselamatannya, tapi nyatanya Kendrick sudah mengetahui rahasia ini.
"Putri yang mana?"
"Baik kalau kamu tidak mengakui Nina adalah putrimu maka aku akan menghubungi orangku agar membuang Nina!"
"Jangan! Apa maksudmu?"
Kendrick tidak merespon pertanyaan Elizabeth, dia menarik ponsel yang berada di sakunya. Walaupun tak di pungkiri, Kendrick tidak akan tega membuang darah dagingnya. Ini hanya sebuah ancaman.
"Kendrick stop, aku tau yang kamu maksud."
"Bagus!"
"Sampai kapan kamu menutupi keberadaan Nina, dia putrimu! Walaupun bukan darah dagingku, tentu aku tetap menerimanya, camkan itu!" Kendrick masih merahasiakan dan menutupi hasil DNA Nina. Hal ini akan menjadi senjata lain bila Elizabeth menolak pulang ke Kolombia. Kendrick akan tetap menutupi status Nina sebagai putrinya hingga saatnya menjadi sebuah kejutan untuk Elizabeth.
__ADS_1
Dua orang berseragam hitam tengah mendorong seorang laki laki berbaju putih, lelaki tampan namun terlalu kurus dan lemah. Elizabeth membalikkan kepala namun dirinya tidak mungkin dapat menolong Artur.
"Lepaskan istriku!" Teriak Artur, dia meronta berusaha mendekati Elizabeth. Artur di paksa untuk berlutut tepat di depan kaki Kendrick.