Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kendrick Mengusir Julia


__ADS_3

Kelahiran dan kematian hanyalah maha kuasa yang bisa menentukan. Takdir dan kehendak sudah di gariskan sebelum kita di lahirkan. Rahasia kehidupan, manusia yang merencanakan tetapi hanya tuhan yang menentukan.


Julia bangun dari tidurnya, di sampingnya ada Nina yang tidur meringkuk. Anak sekecil ini kembali mengalami traumu, ada butiran bening keluar dari matanya. Julia mengusap kening gadis kecil itu, jika sesuatu benar benar terjadi, dia akan meminta Kendrick melepaskan Nina dan Julia berniat mengadopsinya. Julia di kejutkan bayangan kecil di sudut kamar.


"Leyton, apa yang kamu lakukan? Ini masih terlalu pagi." Leyton berdiri di sudut kamar, di samping pintu yang masih tertutup rapat.


"Apa bibi Eli selamat? Di mana papa?" Leyton masih menggunakan pakaian tidur lengkap, bocah kecil itu masih trauma atas terjadinya tragedi yang terjadi di depan matanya. Rambut Leyton terlihat berantakan. Dia mengucek ke dua mata dengan lengannya.


"Bibi Eli masih belum di ketemukan. Papamu masih berada di rumah sakit, bibi Noela akan melahirkan." Julia menjelaskan dengan hati hati. Luka pada anak sekecil Leyton memang tak tampak, tetapi telah menorehkan bekas di dalam hatinya. Trauma melihat kejadian itu, dan perlakuan Eva padanya. Leyton masih tetap berdiri di samping pintu, dia masih menunggu Nina terbangun, berkat Elizabeth kini dia merasa bertanggung jawab pada gadis kecil sebayanya.


"Jika bibi Eli tidak di temukan, aku akan merawat Nina, karena itu adalah pesan bibi Eli." Julia terkesiap, bagaimana Leyton bertanggung jawab pada janji padahal kalimat yang di ucapkan Elizabeth hanyalah kalimat bujukan agar Leyton tidak berbuat anarki lagi pada Nina. Julia berdiri dan menyibakkan tirai dengan kasar, matahari memasuki kaca kamar yang membatasi pintu balkon. Kemudian Julia membuka pintu itu lebar lebar, angin berhembus sepoi sepoi. Julia mendekati Leyton dan mengajaknya duduk di sampingnya.


"Aku tau kamu menyayangi Nina, hanya saja dia terlalu kecil. Dan lagi pasti ayahmu tidak menyetujuinya. Leyton menundukkan kepalanya. Tentu saja papanya tak akan suka karena bagaimanapun juga dia tau bagaimana sikap papanya terhadap Nina, dingin dan kaku.


Nina terbangun dari tidurnya, terpaan angin yang membuat kain korden jendela berwarna putih itu menari nari, ujung kainnya menyapu telapak kaki Nina.


Gadis kecil itu tak langsung memanggil Leyton dan Julia, dia turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu perlahan. Leyton dan Julia tak mendengar gerakan itu bahkan mereka tengah serius dengan obrolannya. Nina berjalan perlahan, menuruni tangga dan membuka pintu samping pelan pelan. Gaun tidur warna putih terbuat dari kain katun pilihan, ujung gaunnya tertiup angin. Ada rasa sesal di hati anak sekecil itu. Jika dengan cepat dia berlari mungkin kekuatan tangannya dapat menolong mamanya. Nina berjalan ke luar pintu menyusuri jalan setapak menuju tebing, dia berdiri di ujung puncak tebing memandang luasnya air laut. Gerakan ombak kecil yang indah seolah melambai memanggil namanya. Lima langkah lagi dia bisa jatuh ke dasar laut, melangkah perlahan lahan, satu langkah lagi Nina hampir saja melompat, sepasang lengan besar menyambar tubuh kecil Nina. Nina tersadar dari lamunannya, ketakutan dan kekecewaan datang bersamaan, dia masuk dalam dekapan penolong itu. Lengan kokoh itu ternyata milik Kendrick.

__ADS_1


Kendrick membawa Nina ke dalam penginapan, mendapati Julia dan Leyton di dalam kamar. Betapa terkejutnya Julia mendengar ucapan Kendrick.


"Kendrick maafkan aku, aku kira tadi Nina masih...." Ucapan Julia terbata. Dia benar benar teledor. Pupus sudah harapan Julia untuk mengadopsi Julia, tentu Kendrick semakin tak percaya.


Kendrick mengambil ponsel di dalam saku celananya dan menghubungi Matheo yang masih berada di rumah sakit, saat ini kondisi Noela yang masih koma pasca operasi tentu sangat menguwatirkan, Kendrick datang ke penginapan bertujuan melihat bagaimana usaha pencarian Elizabeth oleh tim penyelamat. Untung saja dia tepat waktu.


"Matheo! Bawa wanitamu kembali ke kota. Dan mulai sekarang aku larang dia untuk mendekati putriku!"


Tampaknya masih ada sanggahan dari Matheo di ujung telepon.


"Sekarang! Kalau tidak akan aku ledakkan kepalanya!"


"Kendrick kamu tidak serius kan? Dia putri Elizabeth, tidak ada hubungannya dengan kamu." Julia mencoba membantah demi Nina.


"Ya! Lalu kenapa? Nina juga putriku. Jangan mecoba membodohiku!" Kendrick melemparkan kertas indentifikasi DNA kepada Julia, dia membaca dengan jelas kalau Nina memiliki DNA yang sama dengan seseorang, tapi Julia bisa menafsirkan kalau nama yang tertera adalah Kendrick.


Julia sangat terkejut dengan hasil itu. Tapi juga merasa lega. Sayangnya sahabatnya belum mengetahui dengan pasti hingga detik ini.

__ADS_1


"Tapi aku...."


"Keluar!" Perintah Kendrick, tinggal Nina yang masih berada dalam gendongan dan juga Leyton yang berdiri mematung.


"Leyton, mulai sekarang kamu harus menjaga Nina, karena Nina adalah adikmu. Sebagai kakak kamu harus melindungi."


Leyton menganggukkan kepalanya, ke duanya belum mengerti maksud ucapan Kendrick. Kendrick menyerahkan Nina dan Leyton juga Maria di bantu beberapa pengawal. Sebelumnya berpesan agar menjauhkan Nina dari Julia. Sebelymnya Kendrick sudah menyiapkan ahli terapis juga psikiater yang hebat demi menghilangkan traumua pada Nina dan Leyton


Seminggu berlalu, keadaan Noela juga belum sadar dari komanya, sementara putra kecil Noela masih di dalam mesin inkubator, kondisi bayi kecil itu masih menguning, resiko besar jika Kendrick memindahkan Noela dan bayinya ke rumah sakit besar miliknya di Bogota bahkan dengan helikopter sekalipun.


Matheo dan Julia sudah kembali ke kota, sesuai perintah Kendrick, Matheo mengesahkan nama Nina ke dalam daftar keluarga Kendrick, awalnya mendapat pertentangan dari Eva. Tetapi Eva bukanlah orang penting di kehidupan Kendrick, dan Eva adalah sebuah kerikil kecil yang berputar di sekitaran dirinya.


demikian juga Eva sudah kembali ke pusat kota Bogota. Dia sangat kesal dengan keputusan Kendrick tetapi sangat puas dengan hilangnya Elizabeth bahkan dia yakin dengan kematian adik tercintanya. Eva sama sekali tidak sadar jika tanpa Leyton betapa tidak berartinya hidup Eva.


Pengakuan Kendrick pada status Nina juga memancing kemarahan Eva, tetapi dia tak cukup kuasa untuk berti dak, hingga akhirnya menunggu waktu untuk memusnahkan Nina.


Kendrick mendapatkan kabar kalau tim penyelamat mereka menemukan tubuh tak bernyawa yang sudah membusuk, dengan ciri ciri yang sama dengan Elizabeth. Kendrick berlari menuju rumah sakit daerah di temani Marco. Marco mengemudi dengan kecepatan tinggi. Dia berharap mayat yang di temukan adalah benar benar nona Elinya, mungkin terdengar jahat, tetapi dengan kondisi tubuh yang sudah tenggelam dalam satu minggu ini apa yang bisa di harapkan? Paling tidak bos Kendrick tidak berharap lagi dan bisa melanjutkan hidupnya. Marco sudah lelah mondar mandir demi mengerjakan tugas kantor dan mengurusi rumah tangga Kendrick.

__ADS_1


Mereka sudah tiba di rumah sakit daerah tepatnya di dalam kamar mayat, seorang perugas rumah sakit dan tim penyelamat berdiri di depan pintu untuk berjaga dan menunggu kedatangan Kendrick, saat Kendrick tiba, semua menundukkan kepalanya, seorang petugas berbaju putih membukakan puntu dan mengantarkan ke dalam, ruangan yang sangat dingin dan mencekam. Petugas membuka salah satu lemari pendingin dan menarik peti besi. Tubuh kaku berselimut kain putih, ke dua tangan mayat itu menyembul dengan kuku membiru juga kulit yang keriput. Petugas menarik penutup kain putih di bagian kepalanya.


Tiba tiba tubuh Kendrick bergetar dan merasakan mual yang sangat hebat. Kendrick berlari keluar dan memuntahkan semua isi perutnya. Marco mengikutinya dari belakang dan menyodorkan kertas tisyu kepada Kendrick.


__ADS_2