
Bandara udara internasional El Dorado adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Bogota, Kolombia. Bandara ini merupakan yang terbesar di Amerika Latin.
Pesawat dengan kapasitas penumpang sembilan belas orang namun hanya di isi Kendrick dan Matheo juga lima orang krew di tambah dua orang pengawal.
Saat dalam masa penerbangan Kendrick sama sekali tidak menutup mata, pikirannya berputar putar nama Eliana. Wanita cantik yang sudah merebut perhatiannya.
Selama ini dirinya mencari keberadaan Elizabeth, jika ternyata wanita yang ada di sampingnya adalah orang yang selama ini di carinya. Bukankah itu bonus? Lalu untuk apa harus menyesal? Kendrick akan memulai hidup baru bersama Eliana.
Saat ini pesawat jet pribadinya sudah mendarat di Kolombia, tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya Kendrick langsung menuju apartemen Matheo. Siang ini dia sudah berencana membawa Eliana pindah ke kastilnya.
Pintu apartemen di ketuk dari sisi luar. Sesuai jam yang telah di janjikan Kendrick dan Matheo akan tiba tepat waktu.
Julia membuka pintu menarik handel ke sisi dalam. Pintu terbuka, pertama kali yang memasuki ruangan apertemen Matheo adalah Kendrick.
Kendrick melihat ke segala ruangan, mencari sesosok wanita yang di cintainya.
"Bisakah kamu masuk ke rumah orang lain dengan mengucapkan permisi?" Sindir Matheo, karena pundak kirinya terdorong oleh tubuh Kendrick yang jangkung. Semua ruangan di lihatnya tetapi Kendrick masih juga belum menemukan siapa yang di carinya.
"Ini bukan rumah tapi apartemen, permisi!" Bentak Kendrick tidak perduli. Toh apartemen ini Kendrick yang membelikannya. Padahal apartemen ini adalah hadiah yang di berikan Kendrick kepada Matheo karena sudah membantunya memenangkan kasus sengketa tanah.
Julia hanya terbengong, melihat Kendrick seperti orang kedinginan.
"Kamu mencari siapa?" Tanya Julia kepada Kendrick. Dari awal Julia melihat Kendrick sebagai sosok yang minim kesopanan.
"Di mana Eliana!" Kendrick mulai panik, jangan jangan seseorang menculiknya, pikir Kendrick.
"Ada, ada di balkon kamar." Jawab Julia singkat. Saat Kendrick berniat memasuki kamar yang biasa di tempati Matheo, tiba tiba Julia menghadangnya. Melarang Kendrick memasuki kamar.
"Singkirkan tanganmu dari lenganku." Bentak Kendrick kepada Julia, karena ketakutan Julia gerak cepat menarik tangannya.
"Aku hanya mau bilang, aku bersama Matheo juga Nina akan ke luar mencari makan siang." Ucap Julia dengan gemetar. Awalnya dia akan melindungi sahabatnya tapi ternyata Kendrick lebih galak dari biasanya.
"Tapi aku...." Sanggah Matheo, seluruh tulangnya masih terasa kaku akibat perjalanan yang di tempuh, tapi mengapa malah Julia mengajaknya pergi lagi?
"Kalian pergilah. Bawa anak kalian." Maksud Kendrick adalah Nina.
Matheo dan Julia saling berpandangan mata. Kemudian keduanya menganggukkan kepala.
Kendrick masuki kamar utama yang biasa di tempati Matheo. Kamar dengan nuansa putih dengan dekorasi berwarna hitam. Sangat kontras tetapi membuat penghuninya merasa nyaman.
__ADS_1
Kendrick membuka pintu kamar melangkahkan kakinya kembali, mencari sosok wanita yang di impikan selama ini.
Punggung yang kecil dengan rambut sebahu, betis bak mutiara. Mendengar suara langkah kaki mendekat, wanita itu membalikkan kepalanya. Eliana, sama sekali tak menyangka kalau kedatangan Kendrick secepat ini. Eliana sama sekali belum siap.
Sementara itu, ingin rasanya Kendrick memeluk wanita itu dari belakang. Dirinya merasa bodoh mengapa tidak menyadari sama sekali kehadiran wanita ini.
Eliana membalikkan kepalanya, memandang wajah Kendrick dengan perasaan rindunya yang membuncah, tapi dia harus menekan perasaan itu. Eliana akan menunggu reaksi Kendrick. Membenci perubahan wajahnya ataukah sebaliknya.
"Eliana!" Ucap Kendrick lirih.
Bak kucing lucu Eliana hanya tersenyum. Dia masih menunggu kalimat berikutnya yang akan keluar dari mulut Kendrick.
Kendrick menarik tangan Eliana untuk masuk ke dalam. Apalagi angin di luar berhembus kencang.
Dia sedikit menggigil kedinginan.
Kendrick mengajaknya duduk di sofa, ke duanya saling berhadapan.
"Eliana, bagaimana keadaanmu? Apa kakimu baik baik saja?" Tanya Kendrick, kemudian dia menyelipkan anak rambut Eliana di belakang telinga.
Eliana menganggukkan kepalanya.
"Ke mana?" Tanya Eliana malu malu, berpura pura menjadi kucing penurut.
"Ke rumahku." Ucap Kendrick singkat, ke dua tangannya menggenggam tangan Eliana.
'Deg'.
Jantung Elianan berdetak, apa maksud laki laki di depannya? Padahal di rumah Kendrick sudah ada dua wanitanya.
"Kenapa tidak di sini saja? Bukankah apartemen milikmu sudah mulai di bersihkan." Ucap Eliana mencoba menolak Tentu saja Kendrick tidak mau membahayakan Eliana lagi, bagaimana kalau orang suruhan Jade kembali menculiknya?
"Di sini tidak aman, lagi pula ini apartemen Matheo." Bujuk Kendrick, dia tidak mau melepaskan wanita ini, apalagi setelah mendengar cerita dari Diego.
Sementara itu Eliana merasa ragu bagaimana jika perubahan sikap Kendrick hanyalah siasat saja, dan nantinya akan menyiksanya kembali.
"Eliana, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?"
Tanya Kendrick, walaupun dia tau kalau saat ini Eliana masih amnesia.
__ADS_1
"Tidak ada." Jawab Eliana pura pura, karena sampai saat ini Eliana belum tau isi hati Kendrick.
"Atau kamu menyembunyikan sesuatu?" Pancing Kendrick lagi, dia ingin memastikan apakah Eliana benar amnesia.
"Mana berani!" Jawab Eliana manja. Kemudian dia meletakkan kepalanya di bahu Kendrick. Demi menutupi kegugupannya. Kendrick menyukai tindakan Eliana, apalagi saat ini hatinya menggebu gebu.
"Oh. Tapi aku tau kalau kamu menyembunyikan sesuatu dariku." Ucap Kendrick, kemudian mencubit dagu Eliana. Kendrick sudah tidak perduli penyebab dia jatuh cinta pada wanita di depannya. Apakah karena sosok Eliana ataukah Elizabeth dengan wajah barunya.
Eliana masih diam. Dia mengikuti permainan Kendrick.
"Elli..." Ucap Kendrick lirih. Panggilan itu dulu begitu familiar.
Eliana menatap mata Kendrick.
"Masih tidak mengerti?" Kendrick mulai menyerah, menyadari kondisi ingatan Elizabeth belum kembali pulih.
"Kendrick, jangan membuatku bingung." Rengek Eliana.
"Kamu Elizabeth bukan?" Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Kendrick. Kendrick memberikan senyuman kepada Eliana.
"Elizabeth? Siapa? Apa aku mengenalnya?" Tanya Eliana, dia pura pura tidak tau. Kendrick tidak menjawab, hanya menunjukkan jarinya ke dada Eliana.
"Aku?" Tanya Eliana dengan wajah pura pura bingungnya.
"Ada apa dengan wajahmu? Apa kamu sengaja merubahnya? Demi bisa kembali padaku?" Tanya Kendrick. Jika saja Eliana menjawab 'Ya' mungkin Kendrick akan maafkannya.
"Tapi apapun itu, aku menerimamu. Jangan pergi lagi. Dan jangan membuatku marah lagi."
Lagi lagi Kendrick merasa benar, tidak sekalipun dia meminta maaf apa yang pernah dia lakukan kepada Eliana. Bahkan dia merasa benar. Hal itu membuat Eliana jengah terhadap Kendrick. Tidak bisa di pungkiri Eliana sangat mencintai Kendrick, tapi kali ini situasinya berbeda.
Kendrick berdiri dari duduknya, menarik tangan Eliana agar mengikutinya.
"Kita pergi sekarang!" Ajak Kendrick, walaupun penuh kesabaran tidak menghilangkan sisi liar Kendrick.
"Ke mana? Aku di sini saja." Eliana mencoba membantah. Dia tetap menjadi kucing manis Kendrick.
"Ke kastil, jangan memancing emosiku." Ucap Kendrick pedas.
Ternyata sikap Kendrick tidak berubah. Lebih mementingkan dirinya sendiri.
__ADS_1