Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kuda Tunggangan


__ADS_3

Semua rahasia telah terbuka, baik rahasia besar dan kecil sudah tidak ada penghalang lagi.


Sarapan pagi kali ini di lakukan di taman, di samping kolam renang. Seperti kebiasaan masyarakat Kolombia sebagian besar dari mereka memiliki lahan luas untuk di jadikan halaman rumah. Tak berbeda pula dengan halaman kastil Park House Bogota yang di tempati Kendrick dan keluarga kecilnya, tapi kali ini tak seperti biasa. Hanya empat orang wanita yang tengah menikmati matahari pagi tanpa satu orangpun kesatria yang hadir.


Elizabeth bersama Julia duduk di kursi makan bagian kanan, sedangkan Eva dan Noela duduk di kursi makan bagian kiri. Sebenarnya tidaklah menyenangkan untuk wanita duduk di meja makan yang sama bersama seteru. Tetapi karena di Kolombia laki laki memiliki beberapa wanita adalah hal yang biasa, tentu hal semacam itu di anggap lumrah. Mangkuk porselin yang elegan dan mahal berisi masakan asia, saat Elizabeth menyendoknya terlihat anggun dan feminim.


Maria dan Berta juga pelayan sedang melayani permintaan mereka. Sarapan pagi itu berjalan lancar. Walaupun menu sarapan sangatlah terlalu mewah untuk ukuran empat manusia. Buah yang di datangkan langsung dari negri tropis dan juga berbagai hidangan laut memenuhi meja makan, minuman bersoda maupun jus buah juga tidak ketinggalan.


Eva menarik satu sudut bibirnya ke atas, tertawa mencibir melihat ke tiga wanita yang ada di dekatnya, kemudian dia menggelengkan kepala seakan menghina. Gerakan seperti itu ternyata di tangkap oleh Julia, Julia menghentikan makannya. Meletakkan garpu dan pisau secara bersamaan bahkan sedikit menimbulkan suara.


"Ada masalah?!" Tanya Julia. Kalimat yang ke luar dari Julia mengejutkan Noela dan Elizabeth. Ke duanya secara bersamaan melihat ke arah Julia.


"Apa!" Cibir Eva merasa tidak bersalah. Kemudian dia melanjutkan makan tanpa memperdulikan Julia yang tengah kesal.


Julia beberapa kali menahan amarahnya, sikap Eva seakan menghina semakin menjadi. Berkali kali memindahkan mangkuk makanan tanpa menambah makanan sedikitpun. Julia akhirnya tidak bisa diam, berdiri dari kursi dengan ke dua tangannya bertumpu di atas meja, memukulnya dengan keras, untung saja meja kayu terbuat dari bahan kayu jati tua asli, sehingga tidak bergetar sedikitpun.


"Katakan sekarang kalau tidak aku akan...." Belum juga Julia menyelesaikan kalimatnya, Elizabeth sudah menahannya.


"Aku hanya berpikir, ternyata orang sekelas Kendrick sama sekali tidak beruntung." Ucap Eva kemudian dia berdiri dari kursinya dengan tiba tiba sehingga kursi yang di tempatinya terbanting ke belakang.


"Maksud kamu?" Elizabeth kesal mendengar ucapan Eva.


"Memelihara selingkuhan yang tidak lebih baik dari seekor kuda tunggangan." Kemudian Eva membanting serbet makan yang ke atas meja.


"Sini kamu! Kamu sudah menyebut temanku kuda tunggangan, bagaimana dengan kamu? Kuda berkedok manusia tanpa otak." Julia berteriak tapi Eva tak menggubrisnya, dia berjalan pergi ke arah kastil timur.


Elizabeth beberapa kali menahan kemarahan Julia, mengingatkan kalau sekarang tengah berada di meja makan. Hanya Noela yang terlihat menunduk tak bergeming. Noela bukannya tak bergeming, tetapi baru sekarang dia merasakan peristiwa seperti ini. Semua di luar nalarnya. Noela wanita baik baik yang tidak pernah menerima bentakan atau cibiran, karena Noela adalah salah satu putri dokter ahli yang ada di kota Bogota.


Eliana menarik tangan Noela dan menggenggamnya, seolah untuk menenangkan.

__ADS_1


"Tidak usah di pikirkan, dia selalu seperti itu."


"Tidak! Aku tidak masalah. Hanya saja ini yang pertama kalinya aku melihat seseorang ribut di meja makan. Karena ketika aku bersama orang tuaku, jangankan berbicara keras, peralatan makanpun tak boleh mengeluarkan suara." Ucapan Noela lirih, dia memang berasal dari keluarga berpendidikan sehingga Noela lebih sopan dan tertata.


Makan pagi sudah selesai, semua telah meninggalkan meja makan hanya tinggal Elizabeth yang tengah menemani Nina sarapan, ke dua wanita beda generasi itu sesekali di selingi canda dan tawa. Terlihat benar benar layaknya seorang ibu kepada anaknya.


Dari kejauhan Leyton mengawasi gerak gerik ke dua wanita itu. Leyton merasa iri karena mamanya tidak pernah menemani dia makan. Apalagi setahu Leyton Nina adalah anak paman Matheo dan bibi Julia, mengapa wanita baru itu juga menyayangi Nina? Kenapa tidak ada yang bisa memperlakukan dirinya seperti memperlakukan Nina? Leyton terlihat kesal hingga tanpa sadar dia mengepalkan tangan. Leyton benci pemandangan ini, dia semakin benci terhadap Nina, berniat pergi meninggalkan tempatnya berdiri, namun tanpa sadar Leyton menjatuhkan pot bunga.


'Prang'.


Suaranya tidak begitu keras, sayangnya Elizabeth sudah terlanjur membalikkan kepalanya.


Melihat Leyfon dengan perasaan gugup, Elizabeth sadar kalau Leyton membencinya.


Karena naluri seorang ibu, Elizabeth akhinya melambaikan tangannya memanggil Leyton.


Leyton masih dengan tatapan dingin. Dia sama sekali tak mengindahkan panggilan Elizabeth, akhirnya Elizabeth mengalah dan mendekati Leyton, Eliana membungkukkan sedikit kepalanya.


"Leyton, apa kamu sudah sarapan?"


Leyton tak menyahut, dia masih dengan wajah dinginnya. Elizabeth membagi tempat duduknya untuk Leyton. Dan dia duduk di antara ke duanya. Elizabeth meminta tambahan satu piring lagi untuk Leyton kepada Maria, kemudian mengisi piring itu dengan menu sarapan pagi. Leyton menerima dan memulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Beberapa kali Elizabeth membantu Leyton untuk mengupas kulit udang dan menyingkirkan kulit cabai. Tanpa terasa ketiganya mulai akrab dan santai. Bahkan Nina sudah tidak ketakutan lagi. Elizabeth mengajarkan bagaimana cara berprilaku kepada orang lain baik pembantu ataupun orang tua, memang belum terlihat manfaatnya tapi dengan kedekatan Elizabeth berharap Leyton tidak menjadi anak yang manja lagi.


Keakraban mereka membuat seseorang yang melihat merasa iri dan tidak suka. Eva memperhatikan dari balkon kastil timur, kemudian dia berjalan mendekati mereka.


Kedatangan Eva seketika merusak suasana. Serta merta Leyton membanting peralatan makannya dan cepat cepat berdiri dari kursinya. Elizabeth dan Nina terkejut, kemudian Nina menangis keras.


"Leyton!" Tanpa sadar Elizabeth memanggilnya dengan suara keras.

__ADS_1


Seketika keadaan berubah seratus delapan puluh derajat, suasana kacau, Eva menarik Leyton dengan keras.


"Leyton masuk ke kamar! Mama tidak menyukai kamu bergaul dengan orang sembarangan apalagi satu meja!" Bentak Eva. Leyton pergi berlari masuk ke dalam kastil barat.


"Kamu jangan bertingkah!" Eva mulai memancing emosi Elizabeth.


Maria mendekati Nina dan mengajaknya masuk ke dalam kastil barat.


"Bertingkah apanya? Tidak ada yang buruk berbuat baik dengan anak anak siapapun itu."


"Aku tidak mengijinkan, jangan pura pura baik hanya karena Leyton putra dari Kendrick."


"Siapapun itu aku akan mengajaknya makan bersamaku. Kamu jangan berpikiran sempit."


"Jangan kamu kira dengan begitu Kendrick akan kembali tertarik pada kamu."


Elizabeth mulai mengerti arah pembicaraan Eva.


"Kenyataannya begitu."


"Dengan merubah wajah berharap menyaingiku."


"Kamu takut dengan perubahan wajahku?"


"Mana mungkin, tetap tidak lebih cantik dari aku."


"Kamu kira? Kendrick tidak pernah tertarik dengan wajahku tapi hati dan kenangan di dalamnya. Camkan itu! Dan hanya dengan menggerakkan tanganku Kendrick akan berlutut di hadapanku." Ucap Elizabeth menyombongkan diri. Dia sudah kesal dengan tabiat Eva sejak lama.


"Ok kita lihat nanti di antara kita, aku kamu dan Noela siapa wanita yang dia pilih. Kamu akan tau siapa yang akan di pilih Kendrick." Ucap Eva yakin dengan kesombongannya.

__ADS_1


__ADS_2