Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kasus Lama


__ADS_3

Keributan itu menjadi tontonan besar, seorang pengusaha sekelas Kendrick memperebutkan wanita.


"Stop!" Teriak Elizabeth, dia berusaha menenangkan Kendrick.


Wajah Juan membiru, sudut bibirnya juga berdarah. Dia menekan pipinya yang terasa sakit, anehnya Juan malah tersenyum menyeringai.


Keadaan Matheo tidak jauh berbeda dari Juan, wajahnya juga membiru. Meludahkan darah segar dari mulutnya, bahkan satu giginya terlepas.


"Sialan kau Kendrick." Ucap Matheo dengan kesal.


Kendrick menarik pergelangan tangan Elizabeth, tetapi Elizabeth menolak dan mencoba melepaskan cekalan tangan Kendrick.


Juan mencoba menahan kepergian keduanya, kaki kananya menendang Kendrick dari belakang, tapi sebelum tapak sepatunya menempel di punggung Kendrick, tiba tiba dari segala arah berdiri beberapa laki laki bersenjatakan senjata api, mereka mengepung Juan. Juan mengangkat ke dua tangannya tanda menyerah, sudut bibirnya naik beberapa garis meninggalkan senyum cibiran.


"Baik, kali ini kamu bisa membawa tunanganku, tetapi tunggu aku akan menjemputnya, tentunya dengan persiapan matang."


"Mulai sekarang dia bukan tunanganmu lagi, tapi dia wanitaku. Paham!"


Kendrick menarik pergelangan tangan Elizabeth, dia meronta memohon melepaskan diri.


Awalnya sehari sebelumnya, Juan menyuruhnya datang ke suatu tempat, juan mengatakan kalau Nina merindukannya. Tentu saja Elizabeth senang bahkan bersuka cita. Tetapi setelah sampai di tempat tujuan tidak ada siapa siapa sama sekali, hanya ada Juan.


Juan memerintahkan pada Elizabeth bahwa mencari sebuah barang dan uang yang berkisar puluhan milyar, bahkan nilai barang tidak bisa di uraikan karena terlalu berbahaya.


Elizabeth menemui Juan di lobby hotel.


"Kenapa kamu melibatkan aku? Bahkan antara aku dan Kendrick tidak ada hubungan sedikitpun."


Ucapan Elizabet dengan nada geram, dia sesungguhnya tidak mau jika kembali mendekati Kendrick. Baginya mengubur masa lalu demi mendapatkan ketenangan adalah penting, dari pada bertemu untuk saling menyakiti.


"Bahkan aku tidak mengenalimu." Kalimat kalimat yang keluar dari mulut Elizabeth sedikit memojokkan.


"Lantas jika aku membuka masa lalumu, apa kamu bisa bersedia?" Ucap Juan mencoba berkomunikasi.


"Kita lihat, apa yang bisa kamu ceritakan."


"Aku punya bukti jika Kendrick menutupi kasus pembunuhan."


"Pembunuhan apa?" Selidik Elizabeth.


"Apartemen Bogota." Ucap Juan singkat dan penuh penekanan. Seketika wajah Elizabeth berubah. Dia mulai menebak arah pembicaraan laki laki di depannya.


"Kendrick memanipulasi bukti dan saksi, tapi dia bodoh. CCTV yang coba dia musnahkan ada di tanganku."


"Serahkan saja ke kantor polisi, aku tidak perduli." Gertak Elizabeth.


"Betulkah? Bahkan aku juga punya saksi, jika yang dia lakukan demi untuk menutupi kasus perkosaan seorang gadis."

__ADS_1


Ucapan Juan dengan ancaman. Elizabeth menelan ludah kasar, gelisah dan panik.


"Kenapa kamu bercerita padaku."


"Bagaimana jika kasus ini di buka lagi?"


"Kendrick tidak akan hancur hanya karena kasus itu, dia bahkan bisa membunuhmu hanya dengan satu tangan. Mau coba?"


"Ya, tapi bagaimana jika kasus sebenarnya bukanlah kasus perkosaan. Tapi ada uang dan narkoba milik laki laki itu." Juan mulai menekan Elizabeth.


"Masih tidak ada hubungannya dengan Kendrick."


"Jika aku mengatakan uang dan narkoba itu sebenarnya di sembunyikan oleh Kendrick. Bagaimana? Kepalanya bisa jadi perburuan para kartel, bahkan wilayah selatan menginginkan kepala Kendrick. Paham!" Ucap Juan, dia mulai menunjukkan taringnya.


"Jadi ini tujuanmu menyandera anakku juga Julia." Jawab Elizabeth mencoba tegar, dia paham ancaman Juan bukan hanya sekedar gertakan.


"Kamu paham maksudku, temukan barang itu. Aku mendengar kalau dia masih menyimpan barang itu di dalam club malam miliknya."


"Dimana? Bagaimana caranya?"


"Itu tugas kamu! Hanya satu minggu!"


Elizabeth mulai panik, dia tidak tau harus memulai dari mana.


Dia ingin membunuh laki laki di depannya, tapi taringnya tak cukup tajam untuk menggigit leher lelaki itu hingga mati.


"Jaminannya ini." Ucap Juan sambil melangkahkan kakinya mendekati Elizabeth, Elizabeth menarik langkahnya mundur sedikit menjauh.


Juan menekan dada miliknya dan memukul beberapa kali.


"Ingat! Pantang bagi Juan berbohong. Kamu bisa menembakku di sini, jika aku berbohong." Ucapan Juan sambil menunjukkan dadanya.


"Setelah barang yang di sembunyikan Kendrick aku dapatkan. Aku akan mengirim Nina dan Julia juga Diego ke Chia. Aku sudah mempersiapkan rumah di sana. Kamu bisa menghilang, tentunya berkumpul dengan mereka."


Juan sama sekali tidak tau kalau sebenarnya Diego sudah tidak di apartemen yang di sewanya. Demikian juga Elizabeth.


Elizabeth masih mengingat rencana Juan itu. Kalau sebenarnya ancaman dan intimidasi yang tadi di dengarnya adalah demi barang haram yang di miliki oleh si pemerkosa. Terpaksa Elizabeth mengikuti permainan Juan.


*****


Dan sekarang Kendrick berdiri tepat di depannya. Menarik pergelangan tangan Elizabeth, menyebutnya dengan 'Wanitaku'.


Juan merasa menang, umpannya di gigit langsung oleh mangsanya. Dia hanya akan memberi sedikit bumbu bumbu pelengkap.


"Lepaskan tanganku, tasku masih di atas kursi." Ucap Elizabeth di tujukan kepada Kendrick. Merasa tindakannya aman Kendrick melepaskan cekalan tangan itu.


Juan melihat sedikit kesempatan. Dia menarik tubuh Elizabeth dan mencium bibir merah Elizabeth.

__ADS_1


Elizabeth hanya termangu, tak percaya apa yang di lakukan Juan kepadanya, wanita itu sedikit kesal dan mendorong tubuh Juan, tetapi gerakannya tak berdampak sedikitpun.


Kendrick begitu murka, mendorong Juan dan kemudian menendang perutnya. Juan ingin melawan, tetapi beberapa pria berjas hitam menahannya.


"Bahkan mencium tunangankupun tidak di perbolehkan? Tuan Kendrick benar benar tidak berperasaan!" Teriak Juan, luka di sudut bibirnya belum juga mengering, kini mengalir lagi. Satu lagi tendangan kaki Kendrick mendarat di betis Juan, hingga dia meringis kesakitan.


Kendrick menarik tangan Elizabeth dengan kasar, langkah kakinya begitu lebar, bahkan Elizabeth terlihat kesulitan untuk mengikutinya.


"Kendrick! Stop!" Teriak Elizabeth dengan sedikit meronta.


"Kenapa? Masih ingin berlama lama dengan dia? Ingat bahkan untuk bernafaspun kamu perlu ijinku. Paham!"


Kendrick mendorong dengan keras tubuh Elizabeth ke dalam mobil, bahkan sedikit melemparkan. Kemarahan Kendrick sudah mencapai puncak.


Ke duanya duduk berjauhan, napas tersengal menahan kemarahan, tangannya mengepal.


"Kamu diam di sini. Jika berani melarikan diri, habis kau!"


Kendrick kembali memasuki rumah makan, dan mencari keberadaan Matheo, dan ternyata Juan juga sudah meninggalkan tempat itu dari pintu lainnya.


"Apa maksud kamu?"


"Mana aku tau kalau mereka memiliki hubungan." Ucap Matheo berkilah. Sebelumnya Matheo juga menunjukkan kemarahannya kepada Juan karena merasa di permainkan. Tetapi sekali lagi Juan meyikinkan kalau dirinya benar memiliki koneksi orang pemerintahan.


"Bersihkan, jangan sampai media tau!" Ucap Kendrick kepada Marco yang dari awal mengikuti bosnya.


Matheo meninggalkan rumah makan The Arturo dengan kesal, demikian juga Kendrick. Kendrick kembali memasuki mobil Mercedes hitam miliknya.


Melihat wajah Elizabeth malingkan muka, tanpa sedikitpun senyuman, hati Kendrick merasa kesal. Menganggap Elizabeth marah atas pengusiran terhadap Juan. Apalagi bibir Elizabet membentuk huruf O, menggemaskan.


Kendrick mengeluarkan kertas basah dan mengusapkan pada seluruh kulit Elizabeth, tak ketinggalan bibir warna merah itu di usapnya dengan kertas basah.


Elizabeth merasa risih, karena di depannya ada Marco yang duduk diam memegang kemudi dan fokus pada lalu lintas.


"Kenapa? Aku bisa sendiri!" Ucap Elizabeth sambil merebut kertas basah di tangan Kendrick.


"Juan bukan lelaki penyakitan, lagi pula mengapa kamu sebegitu jijiknya. Apa hubunganmu?"


Kendrick merasa kesal, menarik pinggang Elizabeth, tubuh mereka menempel satu sama lain. Kendrick mencium bibir Elizabeth dengan brutal. Menyadari bos berprilaku begitu, Marco memarkirkan mobil di area parkir perkantoran 'Kend Grup'.


"Apa yang kamu lakukan?" Ucapan Elizabeth di sela sela perjuangannya menghindari ke brutalan Kendrick.


Marco membuka pintu mobil dan keluar, dia berdiri di samping mobil dengan posisi membelakangi. Area parkir kantor VIP sangat sepi, sehingga tidak ada bahkan sangat jarang mobil lain yang melintas.


"Sebelum aku puas bermain denganmu, jangan harap kamu bisa bahagia dengan orang lain. Paham!"


Bagaimana pembaca yang setia? Kendrick niat awalnya balas dendam kok malah jatuh cinta? Bagaimana ini? Jangan lupa Like Komen and Like

__ADS_1


__ADS_2