
Eliana menjatuhkan baskom yang berisi air hangat, tujuan awal dia hendak mengompres Leyton. suhu tubuh Leyton benar benar tinggi. Semua orang juga tau anak sekecil itu tidak akan kuat menerima hukuman berdiri selama satu jam di bawah sinar matahari.
Eliana terpaku melihat wanita yang ada di depannya, wanita yang menyandang nama besar nyonya Kendrick. Eliana tidak menyangka jika yang di depannya adalah kakak kandungnya yaitu Eva. Eliana terpukul, bukan hanya merasa di khianati Kendrick tetapi kenyataan pahit itu bagai sebuah tikaman langsung menembus ke dalam ulu hatinya.
Eliana memejamkan matanya menahan air mata yang akan keluar. Perubahan Eliana dan jatuhnya air dalam baskom tentu mengagetkan semuanya. Tidak terkecuali Eva.
Eva membuang muka, dia marah karena wanita Kendrick sudah membuat kegaduhan.
Melihat kamar putranya basah dan Leyton terbangun. Eva marah dan mengusir Eliana dan Julia.
"Apa yang kamu lakukan!" Bentak Eva, tapi melihat Ekspresi Kendick dia menurunkan nada bicaranya. Eva tidak mengenali Eliana, tentu saja bukankah wajah Eliazabeth berubah dan sekarang memakai nama Eliana.
Tangan dan kaki Eliana gemetar, merasakan atmosfir udara tiba tiba menurun, sesak nafas dan terhuyung ke samping. Julia tau gelagat itu, kemudian Julia menopang tubuh Eliana dan mengajaknya keluar kamar.
Kendrick merasa bersalah, awalnya mengajak Eliana makan malam bersama untuk mengatakan sejujurnya kalau dia menikahi Eva hanya demi anak yang di bawanya.
Julia membawa Eliana ke kamar Nina. Mengetahui mamanya bersedih, Nina membelai rambut mamanya.
"Bibi jangan menangis, Nina tidak nakal lagi, bibi jangan Menguwatirkan Nina, mulai sekarang Nina akan melindungi diri dari Leyton"
Kenapa Nina perhatian padanya, apa gadis kecil itu memiliki firasat kalau Eliana adalah mamanya? Darah memang memang lebih kental dari air.
Perkataan Nina mengiris hati Eliana. Putrinya sangat ketakutan dengan leyton. Hati Eliana seakan terkoyak, Leyton adalah darah daging Kendick dan kakaknya. Perempuan macam apa yang tega merebut suami kakaknya.
Tak lama kemudian Matheo mengajak Nina ke luar kamar demi memberikan ruang agar Eliana dan Julia dapat berbicara.
Eliana tidak menangis meraung seperti wanita yang di hianati, dia hanya menundukkan kepala dan menitikkan air mata. Eliana sangat bersedih, tidak pernah menyangka sedikitpun kalau wanita yang di nikahi Kendrick adalah Eva.
"Kenapa harus dia?" Tanya Eliana kepada Julia. Rasa sakit dan kesal terhadap sahabatnya karena merahasiakan kenyataan ini.
__ADS_1
Julia tidak menjawab, dia membiarkan Eliana berkeluh kesah, meratapi nasibnya.
"Dan mengapa kamu tidak mengatakan padaku?" Sesal Eliana. Satu tangannya memukul mukul bantal untuk melampiaskan kekesalannya.
"Maafkan aku. Aku tidak tega jika harus mengatakan padamu, dan paling tidak harapan Kendrick sama sepertiku agar merahasiakannya darimu. Dia berjanji malam ini akan mengatakannya sendiri, tetapi semua di luar rencana." Penjelasan Julia seperti omong kosong belaka.
"Awalnya aku mengira dia menikahi wanita yang sama sekali tidak aku kenal, apalagi mereka sudah memiliki anak. Lalu di anggap apa aku ini? Betapa serakahnya Kendrick." Eliana terisak, menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Eliana merasa kacau.
"Kendrick benar benar serakah sementara aku dan Eva adalah memiliki hubungan darah! Sungguh menjijikkan." Tentu saja Eliana merasa jijik selama ini berbagi suami dengan kakaknya. Eliana lebih memilih buta dan amnesia, untuk apa mengingat kebersamaannya dengan Kendrick jika ternyata menanggung malu.
"Tapi Kendrick mengatakan padaku kalau dia menikahi Eva hanya karena Eva ibu kandung dari Leyton." Bujuk Julia, sejujurnya Julia tidak menyukai Eva, dari awal dia mengenal Eva yang di ketahuinya bukanlah perempuan baik baik. Tetapi semua ucapan Julia benar.
"Tetap saja mereka sudah pernah bersentuhan. Aku jijik melihat mereka." Julia mencoba membujuk, jika harus mendukung. Julia tentu akan mendukung hubungan Eliana dan Kendrick di banding Eva.
"Jangan seperti itu, Kendrick sangat mencintaimu. Dan lagi apa bedanya, toh walaupun tidak menghamili Eva, Kendrick juga memiliki banyak wanita yang mengelilinginya.
"Tidak ada yang boleh meninggalkan kastil ini!" Ucap kendrick tiba tiba memasuki kamar. Emosi terpancar dari wajahnya, Kendrick tidak mau kehilangan Elizabeth kembali.
Julia meninggalkan kamar yang di tempati mereka untuk berbicara, memberikan ruang keduanya untuk menyelesaikan masalah.
Kendrick duduk di samping Eliana, dia tidak menyukai alasan apapun jika Eliana meninggalkannya.
"Kendrick biarkan aku pergi. Ini benar benar tak pantas untukku." Rengak Eliana, menarik tangannya akibat cekalan tangan Kendrick di pergelangannya.
"Maafkan aku belum mengatakannya padamu, tapi jujur tidak ada sedikitpun perasaan cinta pada Eva, aku menikahinya murni karena Leyton." Kendrick berterus terang, dia masih Cemas memikirkan Leyton.
Eliana tidak menjawab, menundukkan kepala seolah tidak mau mendengar semua alasan Kendrick, penjelasan Kendrick membuat sakit pada kepalanya.
Kendrick sedikit menaikkan emosinya, dia tidak mau kembali kehilangan Elizabeth.
__ADS_1
"Dengar, mari kita bicara terbuka dan saling jujur dan kita mulai dari awal." Kendrick menatap mata Eliana dengan kemarahan. Kendrick tidak mau kehilangan wanita paling di cintai untuk ke dua kalinya.
"Selama ini aku sudah jujur padamu." Elak Eliana, bertahan untuk berbohong, apa mungkin? Sedangkan dia merasa kalau sebenarnya Kendrick sudah mengetahui rahasianya.
"Katakan padaku kalau sesungguhnya kamu adalah Eliku, terus terang padaku kalau kamu sudah sembuh dan tidak amnesia." Kendrick berharap mendapatkan jawaban yang sesungguhnya. Tangannya masih menggenggam ke dua tangan Eliana.
"Tapi rahasia yang kamu sembunyikan lebih jahat dan melukai perasaanku." Eliana mencoba membantah.
"Jadi kamu mengakui semua tuduhanku?"
"Bukan begitu. Hanya saja aku.." Hendak mengatakan bahwa sesungguhnya dirinya keberatan jika harus tinggal di atap yang sama bersama Eva.
Kendrick memegang ke dua lengan Eliana. Mengunci pandangannya.
"Lihat aku. Kamu sudah berada di dalam rumahku jadi percayalah padaku. Aku akan menyelesaikan semuanya. Eva tidak akan berani macam macam padamu." Ke duanya berpelukan tapi sejatinya hanya ada kekosongan di hati Eliana.
Sebelumnya Eva merajuk dan merayu Kendrick, atas nama Leyton.
"Kendrick, tidak bisakah kamu menahan diri. Leyton tengah sakit, kenapa kamu membawa wanita lagi ke rumah kita. Sepertinya Leyton sangat kecewa padamu." Perkataan Eva di ucapkan di depan mata Leyton tentu saja Kendrick merasa enggan.
"Jangan melampaui batasan." Ucap Kendrick, dia tau kalau istrinya memprovokasi Leyton. Berapa kali dia mengingatkan istrinya tentang batasan batasan hubungan ke duanya. Pernikahan ini adalah demi melindungi Leyton dari tangan jahat pesaing bisnisnya.
"Bukan begitu maksudku." Protes Eva. Dia tidak menginginkan banyak dari Kendrick. Selain pengakuan dan juga sentuhan.
"Tutup mulutmu!" Kendrick muak dengan istrinya, entah mengapa dia belum bisa menerima keberadaan istrinya.
Kendrick memerintahkan kepala pelayan dan Maria untuk menjaga Leyton dan menyuruh pergi istrinya.
"Kendrick, kenakalan Leyton karena kedatangan wanitamu di kastil barat dan lalu kamu menghukumnya! Ini tidak adil!"
__ADS_1