
Rumah sakit besar Bogota, dekorasi serba putih dengan vasilitas yang super lengkap, peralatan yang canggih, dan di pantau oleh tim dokter spesialis, Noela terbaring lemah, alat penunjang kehidupan terhubung dan terpasang di sekujur tubuhnya. Tidak ada respon sama sekali, kakinya semakin mengecil, tubuhnya semakin melemah, kerusakan otak akan menghantam dirinya jika tidak segera terbangun dari tidur panjangnya. Kamar yang di peruntukkan untuk Noela sengaja di pilih Kendrick, jauh dari kegiatan rumah sakit, dikelilingi beberapa tanaman bunga dan hijaunya pepohonan.
Sore ini setelah rapat pertemuan dengan pejabat dari pemerintahan bagian selatan, Kendrick menuju toko bunga langganannya. Pegawai toko bunga bahkan mengenalnya karena hampir setiap hari kendrick membeli bunga yang akan di berikan kepada Noela. Walaupun Noela masih terbaring koma bak mayat hidup, Kendrick tetap melihatnya walau hanya sejenak.
Kendrick mengganti buket mawar yang ada di atas nakas, vas bening terbuat dari bahan kristal dengan ukiran yang indah, terlebih dahulu dia membuang air ke dalam westavel dan menggantinya dengan air baru. Setelah meletakkan kembali vas bunga, Kendrick kembali duduk di samping Eliana.
Kendrick hanya terdiam menatap wajah Noela dengan perasaan menyesal, jika saja istrinya tidak mengacaukan semuanya mungkin Noela tidak menjadi korban. Marco mengintip Kendrick dari sela pintu, merasakan kesedihan majikannya.
Kendrick menggenggam tangan Noela dengan erat, melakukan komunikasi satu arah.
"Noela, aku tau kamu baik. Aku juga tau kamu menyukai aku sejak kamu masih kuliah, tapi maafkan aku.... Aku mencintai orang lain. Pengorbananmu untukku begitu besar. Bahkan kondisi tubuhmu saat mengandung begitu lemah dan tetap memilih menyelamatkan janin dalam perutmu. Kamu wanita hebat! Trimakasih sudah melahirkan anak yang cantik buatku. Noela, bangunlah. Tidakkan kamu ingin melihat putrimu. Aku berjanji akan menempatkan kamu di hatiku. Tapi jika kamu tetap ingin pergi, aku akan mengenangmu sebagai istri dan sahabat terbaik buatku."
Ucapan Kendrick lirih dan penuh keyakinan. Marco masih bisa mendengar, tidak pernah bos Kendrick sesedih ini bahkan terlihat menangis.
Kendrick merasakan gerakan pada tangan Noela yang di genggamnya. Kendrick tersentak.
"Noela Noela! Marco panggil dokter!" Teriak Kendrick pada Marco. Marco tidak perlu berlari karena dokter sudah berjaga di ruangan yang ada di depannya.
Dokter memeriksa kondisi Noela, melihat pergerakan mata dengan sinar atau cahaya yang kecil.
"Maaf gerakan itu hanya reaksi dari otaknya. Tetapi untuk tersadar kembali sangat minim kemungkinannya." Ucap dokter jaga.
"Anda bilang otaknya tidak bekerja, lalu kenapa bisa merespon?" Bantah Kendrick tak percaya.
"Tentu saja karena gejolak emosional. Dan itu biasa terjadi pada semua pasien koma."
Kendrick terdiam baru saja dia merasakan gerakan pada Noela, berharap Noela tersadar, ternyata itu adalah hal biasa bagi pasien koma.
"Kondisi dokter Noela cukup stabil, dan menurutku ada dokter yang sukses menangani pasien koma, hanya saja..." Ucap dokter membuyarkan lamunan Kendrick.
__ADS_1
"Apakah benar ada? Di mana dokternya dan apa masalahnya?"
"Emmm, pengobatan hanya bisa di lakukan di jepang, di sana peralatannya tersedia." Ucap dokter ragu, bagaimanapun juga dia berhadapan dengan pemilik rumah sakit, di tambah orang berpengaruh di Kolombia.
"Aku akan membelinya." Ucap Kendrick yakin.
"Sebenarnya aku sudah menanyakannya langsung dengan dokter yang bersangkutan, kebetulan aku mengenalnya."
"Lalu?" Tanya Kendrick tak sabar.
"Dia menolaknya, dengan alasan peralatan hanya satu satunya yang ada di jepang, peralatan belum di kembangkan. Apa menurutmu anda sanggup berhadapan dengan pemerintahan jepang? Jelas mereka keberatan."
Kendrick berpikir keras, mencari jalan keluar.
"Menurutku jalan satu satunya membawa dokter Noela langsung ke Jepang, toh kondisinya sangat baik. Aku akan membantu pengawasan kondisi Noela, dia juga rekan kerjaku yang baik. Tidak ada salahnya bukan?"
"Ok, aku akan mengabari waktunya, aku harus menyelesaikan masalah yang ada di sini." Ucap Kendrick kepada dokter itu, kemudian mereka berjabat tangan.
Kendrick dan Marco memasuki apartemen, menekan kode akses hingga terdengar suara 'Klik'.
Aroma mie rebus khas indonesia dengan berbagai aroma rempah sangat mengundang selera. Rupanya ada kesibukan di dapur apartemen miliknya.
Kendrick memasuki ruangan besar itu dan menemukan dua orang yang tengah duduk di meja makan. Menyadari kedatangan Kendrick dua orang yang tak lain adalah Carlos dan Luci langsung berdiri kemudian menundukkan kepalanya.
Kendrick mengibaskan tangannya dan ke duanya kembali duduk.
Luci dan Carlos terlihat kurus dan sangat tua, berbanding terbalik saat dulu Carlos masih muda. Kendrick juga masih mengingat bagaimana Carlos saat melecehkan mama Sara di depan matanya. Mencelakai dirinya dan hendak merebut posisinya sebagai penguasa. Sayangnya Carlos malah di kudeta oleh anak angkatnya sendiri yaitu Jade Eman.
"Di mana Santa?" Tanya Kendrick kepada Carlos. Namun dengan cepat Luci berdiri dan berjalan menuju dapur. Beberapa saat kemudian Luci kembali bersama Santa. Luci kembali duduk berdampingan dengan Carlos, pisisi Kendrick bersebrangan dengan mereka.
__ADS_1
"Apa kalian menikmati tinggal di apartemen ini?"
"Ya, kami menikmati." Jawab Carlos dan Luci.
"Berikan masakanmu, biarkan mereka makan." Perintah Kendrick kepada Santa.
"Tidak perlu, kami bisa memakannya nanti."
"Jika aku menyuruhmu makan, artinya boleh dan jangan membantahnya." Ucap Kendrick ringan. Santa membawa dua mangkok mie instans dan memberikannya kepada Carlos dan Eva, ke duanya mulai menikmati masakan Santa, walaupun sejujurnya mereka ketakutan. Saat ini Eva dan Marco berdiri di belakang Kendrick.
Kendrick melihat ke duanya makan dengan lahap, Kendrick tertawa mencibir.
"Untuk sementara kalian tinggal di apartemen ini, Santa akan melayani sekaligus mengawal kalian, tidak itu saja di luar juga aku tempatkan pengawal kusus."
"Trimakasih Kendrick, aku tidak tau harus berkata apa. Jika kamu tidak membebaskanku segera, kemungkinan Jade akan membunuh kami."
"Aku tidak sebaik itu."
Carlos dan Luci menelan ludah kasar.
"Aku hanya mau menceritakan sesuatu pada kalian." Ucap Kendrick menjeda. Menarik nafas berat dan kembali melanjutkan ucapannya.
"Langsung saja aku katakan kepada kalian, mengingat Elizabeth ternyata putri kalian hasil hubungan gelap." Kendrick berhenti sejenak, ke dua manusia itu menundukkan kepalanya.
"Karena kalian orang tua dari ke dua istriku maka aku akan memanggil kalian dengan sebutan ibu mertua dan ayah mertua." Ke duanya saling memandang, sikapnya berubah keras. Sebagai orang tua yang kuno tentu saja ini adalah hal yang tabu. Ke dua anaknya di nikahi lelaki yang sama. Kendrick menceritakan semuanya. Tetapi saat di bagian Elizabeth sudah meninggal dunia dan dia juga berpesan kalau ingin menjemput orang tuanya, air mata ke duanya tak bisa di bendung lagi. Apalagi saat menceritakan kejahatan Eva pada Elizabeth. Terutama Carlos, dia sangat terpukul.
"Di apartemen ini, Elizabeth membunuh dua laki laki dengan tangannya sendiri. Satu penjahat adalah kiriman dari Jade dan satunya lagi teman dekat Eva."
Carlos mengepalkan tangannya, tetapi kemudian tangannya di genggam erat oleh Luci, niat Luci agar Carlos menahan emosi tetapi dirinya salah, Carlos membuang tangan Luci dengan kasar.
__ADS_1
"Perlakuan putrimu benar benar tidak bisa aku maafkan" Ucapannya di tujukan kepada luci.
"untuk sementara kalian tinggal disini sabil menungguku memikirkan langkah selanjutnya." Ucapan Kendrick, dia mulai memprofokasi Carlos, harapannya Carlos akan menyakiti Eva, anak tirinya. Dan jika benar benar terjadi Leyton tidak akan menyalahkannya. Satu tepuk dua lalat yang mati